carlos tolong jangan lakukan itu. aku tidak bisa. aku kesakitan. rintih jessica di malam itu saat carlos ingin merenggut keperawanannya.
jessica adalah gadis berumur 15 tahun yang melarikan diri dari rumahnya karena tidak tahan dengan kekejaman mamanya. dia bertemu dengan pria asing dan ikut bersama pria asing itu. dan pria itu mengubah jessica.
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J.E.A strange, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EOL 28
Sampai di rumah Carlos langsung menemui Federico dan Liliana. “ Aku ingin kembali Indonesia aku bosan disini.” Kata Carlos dalam hati. Carlos mencari Liliana dan Federico, Carlos pergi ke kamar mereka tapi mereka tidak ada. Dia turun ke bawah dan ke ruang kerja Federico tapi tidak ada juga. Carlos kemudian pergi ke halaman belakang, ternyata mereka disana lagi bersih bersih halaman belakang. Carlos menghampiri mereka berdua dan memeluk mereka serta mencium mereka.
“ Dari mana saja kamu Sayang?” Tanya Liliana.
“ Berkeliling dengan mobil, pikiranku suntuk mom.” Kata Carlos pada Liliana.
“ Kenapa sayang, kamu ada masalah?”
“ Tidak mom aku hanya ingin kembali ke Indonesia saja, disini aku tidak tahu harus berbuat apa. Kalau di Indonesia aku bisa mengurus bisnisku.” Kata Carlos lagi.
“ Iya Nak kembalilah ke Indonesia, tidak baik meninggalkan bisnismu begitu lama.” Sela Federico
“ Iya Dad.”
Federico mendekati Carlos dan berbisik.
“ Aku mendengar tadi kamu membuat kekacauan di kantor tuan Louis."
“ Iya maaf dad, aku ingin memberi pelajaran pada anaknya.” Kata Carlos.
“ Ada masalah dengan anaknya?”
“ Iya dad tapi sudah selesai, dia sudah minta maaf.”
“ Baguslah. Kapan kamu kembali ke Indonesia?”
“ Besok lusa dad.”
“ Baiklah Nak, itu bagus.” Kata Federico.
Carlos memeluk Federico dan Liliana kemudian dia pergi ke kamar, sampai di kamar dia langsung berbaring dan tertidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Carlos bersiap siap ke mall dia ingin membelikan sesuatu untuk Jessica, nanti malam dia akan kembali ke Indonesia. Carlos keluar kamar dan menuju keruang tengah, dia ingin mengajak Liliana untuk ikut dengannya pergi ke mall.
“ Hi mom.” Sapa Carlos pada Liliana sambil memeluk Liliana dan mencium pipinya.
“ Hmmm kamu wangi sekali sayang.” Kata Liliana.
Carlos tersenyum pada Liliana.
“ Mommy sibuk?” Tanya Carlos.
“ Tidak sayang, ada apa?”
“ Temani aku ke mall ya mom.” Pinta Carlos pada Liliana.
“ Dengan senang hati sayangku.” Kata Liliana sambil memegang kedua pipi Carlos
“ Kamu tidak mengajakku Nak?” Canda Federico
“ Ahh...Dad tentu saja asalkan daddy tidak sibuk.” Jawab carlos sambil memeluk Federico.
“ Aku tidak sibuk, ayo kita ke mall sudah lama kita tidak jalan bersama.” Kata Federico.
Carlos awalnya hanya ingin mengajak Liliana tapi Federico ingin ikut juga. Carlos senang Federico ikut karena mereka sudah lama tidak jalan bersama. Carlos menyetir mobil dan Federico duduk di samping Carlos, Liliana duduk di belakang. Carlos melajukan kendaraannya dan merekapun tiba di mall. Carlos memarkirkan mobil setelah itu mereka turun dan berjalan masuk ke dalam mall.
Carlos memeluk liliana dan mengajak liliana masuk ke tokoh perhiasan. Federico mengikuti dari belakang. Penjaga tokoh menyambut mereja dan mempersilahkan untuk melihat lihat perhiasan yang di pajang.
Carlos berbisik pada Liliana.
“ Mom pilihkan yang bagus.”
“ Untuk siapa sayang.” Tanya Liliana.
Carlos mengeluarkan ponselnya dan mencari foto Jessica
“ Untuk dia mom.” Kata Carlos sambil menunjukan foto Jessica pada Liliana
“ Sayang cantik sekali, siapa dia? apakah dia kekasih kamu?” Tanya Liliana penasaran.
“ Sudah mom tidak usah tanya siapa dia, pilih saja mana yang bagus dan cocok untuk dia.” Kata Carlos sambil melingkarkan tangannya di punggung Liliana.
Federico juga lagi sibuk melihat perhiasan perhiasan yang di pajang dan Liliana mulai memilih, dia meminta penjaga toko untuk mengeluarkan sebua kalung dan penjaga tokoh itu mengeluarkan kalung itu dan memberikannya pada Liliana.
“ Sayang ini bagus untuk dia.” Kata Liliana pada Carlos.
Federico mendekat dan bertanya.
“ Untuk siapa itu siapa kalung itu?”
“ Untuk kekasihnya.” Canda Liliana.
“ Ahhhh…Kamu sudah punya kekasih di Indonesia Nak?” Tanya Federico.
“ ssssttttttttt...Dad jangan kencang kencang.” Kata Carlos pada Federico dan Federico tertawa kemudian dia berbsisik pada Carlos
“ Nak sudah waktunya kamu memberikan cucu untuk kami.”
“ Sudah Dad, tenang saja tahun depan daddy punya cucu.” Canda Carlos pada Federico.
“ sungguh?” Tanya Federico.
“ Dad.. Aku bercanda.” Kata Carlos ambil tertawa.
“ Sayang bagaimana kalau yang ini.” Kata Liliana sambil menunjukkan sebuah kalung pada Carlos
“ Ini bagus mom, dad ini baguskan?” Tanya Carlos pada Federico sambil menunjukan kalungnya pada Federico.
“ Iya itu bagus, itu saja Nak.” Kata Federico.
Carlos memberikan kepada penjaga tokoh, dia melihat Liliana masih memilih milih gelang.
“ Mungkin untuk mommy.”
Selesai memilih Carlos pergi ke kasir untuk membayar, Tapi Federico menahan tangan Carlos dan memberikan credit cardnya.
“ Nanti aku yang bayar, anggap saja ini hadiah dari aku dan mommy untuk kekasihmu.” Canda Federico pada Carlos.
“ Dad, itu bukan kekasih ku tapi….
“ Sudahlah Sayang tidak usah malu, memang sudah waktunya kamu punya kekasih dan menikah secepatnya dan berikan kami cucu. Supaya kami tidak kesepian lagi.” Sela Liliana
“ Sayang tahun depan dia akan berikan kita cucu.”
“ Daadddd.” Kata Carlos sambil tertawa
“ Benarkah itu Carlos?” Tanya Liliana.
“ Mom, daddy hanya bercanda.” Mereka bertigapun tertawa. Selesai membayar mereka keluar dari toko perhiasan dan masuk di toko buku, Carlos ingin membelikan buku untuk Jessica karena Jessica senang membaca. Carlos mengambil dua buku dan membayarnya di kasir.
Hari mulai sore akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, sampai di rumah Carlos langsung ke kamar dan membereskan barang barangnya. Jam 21:00 dia sudah harus ke bandara, Carlos hanya membawa tas punggung.
Liliana membelikan gelang mas untuk Jessica dan Federico membelikan kalung mas. Carlos sangat senang karena mereka menyukai Jessica. Carlos membuka segel kedua buku yang dia beli tadi dan memasukannya ke dalam tas. Tidak lama kemudian dia turun kebawa menemui orang tuanya.
“ Hmmm mereka lagi santai nonton Tv.” Kata carlos dalam hati. Carlos langsung duduk di samping Liliana dan menciumnya.
Liliana tersenyum melihat Carlos dan mencium pipi Carlos, Carlos sangat menyayangi mereka.
“ Jam berepa kamu ke airport Nak?” Tanya Federico.
“ Jam 20:00 dad.” Jawab carlos.
carlos melihat jam sudah puku 18 :30. “ Di Indonesia berarti sudah pukul 6:30, Jessi pasti sudah bangun. Hari ini dia tidak ke sekolah karena setiap hari sabtu mereka libur.” Kata Carlos dalam hati.
Carlos ingin menelepon jessica tapi dia tidak akan memberitahukannya kalau dia akan pulang. Carlos ingin membuat kejutan padanya, Carlos pergi ke kamarnya. Dia mengambil handphone dan laptop juga kabel HDMI dia ingin menyambungnya ke Tv. Kemudian dia kembali turun ke bawah dan mematikan Tv dan dia mulai menyambung kabel ke Tv. Liliana dan Federico bingung melihat Carlos.
“ Carlos apa yang kamu lakukan, kenapa Tvnya di matikan?” Tanya Federico pada Carlos.
“ Sabar dad, aku ingin menunjukan sesuatu pada kalian.” Kata Carlos sambil menyambung kabel ke Tv. Selesai tersambung carlos menyalakan Tv dan langsung menelepon Jessica. “ Hmm ada nada panggil.” Gumam Carlos. “ Jawab Jess please.” Kata Carlos. Akhirnya terdengar suara Jessica.
“ Hallo Carlos.” Sapa Jessica dari seberang telepon
“ Jess video call di Skype ya.” Kata Carlos pada Jessica.
“ Iya carlos.” Jawabnya dengan manja.
Carlos membuka aplikasi Skype di laptop dan dia menjauh sedikit dari Liliana and Federico. Carlos tidak ingin Jessica melihat mereka, nanti Jessica malu. Liliana and Federico masih bingung melihat Carlos, mereka melihat ke Tv.
” Mom dad jangan bersuara ya, nanti dia malu.” Liliana dan Federico mengangguk tapi masih bingung. Carlos melakukan panggilan video pada jessica dan mucul di layar Tv. Liliana dan Federico melihat ke Tv. Jessica belum menjawabnya, masih terdengar nada panggil.
Dan akhirnya Jessica menjawab video callnya, wajahnya muncul di Tv. Liliana dan Federico memandang Carlos dan menutup mulut mereka. Federico mengangkat kedua keningnya karena penasaran.
“ Carlos aku kangen padamu.” Kata jessica dengan suara manja. “ Kamu masih lama disana Carlos?” Tanya Jessica Jessica dengan suara manjanya.
“ Iya masih lama, nanti bulan depan aku kembali.” Kata Carlos sambil berbohong.
“ Carlos kamu bohong lagi padaku, kamu bilang semingu lagi. Carlos apa kamu tidak kangen padaku, apa kamu tidak kasihan padaku sendiri di apartemen.”
Jessica tidak tau kalau Liliana dan Federico sedang memperhatikan di Tv gaya dia berbicara.
Liliana dan Federico melihat Carlos dan menahan tawa mereka , karena mereka merasa lucu dengan gaya Jessica, juga suaranya yang manja.
“ Aku juga kangen.” Kata Carlos.
“ Kamu bohong, kalau kamu kangen pasti kamu akan cepat kembali. Tapi ini masih beberapa minggu lagi.”
“ Aku masih sibuk.”
“ Kamu tahu Carlos setiap malam aku tidak bisa tidur, terus setiap hari aku kesepian. Kalau kamu disini kamu selalu gangguin aku. Aku jadi kangen padamu.” Kata Jessica lagi.
“ Iya..Iya... Kamu sedang apa?”
“ Kamu tidak lihat ini Carlos, aku lagi pegang sapu. Aku lagi membersihkan apartemen.” Kata Jessica sambil menunjukan sapu di camera.
“ Iya aku lihat.” Kata Carlos sambil tersenyum
“ Terus kenapa tanya?”
“ Suka aja.” Balas Carlos.
“ Icchhh, dasar. Sudah ya carlos, aku lagi bersih bersih apartemen. Kalau kamu telepon terus kerja ku tidak akan selesai.”
“ Ya sudah, kamu tidak cium aku?” Canda Carlos.
“ Iya aku cium. Muaccchhhhhhh.” Sambil mendekatkan bibrnya di camera.
“ Ciumnya dimana?” Tanya carlos.
“ Di pipi kamu, Terus maunya di mana?”
“ Tidak cium bibirku?” Canda Carlos pada Jessica.
“ Iicchhhh Carloss kamu nakal.” Kata Jessica dan Carlospun langsung tertawa. Dan akhirnya Carlos menutup video callnya.
Liliana dan Federico menatap Carlos dan mendekatinya.
“ Sayang dia cantik sekali, siapa dia?” Tanya Liliana.
Carlos menceritakan pada liliana dan federico semuanya tentang Jessica.
“ Carlos kamu menyukainya?” Tanya Federico.
“ Iya dad.” Jawab carlos sambil menari nafas panjang. Tapi dia masih terlalu mudah dad, dan daddy liat sendiri dia masih begitu polos.
“ Umurnya berapa sayang? Tanya Liliana.
“ 15 tahun mom.” Jawab Carlos.
“ Masih mudah sekali ya.”
“ Iya Mom.”
“ Ya..daddy mengerti.” Kata Federico.
“ Aku harus siap siap sekarang.” Kata Carlos sambil melepaskan kabel dari Tv dan menyalakan kembali Tv, Carlos kemudian kembali ke kamar. Carlos melihat jam sudah pukul 20:00 “ aku harus berangkat sekarang.” Kata Carlos dalam hati. Carlos mengambil tas punggungnya dan turun ke bawah. Liliana dan Federico melihat Carlos. Carlos menghampiri mereka. Federico memeluk Carlos dan menciumnya. Liliana juga memeluk Carlos dengan erat, dia menitikkan air mata.
“ Mom aku jadi sedih kalau liat mommy menangis.”
“ Kami akan merindukanmu sayang.” Kata Liliana sambil memeluk Carlos lagi dan menciumnya.
Carlos memeluk erat Liliana. “ Aku juga akan meridukan kalian.” Kata Carlos. Dan kembali dia memeluk erat Federico.
“ Kami juga akan merindukanmu Nak.” Kata Federico pada Carlos.
Federico menepuk nepuk wajah Carlos dan memeluknya lagi. “ Jangan lupa cepat menikah dan berikan kami cucu.” Canda federico pada Carlos.
“ Dad...” Carlos memeluknya erat dan Carlos melepaskan pelukannya. “ Mom dad aku pergi sekarang.” Pamit Carlos pada Liliana dan Federico.
Mereka mengantar Carlos sampai depan pintu dan Liliana kembali memeluk Carlos.
“ Hati hati ya sayang, kabari kami terus ya sayang.” Kata Liliana sambil mencium pipi Carlos.
“ Iya mom.” Jawab carlos sambil memeluk Liliana dan Federico. “ Bye.” Kemudian Carlos masuk ke dalam mobil.
Garry yang mengantarkan Carlos ke Airport, Carlos melambaikan tangan pada Liliana dan Federico. mobil meniggalkan rumah dan langsung menuju Airport.
Tidak lama kemudian mereka sampai di Airport, Carlos turun dari mobil dan mengambil tas punggungnya.
“ Thank you Garry sudah mengantarku.” Kata Carlos pada Garry.
“ Iya sama sama Tuan.”
“ Aku titip orang tuaku, tolong jaga mereka.” Pesan Carlos pada Garry.
“ Jangan khawatir Tuan, kami akan selalu menjaga mereka Tuan.”
“ Thanks Garry bye… "
Garry meninggalkan Aiport. dan Carlos, dia langsung masuk kedalam lalu check in dan langsung menuju imigrasi. Carlos memberikan paspornya untuk di stempel, selesai Carlos langsung pergi ke ruang tunggu. Dan akhirnya dia masuk ke dalam pesawat, tidak lama kemudian pesawat take off.
Mereka akan transit selama satu jam di Hongkong. Dan Carlos memejamkan mata dan diapun tertidur.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen ya
Terima kasih