" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Tepat tiga hari Meera di rawat di rumah sakit,pagi ini dokter mengizinkan nya pulang,itu semua karena gadis cantik itu yang terus menerus merengek meminta kepada dokter agar di izinkan untuk pulang.
Dan sudah dua hari Meera tak melihat Rafael menjenguk nya,atau menghubungi nya melalui telepon, terakhir sore itu pengawal Rafael memberikan nya beberapa jenis cemilan dan makanan kesukaan nya,dan berkata bahwa itu dari Rafael.
" Sudah siap untuk pulang kan?" nyonya Vanessa bertanya dengan nada semangat.
Meera mengagguk cepat, wajahnya tersenyum bahagia karena di izinkan pulang oleh dokter,ia merasa sangat bosan berada di rumah sakit.
Setelah selesai mengemas semua barang-barang yang akan di bawa pulang,nyonya Vanessa merapikan penampilan sang putri setelah Meera mengganti pakaian nya.
" Kamu udah bilang ke Cecil kan palang pagi ini? Kasihan dia kalau nanti pulang sekolah langsung ke rumah sakit" tanya nyonya Vanessa seraya merapikan rambut putri nya.
" Sudah ma,aku sudah kirim pesan,belum di baca sih, mungkin sedang ada guru yang mengajar" angguk Meera menjelaskan.
" Kalau kamu sudah kirim pesan pasti nanti akan di baca" angguk nyonya Vanessa.
" Ok.. selesai,ayo,papa udah nungguin tu di depan" ajak nyonya Vanessa setelah selesai semuanya, karena beliau juga yakin sang suami sudah selesai dengan urusan administrasi nya.
Hari itu Meera meninggalkan rumah sakit,ia bahagia karena dokter mengabulkan permintaan nya,namun hatinya masih merasa kosong,ketidak hadiran Rafael membuatnya sesekali merasa sedih,bahkan pria itu tak memberinya kabar atau menanyakan kabar nya.
Setelah tiba di rumah, akhirnya Meera memutuskan untuk terlebih dahulu mengirimkan pesan pada Rafael.
📤-" kakak dimana? Meera sudah di izinkan pulang oleh dokter dan sekarang Meera sudah di rumah" walaupun ragu Meera mengirimkan pesan yang telah ia ketik tersebut.
Satu menit,dua menit, hingga beberapa menit sampai siang Meera menunggu,belum juga ada balasan dari Rafael, akhirnya Meera memilih menyibukkan dirinya dengan mengerjakan beberapa tugas sekolah selama ia izin tidak masuk.
****
Beberapa hari terus berlalu setelah kepulangan Meera dari rumah sakit,dan setelah Meera mengirimkan pesan pada Rafael namun tak kunjung ada balasan, hingga Meera tak lagi menunggu,ia mencoba untuk mengerti mungkin Rafael sedang sibuk,mencoba seperti orang-orang yang katanya dewasa dalam menjalankan hubungan,tak banyak menuntut.
Keadaan Meera juga sudah pulih kembali,ia bahkan sudah beraktivitas seperti biasa,hanya saja pengawasan terhadap nya semakin di perketat oleh sang papa,dan bahkan kedua orang tuanya juga sudah beraktivitas seperti biasa nya,pulang pergi ke luar negeri atau luar kota.
" Bik..Meera berangkat ya" pamit Meera pada bik Munah setelah ia menyelesaikan sarapan pagi nya.
" Ia non, hati-hati ya,pak Harto sudah menunggu dimobil" dengan sigap bik Munah mengantarkan nona mudanya hingga ke depan pintu.
Meera berangkat ke sekolah seperti biasanya,di antarkan supir nya,dalam perjalanan ia menyibukkan dirinya dengan ponselnya,melihat-lihat media sosial.
Deg....
Jantung nya berdetak lebih kencang saat sebuah berita lagi-lagi menayangkan tentang kedekatan pangeran Rafael dengan Camelia,putri dari salah satu pejabat kerajaan, ternyata beberapa hari yang lalu Rafael berada di negara ini.
Dalam berita di katakan Rafael menghadiri sebuah acara yang di ikuti oleh Camelia, bahkan di sana terlihat Camelia memeluk sebuah buket bunga yang terlihat sangat indah,di duga buket bunga mawar tersebut pemberian Rafael ,Camelia terlihat begitu anggun dan cantik dengan dress panjang berwarna merah terang.
" Non...kita sudah sampai" pak Harto menyadarkan Meera dari ke tertengun nan nya pada berita yang tampil di layar ponsel milik nya.
" Oh..ia pak, terimakasih ya pak,pulang nanti ga usah jemput ya pak,aku pulang bareng Cecilia,kami ada kunjungan ke musium hari ini" .
" Baik nona,tapi apakah non sudah izin tuan dan nyonya?" tanya pak Harto untuk memastikan keamanan nona mudanya, sekaligus keamanan dirinya dari ancaman pemutusan hubungan kerja.
" Sudah pak semalam,tapi nanti akan aku kabari mama lagi" kawan Meera pasti.
Pak Harto mengangguk mengiyakan dan kembali melajukan mobilnya meninggalkan gerbang sekolah setelah memastikan nona mudanya memasuki lobby.
****
Di lain tempat.
" apakah ini benar-benar keputusan yang ingin anda ambil? " tuan Amran bertanya dengan nada tegas dan dingin.
Di hadapannya duduk pangeran Rafael yang terlihat menundukkan wajahnya,hal yang tak pernah ia lakukan kecuali di hadapan kedua orang tuanya.
" Saya sudah memikirkan nya berulang kali om, Tante,maaf jika memang keputusan yang saya ambil ini menyinggung keluarga Om dan Tante,tapi saya sudah membicarakan nya pada ayahanda dan ibu juga,dan saya akan mengadakan konferensi pers untuk memperjelas alasan nya,agar tak ada yang berprasangka buruk pada Meera" jawab Rafael yakin.
Tuan Amran tersenyum tipis,bukan senyuman bahagia, namun senyum miris, memikirkan bagaimana reaksi putrinya saat tau tentang keputusan Rafael, sedangkan nyonya Vanessa memilih diam,wanita paruh baya itu tak ingin banyak bicara.
Di satu sisi nyonya Vanessa merasa lega dan senang dengan keputusan yang pangeran Rafael ambil,namun di satu sisi beliau mengkhawatirkan perasaan sang putri yang terlihat begitu sangat mencintai pria muda di hadapannya itu.
" Apakah pangeran tidak memikirkan seperti apa perasaan Nymera? Setelah mendengar semua ini?" tanya tuan Amran lirih, rasanya beliau tak sanggup melihat sakitnya sang putri.
" Maafkan saya Om,tapi ini pasti yang terbaik untuk Meera" jawab pangeran Rafael yakin.
Pada akhirnya tuan Amran mengagguk seraya tersenyum tipis,beliau berfikir secara logika, mungkin Rafael telah menaruh hatinya pada wanita lain,atau mungkin Rafael baru menyadari bahwa yang ia cintai bukan Meera,tapi Camelia.
" baiklah,tapi tolong beri kami waktu beberapa hari setelah hari ini,kami harus mencari waktu yang tepat saya mengatakan nya pada Meera, malam ini kami akan kembali ke negara Y,tapi kami butuh beberapa hari mungkin untuk berbicara dengan Meera" jawab tuan Xavier tegas, beliau tak angin di anggap mengemis untuk cinta sang putri.
" Tapi saya berharap tak akan ada penyesalan di akhir nanti dalam hati pangeran, karena setelah hubungan ini berakhir,saya yakin hubungan kalian tidak akan bisa seperti sebelumnya,dan saya melarang itu,usia anda dan Meera sama-sama sudah tidak pantas jika sedekat sebelum nya jika ternyata kalian tak memiliki hubungan apapun,itu akan memberikan citra buruk untuk putri kami " tuan Xavier sedikit memberikan peringatan.
Walaupun terlihat begitu ragu,namun pangeran Rafael memaksakan diri untuk mengangguk mengiyakan apa yang baru saja tuan Amran sampaikan.
Pangeran Rafael meninggalkan kantor cabang milik tuan Amran,ia menemui kedua orang tua Meera di negara S,di negara tersebut mereka sama-sama memiliki perusahaan dan bahkan menjalin kerjasama.
abis digampar Meera, sekarang bapaknya Meera, btw gpp namanya juga usaha, kerahkan seluruh usaha dan sabarmu ya EL
Ganbatte 💪
harus konsekuen dong dengan pilihan nya...ya sana jalan aja atau berkencan sama si Camelia..kan ngebet banget sama pangeran 😄
ini pasti akan sedikit lebih sulit.
Meeramu sudah berubah, dia bukan lagi Meera yg dulu
merana deh🤣
Meera kamu harus semakin kuat..
belajar menghadapi tantangan hidup
yg tentu tidak mudah.. yakinkan diri bahwa kamu kuat kamu bisa💪💪