NovelToon NovelToon
Matahari Tetap Terbit (Kisah Seorang Ibu Pejuang)

Matahari Tetap Terbit (Kisah Seorang Ibu Pejuang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: 🍁ɳɪȩƖɑᷭ🐣N⃟ʲᵃᵃ࿐

Ditinggal pergi oleh suami tercinta tanpa kabar berita, Rania terpaksa memikul seluruh beban rumah tangga sendirian. Di tengah keterbatasan dan rasa sepi yang menghimpit, ia menemukan kekuatan yang tak pernah ia tahu dimilikinya. Demi masa depan Dika dan Naya, Rania belajar menjadi wanita yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, ketabahan, dan kebangkitan seorang ibu yang menolak menyerah pada nasib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🍁ɳɪȩƖɑᷭ🐣N⃟ʲᵃᵃ࿐, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keceriaan diakhir Ujian sekolah

Hari-hari yang dilalui Dika dalam minggu terakhir rasanya berjalan begitu cepat, seolah berpacu dengan waktu. Tanpa terasa, ia sudah sampai di hari terakhir pelaksanaan ujian kenaikan kelas.

Di ruang kelas yang sejuk karena kipas angin yang berputar kencang, Dika duduk di bangkunya dengan punggung tegap, tatapannya tajam menatap lembaran kertas soal yang terhampar di hadapannya. Ini adalah ujian terakhir yang harus ia selesaikan sebelum resmi naik ke tingkat 3 Sekolah Dasar, satu langkah lagi menuju jenjang yang lebih tinggi, satu bukti lagi bahwa ia bisa berjuang dan berusaha sekuat tenaga meski hanya bersama ibu dan adiknya.

Dika tidak pernah main-main dengan kewajibannya belajar. Ia ingat betul bagaimana Rania selalu mengingatkannya, bukan dengan tekanan, melainkan dengan dukungan yang lembut namun tegas.

Setiap malam, setelah pekerjaan rumah selesai, ibunya itu selalu meluangkan waktu duduk di sampingnya, menemani ia membaca dan berlatih soal, bahkan kadang harus menggendong Naya yang masih kecil dan sering rewel minta diperhatikan. Kenangan itu menjadi bahan bakar semangat yang tak pernah habis bagi Dika. Ia mengerjakan setiap soal dengan teliti, membaca kalimat demi kalimat perlahan agar tidak salah mengerti pertanyaan.

Setiap kali selesai mengisi satu jawaban, ia tidak langsung beralih ke nomor berikutnya, melainkan meninjau kembali, memastikan tulisannya rapi dan jawabannya sudah cukup meyakinkan hatinya. Baginya, nilai yang baik adalah cara paling indah untuk membalas semua pengorbanan ibunya yang tak pernah berhenti bekerja siang malam demi mereka berdua.

Suara bel tanda berakhirnya jam sekolah akhirnya bergema keras di seluruh penjuru gedung, memecah keheningan ruang kelas dan membuat anak-anak bersorak pelan karena rasa lega. Dika menutup buku tulisnya rapi, memasukkan alat tulis ke dalam kotak pensil, lalu berjalan keluar kelas bersama teman-temannya dengan langkah ringan. Beban di pundaknya rasanya hilang seketika; ujian sudah selesai, dan kini tinggal menunggu hasilnya nanti. Ia yakin sudah melakukan yang terbaik.

Namun, saat ia berjalan menyusuri koridor menuju halaman sekolah, sosok yang tidak asing kembali muncul di hadapannya. Anak laki-laki yang dulu sering membullynya, yang sering berteriak dengan suara keras dan kata-kata menyakitkan soal ketiadaan sosok ayah dalam hidupnya, berdiri di sana bersama dua temannya, menghalangi jalan Dika.

"Hei, anak tak punya ayah! Sudah selesai ujian? Pasti banyak yang salah kan? Dasar anak sial, mana bisa pintar kalau tak ada ayah yang mengajari," ejek anak itu sambil tertawa renyah, seolah kata-katanya adalah lelucon yang paling lucu.

Dulu, setiap kali mendengar kalimat itu, dada Dika rasanya sesak, matanya panas menahan tangis, dan kakinya terasa lemas ingin lari pergi.

Namun hari ini, ia hanya diam sejenak, menatap datar anak itu, lalu menghela napas panjang dan melangkah melewati mereka begitu saja tanpa menjawab satu patah kata pun. Ia sudah tidak peduli lagi. Di dalam hatinya, ia mengakui kata-kata itu ada benarnya—memang ayahnya tidak ada di sisi mereka. Tapi pesan ibunya selalu bergema jelas di telinganya, "Nak, mungkin kamu tidak ditemani sosok ayah, tapi kamu punya ibu yang akan selalu ada, ibu yang akan berjuang dua kali lebih keras demi kamu dan Naya. Ditinggal itu bukan aib, tapi kekuatan untuk membuktikan kita bisa lebih hebat."

Pikiran Dika langsung teralihkan sepenuhnya saat matanya menangkap dua sosok yang paling ia cintai berdiri di pinggir halaman sekolah. Dari kejauhan, terlihat jelas Rania berdiri tegap sambil memegang setang sepeda motor matic berwarna merah marun yang berkilau terkena sinar matahari pagi.

Di depan ibunya, duduk si kecil Naya yang mengenakan baju berwarna cerah, matanya berbinar-binar mencari-cari sosok kakaknya di antara kerumunan anak-anak.

"Kakak Dika! Kakak Dika di sana!" teriak Naya riang begitu ia melihat Dika berjalan mendekat, tangannya kecil melambai-lambai liar ke udara, wajahnya berseri-seri bahagia.

Rania tersenyum lebar menyambut kedatangan putra sulungnya itu. Ia membuka helm yang dipakainya serta merapikan rambutnya, lalu menyapa, "Hai, anak hebat! Gimana ujian terakhirnya? Lancar kan?"

Dika mengangguk antusias, senyum lebar merekah di wajahnya, "Lancar banget, Bu! Semua udah aku kerjain dan aku cek ulang berkali-kali." Ia kemudian menatap ke arah kendaraan yang ditunggangi ibunya, matanya terbelalak takjub. "Bu... ini motor baru ya? Bagus banget, lho! Mana motor yang lama?"

Rania tertawa kecil sambil membantu Dika memakai helm cadangan, lalu menjelaskan, "Iya, Nak. Ibu sudah jual motor yang lama itu. Ibu sudah hitung-hitung keuangan kita, dan alhamdulillah, berkat penghasilan warung yang semakin rame dan hemat-hemat, keuangan kita sekarang sudah aman. Jadi Ibu putuskan ganti yang baru, biar lebih nyaman dibawa jalan bertiga kayak gini, dan nggak sering mogok lagi kayak dulu."

Hati Dika terasa hangat sekali mendengarnya. Ia naik ke jok belakang, lalu memeluk pinggang ibunya erat, sementara Naya di depan kembali berteriak gembira saat motor itu melaju pelan meninggalkan gerbang sekolah. Angin sore menyapu wajah mereka, membawa rasa lega dan bahagia yang luar biasa.

Hari ini bukan hanya berakhirnya serangkaian ujian bagi Dika, tapi juga awal dari semangat baru bagi keluarga kecil mereka. Dika sudah membuktikan ia bisa berjuang, dan Rania pun terus berusaha memberikan yang terbaik demi masa depan kedua buah hatinya. Apapun rintangan yang datang, mereka tahu selama mereka saling mendukung dan berjuang bersama, semuanya pasti akan baik-baik saja.

1
Lisa
Akhirnya Ratih pulang ke rmh ortunya..kasihan banget pdhl dulu Bara mencintainya lalu sjk ketemu lg dgn Rania dia berubah..y moga aj masalah mereka cpt selesai.
Lisa
Bara koq makin aneh..dia yg menceraikan Rania tp dia malah g bisa meleapaskan Rania
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉ᵘᵐ𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Bara rasa cemburumu mengalahkan akal sehat mu, kamu tidak takut ya kalo anak-anak mu tidak mau bertemu dengan mu lagi, tidak mau kau ajak liburan lagi, luka yg kau torehkan terlalu menyakitkan
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉ᵘᵐ𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Bara kamu ngapain marah-marah kalau Rania dengan mudahnya melupakan mu, apa tidak terbalik ya kamu dengan mudah nya menghilang tanpa jejak lalu menikah dan punya anak tanpa memberi kabar bertahun-tahun ke Rania dan kedua anak mu
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉ᵘᵐ𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Semoga persahabatan kalian selama nya ya Arga dan Dika saling melengkapi satu sama lainnya sampai akhir nanti
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉ᵘᵐ𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Bara sekarang kamu menyesal pun tiada artinya, tatap masa depan mu yg sekarang jangan lah membuat kesalahan yang baru lagi
Risa and My Husband
Dika ayahmu memang keterlaluan setiap datang pasti membuat luka buat ibumu dan kamu
Risa and My Husband
Bara pasti cemburu Rania dekat dengan pria lain makanya Bara jadi gampang emosi
Risa and My Husband
Bara kamu urat malunya sudah putus ya sampai ngga malu buat onar di rumah Rania
Risa and My Husband
Arga dan Dika seperti saudara ya soalnya lengket banget dan ngga terpisahkan
Risa and My Husband
Bara fokus pada rumah tangga kamu dengan Ratih saja jangan ingat Rania terus dong
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Bara kamu membuat Dika kecewa karena perbuatan kamu
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Kasihan banget Arga menangis karena melihat ayahnya berdarah dan bibir ayahnya sobek
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Bara kedatangan kamu ke rumah Rania pasti bakal membuat keributan deh
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Arga dan Dika kalau orang tua kalian menikah kalian bakal jadi saudara
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Ratih Bara sepertinya cuma jadikan kamu pelampiasan, mungkin Bara sebenarnya mencintai Rania
Risa Yayang Couple Selamanya
Ternyata Dika merasa kecewa terhadap Bara, memang Bara cuma buat masalah kalau datang ke rumah Rania
Risa Yayang Couple Selamanya
Bara kamu ngga usah ikut campur urusan Rania lagi karena Rania cuma mantan istri kamu doang
Risa Yayang Couple Selamanya
Bara jangan bikin onar dan jangan bikin masalah di rumah Rania deh
Risa Yayang Couple Selamanya
Arga dan Dika persahabatan kalian dekat banget sampai kalian seperti saudara saking akrabnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!