NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Tamu di Ruang Tengah

Siang harinya, ketukan di pintu depan menandakan kedatangan Vanya. Mita membuka pintu dan langsung menyambutnya dengan senyuman ramah serta sikap yang sangat baik, sementara Sam berdiri tepat di samping Vanya, tampak berusaha memastikan suasana tetap kondusif. Vanya melangkah masuk, memandang sekeliling rumah minimalis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

Sam yang ikut menyambut di ruang depan tampak agak terburu-buru. Setelah mempersilakan Vanya duduk, ia menatap kedua wanita itu bergantian.

"Vanya, Mita, kalian mengobrol dulu, ya. Aku harus ke kamar atas sebentar untuk mengambil dan mempersiapkan berkas-berkas penting, karena setelah ini aku harus segera berangkat lagi ke kantor," ujar Sam, sengaja ingin meninggalkan Vanya dan Mita berdua agar mereka bisa bercengkerama dengan leluasa.

Setelah Sam melangkah menaiki tangga, suasana di ruang tamu mendadak senyap. Mita mencoba mencairkan keheningan dengan memulai basa-basi yang sopan.

"Silakan diminum dulu, Mbak Vanya. Maaf, rumahnya masih agak berantakan karena baru pindah," kata Mita lembut.

Vanya baru saja hendak membalas basa-basi Mita, namun tiba-tiba suara Sam dari lantai atas memotong urutan percakapan mereka. Pria itu berteriak cukup keras dari arah kamar.

"Mita! Kamu melihat jam tangan yang warna biru yang kemarin aku pakai tidak?"

Mita menoleh ke arah tangga lalu menyahut dengan suara yang lantang namun tetap tenang, "Oh, itu Mas, ada di bawah nakas. Kalau enggak nampak, berarti terhalang sama buku agenda kecil Mas Sam yang kemarin Mas ambil!"

"Oke, ketemu!" balas Sam dari atas, sebelum suaranya menghilang kembali.

Mita kembali membalikkan tubuhnya menghadap Vanya, melemparkan senyum tidak enak hati karena obrolan mereka baru saja terganggu. "Maaf ya, Mbak Vanya. Mas Sam memang sering lupa menaruh barang-barangnya kalau lagi buru-buru."

"Ah, iya, tidak apa-apa..." Vanya menjawab dengan senyum yang dipaksakan. Matanya menyipit kecil, menyadari betapa Mita sangat menghafal letak barang-barang pribadi Sam. Ada gurat kecurigaan yang samar di wajahnya.

Vanya baru saja akan melanjutkan kalimatnya, ketika suara Sam kembali menggelar dari lantai atas untuk kedua kalinya.

"Mita! Jas yang warna hitam satu lagi, yang kancingnya tiga, yang baru beli kemarin... itu di sebelah mana, ya?"

Mita menghela napas pendek seraya tersenyum geli. Ia kembali berteriak ke arah atas untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. "Oh, kalau yang itu belum dimasukkan ke lemari, Mas! Baru selesai digosok, masih ada di ruang gosokan!"

"Oh, oke! Siap!" sahut Sam lagi.

Melihat perubahan raut wajah Vanya yang semakin tegang setelah melihat interaksi domestik tersebut, Mita langsung tanggap. Ia tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam pikiran kekasih Sam itu.

Mita tersenyum lembut, lalu buru-buru mengibas-ngibaskan tangannya di udara untuk mencairkan suasana.

"Mbak Vanya, jangan salah paham ya," ujar Mita dengan nada yang sangat tulus dan meyakinkan. "Saya tidak tidur sekamar dengan Mas Sam. Biar Mbak tidak cemas, mau saya tunjukkan kamarku?"

Vanya tertegun, tampak terkejut dengan kepekaan Mita. Sebelum Vanya sempat menolak, Mita sudah bangkit berdiri sambil memberikan isyarat dengan tangannya. Kemudian, Vanya diajak menuju kamar Mita yang terletak di bagian ujung lorong rumah tersebut untuk membuktikan kebenarannya.

Vanya merasa tidak enak hati karena sudah sampai sejauh ini demi mendapatkan sebuah kepastian.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!