Kalau biasanya novel bercerita tentang Kisah percintaan Seorang CEO kejam, angkuh nan sempurna bersama gadis biasa
tapi berbeda dengan disini,
disini akan menceritakan sepasang hati yang terpaksa menerima sebuah perjodohan, namun berakhir dengan cinta.
Dan disini juga menceritakan hal-hal remeh yang biasa terjadi pada rumah tangga, rasa egois yang terkadang berada pada diri manusia, sikap realistis yang biasa diambil dalam situasi apapun dan Tentu saja rasa cinta
Dan cerita mereka akan dimulai disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adley, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
T 28
******
Sudah seminggu berlalu sejak kepulangan daniel dan semenjak itu Daniel tidak pulang ke rumah. Bahkan jika ada dokumen yang tertinggal Daniel akan meminta Ryo mengambilnya.
Seperti biasa Nova terus menunggu Daniel pulang hingga sampai larut malam berharap Daniel pulang kerumah dan menjelaskan ada masalah apa. Ia sudah mencoba menghubungi Daniel tapi sepertinya nomor ponselnya sudah di blokir oleh Daniel. Ia juga sudah mencoba bertanya pada Ryo apakah ada masalah serius dengan perusahaan mereka sehingga Daniel tidak pulang kerumah beberapa hari namun Ryo menjawab tidak ada masalah apapun pada perusahaan. Hal itu semakin membuat Nova gelisah.
*****
Di kantor Daniel sedang mencari berkas penting namun tidak ia temukan.
"Sepertinya tertinggal di ruang kerja ku, tapi bagaimana cara ku mengambilnya? Kalau aku meminta bantuan Ryo untuk mengambilnya tapi ini sudah sangat larut kasian dia. Mau bagaimana lagi terpaksa aku akan pergi sendiri"
Daniel mengendarai mobilnya menuju rumahnya saat sampai Daniel menghentikan mobilnya beberapa meter dari rumahnya agar Nova tidak terbangun mendengar suara mobilnya. Daniel membuka pintu rumahnya dengan perlahan dan berjalan mengendap endap menuju ruang kerjanya tanpa menyalakan lampu. Setelah mengambil berkas nya Daniel menuju dapur untuk mengambil air saat Daniel mulai meminum airnya tiba-tiba lampu menyala dan ternyata itu Nova yang berdiri sambil membawa tongkat baseball bersiap untuk memukulnya. Nova tidak mengenali wajah Daniel karena saat itu Daniel menggunakan masker entah apa yang dipikirkan Daniel saat itu. Saat Nova ingin memukul kepala Daniel. Daniel pun berteriak
"Jangannnn pukul, ini aku" teriak Daniel dan melepas maskernya
"Mas Daniel kenapa masuk rumah diam-diam sih kayak maling aja"
"Bukan urusanmu" ucap Daniel menghabiskan airnya
"Pakai-pakai masker lagi didalam rumah apa-apaan coba"
"Sudah ku bilang bukan urusanmu"
"Mas Daniel mau makan?
"Tidak"
"Aku masak ayam semur Lo"
"Terimakasih aku sudah kenyang" ucap Daniel melangkah menuju pintu keluar
"Mas Daniel mau kemana lagi dan kenapa beberapa hari tidak pulang?
"Aku akan kembali ke kantor, aku kemari hanya untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal jadi tolong jangan ganggu aku sekarang tinggallah di sini dan nikmatilah segala fasilitas yang ada. Aku pergi"
"Mas Daniel apa maksudmu mas? Tanya Nova . Namun Daniel tidak menghiraukan Nova dan terus berjalan menuju mobilnya dan melaju dengan kencang hingga sampai kantornya.
**********
"Bagaimana perkembangan nya apakah sudah ada kemajuan? Tanya seorang wanita dari seberang sana
"Seperti laporan saya kemarin bapak Daniel selama seminggu ini tidak pulang kerumah, tetapi malam ini beliau pulang sebentar lalu pergi lagi"
"Dia pulang? Apakah Dia pergi bersama istrinya?
"Tidak nyonya, dia pergi sendirian tanpa ditemani oleh isterinya"
"Kemana dia pergi?
"Beliau kembali ke kantornya"
"Wah benarkah! Jadi dia meninggalkan isterinya sendiri dirumah?
"Benar Nyonya"
"Wah wah luar biasa sekali"
"Baiklah kerja bagus. Tetap awasi mereka 24 jam. Aku akan mentransfer upahmu nanti, dan jika kau melakukan pekerjaan mu dengan baik aku akan memberikan mu bonus.
"Saya akan bekerja lebih keras Nyonya terimakasih, terimakasih"
Panggil pun berakhir.
"Aku akan membalas penghinaan mu terhadap ku waktu itu Joan Daniel Chandra" teriaknya dan ruangan itu dipenuhi dengan tawa dan aroma red wine.
******
Hari berikutnya seperti biasa kebanyakan orang-orang akan pergi bekerja kekantor untuk menggapai impian mereka. Berbeda dengan Nova karena kali ini ia bekerja dirumah ia berniat membuatkan Daniel makan siang dan mengantarnya sendiri. Setelah semua sudah siap Nova memasukan semua makanan yang ia masuk kedalam rantang bekal dan kembali ke kamarnya untuk mandi dan menghias dirinya. Berjam-jam Nova berdiri di depan cermin melihat dirinya "astaga aku gendutan. Apa aku makan terlalu banyak akhir-akhir ini? Apa karena aku gendutan makanya masa Daniel tidak betah dirumah" Nova menangis meratapi nasibnya jika benar dugaannya kalau Daniel tidak betah dirumah karena tubuhnya bertambah gemuk.
"Astaga sudah jam berapa sekarang, aku harus mengantarkan makan siang mas Daniel. Jika benar dia tidak suka karena tubuhku yang membesar maka aku akan menjalani program diet agar ia mau pulang. Baiklah ayo Nova semangat" Nova bangun dari duduknya dan menghapus jejak air matanya dan memperbaiki polesan make up nya. Nova pergi ke kantor suaminya menggunakan ojek online. Sesampainya di kantor Nova bertanya pada Resepsionis apakah Daniel ada diruangan nya tetapi resepsionis itu bilang jika Daniel sedang keluar bertemu dengan klien. Jadi Nova memutuskan akan menunggu Daniel diruangan ya saja, tapi saat ia ingin masuk kedalam lift Nova di cegah oleh seorang karyawan disana dan diminta menunggu sebentar karena lift khusus petinggi kantor sedang rusak dan sedang diperbaiki.
"Maaf Bu lift ini sedang mengalami kerusakan jadi sedang diperbaiki tapi jika ibu sedang buru-buru ibu bisa pergi menggunakan lift karyawan.
"Oh, benarkah? Baiklah Terimakasih"
"Sama-sama silahkan ibu, apa mau saya antar?
"Oh tidak perlu saya bisa sendiri"
"Baiklah hati-hati ibu"
Nova masuk ke dalam lift sendiri dan beberapa saat kemudian Nova sampai kelantai paling atas tempat ruangan para petinggi kantor. Nova berjalan menuju ruangan Daniel dan berpapasan dengan Ria yang baru saja ingin masuk kedalam ruangan nya.
"Eh seperti Ria"
"Ria" panggil Nova
Ria menoleh ke arah suara itu dan melihat Nova yang sedang melambaikan tangan kepada nya.
"Nova" panggil Ria. Nova kemudian berjalan menghampiri Ria
"Kamu sedang apa disini?
"Kamu tidak tau, aku bekerja disini"
"Wah benarkah? Sudah berapa lama?
"Sudah hampir 7 bulan"
"Oh begitu" Nova manggut-manggut
"Kalau kamu kemari ada apa? Apa kamu ingin mengunjungi suami tercinta mu"goda Ria
Pipi Nova memerah " aku ingin membawakan dia makan siang"
"Oh, tapi bapak Daniel sedang meeting dengan klien diluar"
"Iya Aku sudah tahu aku, jadi aku akan menunggunya di sini, bolehkan?"
"Tentu saja boleh"
"Tapi apakah aku mengganggumu?"
"Tidak. Ayolah sudah lama kita tidak bertemu.
"Terimakasih" ucap Nova. Mereka masuk kedalam ruangan Ria. Ria sebelum itu Ria membuatkan Nova secangkir teh untuk menemani Nova agar tidak bosan.
"Ria apa kamu sangat sibuk? Tanya Nova sambil menyeruput secangkir teh nya
"Tidak, ada apa? Ada yang kami perlukan?
"Tidak, aku hanya ingin bertanya pada mu"
"Tentang apa?
"mmm, apakah menurut mu aku semakin gemuk?
"Ha? Gemuk?
"Iya gemuk coba kamu lihat!
Ria meneliti tubuh Nova
"Iya kamu memang bertambah berisi"
"Apakah aku terlihat jelek? Tanya Nova
"Jelek? Tidak ah, kamu semakin malah terlihat semakin cantik dengan badan berisi seperti ini"
"Benarkah begitu?
"Tentu saja, memangnya kenapa sih kamu tanya begitu?
"Tidak pa_pa" Nova senang mendengar jawaban dari Ria.
Sudah beberapa jam nova menunggu Daniel namun Daniel belum juga datang hingga jam makan siang pun berakhir.
"Nova apa kamu benar-benar tidak mau makan, ini sudah lewat jam makan siang"
"Tidak, aku tidak lapar" ucap Nova lesu
"Ria kapan mereka datang? Tanya Nova
"Aku juga tidak tahu, aku sudah menghubungi mas Ryo tapi tidak diangkat"
"Sepertinya dia benar-benaringin menghindar dari ku" ucap Nova lirih tanpa sadar air matanya menetes
Ria yang heran melihat Nova tiba-tiba menangis kemudian memeluk sahabatnya dan mencoba menenangkannya. Beberapa menit Nova menangis sampai akhirnya ia mulai tenang.
"Nova ada apa? Kenapa kamu menangis?
Nova diam tidak menjawab pertanyaan Ria
"Aku mau pulang" ucap Nova
"Aku akan meminta seseorang untuk mengantarkan mu"
"Tidak perlu Ria, aku bisa pulang sendiri terima kasih karena sudah mau menemaniku hari ini"
"Dan ini kamu bisa memanaskannya terlebih dahulu kalau kamu mau memakannya, kamu harus memakannya dengan cepat sebelum makanan itu jadi tidak enak" ucap Nova menyodorkan rantang makanan kepada Ria
"Oh, Terimakasih Nova"
"Iya, kalau begitu aku pulang dulu" Nova keluar dari ruangan Ria dan pulang ke rumah dengan perasaan sedih.
sedih bangat thor 😭😭