NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diagnosa Patah Hati dan Teori "Bipolar" Ikan Pindang

Suasana rumah Bagas setelah kepulangan dari Jepang bukannya makin tenang, malah makin kayak pasar tumpah. Koper-koper masih terbuka di tengah ruang tamu, oleh-oleh gantungan kunci kucing keberuntungan bertebaran di lantai, dan aroma terasi dari cobek Mama Ratna masih membekas kuat di gorden.

​Liam duduk di sofa satu-satunya yang nggak kena tumpukan baju kotor. Memakai kaos polo biru gelap yang rapi, kakinya disilangkan dengan elegan, dan matanya fokus ke layar laptop.

​"Mas, lo bisa nggak sih taruh daster lo itu di tempat cucian? Secara psikologis, lingkungan yang berantakan itu memicu hormon stres. Gue baru dua jam di sini, kortisol gue udah naik lima persen liat tumpukan kain itu," ujar Liam tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

​Bagas yang lagi asyik nyuapin Supra pake sisa sushi dari bandara cuma nyengir. "Duh Liam, lo tuh kelamaan di Australia jadi kaku kayak roti gandum. Ini namanya Artistic Mess, Li. Kekacauan yang bernilai seni. Lo liat nggak posisi daster itu? Itu membentuk formasi awan kumulonimbus, melambangkan harapan gue akan masa depan!"

​Liam menghela napas panjang, kemudian menutup laptopnya pelan. "Harapan masa depan lo itu butuh deterjen, Mas. Serius deh, gue kesini buat tenangin diri karena abis putus, eh malah ketemu simulasi gangguan jiwa tiap hari."

​Dira keluar dari kamar sambil bawa handuk. "Sabar ya Liam. Gue aja udah lebih dari setahun dampingi abang lo, sekarang gue udah mulai bisa bedain mana suara hantu asli sama suara perut Bagas kalau lagi laper."

​Tiba-tiba, bel rumah berbunyi dengan brutal. Ting-nong-ting-nong-ting-nong!

​"ENERGI POSITIF DATANG!" teriak sebuah suara dari luar.

​Pintu terbuka dan muncullah Manda dengan gaya nyentriknya. Kali ini Manda pake kerudung panjang transparan warna ungu dan bawa botol semprotan yang isinya air rendaman batu giok.

​"Gas! Gue ngerasa ada awan mendung di rumah lo! Pasti gara-gara cowok 'logika' ini ya?" Manda langsung menunjuk Liam pake botol semprotannya.

​Liam menaikkan alisnya, menatap Manda dari atas sampai bawah. "Manda, kan? Gue denger lo itu spesialis frekuensi. Boleh gue nanya sesuatu yang rasional? Kenapa lo ngerasa air di botol itu bisa ngerubah mood seseorang, padahal secara kimiawi itu cuma H2O yang lo kasih batu?"

​Manda langsung duduk di meja depan Liam, nggak peduli sama aturan kesopanan. "Duh, Liam ... lo ganteng-ganteng kok otaknya kayak kalkulator toko bangunan sih? Ini bukan cuma air. Ini air yang udah gue kasih afirmasi positif pas bulan purnama kemarin. Lo itu lagi patah hati, Li. Frekuensi lo lagi drop ke level bawah tanah. Lo butuh disiram biar mekar lagi!"

​"Gue nggak butuh disiram, Manda. Gue butuh waktu buat memproses breakup ini secara kognitif. Gue lagi nerapin metode Self-Reflection," balas Liam tenang, tapi matanya nggak lepas dari mata Manda.

​"Halah, self-reflection apaan? Lo itu cuma lagi nahan nangis sambil baca buku tebal biar keliatan pinter, kan?" skakmat Manda sambil nyengir lebar.

​Liam tertegun sebentar. Sedikit terpojok karena omongan Manda ada benarnya. "Oke, mungkin ada sedikit denial di situ. Tapi itu lebih sehat daripada lo muter-muter bawa batu sambil nyanyi lagu pemanggil hujan di ruang tamu orang."

​"Eh, jangan salah! Gara-gara nyanyian gue, Mas lo ini bisa ke Jepang loh!" seru Manda bangga.

​Jaka tiba-tiba masuk sambil membawa kotak pizza. "Woi! Berhenti debat! Liam, lo mending bantuin gue diagnosa si Supra deh. Sejak balik dari Jepang, dia jadi sombong banget. Masa dikasih ikan pindang pasar dia malah buang muka? Apa dia kena Post-Holiday Blues atau dia emang udah ngerasa jadi artis Hollywood?"

​Liam berdiri, mendekati Supra yang sedang duduk di atas lemari. Liam memperhatikan kucing itu dengan saksama. "Sebenernya simpel, Jak. Supra itu ngalamin Positive Reinforcement pas di Jepang. Dia dikasih makanan enak terus sama Mr. Tanaka. Sekarang pas balik ke Jakarta, dia ngalamin penurunan kualitas hidup yang drastis. Dia lagi protes. Secara perilaku, dia lagi ngelakuin aksi mogok makan sebagai bentuk negosiasi biar lo beliin dia salmon lagi."

​"Tuh kan! Apa gue bilang!" seru Bagas. "Supra itu cerdas! Dia pinter diplomasi!"

​Manda malah ketawa. "Nggak, Li. Supra itu cuma lagi kangen sama kucing betina Jepang yang dia temuin di lobby hotel kemarin. Gue liat aura asmara di ekornya masih ketinggalan di Shinjuku."

​Liam geleng-geleng kepala. "Man, secara biologis, kucing emang punya insting kawin, tapi mengaitkan aura asmara di ekor itu bener-bener ... lo dapet teori dari mana sih? Komik fantasi?"

​"Dari sini!" Manda nunjuk jantungnya sendiri. "Ilmu lo itu di otak, makanya lo pusing pas diputusin. Ilmu gue di sini, makanya gue tetep happy meskipun nggak punya pacar!"

​Liam tersenyum tipis. Kali ini senyumnya beda, ada sedikit ketertarikan (atau keheranan) liat cewek seajaib Manda. "Oke, gue akuin confidence lo tinggi banget. Tapi lo tau nggak, secara psikologi, orang yang terlalu ceria kayak lo itu kadang-kadang cuma buat nutupin rasa kesepian yang mendalam?"

​Ruangan mendadak hening. Manda yang tadinya cerewet langsung diem. Menatap Liam dengan tatapan tajam yang sulit diartikan.

​"Lo ... lo baru aja nyoba nge-diagnosa gue, Li?" tanya Manda pelan.

​"Gue cuma nanya berdasarkan observasi klinis," jawab Liam santai, kembali duduk dan membuka laptopnya. "Tapi kalau lo ngerasa kesinggung, berarti observasi gue ada benernya."

​Bagas dan Dira saling lirik di dapur.

​"Gila, Ndoro ... Liam berani banget nyentil Manda," bisik Bagas.

​"Ini baru seru, Pir. Selama ini kan nggak ada yang berani debat lawan Manda. Liam itu kayak pawang yang bawa jaring buat nangkep kupu-kupu liar kayak Manda," sahut Dira semangat.

​Manda tiba-tiba berdiri, dia nggak marah, malah makin penasaran. "Oke, Liam si Psikolog Ganteng. Besok malam ikut gue ke Pasar Malam deket komplek. Gue mau liat, seberapa hebat otak lo itu nganalisa energi di tempat paling rame dan paling berantakan di Jakarta. Lo berani nggak?"

​Liam mendongak, menatap Manda dengan tantangan. "Kenapa nggak? Sekalian gue mau liat seberapa efektif kristal lo itu buat ngusir nyamuk di pasar malam."

​"Deal!" teriak Manda sambil nepuk meja.

​Bagas langsung motong. "Gue ikut! Gue mau pake daster edisi terbatas gue buat pamer ke tukang odong-odong!"

​"GAK BOLEH!" teriak Manda dan Liam barengan.

​Bagas langsung kuncup. "Duh, kok gue berasa jadi anak tiri di rumah sendiri ya, Ndoro?"

Misi Penyembuhan Liam dimulai dengan cara yang sangat tidak terduga: debat ilmiah vs mistis lawan Manda. Sementara itu, Mama Ratna menelepon dari rumahnya, mengabarkan bahwa dia baru saja menemukan resep Ramen Terasi buat disajiin ke Liam besok pagi.

​Liam yang denger sayup-sayup suara mamanya di telepon cuma bisa mijet pelipisnya. "Mas, boleh nggak gue pindah ke apartemen aja? Gue ngerasa kewarasan gue lagi dikeroyok massal di sini."

​"Nggak bisa, Li! Kontrak lo sama Mama itu sebulan! Nikmatin aja sirkus ini!" tawa Bagas menggelegar.

1
𐘍ʏᴀɴɢ ᴢᴇ
manusia bernafas pake paru", kamu laper harusnya yang kenyang perut gas🤣
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Liam kamu tumben otaknya pintar ngga kayak yang lain
Aku kamu tak terpisahkan
Jaka jangan mengantuk jadi di semprot sama Bagas
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
bagas bagas haus kan karena kebanyakan makan sate kambing 🤣🤣🤣🤣
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cie liam terpesona smaa manda wkwkwk
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
mimpi yang indah iya bagas malah dibangunin 🤣🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©мυмυ•§͜¢•🦢🍒
wah langsung seger si liam di ajak kencan🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
hahaaaa bner kaya bagas riset asmara🤣🤣🤣🤣
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Bagas jangan mimpi terus buruan sahur
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hahaa Jaka kena semprotan bagas😅😅🤣
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Bagas ayo semangat berpuasa baru juga hari kedua
@Yayang ♡ Risa
Bagas mending borong kerupuk sama kalengnya sekaligus jangan cuma di mimpiin saja
🏡⃟ªʸA'day with Jun/ᵐᵘᵐᵘ
tumben alrm bunyi liam bangun🤣🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
cuma bisa ketawa pas bagian manda nahan kantuk wkwkw
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Jaka jangan mengantuk nanti kamu di tinggal sendirian oleh para jamaah
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝
Aku cuma ngakak pas bagas mimpiiin kerupuk kaleng🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jangan ikutan bagas nnti ganggu🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
mandan mandan ada aja celotehan nya🤣
Risa Istri Cantik
Manda ayo gas pepet Liam terus
Suamiku Paling Sempurna
Liam otaknya kamu kebagian banyak saat pembagian otak ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!