Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJEBAK
Abraham yang tak melihat ketua suku Beruang Hitam dan tabib suku tersebut, berjalan mendekat dan berbisik kepada Selina.
“Jadi kepala suku beruang hitam seorang perempuan dan ia biasanya selalu bersembunyi di celah gua bebatuan ketika ada bahaya mengancam”, guman Selina mengulang informasi yang Abraham berikan kepadanya dengan seringai yang menakutkan, membuat Abraham dan beberapa orang yang tak sengaja melihat ekspresinya merasa ngeri.
Para suami kepala suku Beruang Hitam, Georgina melihat Abraham yang ia ketahui sebagai anak kepala suku rubah menyipit tajam.
"Siapa sebenarnya perempuan itu, apakah ia menantu kepala suku rubah?", batin para suami Georgina penasaran.
Sepuluh suami Georgina yang memang sengaja di tinggal untuk menghadang para musuh ketika perempuan itu melarikan diri dan bersembunyi dicealh bebatuan, semuanya tertangkap dan di ikat bersama dengan anggota suku beruang hitam lain dan dikumpulkan di tengah-tengah pemukiman.
Celah batu yang dipergunakan oleh Georgina untuk bersembunyi merupakan struktur alami yang muncul di wilayah pegunungan yang berbentuk sebuah celah sempit di antara tebing atau di bawah tumpukan batu besar, sangat digemari oleh anggota Suku Beruang Hitam sebagai tempat persembunyian yang aman.
Kepala suku beserta beberapa orang pasangannya serta tabib suku tampaknya begitu mendengar kegaduhan dan menyadari ada bahaya mengancam mereka segera berlari menuju tempat persembunyian tersebut agar tak tertangkap.
Mendengar jika Georgina bersembunyi di celah bebatuan, Selina pun berniat untuk menyuruhnya keluar karena sedikit sulit jika kita harus mencari mereka di tempat persembunyian karena celah batu tersebut seperti labirin tanpa ujung, sehingga memilih untuk mengertaknya.
Menggunakan mikrofon elektrik yang diambilnya didalam ruang penyimpanan,Selina pun berteriak nyaring dengan suara menggema menembus hujan dan kesunyian malam.
"Pemimpin Georgina! jika kau dapat mendengar perkataanku, sebaiknya kau menampakkan diri dan menemuiku sekarang juga. Jika tidak, aku hanya bisa mencari cara lain untuk memaksamu keluar dari tempat persembunyian mu!" seru Selina dengan suara lantang,namun tidak ada satu pun jawaban.
Huh, meskipun mereka adalah klan Beruang Hitam yang memiliki kekuatan besar, tampaknya mereka tetap pengecut. Melihat kekuatan klan rubah seperti ini, agaknya mereka sudah ketakutan setengah mati dan sama sekali tidak berani menampakkan diri. Tak sebanding dengan badan mereka yang lebih tinggi dan lebih besar, dua kali lipat dari anggota suku rubah yang rata-rata memiliki tinggi satu setengah hingga dua meter
Karena tak ada respon maka Selina pun tak lagi segan dan mulai bertindak. Dengan bantuan suami beastnya, iapun segera memasukkan bom asap disetiap celah gua batu yang berhasil dilihatnya.
duarrr…duarrr…duarrr…
Bunyi bom asap berbunyi nyaring dan terus bersautan, membuat para sandera merasa ngeri membayangkan kegilaan apalagi yang dilakukan oleh perempuan dari suku rubah itu.
Pada saat yang sama, di celah bebatuan yang saling terhubung ke beberapa tempat, asap yang sangat menyengat dengan cepat memenuhi seluruh terowongan. Asap itu tidak peduli apakah jalurnya seperti labirin atau tidak, selama ada jalan, ia akan menyebar ke sana. Tidak lama kemudian, semua anggota klan beruang hitam yang bersembunyi diantara celah bebatuan pun panik.
"Pemimpin, apa yang harus kita lakukan? Apakah ada yang membakar sesuatu di pintu masuk? Asap ini, terlalu menyengat!", ucap salah satu pasangan Georgina sambil terbatuk-batuk.
Georgina menatap tajam dan meraung keras, "Tidak mungkin! celah batu ini seperti labirin dan berkelok-kelok, bagaimana asap dari luar bisa masuk kedalam dan menyebar dengan cepat!”.
Georgina, adalah seekor betina bertubuh tinggi dan gempal. Matanya kecil seperti kacang, tetapi sangat tajam. Sambil menutup hidung dan mulut, matanya memerah akibat asap.
Sebelumnya, begitu melarikan diri dari gua batu utama, diluar ia sempat melihat asap menyelimuti pemukiman sukunya sehingga ia memutuskan untuk segera masuk kedalam celah batu sebagai tempat persembunyian yang selama ini cukup membuatnya aman tanpa tahu jika setiap celah batu yang bisa menjadi jalan masuk atau keluar dirinya telah di jatuhi bom asap sehingga sekarang semua celah batu penuh asap yang tak bisa keluar karena terkurung dalam cekungan yang ada dalam terowongan yang dibuat didalam celah batu tersebut.
"Cepat, kita hindari terowongan tengah dan kabur lewat celah bebatuan yang ada disamping pintu gerbang", ucap Georgina sambil berusaha kabur dari serangan asap yang menyesakkan dada.
"Tidak baik, Pemimpin! Semua pintu keluar dijaga rapat, kita tak bisa keluar, terutama di pintu gerbang utama suku!", lapor salah satu suaminya dengan ekspresi panik.
"Apa?!", teriak Georgina terkejut tak menyangka musuh akan begitu kejam dengan menutup semua akses keluarnya dan membuatnya mati lemas didalam.
Mata kecil Georgina membelalak. Ia berputar-putar di tempat dengan panik. "Apa mereka ingin mencekik kita sampai mati di sini? Klan rubah, klan rubah ini terlalu kejam! Apa perlu sampai sejauh ini!!", Georgina meraung keras, la hampir melompat karena marah.
"Bagaimana kalau kita terobos keluar?" usul seseorang.
Georgina segera menggeleng cepat. "Tidak bisa. Sepuluh suamiku sudah gagal. Pihak lawan punya ahli".
"Tidak tahan lagi, asapnya benar-benar membuat sesak nafas", seseorang dengan mata berkaca-kaca mencengkeram lengan Georgina, tampak hampir kehabisan napas. Itu adalah adik perempuannya sendiri, Giselle yang kebetulan tengah bertamu ke kediamannya sehingga ikut melarikan diri bersama sang kakak ketika kondisi mendesak dan berbahaya seperti tadi.
"Sialan rubah busuk itu! Keluar saja, kalau begitu! Kita hadapi mereka!", ucap Georgina lantang, hatinya terbakar amarah, sambil menopang tubuh adiknya ia berjalan menuju jalan keluar terdekat.
Ketika ketua suku Beruang Hitam dan para pengikutnya keluar dari celah batu, mereka tidak dihalangi atau diserang dan dibiarkan keluar satu persatu dengan sendirinya.
Namun begitu mereka kembali menghirup udara bebas, mereka sudah tidak memiliki kesempatan untuk bisa melawan balik.
Di bawah celah bebatuan mereka hampir mati tercekik asap, sementara di atas udara terasa segar. Namun begitu keluar, mereka langsung dikepung oleh para anggota klan rubah dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
Semua orang yang baru keluar dari celah batu tertunduk lesu. Terlebih ketika melihat sesama anggota klan mereka sudah terikat tangan dan kaki, berdiri dengan kondisi memalukan, semangat mereka pun benar-benar runtuh.
Georgina keluar di posisi tengah sambil menopang adiknya dibahunya. Penampilannya biasa saja, bertubuh tinggi besar dengan kulit kehitaman khas suku Beruang Hitam, tak cantik juga tak jelek namun dari sikap angkuhnya serta perubahan ekspresi anggota klan Beruang Hitam, Selina langsung bisa menebak identitasnya.
Georgina dan Selina saling tatap dan keterkejutan diwajah kepala suku Beruang Hitam tersebut jelas terlihat karena tak menyangka jika ada betina cantik dan memiliki strategi hebat di suku Rubah.
Melihat beastman tingkat tinggi disamping betina dari klan rubah tersebut, rasa krisis mulai menyelimuti hati Georgina.
“Siapa sebenarnya perempuan ini, kenapa aku tak pernah melihat atau mendengar mengenai perempuan asing ini? Dan beastman hebat tingkat tinggi disampingnya itu, sejak kapan klan rubah memiliki anggota seorang beastman tingkat sembilan?”, batin Georgina penuh kebingungan dan keterkejutan yang nyata.
Hanya dalam waktu singkat sukunya bisa ditundukkan dan ia dipaksa hingga terpojok seperti ini, jika tak ada persiapan yang matang dan strategi yang hebat, tak mungkin mereka bisa dikalahkan dengan telak seperti ini.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya