NovelToon NovelToon
Terperangkap Cinta Duda Kaya

Terperangkap Cinta Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Duda
Popularitas:48.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Hidup Dara runtuh dalam satu hari.
Pekerjaannya hilang tanpa peringatan. Perusahaan tempatnya kerja kini terancam bangkrut dan harus mem-PHK semua karyawannya termasuk Dara. Kini Dara merasa hidupnya runtuh, karena disaat yang sama Ibunya sedang di rawat di rumah sakit dan butuh biaya yang sangat besar. Di titik terendahnya, Dara hanya punya dua pilihan: bertahan atau menyerah.
Kini Takdir membawanya ke sebuah perusahaan besar, di sana ia menjadi sekretaris pribadi seorang CEO dingin, perfeksionis, dan penuh rahasia.
Pria itu setelah di khianati mantan istrinya tidak lagi percaya pada cinta. Namun sejak kehadiran Dara, sekretaris baru yang berani, tulus, dan penuh tekad, kini hatinya mulai goyah.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Kemarahan Ibu Sandra

Pintu mobil tertutup pelan.

Bruk.

Suasana langsung hening, tidak ada yang berbicara. Mobil hitam itu perlahan meninggalkan mansion keluarga Dirgantara dan melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai ramai menjelang sore.

Di dalam mobil...

Dara duduk diam di kursi penumpang belakang. Tangannya masih menempel di pipi kirinya yang terasa panas. Bekas tamparan Sabrina masih terlihat jelas.

Sedangkan Alexander duduk di sampingnya. Tatapannya terus mengarah pada pipi Dara. Semakin lama Dara yang menyadarinya langsung mengalihkan pandangan ke jendela.

"Saya tidak apa-apa, Tuan."

Alexander tidak menjawab.

"Tuan..."

Masih diam, beberapa menit kemudian.

"Tepikan mobilnya."

Sopir langsung terkejut. "Tuan?"

"Berhenti."

"Baik, Tuan."

Mobil segera menepi di bahu jalan yang cukup sepi.

Dara mengernyit bingung. "Ada apa, Tuan?"

Alexander tidak menjawab. Pria itu membuka kompartemen kecil di samping kursinya. Lalu mengeluarkan sebuah kotak P3K.

Deg.

Dara langsung membeku. "Tuan?"

Alexander membuka kotak tersebut, mengambil kapas steril dan obat antiseptik.

Kemudian menoleh kepadanya. "Dekat sini."

Dara berkedip. "Hah?"

"Mendekat."

Jantung Dara langsung berdegup tidak karuan. Namun melihat ekspresi Alexander yang serius, ia akhirnya bergeser sedikit. Alexander memperhatikan pipinya, bekas jari itu terlihat semakin jelas sekarang.

Rahangnya kembali mengeras. "Dia memukulmu terlalu keras." Suara Alexander terdengar dingin.

Dara langsung menggeleng.b"Tidak separah itu."

Alexander menatapnya, tatapan yang membuat Dara langsung menutup mulut. Pria itu mengambil kapas, lalu dengan sangat hati-hati menyentuh sudut pipinya.

Dara langsung meringis.

"Sakit?"

Dara buru-buru menggeleng. Namun gerakan kecilnya barusan sudah menjadi jawaban. Alexander menghela napas pelan. Lalu melanjutkan membersihkan area yang memerah itu dengan gerakan yang jauh lebih hati-hati.

Suasana di dalam mobil menjadi sangat sunyi, hanya suara lalu lintas samar dari luar. Dan sesekali suara napas Dara yang berusaha tetap tenang.

"Tuan..."

"Hm."

"Saya benar-benar tidak apa-apa."

Alexander tetap fokus pada pipinya. "Menurutmu tamparan sampai meninggalkan bekas seperti ini tidak apa-apa?"

Dara terdiam, beberapa detik berlalu. Lalu Alexander menutup botol antiseptik. Tatapannya masih tertuju pada wajah Dara.

"Kenapa kau tidak melawan?"

Deg.

Dara menunduk. "Itu mantan istri Tuan."

Alexander langsung menjawab. "Belum mantan."

Dara terdiam.

"Tapi sebentar lagi akan menjadi mantan."

Jantung Dara kembali berdegup aneh. Alexander menyandarkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya beralih ke luar jendela. Namun beberapa saat kemudian pria itu kembali berbicara.

"Kau marah?"

Dara mengangkat kepala. "Kepada siapa?"

"Kepada Mommy."

Dara membeku seketika, lalu Dara menggeleng pelan. "Nyonya Sandra hanya melindungi putranya."

Alexander tertawa pendek.

"Tetap saja dia menghina kau."

Dara tersenyum tipis. "Saya sudah terbiasa diremehkan orang lain."

Kalimat itu keluar begitu saja, namun sesaat kemudian Dara langsung menyesalinya. Karena suasana di dalam mobil mendadak berubah.

Alexander menoleh, tatapannya jauh lebih dalam dari sebelumnya. "Jangan biasakan itu." Alexander melanjutkan. "Kau tidak pantas diperlakukan seperti itu."

Jantung Dara berdetak semakin cepat. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Karena sejak kecil, tidak banyak orang yang pernah membelanya seperti ini. Dan Alexander baru saja melakukannya di depan seluruh keluarganya.

Beberapa detik berlalu, lalu Alexander tiba-tiba mengangkat tangannya. Dara refleks menegang, namun pria itu hanya menyelipkan beberapa helai rambut yang berantakan di dekat wajahnya akibat tarikan Sabrina tadi.

Gerakannya sangat pelan, sangat hati-hati. "Dara." Suara Alexander terdengar rendah.

"Iya, Tuan?" Tatapan pria itu tidak berpindah. "Mulai sekarang... jangan biarkan siapa pun menyakitimu seperti tadi."

Dara menatapnya diam.

Sedangkan Alexander kembali bersandar ke kursinya. "Karena lain kali..." Tatapannya berubah dingin saat mengingat Sabrina. "Aku tidak akan semudah ini menahannya."

***

Di dalam mansion Dirgantara...

Pintu utama baru saja tertutup setelah Alexander dan Dara pergi. Keheningan yang mencekam langsung memenuhi ruangan.

Sabrina masih berdiri di tengah ruang tamu. Napasnya memburu. Air matanya belum berhenti mengalir. Sedangkan Ibu Sandra duduk kembali di sofa dengan wajah yang sangat buruk.

Pak Arga berdiri beberapa saat sambil memandang ke arah pintu yang baru saja dilewati putranya. Lalu...

"Sebaiknya kau pergi dari sini, Sabrina."

Deg!

Kepala Sabrina langsung terangkat. "Daddy..." suaranya bergetar.

Pak Arga menatapnya datar. "Sebentar lagi kau bukan bagian dari keluarga Dirgantara."

Kalimat itu terasa seperti palu yang menghantam dada Sabrina. "Daddy..." Air matanya kembali jatuh. "Aku tidak bermaksud..."

"Tidak bermaksud apa?" potong Pak Arga.

Ruangan kembali sunyi.

"Kau menarik rambut wanita lain."

Sabrina menunduk.

"Kau bahkan menamparnya. Dan kau melakukannya di mansionku."

Setiap kalimat Pak Arga terdengar tenang, tetapi justru lebih menyakitkan. "Aku sudah mencoba memahami posisimu."

Sabrina perlahan menangis.

"Tapi apa yang kau lakukan barusan tidak bisa dibenarkan."

Sabrina langsung menoleh kepada Ibu Sandra. "Mommy..."

Tatapannya penuh harapan. Seolah meminta perlindungan, berharap masih ada seseorang yang membelanya. Namun beberapa detik berlalu...

Ibu Sandra hanya menghela napas panjang. "Sabrina." Suara wanita itu terdengar lelah.

Sabrina langsung mendekat. "Mommy, Aku hanya marah..."

"Mommy tahu."

"Mommy tahu, kalau aku mencintai Alex..."

Sandra memejamkan mata sejenak. "Iya, Mommy tahu."

Harapan mulai muncul di wajah Sabrina. Namun kalimat berikutnya langsung menghancurkannya.

"Tapi Mommy juga tidak menyukai sikapmu tadi."

Sabrina membeku. "Mommy..."

Ibu Sandra menggeleng pelan. "Kau model terkenal, Kau dikenal banyak orang." Tatapan Sandra jatuh pada Sabrina. "Tapi barusan kau bertindak seperti wanita bar-bar."

Wajah Sabrina memucat. "Mommy..."

"Mommy memang tidak ingin Alexander menceraikanmu."

Sabrina langsung mengangkat kepala.

"Tapi itu tidak berarti Mommy akan membenarkan semua kesalahanmu."

Air mata Sabrina kembali jatuh.

Ibu Sandra melanjutkan. "Kau tahu apa yang paling membuatku kecewa? Kau kehilangan harga dirimu."

Sabrina membeku.

"Seorang wanita berkelas tidak akan menarik rambut wanita lain." Suara Ibu Sandra terdengar dingin. "Seorang wanita berkelas juga tidak akan menampar orang hanya karena cemburu."

Sabrina mulai terisak.

"Dan seorang wanita berkelas..." Sandra berhenti sejenak. "Tidak akan berselingkuh saat masih memiliki suami."

Kalimat itu membuat Sabrina kehilangan kata-kata.

Pak Arga hanya berdiri diam. Sedangkan Ibu Sandra menatap mantan menantu yang selama ini sangat ia banggakan.

"Mommy tidak suka pada gadis itu."

Sabrina langsung mengangkat kepala.

"Tapi Mommy lebih kecewa padamu."

Air mata Sabrina mengalir semakin deras. Bahkan Ibu Sandra tidak lagi berdiri sepenuhnya di pihaknya.

"Mommy membelamu selama ini." Suara Sandra mulai bergetar. "Mommy memintanya memberi kesempatan untukmu." Air matanya ikut jatuh. "Tapi bagaimana Mommy bisa membelamu sekarang?"

Ruangan menjadi sunyi.

Sabrina perlahan terduduk di sofa, tubuhnya terasa lemas. Karena hari ini ia kehilangan segalanya sekaligus. Suaminya, kepercayaan keluarga Dirgantara. Dan bahkan dukungan penuh dari Ibu Sandra.

"Mommy maafkan Aku."

1
Umi Zein
semoga kamu gak ngmbil keputusan yg salah Nin, kasian Nina di bawah tekanan si tua bangka Frans 🥺
Umi Zein
betul Lex, msalalau biar mnjdi kenangan, skrng masa depan mu bersama Dara jngn lagi tergoda sm masa lalu
Umi Zein
love sekebon sm Dady Arga♥️♥️♥️😍 hrs teges bijaksana kaya Dady dong Momy san🤭🤭😂
Umi Zein
janagn2 dia tuh sengaja diutus buat ngancurin hidup sma perusahaan kamu Lex, soalnya namanya hampir mirip sma nma perusahaan musuh kamu si Fransisco
Umi Zein
dasar orgtua bau tanah licik picik udh siih urus aja perusahaan elo, gak usah ngerushuin hidup org lain. tuh urus perusahaan elo biar tambah maju, jngn malah bikin hidup org gelisah terancam 😏😏
Umi Zein
awas aja ya kak othor ada ulet bulu di antara hubungan Dara Sam Alex 😏😂
Umi Zein
sombong banget siih Mama San ini, emang kebahagiaan anakmu diukur dr status sosial 😏😏🤣
Umi Zein
udh tau kan skrng klo si Dion cm mau enaknya doang mau manfaatin elu, makan tuh lelaki yg elu pilih🤣🤣🤣
Umi Zein
itu namanya memetik hasil dr apa yg kamu Tanama Sab🤣🤣 skrng nikmatin hasilnya. kamu yg berkhianat kamu juga yg merasa tersakiti playing victim 😏😏😂
Umi Zein
ini Mama San msh aja mikirin reputasinya si Sabrina 😏😏 udh tau tuh mantu durhaka, selingkuh ama laki2 lain, msh aja di belain, kurang waras nih mama, bukan belain anak malah mantu Durjana 🤣🤣🤣
Umi Zein
ini wartawan pea, guoblok, kan wkt itu Alex pernah konpersipers ngebuka tentang perselingkuhan Sabrina sm Dion 🫩😏 kok skrng percaya omongan duo penipu 🤣🤣🤣
Umi Zein
hrsnya bangga punya anak yg memiliki hati yg baik bertanggung jawab Sam pasangan dan orgtuanya. lagian kan si Alex udh menang bnyk ngmbil kesucian Dara lebih dlu 😏😂😂
Umi Zein
paragraf yg sama🤣🤣
It's me Sky: maaf ka🙏 maksih sudah bantu koreksi🤭🤣
total 1 replies
Umi Zein
semoga ibu Nadia gapapa. si Sabrina nyari masalah tros😏😏
Umi Zein
eeh trnyata itu kerjaan tim keamanan Alex 🤣🤣 biar kapok Lo Sab 😏🤣🤣
Umi Zein
hele sokk sakit hati😏😏 gak nyadar diri situ yg berkhianat situ pula yg merasa tersakiti. lagian situ kan nikah cm mau morotin harta nya doang 😏😏
Umi Zein
perbuatan ape lu? elu yg buat masalah knp elu mau bales dendam?! Pe'aa emang si Sab😏😏🤣🤣
It's me Sky: oke ka lanjutkan, aku jg nulis di pf Q. kalau minat bisa mampir🤭
total 3 replies
Umi Zein
heleee bohong, dia cm pura2 mau blikan sm kamu Lex, Krn dia mau nguasain harta kamu sm selingkuhananya 😏😏
Umi Zein
yes Daddy mendukungmu, ayo Alex jngn sampai kamu menyesal, bener dikatakan Dadymu. Dara itu jodoh kamu 🥰🥰
Umi Zein
rasakan tuh Sab kamu dipermainkan sm selingkuhanmu. emang enak😏😏 cm di jadiin pemuas nafsunya aja🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!