NovelToon NovelToon
Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cerai / CEO / Tamat
Popularitas:297.3k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Caroline Watson mengorbankan seluruh masa mudanya demi pria yang ia cintai. Ia setia berdiri di sisi suaminya, menyingkirkan impian pribadinya sendiri. Namun pada akhirnya, pria itu justru menceraikannya dengan alasan yang kejam—Caroline tidak mampu memberinya seorang pewaris. Keputusan itu meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Dengan hati hancur, Caroline memilih menghilang dari hidupnya.

Lima tahun kemudian, ia kembali menginjakkan kaki di negeri itu, ditemani seorang bocah laki-laki kecil dengan wajah polos yang menawan.

Kehidupan barunya yang selama ini tenang mulai terguncang ketika mantan suaminya mengetahui kebenaran—bahwa Caroline telah melahirkan seorang putra. Seorang anak yang memiliki darahnya.

Namun kali ini, Caroline bukan lagi perempuan lemah yang dulu pernah ia tinggalkan. Ia telah berubah menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan tak mudah disentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan!!

Caroline mendengarkan caci maki mereka dengan ekspresi tenang dan acuh tak acuh. Namun, kali ini ia merasa perlu menjawab mereka.

Namun, suara ’bang’ yang keras terdengar saat Caroline hendak mengatakan sesuatu.

Semua mata kini tertuju ke arah pintu masuk.

Caroline melihat senyum puas tersungging di wajah kakaknya, Ramos, tetapi hatinya langsung tenggelam ketika ia melihat dua sosok yang sangat dikenalnya muncul di belakang Ramos.

Benarkah!? Kenapa mereka tiba-tiba muncul di sini?’ Caroline benar-benar kehilangan kata-kata. Ia mencoba menenangkan diri, tetapi gagal saat melihat tatapan tajam ayahnya tertuju langsung padanya.

Hobson, yang berdiri di samping Caroline, mendekat dan berbisik, “Nona muda, aku tidak memberi tahu mereka tentang kedatanganmu.” Ia merasa semakin bersalah karena seluruh keluarga Watson ada di sini, padahal mereka jarang sekali muncul bersama seperti sekarang.

“Aku tahu, Hobson… aku tahu…” jawab Caroline lemah. Matanya kini beralih ke kakaknya, Ramos, yang tersenyum lebar ke arahnya. Seketika, ia tahu siapa yang memberi tahu orang tuanya. Pasti dia. Caroline tak bisa menahan sindiran dalam benaknya.

“Benjamin, kau datang tepat waktu,” kata Drake Watson sambil berjalan mendekati Benjamin. “Lihat, putri tak bergunamu akhirnya kembali… Dia datang tepat saat tahu kakeknya dalam kondisi buruk.”

Benjamin berhenti di depan kakaknya, tetapi pandangannya tak pernah lepas dari satu-satunya putrinya, Caroline.

“Kau harus mengajarinya bersikap seperti keluarga Watson! Beraninya dia mencoreng reputasi keluarga kita?” Drake Watson terus meluapkan kekesalannya kepada Caroline.

Senyum puas muncul di sudut bibir Drake saat ia melihat wajah Benjamin perlahan menggelap. Benjamin tidak berkata apa-apa, hanya menatap putrinya dengan amarah yang membara.

“Kau,” Benjamin menunjuk kearah Caroline. “Kemari!!” Suara dalam yang penuh amarah itu yang seketika membuat ruangan itu hening, membuat Caroline merasa tertekan.

Caroline melangkah mendekati ayahnya dengan tenang, meski jantungnya berdegup kencang.

“Ayah, aku—”

Plak!!

Ruangan itu bergema oleh suara tamparan keras, membuat Caroline terhuyung ke belakang. Kepalanya terlempar ke samping akibat benturan itu, dan gelombang rasa sakit menjalar seketika.

Berusaha keras untuk mengendalikan diri, ia mencoba berdiri tegak sambil memegangi wajahnya dengan ekspresi tak percaya.

Rasa perih menempel di pipi Caroline, memancarkan nyeri. Tangannya yang gemetar mengusap pipinya yang ditampar untuk meredakan rasa sakit. Namun, ketika rasa darah terasa di bibirnya, luka lain perlahan menjalar dari hatinya.

Tak mampu berbicara, lidahnya terasa kaku, tertahan oleh campuran amarah dan keterkejutan. Kenyataan pahit ini begitu menyakitkan—ia tak pernah membayangkan ayahnya bisa menamparnya sekeras ini. Hatinya benar-benar hancur.

Berusaha menahan amarah yang membara, Caroline mengangkat kepalanya, menatap langsung tatapan marah ayahnya. Keheningan di antara mereka seolah berbicara banyak saat mereka saling menatap.

Bukan hanya Caroline yang terkejut oleh tamparan itu, semua orang di ruangan itu pun tak percaya Benjamin tega memukul putrinya sendiri sekeras itu tanpa memberi kesempatan baginya untuk menyelesaikan ucapannya.

Ramos Watson, yang berdiri di sudut ruangan, tertawa diam-diam. ‘Kau pantas mendapatkan itu, Caroline, kau memang keterlaluan,’ katanya dalam hati sambil menatap wajah Caroline yang tampak menahan air mata dan ketakutan. ’Dasar perempuan bodoh!’

Setelah beberapa saat berlalu, Benjamin akhirnya memecah keheningan itu.

“Perempuan tak tahu malu!! Kau tidak punya sopan santun?” Benjamin berkata dengan nada marah sambil menunjuk Caroline. Matanya memerah. “Beraninya kau kabur setelah menghancurkan keluarga kita?”

“B-Benjamin, t-tolong berhenti…” seorang wanita berambut abu-abu pendek mengenakan gaun selutut berwarna biru langit memegang tangan Benjamin dengan gemetar. “Jangan memarahinya di sini—” katanya sambil menatap suaminya dengan takut.

Urat muncul di dahi Benjamin saat ia menatap mata istrinya yang berkaca-kaca.

Ia menepis tangan istrinya sebelum berkata, “Gloria, kau hanya memiliki dua anak, tapi kau bahkan tidak bisa menangani putri tak bergunamu ini. Apa yang kau lakukan saat membesarkannya? Kenapa dia tumbuh menjadi perempuan bodoh dan keras kepala seperti sekarang?”

Gloria mengepalkan tangannya erat, menahan rasa takut dan air mata yang hampir jatuh. Ia tak bisa berkata apa-apa dan hanya menundukkan kepala, menghindari tatapan Benjamin.

Caroline benar-benar terdiam mendengar hinaan ayahnya terhadap dirinya dan ibunya.

Ini bukan pertama kalinya Caroline menyaksikan hal seperti ini, dan ia sudah terbiasa dengan pemandangan tersebut, ia tumbuh besar bersama ayah yang dominan dan arogan seperti ini.

Meskipun Caroline merasa kasihan pada ibunya, ia juga merasa kesal. Ibunya selalu lebih menyayangi kakaknya, Ramos, dibanding dirinya, dan setiap kali ayah mereka berlaku kasar, ibunya selalu memilih diam.

Astaga!

Betapa menyedihkannya!!

“Benjamin, hentikan keributan ini. Kita berada di ruang perawatan Ayah…” kata Regina. Ia tak sanggup melihat kakaknya terus menyiksa keluarganya sendiri.

Namun, Benjamin mengabaikan peringatan Regina. Ia menyipitkan mata, menatap Caroline.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau masih tidak tahu kesalahanmu?” Benjamin kembali meninggikan suaranya. “Apa kau ingin aku membuatmu ingat dengan tamparan lagi?”

Caroline mengepalkan tinjunya erat, terlalu marah untuk terus menghadapi keluarganya yang menyedihkan dan hancur ini.

Ia tidak langsung menjawab ayahnya, tetapi ia menatap satu per satu orang di sana—kedua pamannya, bibinya, ibunya, dan Ramos—tanpa ekspresi. Namun, matanya memancarkan sesuatu yang membuat siapa pun yang melihatnya tertegun.

Saat pandangan Caroline jatuh pada ayahnya yang berdiri beberapa langkah di depannya, ia berkata dengan tenang, “Kenapa kalian menyalahkanku atas kegagalan kalian sendiri? Perusahaan kalian hampir bangkrut karena kalian tidak mampu mengelolanya dengan baik—”

Benjamin Watson terkejut melihat perubahan ekspresi putrinya. Sebelumnya ia tampak ketakutan dan sedih, tetapi kini ekspresinya perlahan berubah menjadi dingin membeku, dengan aura tanpa rasa takut mulai terpancar dari matanya.

Kesedihan yang sebelumnya terlihat di matanya kini tergantikan oleh amarah yang membara. Ini adalah pertama kalinya Benjamin menyaksikan sisi dirinya yang seperti ini, membuatnya terkejut sekaligus gelisah.

1
Hanifah 76
Luar biasa
Aidil Kenzie Zie
mampir
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Will kalau memang kamu ingin rujuk karna cinta kenapa ga bilang langsung pada Carol... sudah berulang² kamu mau rujuk hanya karna Leo jadi wajarlah Carol ga bisa nerima lagi kamu karna kalau urusan anak mah tanpa bersatu lagi juga bisa saling kasih perhatian kamu sama Leo.
kasihan Carol kalau harus balikan tapi ga dicintai jadi buat apa
kakdew12: Jangan lupa baca cerita terbaruku yang berjudul
Sistem Papa Terkuat.
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Thor bingung Aku dwnger panggilan Leo kadang ayah kadang daddy padahal manghil Carol mama.🤭🤭

ambyar kemana², mohon di koreksi lagi biar pembaca nyambung dan nyaman bacanya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Noh jawab pertanyaan anakmu Will coba jelaskan yang sebenarnya jangan sampai Leo mendengar dari orang lain dan makin membencimu.

oya Thor Carol sudah bukan Gadis lagi namanya karna dia wanita yang sudah menikah bahkan mempunyai anak jadi ga pas nerapin panggilan itu, maaf kalau tiap komenku banyak protes... Aku hanya sekedar ngasih tau saja kalau soal di dengar atau tidaknya itu terserah Author yang punya cerita.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
panggilan Leo harusnya Papa untuk William kan Thor biar pas dengan sebutan Mamah pada Carol.🙏🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagian aneh rumah sebelahan saja sampe pake mobil segala.. hadeuuhh Carol.🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝙲𝚊𝚛𝚘𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚜𝚎𝚖𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚐𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚒 𝚗𝚎𝚖𝚞𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚐𝚒𝚛𝚒𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚠𝚗𝚎𝚕𝚊𝚗 𝙲𝚊𝚛𝚘𝚕 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊... 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑𝚊𝚗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jelaskanlah tentang hubunganmu dengan si Mery dan anknya karena kalau kamu ga menjelaskannya mungkin Carol akan terus menghindar kecuali urusan kamu dengan Leo.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pecuma kamu terus mengejar Caroline kalau kamu masih tunduk pada orang tuamu Will karna sampai kapanpun kalian ga akan bisa bersama selama kendalimu berada di tangan lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkk... kamu kayak orang gila Will selama ini kamu hidup di mana , kenapa baru sadar sekarang...🤣🤣🤣

terus tuh siluman Mery Mery gimana kelanjutannya, bukannya kamu ada hubungan dengannya sampai kamu konsul ke dr kandung4n di saat ga tepat.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kiWill sok akrab padahal selama pernikahan ga pernah seperhatian itu tapi tiba² karna ada maunya, jangan kasih celah Carol biarkan dia berjuang kalau memang ingin bertemu anaknya tapi kalau urusan hatimu itu di pikirkan lagi karna ada Marcus yang sedang berjuang.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
diihh kamu sendiri yang bersi keras menceraikan Carol tanpa memberi jeda untuk dia kasih tau kamu tapi kamu langsung yang ingin cepat cerai tapi sekarang kenapa nyalahin Carol... nemuin dia saja kamu ga sudi, datang di saat butuh selebihnya kamu kemana saja baru ingat dia sekarang.. perlu di getok cobek biar inget.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kosong sesuai keinginan mu dari 5tahun lalu Will jadi kerasanya sampe sekarang setelah apa yang menjadi milikmu pergi... makanya jangan sia²in apa yang kamu punya hanya karna ego dan nafsu semata.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Carol serba salah, Leo di dewasakan keadaan yang selama ini di jalaninya bersama ibunya dan lingkungannya jadi tanpa sosok ayah dia harus kuat karena merasa sebagai anak laki² dan ga mau nyakitin ibunya kalau dia sebenarnua butuh figur pelindung seorang Ayah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 serba salah ya Carol.. maklum kakekmu terlalu bahagia jadi dia ingin selalu mengikuti cicitnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Leo jenius, akan seru kalau dia berdebat dengan William nanti.🤣🤣🤣
bakal jadi lawan yang seimbang...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor kalau bisa tentukan lagi penyebutan Carol dari Leo mau manggil Carol Mama atau Ibu biar lebih enak bacanya.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
cuma berharap semoga Marcus cepat kembali dan keluarganya mau menerima Carol dan Leo dengan tulus
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmm kakek terbaik yang dukung Carol.👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!