NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: SETELAH PELUIT PANJANG

Devan menghembuskan napas berat, memalingkan wajahnya ke arah lain. "Gua gak apa-apa. Kamu pulang aja. Jangan buang-buang waktu kamu buat urusin orang kayak gua."

"Devan Adhitama!" tegur Raina, suaranya mengeras sedikit namun bergetar menahan haru. Ia meraih kedua tangan Devan yang dingin, memegangnya erat-erat meski Devan sempat mencoba menariknya kembali. "Jangan dorong aku menjauh! Aku di sini bukan cuma buat nemenin kamu waktu kamu sukses dan bahagia! Aku di sini buat ada di samping kamu di masa-masa tersulit kamu!"

Devan membeku. Kalimat tegas Raina menghantam dinding pertahanan emosinya yang selama seminggu ini ia bangun rapat-rapt.

"Nenek pasti sedih kalau lihat kamu kayak gini, Dev," lanjut Raina lembut, suaranya melunak. Ia menunjuk ke arah foto tua di dalam lemari. "Nenek yang selalu bangga waktu kamu bawa piala pulang, Nenek yang selalu siapin es teh manis tiap kamu selesai latihan... Nenek gak pernah mau lihat Devan yang menyerah dan mematikan masa depannya sendiri."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Devan. Suasana kamar hening, hanya terdengar detak jam dinding tua.

Raina merogoh tasnya, lalu mengeluarkan sebuah buku catatan berpenutup biru—buku latihan soal Fisika dan Matematika yang dulu selalu mereka gunakan bersama. Di halaman paling depan, terdapat sebuah surat kecil beramplop cokelat peninggalan Nenek yang sempat ditemukan Ibu Devan di bawah bantal kamar beberapa hari lalu.

"Tante kasih ini ke aku tadi sebelum aku masuk," ujar Raina pelan, menyerahkan surat itu ke tangan Devan. "Nenek udah siapkan ini sebelum beliau jatuh... Nenek tahu kamu lagi berjuang buat masuk universitas di Bandung."

Dengan tangan gemetar hebat, Devan membuka lipatan kertas lusuh bergaris tersebut. Tulisan tangan Nenek yang agak gemetar namun rapi terukir di sana:

Buat cucu Nenek yang paling ganteng dan paling jago main basket, Devan.

Devan, kalau kamu baca surat ini, mungkin Nenek udah gak bisa nemenin kamu latihan basket lagi di halaman belakang. Nenek bangga banget sama kamu, Nak. Nenek tahu kamu pernah nakal, pernah buat salah, tapi Nenek tahu hatinya Devan itu baik dan jujur.

Teruslah berlari, Devan. Kejar impianmu ke Bandung bareng Nak Raina. Jangan pernah menyerah cuma karena Nenek udah gak ada. Nenek bakal selalu lihat Devan dari atas sana, di antara bintang-bintang yang paling terang.

Nenek sayang Devan.

Tangis Devan meledak seketika. Surat di tangannya bergetar hebat saat air matanya menetes meresap ke dalam kertas tua itu. Tangisan yang selama seminggu ini ia tahan rapat-rapat akhirnya tumpah sepenuhnya. Devan menundukkan kepalanya dalam-dalam, meratapi rasa kehilangan yang teramat besar.

Raina langsung bergerak maju, merengkuh tubuh Devan ke dalam pelukannya yang erat. Devan membalas pelukan itu dengan sangat rapat, menyembunyikan wajahnya di bahu Raina dan menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil. Raina mengusap punggung Devan berulang kali, memberikan kehangatan dan kekuatan yang dibutuhkan cowok itu untuk bangkit kembali dari titik terendah dalam hidupnya.

Tiga hari kemudian.

Sinar matahari pagi di Stasiun Poncol Semarang terasa cerah dan hangat. Perosotan arus penumpang yang baru turun dari kereta pagi memenuhi peron. Di antara kerumunan itu, Devan berjalan keluar bersama ibunya.

Kendati wajahnya masih menyisakan jejak duka, mata Devan tidak lagi hampa. Binar tekad dan keberanian yang dulu dipunyainya kini telah kembali—bahkan terasa jauh lebih matang dan dewasa. Di pundaknya, tas ransel yang berisi buku-buku latihan ujian kembali tersampir rapi.

Raina berdiri di dekat pintu keluar stasiun, mengenakan seragam sekolah dengan kacamata berbingkai tipisnya yang berkilau tersiram cahaya pagi. Ketika matanya menangkap sosok Devan, senyum paling hangat terukir di wajahnya.

Devan melangkah menghampiri Raina, berhenti tepat satu pijakan di hadapannya.

"Pagi, Bu Wakil," sapa Devan pelan, suara khasnya kembali terdengar walau agak serak.

"Pagi, Kapten," jawab Raina lembut. "Siap buat kembali ke kelas?"

Devan tersenyum tipis, lalu mengangguk mantap. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan gantungan kunci kayu bola basket dan kacamata bulat mereka, menggenggamnya rapat-rapat sebelum menatap lurus ke dalam mata Raina.

"Gua siap," ujar Devan dengan nada penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Kita selesaikan apa yang udah kita mulai. Buat Nenek, buat masa depan kita, dan buat janji di bawah bintang itu."

Raina menyunggingkan senyum bangga, mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh genggaman erat Devan. Di bawah naungan langit Semarang yang biru dan bersih, badai terbesar dalam hidup mereka telah berlalu. Berdampingan tangan, dua insan itu melangkah mantap memasuki gerbang sekolah, siap menerjang babak akhir perjuangan kelas 12 menuju impian masa depan mereka yang gemilang.

(Bersambung ke Bab 34)

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!