NovelToon NovelToon
Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Rebeca Alexander terbiasa mendapatkan segalanya. Kaya, cantik, dan berpengaruh, ia tak pernah ragu merendahkan Cika, gadis sederhana yang berani menjadi saingannya di kampus.

Bagi Rebeca, Cika hanyalah gadis miskin yang tidak tahu tempat.

Namun hidupnya hancur saat sang ayah membawa seorang wanita baru ke rumah mereka. Dan wanita itu adalah Cika.

"Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai ibu tiriku!"

Cika menyahut dingin. "Bagus. Karena aku juga tidak berniat menggantikan ibumu. Aku hanya akan menjadi istri ayahmu. Dan mulai detik ini, aku punya aturan baru di rumah ini ... belajarlah untuk menghargai orang lain, terutama aku."

Bisakah dua gadis seumuran dan keras kepala itu bersatu dan akur? Atau malah jadi musuh selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Lee mendekat hingga hanya beberapa sentimeter dari wajah Giselle. Senyum puas tak pernah lepas dari bibirnya. "Ayo kita check-in sekarang," bisiknya pelan. "Aku kangen sama kamu."

Tubuh Giselle langsung menegang. "Aku... nggak bisa."

Ekspresi Lee seketika berubah dingin. Ia mengeluarkan kembali flashdisk dari saku celananya, lalu mengangkatnya di depan wajah Giselle. "Hm... jadi kamu menolak?" katanya tenang. "Kalau begitu, mungkin sudah waktunya Rebeca tahu isi flashdisk ini."

Wajah Giselle memucat. "Jangan..." suaranya bergetar.

"Kalau begitu, ikut denganku."

Giselle memejamkan mata. Dadanya terasa sesak. Dalam benaknya hanya ada satu nama.

Rebeca.

Demi menjaga rahasia yang selama ini disembunyikan dari putrinya, ia merasa seolah tak memiliki jalan keluar. Dengan suara yang hampir tak terdengar, akhirnya ia berkata, "Baik."

Senyum Lee kembali mengembang. "Itu baru keputusan yang tepat." Ia memasukkan kembali flashdisk ke dalam saku celananya, lalu menggenggam pergelangan tangan Giselle. "Ayo."

Giselle tidak membalas. Wajahnya kosong, langkahnya terasa berat seolah setiap pijakan mengikis harga dirinya.

Keduanya keluar dari ruang VIP, melewati lobi kafe tanpa banyak bicara.

Di luar, sebuah hotel berdiri hanya beberapa puluh meter dari sana.

Lee mengarahkan langkah ke sana sambil tetap menggenggam tangan Giselle.

Di balik wajah yang tampak pasrah, pikiran Giselle justru bekerja keras. "Aku harus menemukan cara mengambil flashdisk itu. Apa pun risikonya... aku tidak boleh membiarkan Lee terus mengendalikanku." Dengan tekad yang mulai tumbuh di balik ketakutannya, Giselle mengikuti langkah Lee menuju hotel, sembari diam-diam menunggu kesempatan untuk membebaskan diri dari ancaman pria tersebut.

***

Sinar matahari yang hangat menembus celah gorden kamar Rebeca. Gadis itu menggeliat pelan sebelum akhirnya membuka mata. Dengan wajah masih mengantuk, ia menegakkan tubuh dan meraih ponsel di atas meja nakas. Pandangannya kemudian tertuju pada secarik memo yang berada tepat di bawah ponselnya. Rebeca mengambilnya lalu membacanya perlahan.

"Beca sayang, Mama keluar sebentar ada urusan. Jangan khawatir, Mama akan segera pulang. Sarapan sudah Mama siapkan. Mama sayang kamu."

Senyum tipis terukir di bibir Rebeca. "Hm... ya udah," gumamnya. "Semoga urusan Mama cepat selesai." Tiba-tiba ia teringat pada seseorang. "Eh, aku mau nge-WA dulu Elgar, ah. Dia udah berangkat pemotretan atau belum, ya?"

Dengan cepat Rebeca membuka aplikasi WhatsApp dan mulai mengetik.

"Selamat pagi, Babe. Kamu udah berangkat pemotretan belum? Semangat, ya!"

Pesan itu baru saja terkirim, tetapi tak sampai satu menit kemudian sudah muncul balasan.

Elgar: Aku udah di lokasi. Bentar lagi mulai pemotretan. Doakan ya semoga lancar."

Senyum Rebeca semakin lebar. Jarinya kembali menari di atas layar. "Tentu. Semoga semuanya berjalan lancar. Jangan lupa sarapan dan jangan terlalu capek. Aku sayang kamu."

Beberapa detik kemudian, Elgar kembali membalas. "Siap, Ibu Negara. Perintahnya akan saya laksanakan."

Rebeca terkekeh kecil membaca balasan itu. "Bagus. Nanti kalau udah selesai kabarin aku, ya."

"Pasti. Aku juga bakal video call kamu malam nanti kalau jadwalku nggak molor."

Pipi Rebeca seketika memerah. "Oke. Aku tunggu. Semangat kerja, Sayangku."

"Thanks, Sweety."

Melihat kata terakhir itu, Rebeca refleks memeluk bantal di sampingnya sambil tersenyum malu. "Dasar..." bisiknya pelan. "Elgar pinter banget bikin aku salting."

Belum sempat Rebeca meletakkan ponselnya, layar tiba-tiba menampilkan panggilan video dari Mili. "Wah, Milimeter VC!" serunya antusias. Tanpa ragu, Rebeca langsung mengangkat panggilan itu. "Haiii!" sapanya ceria sambil melambaikan tangan ke arah kamera. "Gimana kabar kamu, bestie?"

"Hai juga, Princess!" Mili tertawa kecil. "Baik dong."

"Kamu lagi di mana? Kok background-nya beda?" Rebeca menyipitkan mata.

Mili langsung membalik kamera ponselnya. "Pengen lihat?"

"Iya!"

Layar memperlihatkan sebuah kamar hotel yang luas dengan jendela besar menghadap pantai. Cahaya matahari pagi menyinari ruangan itu dengan indah. "Aku lagi liburan di Bali," kata Mili riang.

"Ya ampun, mantap dong!" Rebeca berseru. "Sama siapa?"

Mili terkekeh, lalu menggeser kamera ke samping.

Di atas ranjang king size, seorang pemuda masih tertidur tengkurap sambil memeluk guling. Selimut hanya menutupi tubuhnya hingga pinggang. Sehingga punggungnya yang polos terlihat jelas. Pria itu tampak benar-benar masih terlelap.

"Nih..." bisik Mili sambil menahan tawa. "Bebe gue masih bobok."

Rebeca ikut tertawa. "Sudah kuduga, pasti sama si mput!"

Mili tertawa.

"Bangun, Put! Udah siang!" teriak Rebeca sambil kembali tertawa.

Tawa Mili makin kencang, detik selanjutnya, ia menanggapi perkataan Rebeca. "Dia kecapekan, Beca."

Rebeca menudingkan telunjuknya. "Jangan-jangan tadi malam... kalian udah adu senjata ya?"

"Hehe... iya." Tanpa rasa canggung, Mili mengakuinya. "Bukan tadi malam aja. Tapi dari sorenya, Beca. Gue sama Putra nggak berhenti adu senjata. Enak banget tahu. Hahaha...!"

Rebeca menggeleng geli. "Anjir! Hyper banget sih kalian. Nggak takut bunting apa?"

Mili kembali mengarahkan kamera ke wajahnya. "Ya enggaklah." Kekehan keluar dari bibirnya. "Kan pake sarung, Sayang. Jadi ... aman!"

Spontan, wajah Rebeca memerah. Ia jadi teringat rencana check in tadi malam dengan Elgar yang batal. "Kalau seandainya aku nggak mendadak datang bulan ... pasti sekarang aku pun terbangun dengan Elgar di sisiku," batinnya.

"Beca! Woy!" Teriakan Mili berhasil membuyarkan suara batin Rebeca. "Lo sendiri gimana? Udah pergi ke mana aja? Udah ketemu belum sama idola lo ... Mas Agus alias Suga?" Pertanyaan itu kembali diiringi tawa.

"Gue belum ke mana-mana. Baru hari ini mau keliling-keliling Seoul. Kali aja ketemu sama Suga-ku."

"Ya udah bestie. Happy holiday, ya. Semoga lo bisa ketemu Suga. Gue mau ke kamar mandi dulu nih. Kebelet pipis."

"Oke. Selamat liburan juga! Jangan bercocok tanam terus! Nanti kerang lo lecet!"

"Hahaha... sialan lo!"

Keduanya tertawa bersamaan sebelum panggilan video itu berakhir.

Rebeca meletakkan ponselnya di atas ranjang dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya. "Sebenarnya gue udah gregetan banget pengen curhat soal Elgar ke lo, Mil. Tapi Elgar ngelarang gue. Huhhh!"

***

Robinson duduk di ruang keluarga rumah keduanya bersama Cika. Di atas meja telah tersusun map berisi berbagai dokumen, mulai dari surat rekomendasi nikah, hasil pemeriksaan kesehatan, hingga berkas administrasi yang diperlukan untuk akad di KUA.

Meski pernikahan mereka baru akan dilangsungkan dua hari lagi dan hanya digelar secara sederhana di Kantor Urusan Agama, seluruh persiapannya dilakukan dengan sangat matang.

Robinson memeriksa kembali setiap dokumen satu per satu. "Coba kita cek sekali lagi. Saya tidak nggak mau ada berkas yang tertinggal."

Cika mengangguk. "Baik, Pak."

Robinson tersenyum tipis. "Kamu masih memanggil saya dengan sebutan 'Pak'? Mulai sekarang, biasakan memanggil saya dengan panggilan 'Mas'."

Wajah Cika langsung memerah. "Maaf... saya masih belum terbiasa, Pa-eh... Mas."

"Tidak apa-apa. Pelan-pelan saja."

Cika kembali membuka map di hadapannya.

Tak lama kemudian, Astri yang membantu menyiapkan kebutuhan akad datang membawa busana yang sudah selesai dijahit. "Pak Robinson, kebaya akad dan beskapnya sudah siap. Tinggal fitting terakhir."

Robinson mengangguk puas. "Terima kasih, Astri."

Cika memandangi kebaya akad berwarna putih gading dengan bordir yang anggun. Meski desainnya sederhana, gaun itu terlihat sangat elegan. "Indah sekali..." gumamnya.

"Kalau ada yang kurang nyaman, langsung bilang. Masih ada waktu untuk penyesuaian sebelum hari H," ujar Robinson.

Cika mengangguk pelan. "Baik, P-Mas."

Setelah urusan busana selesai, mereka kembali membahas susunan acara.

Astri dan suaminya, Hasan berpamitan, ruang keluarga kembali dipenuhi suasana tenang.

Cika menutup map berisi dokumen pernikahan, lalu menoleh kepada Robinson yang masih memeriksa jadwal akad. "Mas ..." Kali ini ia berhasil mengucapkan kata itu tanpa canggung.

"Ya?"

Cika tampak ragu-ragu sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya. "Kalau boleh tahu... apakah Rebeca sudah diberi tahu soal pernikahan kita?"

Robinson terdiam beberapa saat. Ia kemudian menggeleng pelan. "Belum."

Cika sedikit terkejut. "Belum?"

Robinson mengembuskan napas panjang. "Biarlah dia tahu nanti saja... setelah kita resmi menikah."

"Kok begitu, Mas?"

Robinson tersenyum tipis, meski sorot matanya menyimpan kegelisahan. "Kalau kuberitahu sekarang, semuanya pasti akan rumit, Cika. Biarlah dia tahu setelah kita sudah sah menjadi suami istri."

Cika mengangguk pelan. "Semoga saat dia tahu nanti, Rebeca tidak mengamuk ke saya."

1
Nice1808
Egois bin toxic kau beca, ntar klo kau tau kenyataan ibunya penghianat rumah tanggga kau akan menyesal menolak cika jd teman sekaligus ibu tirimu😡
Dartihuti
Dasar egois binti tonic ...tunggu siapa tar yg nolong lo bila tahu bokmu ma kekasih gelapmi
Nice1808
egois kali kau beca, klo kau tau kelakuan ibumu pasti kau akan menyesal menolak cika jd ibu tirimu
stela aza
egois bgt loe ,, dasar edan
Dartihuti
Hasil terlalu di manja ...apapun di diamkan jd egois blm tahu ja mamamu di cerai krn mama selingkuh
stela aza
kalau q jadi Robinson udh q buang si rebeca ke mama kandung nya biar tau kelakuan mama kandung nya 🤭 bocah g punya aturan ke laut aja
Ama Apr: haha namanya jg sama anak kk, mn tega robin
total 1 replies
Dartihuti
Kata mahasiwi tapi gk ada etika blas...
gimana kl tahu mama kebanggaanmu itu gk lbh dr jalang kelakuannya+ lo dah jd korban taruhan jg berbagi cinta selingkuhan mamamu...🤫🙉
Dartihuti: Gak bisa bayangi nih kl tahu si Becca...kl mamanya cerai gr" selingkuh ma egar pacar bayangannya 🙈
total 2 replies
NN
lanjut
Ama Apr: siapp🫰
total 1 replies
stela aza
liar bgt si rebeca etitutnya nol besar g punya sopan santun sama sekali ,,, mending buang j ke laut Thor biar jadi tumbal buat nyiroro kidul 🤭
stela aza: y bener y mamanya juga kaya lc🤭
total 2 replies
NN
lanjut
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
NN
lanjut jgn lama thor, biar seru
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
NN
lanjut jgn lama² thor
Ama Apr: makasih kk
total 1 replies
NN
lanjut
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
Wahyu Yuni
pertama, coba coba dulu siapa tau bagus🤭
Ama Apr: makasih kk
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
mudah²an akal busukmu itu segera terbaca dengan GPS yg di pasang bpknya becca...dimana kamu akan di jadikan penyetan🤣🤣🤣🤣🤣...
Ama Apr: aamiin🤭
total 1 replies
stela aza
dasar bodoh bahlul kalau loe g cerita Nnti di perkaus siapa yg mau bantuin kamu ,,, jadi cewe bodoh bgt ,,, g tau ada udang di balik bakwan 🤦
Ama Apr: terlalu kecintaan sih Beca🥹
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Gkpp cika...seru kok pacaran setelah nikah...malu²in malah...seperti q dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
PengGeng EN SifHa: sampai sekarangpun masih malu apabila tlf thooor🫣🫣🫣 pdhl udah 17thn lo
total 2 replies
PengGeng EN SifHa
tapi jangan jumawa dulu enteeee ELGAAARR...ada satpam gila di belakang becca nantinya..siap lagi kalau bukan si CIKA ..MAMUD nya BECCA...
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪
total 2 replies
Popo Hanipo
udah sebaik itu masak iya gak ada rasa kagum dan berakhir jatuh cinta
Ama Apr: pasti ada🤭
total 1 replies
Popo Hanipo
logika aja seorang artis tiba2 chat tlpn penggemar secara terus2an itu nggak wajar sekarang sudah mulai ngatur outfit pasti ada niat terselubung ini pasti terinspirasi artis yg lagi viral ya yg menikah sama penggemar ,,yg skrg lagi ada masalah sama suaminya 😄
Ama Apr: hehe patut dicuraigai ya kk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!