NovelToon NovelToon
Gagal Nikah

Gagal Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:51.4k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Arkendra Zivan Mahendra seorang laki-laki yang berhati dingin dan terkenal dengan sikapnya yang anti perempuan. Bukan tanpa alasan laki-laki sukses dan kaya raya itu di juluki anti perempuan. Hal itu karena di masalalu, dia pernah di kecewakan oleh seorang perempuan yang berstatus calon istrinya.

Di hari pernikahan Kendra harus menelan pil pahit jika calon istrinya memilih meninggalkan dirinya dengan pria lain. Hal itu menjadikan Kendra trauma akan pernikahan dan malas berdekatan dengan perempuan.

Sampai di mana dia bertemu dengan seorang seorang perempuan yang menarik hatinya. Siapakah perempuan yang berhasil membuat Kendra berani untuk mengambil hatinya?

ikuti kisahnya ...
Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sindiran Ranti

Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, Dania yang sejak semalam tak bisa tidur karena melihat perubahan sikap Kendra semalam membuat dirinya khawatir.

"Bismillahirrahmanirrahim, semoga tuan muda sudah lebih baik." Dania mengetuk pintu kamar Kendra tiga kali.

Sekian lama di depan pintu kamar Kendra, Dania belum dapat jawaban dari si tuan muda. Hal itu membuat hatinya semakin cemas. Dia pun nekat membuka kamar Kendra.

"Tuan...tuan muda, saya masuk yaa..!" masih saja tak ada jawaban dari dalam sana.

Dania perlahan melangkah masuk kedalam kamar dan kemudian menutup pintu kamar dengan perlahan .

Langkah Dania semakin lebar dan memindai kondisi kamar yang terlihat terang. "Apa tuan muda sudah bangun?" Dania menatap ke arah kasur milik Kendra yang terlihat kosong. Dia berpikir jika Kendra sudah ada di dalam kamar mandi. Tapi, Dania mencoba mendengar suara dari kamar mandi tapi tak terdengar tanda-tanda ada orang di dalam.

Dania dengan ragu membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong.

"Hah...ternyata kosong, kalau dia nggak ada di kamar, terus kamar mandi, lalu dia di mana?" Dania berpikir sejenak dan kemudian dia melangkah lagi ke kamar dan melihat pintu balkon yang terbuka.

"Apa jangan-jangan dia di balkon?" Dania segara melangkah ke arah balkon dan benar, dugaannya tidak meleset, sekarang dia bisa melihat sosok Kendra yang terlihat sedang menghisap nikotin yang ada di jarinya.

"Tuan, anda...

" Ada apa?" Kendra langsung menoleh ke arah Dania dan melihat wajah Dania yang melihat cemas. " Wajah mu kenapa? Apa yang terjadi?" Kendra beranjak dari tempat duduknya dengan wajah panik nya. Langkahnya sempoyongan mendekati Dania.

"Stop tuan!! Anda mabuk! Jawab tuan, Jadi semalaman tuan disini buat mabuk! Astaghfirullah..!!' Dania menggelengkan kepalanya melihat Kendra yang terlihat kacau pagi ini.

"Aku nggak mabuk, siapa yang mabuk hemm? Aku hanya minum sedikit, kepalaku pusing. Kamu tidak tahu bagaimana stres nya aku saat kamu menolak ku, sekarang..aku sudah membuang semuanya, apa kamu masih nggak percaya, hemm? Bahkan semalam kamu tidak menemui ku.." Dania menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.

"Tuan, bukan saya nggak mau menemui tuan, saya hanya memberikan ruang untuk tuan berpikir dan kembali mempertimbangkan apa yang tuan katakan pada saya kemarin."

" Siapkan pakaian kerja ku." bukannya menjawab ucapan Dania, Kendra memilih meminta Dania menyiapkan pakaian kerjanya.

Hal itu membuat Dania ingin menolak tapi, Kendra bahkan sudah hilang dalam pandangan nya dengan secepat kilat.

"Astaghfirullah, CK...cepat amat dia ngilang.." Dania hanya bisa bergumam sembari merapihkan meja yang ada di balkon dengan banyaknya puntung rokok yang ada di asbak dan juga sebuah botol wine yang sudah kosong dan satu lagi yang terlihat masih utuh.

----------------

Dania dengan cekatan menyiapkan pakaian kerja untuk Kendra. Tak lama Kendra keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang lebih fresh.

"Tuan, saya kebawah dulu.." Dania yang baru saja ingin melangkah di tahan oleh Kendra.

"Tunggu dulu, kamu tetap di sini. Kita turun sama-sama, sebentar..

Kendra mengambil pakaian yang sudah Dania siapkan untuknya. Dia masuk ke dalam ruang ganti. Tak lama dia kembali lagi dengan tampilan yang sudah terlihat lumayan rapi.

"Pakaikan !" Kendra menyodorkan dasi miliknya pada Dania.

Tanpa membantah, Dania mengambil dasi yang di sodorkan Kendra padanya. Dania yang tingginya hanya sebatas bahu Kendra, sedikit kesusahan untuk memasang dasi. "Tuan, bisa sedikit bungkuk nggak..saya nggak sampe.."dengan mengerucutkan bibirnya Dania meminta Kendra membungkuk kan tubuhnya.

"Makanya jangan jadi orang pendek, susah kan?"

"CK.. ngeledek, siapa juga yang mau jadi bocah pendek..kan memang sudah dari sananya." Kendra terkekeh mendengar ucapan Dania dan bahkan terlihat wajah Dania yang begitu menggemaskan untuk Kendra.

"Nggak usah monyongin gitu bibirnya, mau aku cium..hemm!"

Dania melebarkan matanya mendengar ucapan Kendra yang terdengar vulgar. "Dasar mesum..!" Dania mengumpat dengan terang-terangan di depan Kendra.

Bukannya marah, Kendra bahkan terkekeh melihat ekspresi lucu gadis yang membuat dirinya lupa diri.

"Eeeggghhh..uhuk uhuk uhuk...

Kendra tiba-tiba saja terbatuk-batuk karena ulah Dania. Gadis itu mengikat dari di leher Kendra dengan kencang sampai leher Kendra serasa tercekik.

"Dania!! Kamu mau bunuh aku, hah!!" Kendra dengan cepat mengendurkan ikatan dasinya yang begitu kencang di ikat oleh Dania.

"Habisnya tuan bikin kesel mulu. Sudah kan, kita turun sarapan!!" dengan cepat Dania melangkah meninggalkan Kendra yang masih terlihat membenarkan posisi dasinya dan merapihkan penampilan nya.

"Tunggu, woiii !!" Kendra meneriaki Dania yang buru-buru keluar dari kamar Kendra.

Kendra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Dania yang selalu membuat kejutan setiap harinya.

Kendra pun melangkah menuju lantai bawah untuk bergabung dengan keluarga nya untuk sarapan.

"Pagii...!" Kendra menyapa keluarganya yang sudah siap untuk sarapan di ruang makan.

"Pagiii...!"

Mereka pun menjawab sapaan Kendra dengan menatap ke arab Kendra sesaat.

"Gimana sayang, kamu sudah lebih baik?" Kendra hanya mengangguk mengiyakan perkataan sang mama.

"Maaf tuan, sarapannya.." dengan cekatan Dania meletakkan piring berisi sarapan untuk Kendra di depan laki-laki itu.

"Hemmm...nanti siang, tolong kamu antar makan siang ke kantor Ni.."

"Baik tuan.." Dania dengan patuh menjawab perintah Kendra dan kemudian melangkah mundur di belakang Kendra beberapa langkah.

"Sepertinya kamu kurang tidur Ken, kalau ada waktu istirahat..jangan lupa istirahat. Jangan terlalu di forsir.." ucapan Oma Ranti membuat Kendra menatap sang Oma.

"Oma nggak perlu khawatir, Ken baik-baik saja."

"Bagaimana Oma nggak khawatir lihat kamu kemarin, hemm? Kalau ada yang mengganjal di hati kamu, atau ada masalah.. Cobalah cerita sama Oma. Kamu nggak perlu ragu buat cerita ke Oma, sebagai orang tua Oma tahu betul apa yang menjadi perang batin kamu." Kendra tersenyum tipis mendengar ucapan sang Oma.

"Terimakasih Oma, Insyaallah..Ken baik-baik saja. Oma nggak perlu khawatir. Jangan sampai Oma sakit karena mikirin Ken loh, nanti yang ada Ken sedih kalau Oma sampe sakit karena Ken.."

"Benar kata Ken Bu, jangan sampai ibu sakit karena kepikiran Ken, ibu juga harus jaga kesehatan ibu.." Yunita ikut bicara menimpali ucapan putranya itu.

Ranti menatap sang menantu lalu menghela nafas panjang. " Ibu nggak akan khawatir sama Ken, kalau saja kamu juga paham akan perasaan anak kamu Nit, ibu nggak mau kamu dan Dimas ikut campur dengan urusan jodoh Ken kedepannya. Ibu hanya ingin lihat Ken bahagia dengan caranya. Bukan bahagia atas paksaan kedua orang tuanya." ucapan Ranti sontak membuat Yunita menghentikan suapannya dan menatap ke arah suaminya yang terlihat santai memakan sarapannya.

Bersambung

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Nar Sih
pasti mama mu punya rencana buat jodohin kmu dgn sonia ,yg pasti nya gk berhasil ,makasih kak udah di lanjut lgi cerita dania nya 🙏
Rahma Inayah
GK ngaca yunita ni dl dia dr org kalangan bawah naik derajat stlh nikah Sama Dimas .trs maks Kendra hrs pnya istri yg selevel tp Oma lbh Suka Ken SM dania
Nazwa Azzahra
lanjut
Rahma Inayah
kukira ceritanya di gantung tau nya tiba2 liat Ado notif novel favorit. ku up senang nya .mmg GK kapok tu mantan si Kendra .semoga dia mendaptkn hukuman yg setimpal
Nar Sih
alhamduliah kendra selamat dri obt setan itu ,makasih kak puspa udh lanjut lgi cerita nya ,walau bnyk tipoo ☺️nama kekasih kendra nia kan kak ,semagatt kak di kawal hingga ending👍🥰🥰
Puspa Arum: Terimakasih kak sudah ingatkan🙏
total 1 replies
Sry C'cipit Tea
mksh KA udah balik lagi...tp aku Ampe lupa yg jebak siapa ,,,kekasihnya siapa... nama nya sama KA...🙏🙏🙏Nadia semua...
pacar ny kan dania
Nar Sih: bnr kak nama kekasih kendra dania yg di panggil nia
total 1 replies
Nar Sih
cerita nya bagus kak moga bisa up sampai end 👍☺️
Puspa Arum
Nanti di usahakan up lagi yaa
Nar Sih
lanjutt kak puspa ,aku bca nya maratonn lho ,jgn di gantung lgii ya kakk🙏🥰🥰
Nar Sih
semoga ngk terjdi hal yg blm boleh kalian lakukan😂
Nar Sih
untung nya kmu cpt sadar ya dania ,sblm kalian kebablasan ,dosa lho blm waktu nya😂
Nar Sih
👍👍terima ya dania,
Nar Sih
tenang mas gading pawang nya udah dtg tuh😂pasti mrh nya bosmu hilang
Nar Sih
sabarr,,tenang nia ,tuan muda yg bikin spot jantung ya
Nar Sih
cerita kak puspa selalu sip👍sayang nya q telat bca ,jdi maraton nih kak☺️
Nar Sih
masih selamat kmu dania cuma di cium sama tuan muda mu yg lgi mabuk
Nar Sih
mampir kak ,walau telat😂
Jingga Pelangi
mana torr kok g ada lnjutan y
Rahma Inayah
Kendra msh aja bodoh GK waspada hrs nya km tau klu Nadia pasti ada yg dia rencanakn otak mu pinter buat di pake bisnis tp urusan jebakan km kalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!