NovelToon NovelToon
When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI.

Pria idaman seluruh wanita adalah, kaya dan tampan. Seluruh kehebatan itu ada dalam diri seorang Davin sang Trillioner tampan dengan sejuta karisma. Pengusaha muda terkaya di Dunia. Tidak ada apapun yang tak bisa ia dapatkan dalam genggamannya. Tak hanya di luar, di dalampun pria ini sangat-sangat menakutkan.

Namun apa yang terjadi jika seorang Davin, dibuat resah dan kebingungan oleh seorang gadis sekolah menengah yang pertama kali ia temui dan langsung menarik perhatiannya. Seorang gadis dengan surai rambutnya yang panjang, terurai dengan indah di tengah kerumunan siswa yang sedang tawuran.

Peringatan : percayalah kalian tidak akan bisa berhenti memikirkan cerita ini setelah kalian membacanya. 😏

SEGALA BENTUK PLAGIAT DILARANG MENDEKAT💣💥

Ayok mampir 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27 - Labil?

...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...

Vania memasuki mobil Dave dengan senyum sumringah, sedangkan Dave masuk dengan wajah pasrah. Setelah melalui banyak perdebatan, Dave akhirnya setuju Vania ikut datang ke kantornya. Awalnya Dave tidak ingin Vania ikut karna ia ingin Vania istirahat di rumah dengan cukup, ditambah lagi ia harus menyelesaikan sesuatu disini.

"Kenapa sih dingin gitu?" Tanya Vania saat menoleh ke arah Dave dan menemukan wajah dingin Dave.

"Kamu keras kepala." Jawab Dave sarkastik. Vania langsung cemberut dan menoleh ke arah supir.

"Yaudah, pak turunin aku di pom bensin. " Ucap Vania kesal dengan raut wajah marah.

"Ngapain turun di sana?" Tanya Dave bingung seakan tak tau Vania marah karna hal apa.

"Bukan urusanmu." Jawab Vania ketus tanpa melihat ke arah Dave. Dave menghela nafas kasar, seharusnya ia tau Vania masih labil dan tak menentu.

"Lanjut jangan berhenti!" Titah Dave pada Joe. Joe mengangguk pelan dan tetap melajukan mobilnya menuju kantor.

Vania hanya diam tak ingin mendebat Dave yang ikut diam tak membuka suara. Vania sudah merencanakan setelah ia turun dari mobil, ia tidak akan mengikuti Dave masuk, namun ia akan langsung pergi kemanapun ia mau.

Vania menatap mobil yang perlahan berhenti di depan lobi perusahaan Dave. Joe turun dan membukakan pintu untuknya, sedangkan Dave membuka pintunya sendiri.

Vania segera turun, lalu berjalan kesal keluar dari daerah bangunan tersebut.

"Vania, kamu mau kemana?" Tanya Dave sedikit berteriak.

"Bukan urusanmu." Jawab Vania marah dan tetap melanjutkan langkahnya dengan sedikit berlari. Vania menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat pengawal Dave yang entah darimana sudah mengejarnya. Dengan cepat ia ikut berlari dan menyetop taksi yang beruntungnya akan melintas.

"Jalan pak, cepat!" Vania menggeram saat melihat pengawal Dave hampir mendekat. Vania menghela nafas lega saat ia tepat waktu melarikan diri dari mereka.

"Pak cepat! Sebelum ada yang ngejar saya." Ujar Vania. Jika ia menyuruh supir ini mengantarnya ke tempat yang ia tuju, pasti pengawal Dave akan tau keberadaannya. Ah iya, ia akan berhenti di jalan saja dan selanjutnya ia akan berjalan kaki.

"Pak, stop disini saja!" Ujar Vania saat melihat halte di depannya. Namun anehnya, supir tersebut malah tetap melaju dan melewati tempat yang ia perintahkan.

"Saya bilang stop!" Ujar Vania sedikit berteriak.

"Anda salah masuk taksi yang benar Nona." Ujar pria yang menyetir tersebut, kalau diperhatikan pria ini memang sangat aneh. Vania membola saat sadar kalau saat ini dia sedang diculik.

Vania bersiap akan menonjok supir di depannya, namun gerakannya kalah cepat dengan sebuah kain yang tiba-tiba menutup hidungnya dari arah belakangnya dan saat itu juga kesadarannya pudar.

 ***

"Tuan, kami kalah cepat." Ucap pengawalnya.

"Huh.. Biarkan saja! Dia sedang marah, aku akan menghubunginya nanti." Jawab Dave, lalu melanjutkan langkahnya menuju kantornya.

Setelah sampai di ruangannya, Dave menyibukkan diri dengan berkas-berkas di atas mejanya, namun pikirannya melayang pada Vania. Ia menghela nafas lelah, menyugar rambutnya dengan perlahan.

Cklek.

Dave melihat ke arah pintu yang terbuka dan memperlihatkan sosok Stacey yang masuk dengan senyum manisnya. Dave tak menyangkal, Stacey adalah gadis yang baik dan lemah lembut, ia cukup merasa bersalah dengan gadis di hadapannya ini.

"Sayang, kamu kemana saja menghilang dua minggu ini? Aku tanya Steve dan dia tidak ingin jawab." Ujar Stacey lembut dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Dave.

"Aku menyelesaikan sesuatu yang sangat penting." Jawab Dave.

"Kamu kelihatan lelah. Kamu jangan banyak pikiran nanti kamu sakit." Ujar Stacey, lalu berdiri ke arah Dave dan mengusap rambut Dave perlahan. Dave hanya tersenyum tipis tak tau harus mengatakan apa.

"Sebentar lagi jam makan siang, kita makan bareng yuk." Ajak Stacey dengan senyum riang. Dave berfikir sejenak. Sepertinya ini saat yang tepat untuk memutuskan semuanya. Sejak awal Stacey hanya ia jadikan sebagai umpan dan mangsanya sejak awal adalah ayah wanita di depannya ini.

"Okay. Tunggu semuanya kelar, kita makan siang bersama." Jawab Dave. Stacey mengangguk senang, lalu duduk di sofa ruangan Dave sambil menunggu kekasihnya itu.

Di lain sisi.

Mata Vania mengerjab perlahan merasakan pening di kepalanya. Vania menyesuaikan pandangannya saat ia menyadari bahwa dirinya terikat di sebuah pondasi bangunan terbengkalai.

"Sudah sadar?" Vania menoleh saat mendengar seseorang menginterupsinya.

"Siapa kalian?" Tanya Vania kesal.

"Kami dibayar untuk membunuhmu. Jadi katakan saja kami adalah malaikat pencabut nyawamu." Jawab pria tersebut.

"Seseorang menyuruh kami menculik dan membunuhmu, namun jika dipikir kami akan sangat rugi jika langsung membunuhmu." Ucap pria bertopi tersebut. Tiba-tiba seorang pria datang tanpa menggunakan atribut mencurigakan sekalipun.

"Dia cantik, bening, mulus." Ujar pria yang baru datang tersebut.

"Iya, kita menahannya disini tentu saja untuk menyicipinya juga. Di lain sisi, dia adalah kekasih pria terkaya itu. Setelah mendapat bayaran dari ibunya, kita bisa juga memeras anaknya yang kaya itu dengan gadis ini, namun tetap saja kita akan membunuhnya setelah mendapatkan uang itu." Pria bertopi itu berbicara kesenangan dengan apa yang sedang ia bayangkan.

"Kalian pikir mudah menghadapi kekasihku?" Tanya Vania remeh.

Plak.

"Diam jalang! Seharusnya kau sadar pria itu adalah pemain wanita dan kau salah satu jalangnya." Ujar pria itu marah setelah menampar Vania dengan keras.

"Ambil ponselnya dan hubungi pria itu. Katakan jika ingin nyawa kekasihnya selamat, bawa lima juta dollar sebagai tebusan." Si pria satu lagi mengangguk dan mengambil ponsel Vania dan langsung menghubungi Dave.

"Tidak dijawab bos."

"Kurasa gadis ini tidak terlalu penting untuk pria itu." Ucap pria bertopi tersebut.

"Ini jam makan siang, dia pasti meninggalkan ponselnya di meja." Ujar Vania.

"Coba telfon lagi!" Titah pria tersebut yang langsung diangguki oleh bawahannya.

"Diangkat bos."

"Perkeras!"

"Halo." Vania menegang mendengar suara wanita di sebrang sana. Ia tahu itu pasti Stacey.

"Dimana Davin? Aku ingin bicara dengannya." Ujar pria yang memegang ponsel Vania.

"Davin, dia sedang di toilet. Ada apa? Aku kekasihnya, aku akan menyampaikan sesuatu padanya jika ada sesuatu yang penting. "Ujar Stacey ramah.

"Tidak ada. Aku akan menghubunginya nanti." Ucap bosnya tersebut, lalu bawahannya langsung mematikan telfon tersebut.

"Sudah kukatakan kalau kau adalah salah satu dari jalangnya." Ucap pria bertopi tersebut dengan wajah remeh, sedangkan Vania hanya dapat terdiam tak membalas ucapan pria tersebut.

 ***

Dave kembali setelah ia pergi dari toilet. Dave menatap Stacey yang berdiri heran di samping mejanya dengan ponsel miliknya yang berada di tangan wanita tersebut.

"Kenapa?" Tanya Dave saat Stacey hanya menatap layar ponselnya.

"Seseorang menelfon, dia bilang akan menelfonmu lagi nanti." Ucap Stacey.

"Siapa?" Tanya Dave.

"Anehnya, itu nama perempuan tetapi yang menelfon laki-laki. Namanya Vania." Jawaban Stacey berhasil membuat Dave menegang sempurna. Dave langsung merebut ponselnya dan melihat history panggilan.

"Laki-laki?" Tanya Dave khawatir.

"Iya, laki-laki. Dia mencarimu." Jawab Stacey heran melihat raut wajah Dave yang begitu khawatir, sedangkan Dave kembali menelfon ponsel Vania dengan perasaan khawatir.

"Halo." Dave terperangah saat mendengar suara laki-laki di sebrang sana.

"Siapa kau?" Tanya Dave dingin.

"Akhirnya Tuan Davin terkaya ini menelfon juga. Kurasa gadis di depanku ini tak berarti untukmu, buktinya kau memiliki kekasih di sana bukan?" Ujar pria di sebrang sana sinis.

"Jangan banyak omong, dimana dia?" Tanya Dave tajam.

"Bersuara jalang! Kau dengar kekasihmu ini memanggilmu." Dave mendengar pria tersebut memerintah seseorang di sana dan terdengar suara grasak-grusuk di sebrang sana. Dave menunggu dengan harap.

"Vania." Panggil Dave lembut.

"Dave." Dave jelas merasakan suara Vania yang begitu lemah.

"Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Dave khawatir. Stacey yang sejak tadi berdiri, terdiam dengan wajah kaget. Dave baru saja memanggil seseorang di sebrang sana dengan kata 'Sayang'.

"Kau sudah dengar suaranya, aku minta tebusan lima juta dollar, akan kukirim alamatnya lewat pesan." Ucap pria tersebut. Dave menggeram marah dan tangannya mengeras sempurna.

"Jangan menyentuhnya sekecil apapun atau kau terima akibatnya." Ucap Dave dingin, lalu menutup panggilan tersebut dengan marah. Dave buru-buru menghubungi nomor Kenzo.

"Ya?"

"Siapkan mobil sekarang juga dan pasukan J7. SEKARANG!" Dave berteriak marah, lalu menutup telfonnya kasar. Seketika ia tak sadar bahwa Stacey berada di ruangan yang sama dengannya.

"Apa maksudnya itu tadi Vin?" Tanya Stacey marah.

"Bukan urusanmu. Aku tak ada banyak waktu untuk menanggapi mu." Ucap Dave dingin, lalu pergi keluar dari ruangannya dengan begitu cepat. Pikirannya penuh dengan keadaan Vania saat ini. Ditambah wanita itu baru saja keluar dari rumah sakit.

"Aku bersumpah jika pria itu menyentuhnya sedikit saja, kubuat dia tak bisa melihat dunia lagi." geram Dave dalam hati.

Bersambung...

hay... hay... hay...

Masih belum lupa kan sama mamanya Dave? Jangan lupa dong! 😂😂

menurut kalian Davenya yang nggak peka sama perasaan Vania, atau Vanianya yang masih labil?

Kalian di teamnya siapa nih. Atau di team cewek selalu benar? 😂😂

#teamDave

#teamVania

#teamAuthor (ada nggak yang berada di team author?)

Atau kalian diteam Sam atau Randy?

#teamSam

#teamRandy

Jangan lupa like, share dan komen.

bye😘💕

1
Abel
Ohhhh,,,part ini membakar dadaku Thor... 💔
Erni Sasa
visualnya udh gak ada y thor?
Violet Slavny: udah di take down kayaknya sama pihaknya😭
total 1 replies
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Lutfatul Azizah
Lumayan
Harselina Bato
bagus
iam_yujie
kereeeeeeeennnnnn🥰
dewi
mkasih, suka banget ceritany. seru, lucu dan tdk membosankan.
Qaisaa Nazarudin
Hidup udah kayak suami istri,Tapi kapan nikahnya??
Qaisaa Nazarudin
Pasti ada alasan lain kenapa Kenzo gak suka Vania,
Qaisaa Nazarudin
Pasti org suruhan Stacey,,
Qaisaa Nazarudin
Nah rasain kamu,, Makanya mikir dulu sebelum bertindak, menyusahkan saja..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Udah jebol aja sebelum menikah..Walaupun Bule tapi tetap aja kepercayaan sesetengah mereka sama dgn kita muslim anuti..
Qaisaa Nazarudin
Kayak cewek murahan 🙄🙄
Eka Uderayana: sungguh 🤪
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku karakter Vania terlalu BODOH dan BEGO, Begitu gampangnya dia memaafkan Davin ckck kecewa aku,,,😌😌Harusnya dia kasih Davin pelajaran terlebih dahulu,Udah segitunya tapi dgn bodohnya Vania memmafkan, besok2 dia bikin kamu kritis lagi setelah itu kamu maafkan dia lg, begitulah sampai kamu mampuuss di tangan Davin 😡😡😡🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Nah rasakan,,
Qaisaa Nazarudin
begini kah cara bicara yg katanya udah gak suka lg, kalo emang udah gak suka kenapa gak bersikap tegas, katanya Mafia yg kejam, dgn menghadapi wanita yg nekat aja LEMAH🫵🫵👎🏻👎🏻
Qaisaa Nazarudin
“Aku juga merindukan mu” itu adalah kata2 harapan Davin buat Stacy..Katanya udah gak suka,tapi apa maksud kata2 itu??
Qaisaa Nazarudin
Waahh Vania gak ku sangka udah jadi wanita penggoda sekarang,Ku pikir Vanita cewek lain dr pada yg lain,Tapi nyatanya sama saja 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kamu sudah liat sekarang kan siapa yg Vania butuh kan? Bukan kamu tapi Sam..Mundur lah alon-alon..
Qaisaa Nazarudin
# Sam mmg ada rasa ke Vania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!