NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: febyanti

Sarah harus menelan pil pahit, suami yang dicintainya malah menggugat cerai. Namun, setelah resmi bercerai Sarah malah dinyatakan hamil.

Kenyataan pahit kembali, saat ia akan mengatakan bahwa dirinya hamil, ia malah melihat mantan suaminya bersama teman wanitanya yang terlihat lebih bahagia. Sampai pada akhirnya, ia mengurngkan niatnya.

Sarah pergi dari kehidupan mantan suaminya. Akankah mantan suaminya itu tahu bahwa dirinya hamil dan telah melahirkan seorang anak?

Ini hanya sekedar hiburan ya, jadi jangan berkomentar tak mengenakan, jika tidak suka skip saja. Hidup itu harus selalu dibawa santai😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

"Berhentilah, jangan seperti ini." Sarah menarik tangan Farhan. "Aku sudah memaafkanmu, Mas. Coba kamu omongin ini dengannya baik-baik, aku tidak tau siapa yang benar dan siapa yang berbohong. Kita berpisah cukup lama," ujar Sarah.

"Aku akan membuktikannya karena aku tidak menyentuhnya," sahut Farhan. "Tunggu aku kembali, Sarah," yakin Farhan.

Sarah menghapus air matanya, ia tidak begitu yakin karena wanita itu telah mengatakan semuanya dari mulai Farhan yang pernah stres. Jika mungkin mantan suaminya tidak merasa, bisa saja dulu saat masih menjadi pasiennya melakukannya.

Terlalu banyak penghalang membuat Sarah berpikir mungkin ini yang dinamakan tidak berjodoh.

"Sudahlah, Mas. Kamu coba saja ikhlas, aku yakin dengan ikhlas kamu bisa bahagia. Jangan terlalu pikirkan Putra, dia pasti bisa mengerti. Hamil atau tidak kamu tetap harus bertanggung jawab."

"Hamil? Celine mengaku hamil padamu? Itu tidak mungkin, Sarah. Selama aku sadar tidak pernah aku menyentuhnya, jangankan itu menciumnya pun aku tidak pernah," jelas Farhan.

"Aku tidak mau pusing memikirkan masalahmu, keadaan Putra seperti ini saja aku sudah sakit." Setelah mengatakan itu Sarah langsung pergi, karena menurutnya ini tidak ada ujungnya.

***

"Ma," ucap Putra.

Tak lama, Farhan pun menyusul dari belakang Sarah. Putra yang tidak tahu apa-apa hanya bisa tersenyum melihat kedua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja.

"Ma, aku ingin pulang. Aku sudah tidak apa-apa," kata Putra yang mulai bosan di rumah sakit. "Aku juga sudah tidak demam." Ucapnya sambil menyentuh keningnya sendiri.

Sarah pun mengecek keadaan anaknya, panasnya memang sudah turun. Tapi ia serahkan semua pada dokter, ia takut terjadi apa-apa lagi jika pulang dengan cepat.

"Nanti Mama coba tanyakan pada dokter dulu ya, apa kamu sudah boleh pulang."

"Papa, kenapa mata Papa merah?" tanya Putra dengan polosnya.

Farhan menyematkan sebuah senyuman tipis. "Ini hanya kelilipan, tak sengaja kena debu," jawabnya berbohong. Karena memang masalahnya dengan Celine belum selesai, ia pun akhirnya pamit dan berpesan kalau Putra sebaiknya dirawat satu hari lagi, wajah anak itu masih terlihat pucat.

"Papa nanti jemput aku ya, aku akan jadi anak baik jika selama Papa menjadi Ayah yang baik untukku," tutur Putra.

"Anak pintar, Papa harus kerja, besok Papa jemput oke?" Kedua lelaki itu adu jotos, setelahnya Farhan mengacak rambut anaknya. "Aku pergi dulu ya, tunggu aku kembali." pamit Farhan pada Sarah.

"Hmm, iya, Mas." Sarah menatap kepergian lelaki itu.

***

Farhan menyusul Celine yang sepertinya sudah pulang ke Jakarta, ia benar-benar harus meluruskannya. Karena ia yakin selama bersamanya tidak pernah sekali pun ia menyentuhnya, termasuk saat sakit. Disaat dirinya sakit selalu dipantau oleh orang suruhan orang tuanya. Sikapnya yang terkadang tidak terkendali dan sering menyakiti diri sendiri.

Sayangnya, Celine gerak cepat dengan keadaannya sekarang. Wanita itu lebih dulu menemui orang tua Farhan, meyakinkan mereka kalau hubungannya sudah terlampau jauh. Sudah dikatakan, ia akan menghalalkan segala cara termasuk membohongi semuanya. Ia terlanjur mengatakan bahwa dirinya sudah tidak suci lagi karena perbuatan Farhan.

Mama Amel sampai shock mendengarnya, ia tak menyangka kalau hubungan anaknya sudah jauh. Namun, ada keraguan dengan pengakuan wanita itu. Ia yakin anaknya tidak seberengsek itu. Batin seorang ibu tidak pernah salah.

"Apa kamu yakin dengan ucapanmu itu, Celine? Kenapa baru sekarang kamu mengatakannya? Ini tidak ada hubungannya dengan Sarah 'kan? Bisa jadi kamu berbuat nekat karena tidak mau kehilangan Farhan?"

"Apa untungnya aku berbohong, Tante? Kejadian itu saat mas Farhan masih sakit, kami sering menghabiskan waktu bersama," jelas Celine tidak ada malunya sama sekali.

"Tunggu sampai Farhan pulang, Tante tidak bisa memutuskan ini sendiri." Amel sendiri merasa beruntung, tidak ada suaminya sekarang membuatnya harus mencari tahu kebenarannya lebih dulu. Sarah menantu yang diinginkannya, jalinan persahabatan antara ia dan ibunya Sarah sangat dekat. Bahkan ia sudah menganggap saudara sendiri. Bagaimana pun sikap Sarah, tidak akan ada yang bisa menggantikannya.

Anaknya sudah sadar, bahwa Farhan tidak bisa hidup tanpa wanita manja itu. Apa lagi sekarang akan adanya Putra di antara mereka, memperkuat bahwa mereka harus bersatu. Dari dulu, Amel tidak begitu yakin dengan ketulusan dokter Celine. Wanita itu memang baik juga pintar, bisa juga pintar berbohong 'kan, pikirnya.

Celine terdiam, mungkin ia tengah mencari alasan untuk memperkuat pengakuannya. Sampai tak berselang lama, Farhan tiba. Ia tidak tahu adanya Celine di rumah orang tuanya, karena ia berniat meluruskan masalah ini dengan orang tuanya terlebih dulu.

"Nah, itu Mas Farhan," kata Celine. Wanita itu masih bisa tersenyum lebar karena ia yakin kalau Farhan tidak akan membatalkan pernikahannya.

"Mas," panggil Celine.

Farhan berusaha bersikap tenang, karena ia tidak boleh meremehkan Celine. Ia harus bisa mendapatkan pengakuan Celine tentang yang dikatakannya pada Sarah itu semua bohong.

"Farhan, coba kamu ke sini. Mama ingin pengakuan yang sejujurnya darimu, masalah ini semakin rumit saja. Sebenarnya Mama tidak ingin ikut campur urusan kalian, tapi berhubung Celine mengadu tentang kamu yang membahas soal Sarah dan anakmu terpaksa Mama ikut meluruskannya juga," jelas mama Amel.

"Ayolah, Mas. Pernikahan kita tinggal menghitung hari, kamu jangan lari dari tanggung jawab. Aku faham dengan masalahmu, aku juga mengerti. Tapi aku menerima kehadiran anakmu juga, Mas. Aku tidak apa-apa, karena pria yang bersamaku saat ini memang sudah menikah sebelumnya. Kamu juga tidak tau dengan keberadaannya 'kan?"

"Sarah yang tidak jujur padamu, jadi bukan salahmu jika akhirnya kamu memiliki seorang wanita yang akan dijadikan istri. Kamu juga tidak bisa meninggalkanku begitu saja, kita sudah ..."

"Sudah apa, Celine? Kapan aku menyentuhmu, kapan kita melakukannya? Kamu jangan ngada-ngada dan buat keadaan semakin panas, aku sedang berusaha memperbaiki diri. Kamu tau dari dulu kalau aku mencintai Sarah, tapi kamu bilang dan mau menemaniku dalam keadaan apa pun. Jika suatu saat terjadi sesuatu, kamu rela merelakanku. Kamu juga bilang, jodoh siapa yang tau?"

"Tutur katamu saat itu manis sekali, sebelum aku mengiyakan rencana pernikahan kita.Tapi kenapa sekarang malah seperti ini? Kamu menyudutkanku seakan-akan aku yang salah apa lagi dengan pengakuanmu yang sedang hamil?!"

"Hamil?" Mama Amel sangat terkejut.

"Aku kira kamu bakal melupakannya, Mas. Aku hanya minta pertanggung jawaban darimu, apa kamu akan melakukan yang sama terhadapku? Membuangku seperti kamu membuang mantan istrimu?"

"Tapi kapan aku melakukannya?"

"Disaat kamu masih sakit, mungkin kamu tidak sadar." Dalam hati, Celine yakin kalau mereka akan percaya dengan pengakuan palsunya. Semoga, dengan begini rencananya berhasil.

...----------------...

Selagi nunggu aku update, kalian bisa mampir di karya temanku juga.

Karya : Naviza

Judul : Eternal Enemy

1
asy
dasar dokter gila
Siti Saodah
kaya nya ini jodoh si bar bar deh
Siti Saodah
🤣🤣bukan tongkat tapi itu itu ular cobra
Siti Saodah
nah semoga itu jodoh Ramdan
Siti Saodah
ini lah hebat nya ibu nya Farhan,,dia sangat cerdik,,,dari pada anak nya
Siti Saodah
si Farhan gak bisa bersikap dewasa banget ,,dulu di cerein gara gara manja,,dan dapat di hasut wanita lain,,sekarang giliran udah pisah dan dia udah mau nikah ma yng lain,,malah pengennrujuk gak punya pendirian
Siti Saodah
kalo Kemang Farhan cinta ma Sarah,,harus nya tidak usah banyak menuntut,,atau kalo memang pingin masakan istri kan bisa ngomong pelan pelan suruh belajar masak
Siti Saodah
apapun alasan nya jangan mau di ajak rujuk Sarah,,setida nya kasih pelajaran sedikit pada laki kaya gitu
Siti Saodah
semoga Sarah bertemu dengan jodoh yang lain,,jangan sampe balik lagi sama Farhan thor
Siti Saodah
harus nya kamu sudah tau waktu menikahi nya klo dia gadis manja,,lagian itu sudah kewajiban suami memanjangkan istri nya apalagi kalo suami nya mampu
Dewi Dama
saya sdh beberapa x baca movel..ini...
terimksh..thorrr...cerita nya bagus...
Febyanti: terimakasih selalu bolak-balik membacanya 😊
total 1 replies
Giantini
sudahlah Sarah lepaskan saja laki"pecundang ,GK tegas mcm Farhan tu..TK kn km mau makan cintanya Farhan LG..dasar bodoh
Giantini
klo Sarah mau diajak rujuk bener"bodoh dan telmi
Giantini
dasar perempuan bodoh mcm Sarah udah dicaraikan masih aja cinta mati..makan tu cinta Sarah gedek q klo baca perempuan nya GK punya harga diri
astro
muter muterrrr
Nurul Aeni
kayanya Akio jodohnya farah niiihh🤭
Henny Purwati
gusti
kui critoku
asli
Reader
yaah eee la kesel bagian ini, buat laki plin plan jumawa aja!? perasaan pecundang aja gt laki klo mau lamar/ ajak balikan, kek yg hrs 'meminimkan resiko' ditolak PENGECUT!Toxic, pengecut!
Maftu Chah
suamiku.....🤣🤣🤣🤣 di pinjam Mak othor
Suyatno Galih
bgni ni 2 tokoh di bikin bloon, tanpa bertanya buat kesimpulan sendiri jd sok tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!