Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUMAH WILLIAMS
"Oppa." sapa Crystal, ekspresi wajah terlihat terkejut melihat Kaka Iparnya yang berada di tempat pemotretan dirinya.
"Hai Cryst." Kai tersenyum kearah Crystal yang menyapanya, lalu menghampiri Crsytal dan langsung dipersilahkan duduk oleh Crsytal.
"Oppa, kenapa kau disini?" tanya Crystal bingung, membuat Kai terkekeh melihat adik iparnya yang terlihat terkejut.
"Seharusnya aku yang menanyakan ini kepadamu, kenapa kau berada di sini? Bukankah pemotretan nya akan di lakukan satu jam lagi?" Tanya Kai menatap semua kru yang tengah sibuk berjalan ke sana ke mari, padahal mereka baru menata tempatnya tapi wanita ini sudah siap berada di sini.
"Ya, lebih baik begitu kan. Setelah kita melakukan pembicaraan tadi, aku meminta Alex mengantar aku ke sini." Jelas Crystal.
"Wah, kau orang yang tekun juga yah Crys..." puji Kai terkekeh dengan reaksi Crystal setelah mengatakan hal itu.
"Aish." Desis Crystal memukul pundak Kai kesal, benar saja lelaki ini memang sulit dipercaya. "Oppa terlalu memuji."
"Hahaha." Kai hanya tertawa melihat pipi Crystal yang sudah memerah. Menurut nya benar-benar menggemaskan.
"Ah, sudahlah." Crystal menutup wajahnya, dia tak bisa menyembunyikan ekspresi bahagianya.
kai tersenyum lagi, lalu mengacak Surai Crystal lembut. "Aku sengaja menyusul mu kemari, Eomma memintaku untuk membawa mu ke Rumah."
"Eomma, kenapa?" tanya Crystal bingung.
"Hmmm, entahlah. Eomma tadi menelpon, aku tak sengaja mengatakan jika aku tadi bertemu dengan mu. Lalu Eomma merasa senang dan menyuruhku untuk membawamu, mungkin dia merindukanmu." ucap Kai memberitahu kronologi nya.
"Eumh, aku kira Oppa yang merindukanku." canda Crystal. Langsung membuat Kai terdiam, wajahnya yang tadi tersenyum berubah menjadi sedikit kikuk.
"Haha... Adik Ipar ku benar-benar suka bergurau yah." Kai terkekeh, dia mencoba menyembunyikan keterkejutannya.
"Akh, Oppa. Aku sudah memakai riasan, bisa-bisa menjadi luntur karena ulah mu ini." pekik Crystal, saat Kai dengan santainya mencubit pipi sebelah kiri Crystal.
"Biarkan saja, kau tetap cantik meski tak menggunakan riasan." celetuk Kai.
"Oh, Oppa benar-benar yah."
Mereka berdua tertawa disela-sela percakapan mereka, membuat orang-orang disekitar mereka merasa iri dengan interaksi antara keduanya.
...********...
Setelah pernikahannya dengan Sean, wanita itu sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di rumah Eomma mertuanya. Dan kali ini, saat pertama kali mengunjungi rumah Eomma nya. Dia bukan bersama Suaminya, melainkan Kaka Iparnya. Entahlah, Crystal tak tahu harus berpikir seperti apa. Dia senang bisa bertemu Kai tapi dia juga sedikit merasa bersalah pada Sean. Bersalah? Hah. sepertinya dia memang terlalu berbaik hati terhadap Sean.
"Hai Sayang, akhirnya menantuku datang juga." Nyonya Williams menyambut kedatangan Crystal-Menantu tercintanya dengan penuh antusias. Ia dengan erat memeluk Crystal, seakan sudah lama tak jumpa. Padahal, Minggu kemaren nyonya Williams baru saja dari rumah mereka.
"Maaf Eomma, jadwalku ternyata lebih lama dari yang aku bayangkan." ucap Crystal menyesal. Dia juga merasa tak enak dengan Kai yang harus menunggu nya berjam-jam di tempat pemotretan. Padahal dia sudah bersikeras untuk datang dengan managernya, supaya Kai tak perlu menunggu dirinya lebih lama. Tapi pria ini... Crystal menatap rahang wajah Kai yang terlihat sangat Indah. Dia tetap bersikeras juga untuk menunggunya sampai selesai, hingga di sinilah mereka berada. Di rumah Eomma mertuanya, keluarga Williams.
"Ah, Iyah Eomma. Karena aku tidak menyiapkan apa-apa, aku hanya bisa membawakan makanan kesukaan Eomma ini saja." Crystal menyodorkan bingkisan yang sejak tadi dia pegang pada Eomma mertuanya.
Nyonya Williams menerimanya dengan senang hati pemberian dari menantunya tersebut.
"Terimakasih sayang, ini saja sudah lebih dari cukup. malahan Eomma lebih senang kamu datang di bandingkan dengan apa yang kamu bawa." tutur Nyonya Williams dengan suaranya yang lembut.
Nyonya Williams langsung memberikan bingkisan tersebut kepada pelayannya, untuk menaruhnya di Dapur.
"Sayang, Eomma punya banyak sekali tanaman bunga. Kau harus melihatnya." ucap Nyonya Williams dengan antusias.
"Benarkah Eomma?"
"hm." Nyonya Williams menganggukkan kepalanya, "Kau mau melihatnya?"
"Tentu Eomma." jawab Crystal dengan wajah yang sumringah.
Nyonya Williams langsung merangkul Crystal dan membawanya ke taman belakang untuk melihat tanamannya.
"Eomma, apa dirimu melupakan aku setelah kedatangan Crystal mu itu." Teriak Kai yang membuat kedua wanita yang berjalan di depannya itu terhenti seketika.
Crystal yang mendengar itupun ikut terkejut, di tambah dengan ekspresi lucu yang di lakukan Kai- Kaka iparnya. benar-benar sesuatu yang tak terduga dan langka menurutnya.
Kai memang pria yang penuh kejutan, kepribadiannya sulit ditebak. Bahkan tadi saat pemotretan dirinya, Kai dengan sabar menunggunya tanpa mengeluh bahkan dia juga mentraktir semua orang dengan memesan ayam goreng serta cemilan lainnya.
"Astaga, apa kau sungguh cemburu?" Tanya Nyonya Williams tak habis pikir melihat kelakuan anak tertua nya. "Lihat, adik ipar mu saja sampai bengong melihat mu seperti. Benar-benar tidak sesuai dengan penampilan, benarkan sayang?" Tanya nyonya Williams kepada Crystal atau lebih tepatnya meminta persetujuan.
Sedangkan Crystal menanggapinya dengan senyuman. "Ani Eomma, Oppa bener-bener lucu." Ujarnya sambil tersenyum lebar.
"Eomma." sebuah suara berat menghentikan canda gurau mereka, kedua wanita itu serta Kai menoleh kearah pintu yang terbuka- di sana terdapat Sean yang tengah berjalan menghampiri mereka dengan wajah yang sulit diartikan.
"Sean, kapan kau datang?" Tanya nyonya Williams terkejut.
"Baru saja." Jawab Sean dingin.
Nyonya Williams menganggukkan kepalanya mengerti, dia menatap wajah Crystal yang terlihat sendu langsung bisa membaca situasi dengan kedatangan Sean yang tiba-tiba.
"Maaf sayang, Eomma menyuruh Kai menculik Crsytal untuk datang ke rumah. Lagian jika menyuruhmu, pasti alesannya selalu sibuk." Ucap Nyonya Williams dengan wajahnya dibuat bersedih.
Sean langsung menjawabnya dan menatap Kai- Hyung nya dengan tatapan yang hanya Kai saja yang mengetahuinya. "Tak apa Eomma, lagipula 'Istriku' sudah mengirimkan pesan padaku." Ujar Sean dengan penuh penekanan. "Untuk itu aku datang kemari setelah semua pekerjaanku selesai." sambungnya tersenyum.
"Akh, kalo begitu nanti kita buat makanan yang banyak Crystal." seru Nyonya Williams antusias.
"I-ya Eomma." Jawab Crsytal gugup, matanya masih mencuri pandang ke arah suaminya yang masih menekukkan wajahnya.
"Eomma. Bukankah Eomma mau mengajak Crystal ke taman belakang?" ucap Kai yang langsung membuat Nyonya Williams tersadar niat awalnya.
"Ah, Eomma lupa. Kalo begitu kau istirahat saja terlebih dahulu Sean, Eomma ingin mengajak Crystal berkeliling lebih dahulu. Ini juga pertama kalinya Crystal berkunjung, tak apa kan?"
"hn, tak apa. Habiskanlah waktu Eomma bersama Crystal. Lagipula, aku juga ingin berbicara dengan Hyung." jawab Sean.
"Ayo Sayang." ajak Nyonya Williams pada Crystal.
"I-iya Eomma." Crystal mengikuti langkah Eomma mertuanya, sekali menengok kan wajahnya kearah Sean dan Kai berada. Dia khawatir Sean akan salah paham padanya, ditambah apa kata dia tadi, mengirim pesan? Padahal Crystal tak pernah mengatakan bahwa akan ke rumah Eomma. Lalu siapa yang memberitahu Sean? Dan apa maksud tatapan yang diberikan Sean tadi?
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)