Sequel Mantan Tercinta, biar gak bingung, boleh baca Mantan Tercinta.
Season satu (Sudah tamat di bab 50)
Suci khaidar mengejar cinta laki-laki dewasa yaitu Fery Irawan yang pernah menjadi calon suami sepupunya Anggun.
Awalnya Fery irawan menerima cinta Suci hanya untuk menghilangkan rasa traumanya, namun karena kebersamaan yang mereka jalani, benar-benar membuat Fery mencintai Suci.
Namun sayang disaat keduanya sudah sama-sama saling mencintai, takdir memisahkan dan mempermainkan CINTA SUCI FERY.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Masih bisakah CINTA SUCI FERY bersatu?
Peringatan!! Banyak bersabar ya!
Season dua
Pertemuan di malam pertama dengan orang asing di malam itu, membuat Dinda kehilangan kesuciannya, laki-laki yang sudah punya istri itu merenggut kehormatannya dengan paksa.
Kenyataan pahit itu mengubah hidupnya, ternyata benih itu tumbuh di dalam rahimnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Mungkinkah Dinda rela menjadi istri kedua Lucas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSF 28
"Tasya, apa Suci tidak pernah datang menjenguk aku?" Tanya Fery saat ini sudah berada di ruang inap biasa, kondisinya sudah lebih baik.
"Pernah sekali, tapi dia hanya ngobrol dengan Tante," jawab Tasya, lalu ia kembali menyendok makanan untuk Fery, "makan sedikit lagi, supaya kamu cepat sehat dan keluar dari rumah sakit ini!" Titahnya.
Fery tersenyum dan kembali membuka mulutnya.
"Terima kasih, karena kamu sudah mau merawatku," ucap Fery sembari mengunyah makanannyan.
"Tidak masalah, itu sudah menjadi kewajibanku."
"Bagai mana kandunganmu?" tanya Fery, iya melihat perut Tasya yang semakin bulat.
"Baik, kenapa bertanya? Apa kamu tidak sabar ingin segera melakukan tes DNA itu?" Tanya Tasya.
"Tidak, aku tidak akan melakukannya, aku janji saat anak itu lahir, aku akan menikahimu, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya kepadamu!"
Tasya terkejut sampai menjatuhkan piring yang berisikan setengah makanan itu.
"Kamu bercanda?"
"Tidak, mungkin inilah yang terbaik, Suci ingin aku menikahimu."
"Terima kasih, Fery. Terima kasih."
Tasya memeluk erat tubuh Fery yang masih duduk di tempat tidur pasien.
Inilah yang kau inginkan Suci, jangan menyesali keputusanmu, aku hanya mengabulkan permintaanmu.
Sementara di dalam pesawat, Suci duduk dengan gelisah, ia sengaja menutup matanya yang sembab dengan kaca mata, menutup wajahnya menggunakan masker, sementara Yogi sudah tertidur di sampingnya, Suci sudah memutuskan untuk ikut Yogi keluar negri.
Sebelum pergi, Suci meminta janji kepada semua keluarga untuk tidak memberitahu informasi kepada siapapun terutama Fery tentang keberadaannya, karena Suci tidak mau bayi yang dikandung Tasya tidak memiliki ayah, semua dia lakukan hanya untuk kebahagiaan bayi itu, meskipun ia harus mengubur kebahagiaannya sendiri.
"Selamat tinggal, kak. Semoga kakak bahagia," gumam Suci.
****
Setelah keluar dari rumah sakit, tidak sekalipun Fery mencari Suci, bahkan saat keluarga menjenguknya juga, tidak ada pertanyaan yang ia tanyakan mengenai Suci. Fery berusaha acuh seakan tidak pernah ada Suci di dalam hidupnya. Ia sudah sangat kecewa dengan takdir yang mempermainkan cintanya.
Hubungan Fery dan Tasya semakin membaik. Fery selalu setia menemani Tasya untuk mengecek kandungannya di rumah sakit. Fery juga sudah mengumumkan perihal pernikahannya dengan Tasya yang akan diadakan setelah Tasya melahirkan nanti.
.
.
.
.
4 Tahun Kemudian.
Empat tahun sudah berlalu, 4 tahun yang lalu Tasya melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Ferel. Anak laki-laki ini tumbuh sehat dan ceria, ia sangat bijak dan menjadi kesayangan semua orang di rumah, terlebih lagi Nyonya Farida sangat memanjakan cucunya.
Selama 4 tahun ini juga tidak ada kabar mengenai Suci, pernah beberapa kali Fery mencari informasi, tapi tidak ada satu orang pun yang bersedia membuka suara, semua tentang Suci lenyap, keberadaan Suci seakan dirahasiakan, dan itu semakin membuat Fery yakin, kalau Suci benar-benar sudah melupakannya.
"Sayang, jalannya hati-hati!" Seru Fery saat anaknya menarik tangannya menuju kamar Tasya Mamanya Ferel.
"Mau ntu Pa, ambilin itu!" Ucap Ferel menunjuk ke atas lemari di mana ada boneka beruang yang disimpan Tasya di sana.
"Anak cowok, kok main boneka?"
"Huaaaa ambilin, Pa..." Ferel merengek, mau tidak mau Fery mengambilnya, ia menarik kursi dan meraih boneka itu, namun tidak sengaja Fery menjatuhkan kotak berwarna coklat.
"Ferel! Kamu di sini ya? Nenek pusing nyariin kamu ke semua tempat, kita main di taman yuk!" Nyonya Farida menggendong Ferel dan membawanya keluar kamar.
Fery duduk di tempat tidur Tasya, ia membuka kotak dan mengambil beberapa lipatan kertas di sana, tangan Fery bergetar saat membaca isinya, ternyata itu surat yang ditinggalkan Tasya untuk anaknya.
Untuk anakku sayang, saat nanti kamu sudah menemukan surat ini, mungkin mama sudah tidak ada disampingmu, tapi ketahuilah mama selalu ada dihatimu . Sayang ... mama sangat menyayangimu, bahkan sejak kamu ada di dalam kandungan mama, maafkan mama karena mama tidak bisa menemani harimu. Anakku kamu harus tahu siapa kamu yang sebenarnya, kamu harus kuat menghadapi kenyataannya, maafkan mama kalau harus dengan cara ini kamu tahu semuanya.
Anakku, ada rahasia yang mama sembunyikan, bahkan mama tutupi sampai saat ini, tapi hari ini kamu akan tahu yang sebenarnya, mama menulis surat ini dengan penuh kesadaran. Dokter sudah meminta mama untuk menggugurkan kamu sewaktu dirahim mama, dengan alasan medis dan kesehatan, tapi mama menolak, karena mama mau kamu hidup, karena mama tahu keluarga Nyonya Farida pasti sangat menyayangimu.
Anakku yang sebenarnya kamu BUKAN ANAK KANDUNG PAPA FERY, KAMU BUKAN DARAH DAGING PAPA FERY. Saat itu usiamu sudah dua minggu ada di dalam kandungan mama. Ayah kandungmu tidak mau bertanggung jawab, mamaemutuskan kembali ke Indonesia, dan dengan tega mama menjebak dan mengkambing hitamkan Papa Fery agar papa Fery mau menikahi mama.
Padahal saat itu, papamu sudah memiliki kekasih,bahkan mereka sudah hampir menikah, tapi demi kamu, dan karena keegoisan mama, mama merebut dan memisahkan mereka.
Anakku, mama tahu yang ada di hati papamu cuma dia, pemilik hati jiwa dan raganya, mama mohon tebus semua kesalahan mama dengan menyatukan mereka lagi, wanita itu bernama Suci, dia wanita yang baik, tapi mama sudah berlaku jahat kepadanya.
Sampai sekarang tidak ada satu pun orang yang tahu, kalau mama yang sudah meminta agar Suci pergi jauh meninggalkan papa Fery.
Di hari Papa Fery kecelakaan, Suci selalu datang, bahkan dia juga yang sudah membangunkan papa Fery dari komanya, tapi dengan jahat mama mengusirnya, sampai ia pergi di saat Papamu hampir membuka mata.
Anakku, maafkan semua kesalahan mama, tolong satukan lagi takdir cinta suci Fery, mama tahu kamu pasti bisa, mama berharap disaat kamu menemukan surat ini, semua belum terlambat, mama harap. Suci mau memaafkan mama, mama mohon jadikan Suci sebagai mamamu sayang.
Berbahagialah Nak, Mama menyayangimu.
Fery meremas surat tangan dan foto Ayah kandung Ferel, lalu ia membuangnya kesembarangan arah. Ingatannya kembali pada empat tahun silam, karena kecelakaan yang dialaminya, membuat dia urung melakukan tes DNA, bahkan ia percaya pada saat Tasya mengatakan kalau Suci tidak menjenguknya tapi di sini semua tertulis jelas. Bahkan Suci pergi entah kemana karena ulah Tasya, dan sekarang tidak mungkin ia marah kepada Tasya karena sekarang alam mereka sudah beda.
Empat tahun yang lalu, saat Tasya melahirkan, ia mengalami pendarahan hebat, dan nyawanya tidak bisa diselamatkan, belakangan mereka tahu kalau Tasya menyembunyikan perihal resiko kehamilannya, Tasya meninggal sebelum Fery menikahinya.
Surat yang ditinggalkan Tasya, mengungkap kebenarannya, lalu ada dimana Suci? Apa Suci sudah menikah? Untuk yang kesekian kali, takdir mempermainkan cinta mereka.
Sudah CRAZY Up ya😀 Untung bukan othornya yang Crazy😂
Season satu yang penuh dengan air mata sudah tamat✌(Hayuk kita timpuk othornya😃)
TunggubSEASON 2 ya😍😍😍😍😍
Masih mau lanjut gak gaessss_😅
Gimana pertemuan mereka ya😆
Apa kasusnya sama seperti Ariel dan Angun😍
Tebak tebak buah manggis😃
Lanjut gak ya gaesas✌😆💃
Suci sama fery ntar bikin anak sendiri aja 😝
Ngeselin ah