NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Selingkuh / Nikah Kontrak / Obsesi / Chicklit
Popularitas:360.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Imas Gustina

Harap bijak dalam membaca.

seorang wanita muda yang harus berjuang untuk kesembuhan ayahnya dan biaya kuliahnya ia rela bekerja sebagai kencan bayaran.

Dia hanya mau menemi mereka jalan dan sekedar senang-senang dengan tamannya. saat itu ia harus berkencan dengan lelaki yang sangat tampan tapi sangat cuek. bahkan wajahnya terlihat dingin dan kaku. Berbagai hal tak terduga pun terjadi. Dia bertemu dengan sosial laki-laki yang tiba-tiba mengajaknya menikah?

Yeri menyetujui permintaan itu. Hanya demi yang dia rela menjadi istri kontrak seorang tuan muda kaya. Namun, dalam perjalan pernikahan banyak sekali godaan. Saat binih-binih cinta mulai muncul. Masa lalu datang mengacaukan semuanya. Pihak keluarga menentang hubungan, dan Adik yang diam-diam, mencintai Yeri.

Seperti apa kisah mereka? Apa hubungan mereka hanya sebatas kontrak? Atau, berlanjut lebih jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malas

Setelah pernikahan sudah selesai. Semuanya berjalan dengan lancar. Kehidupan Arga sekarang mulai berubah. Mau tidak mau dia harus satu kamar dengan Yeri. Tapi, itu hanya formalitas saja. Arga dia

Arga menarik selimut yang masih membungkus tubuh Yeri.

"Isshh.. Apa, sih!" kesal Yeri. Dia menarik kembali selimutnya.

"Kenapa kamu jam segini belum juga bangun?" tanya Arga.

"Kenapa? Terserah aku mau bangun jam berapa?" Kesal Yeri. Yang masih memejamkan kedua matanya.

"Terserah kamu? Lebih baik sekarang, kamu pergi dari rumah ini. Jangan buat aku malu. Keluargaku datang, dan kamu kasih tidur." Arga menarik kembali selimut Yeri.

Yeri menggeram kesal. Dia menghela napasnya kasar. Terpaksa membuka matanya, mendengar ocehan Arga membuat telinganya terasa sangat gerah. Yeri mengeluarkan napas dari sela-sela bibir yang terbuka.

"Ada apa?" tanya Yeri.

"Di perjanjian tidak ada larangan untuk bangun kesiangan. Kenapa kamu bawel sekali." Yeri melemparkan bantal tepat mengenai wajah Arga. Dia kembali melanjutkan tidurnya.

Arga hanya bisa diam. Dia memejamkan kedua matanya beberapa detik. "Sudahlah lebih baik kamu bereskan bajumu. Kita pindah rumah!"

"Terserah!" ucap Yeri. Dia hanya mengangkat kepalanya. Dalam waktu beberapa detik saja. Arga berhasil meredakan emosi dalam dirinya.

"Baiklah, jika kamu tidak keluar sekarang. Aku tidak akan membayar uang perawatan ayahmu. Aku akan cabut semua peralatan yang di gunakan." ancam Arga. Dia melemparkan kembali bantal di tubuh Yeri. Dia membalikkan badannya, duduk di atas sofa.

Kedua nata Arga tertuju pada Yeri yang masih terbaring di ranjang. Dia bahkan tidak pedulikan Arga meskipun dirinya mengancam.

"Kamu yakin tidak peduli?" tanya Arga.

"Terserah, jika kamu batal melakukannya. Maka aku akan membatalkan pernikahan. Lebih baik aku cari laki-laki lain." ancam balik Yeri.

Arga menggerakkan giginya kesal. Dia menghela napasnya beberapa kali. Kali ini Yeri benar-benar menguji kesabarannya. Baru saja menikah sudah membuat ulah. Arga berusaha untuk tetap sabar. Jika dirinya marah. Terdengar sampai telinga nenek. Pasti dia akan marah. Tidak, bisa bayangkan lagi bagaimana jika Oma marah.

Arga bangkit dari duduknya. Dia tidka mau banyak bicara lagi. Arga membiarkan Yeri berada di dalam kamar. Kedua kaki jenjang itu melangkah dengan sangat santai. Penuh dengan gaya, Arga melirik ke samping. Dia melihat Yeri yang masih saja titidur.

"Bangunlah, itu lebih baik." kata Arga. Di Menghela napasnya. Dan, beranjak duduk manatap Yeri .

"Iya, aku bangun sekarang ," kata Yeri.

Yeri membuka matanya. Dia menyipitkan matanya beberapa detik. Melihat ke arah pintu yang terdengar tadi sudah tertutup kembali. Yeri melebarkan matanya. Saat dia tahu jika Arga sudha keluar. Dalam hati ingin melompat kegirangan. Akhirnya Yeri bisa bernapas begitu leganya sekarang. Dia bisa bebas di kamar. Dirinya memang tisak suka jika ocehan Arga yang selalu mengiyakan.

Yeri info bebas sehari tampa Arga. Tanpa harus mengingatkan lagi ini itu,.

"Kemana dia?" tanya Arga. Dia merasa begitu aneh dengannya. Yeri menghela napasnya beberapa kali. Menjauhkan tubuhnya di atas ranjang. Kedua nata menatap ke atap langit kamarnya.

Yeri bangkit duduknya. Dia segera berdiri. Mengingat lagi jika dirinya tidak berada di tempat yang salah. Dia harus lebih menyesuaikan diri.

"Dia pasti marah padaku," ucap Yeri. "Yidak biasanya Arga seperti itu. Dia pasti mencari gara-gara padanya. San, Kenapa sekarang dia hanya diam dan pergi?" Yeri berpikir sangat keras.

"Apa dia memikirkan soal cucu itu?" tanya Yeri. Berbagai pertanyaan muncul di otaknya. Yeri tidak bisa lagi mengontrol pikirannya. Kepalanya semakin penat. Dia memegang kepala. Menggelengkan kepala. Sambil mengerjapkan kedua matanya.

"Non Yeri, anda bisa keluar sebentar!" suara Bi Inem dj luar pintu seketika mengejutkannya. Dia terbangun dari lamunannya.

"Ada apa?" tanya Yeri.

"Oke mencari non Yeri."

"Oma?" tanya Yeri.

"Iya, non!"

"Dimana tuan Arga," tanya Yeri.

"Dia sudah berangkat kerja." kata Bi Inem.

Yeri tersenyum tipis.

"Baik, bilang pada oma. Jika aku ama segera kekuar Mau mandi dulu!" teriak Yeri.

"Baik, non!"

Tak lama ponselnya berhenti. Yeri yang baru saja mengambil handuk. Pandangan matanya tertuju pada ponsel di atas ranjangnya. Sebuah pesan dari Arga.

Yeri segera mengambil ponselnya. Membaca pesan itu.

"Segera datang ke ruanganku sekarang juga. Aku tidak mau jika kamu terus tidur bangun siang!"

Yeri melebarkan matanya. Dia menggerak kesal. Hidupnya yang baru saja merasa enak. Dia harus punya ini suatu berkerja lagi. Ini hal yang paling dirinya benci.

Jemari tangan Yeri mulai menyentuh layar ponselnya. Dia membela drngan cepatnya. "Iya, iya!" jawab pesan itu.

Yeri melemparkan ponselnya di atas ranjang. Dan, berlari menuju ke kamar mandi. Merendahkan kepalanya yang mulai panas banyak sekali pikiran yang mengganggunya.

Setelah selesai mandi. Yeri bersiap berpakaian setali mungkin. Dia menggunakan baju yang baginya sudah paling sopan. Yeri merias wajahnya denga make up tipis yang saat ini melekat di Wajah cantiknya.

Yeri melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Dia berhenti tepat di depan pintu. Dia beberapa menit. Memikirkan ada yang ketinggalan atau tidak. Seketika kedua mata itu melotot. Saat dirinya mulai teringat tas hitam di atas meja rias miliknya. Dia berpakaian begitu anggun. Yeri berlari mengambil tas. Menatap cara berpakaian beberapa menit. Sebelum memutuskan untuk pergi dari rumah itu.

"Aku harus temui oma dulu!" kata Yeri. Dia melangkah menuju ke kamar Oma. Kedua mata itu menatap ke arah kamar Oma yang sepertinya sudah terbuka.

Yeri mengerutkan kedua alisnya. Dengan langkah snagat hati-hati dan penuh waspada. Tidak ada orang lain selain dirinya berada dikamar itu.

"Menantu kesayangan, oma!" ucap Melly. Dia menyambut kedatangan Melly yang masuk kedalam kamar. Kedua nata Yeri berbinar seketika.

"Kamu sudah lama menunggunya?" tanya Yeri.

"Duduklah!" pinta Oma. Yeri mengangguk satu kali. Tanpa bisi menolak perintah dari oma. Meskipun Arga sepertinya terus menghubunginya. Yeri memastikan sebentar hanya bicara dengan oma beberapa menit.

"Yeri, kamu sudah siap buat cucu.?" tanya Oma. Dia menatap ke arah Yeri. Yeri mengerjaokan kedua matanya beberapa kali. Wajahnya tampak kikuk. Kedua

mata itu pak ha v begitu berharap punya cicit.

"Tapi, Omma."

"Jangan menolak. Kamu dan Arga sudah jadi istri sah."

Yeri terdiam menggerutu salam Hatinya. Jika akh antar dua pasti dia marah jika tau masalahnyaGerutu Yeri. Pikirannya benar sangat kacau sekadang.

Yeri tertunduk lesu. Jika dia tahu batasan nya. Dia pasti gabu apa yang harus di lakukan. Dia bergumam dalam hatinya sendiri.

"Gimana?" tanya Oma memastikan. Dia menepuk bahu Yeri. Yeri yang sedari tadi melamun. Dia tak sadar oma sudah di depan matanya

1
Ros Simbolon
semakin seru.
Ros Simbolon
Buruk
Ratnasihite
Kecewa
Ratnasihite
Buruk
Jamila Jamila
ceritanya bagus tapi penasaran dengan lanjutanya
Dewi Rani
apakah tdk ada kelanjutan Thor.. semangat thor
Tuti Pujiastuti
blm ada lanjutan nya yaa
Tuti Pujiastuti
blm ada lanjutan nya yaa
Dewi Rani
episode baru nya mana thor
Bella Fitriani Jufri
yeri yg tegas dunk JD perempuan, jangan mau diinjak harga dirinya Ama cowok modelan macem arga
Wulan Ulan
Luar biasa
Wulan Ulan
Lanjut Thor
Wulan Ulan
Ceritanya makin seru aj nie Thor...
semangat terus thor
Kholifah
bgus ceritanya sangat menarik
Nur Umalah
mana lanjutnya thor
Selmi Wedita Sanam
bagus
Nella Setiawan
lanjut dongg
Sakura
kak imas cantikku. lanjut dong kak.
Adhaini Aik
lanjutannya
Darka Darka
lanjut 🥰 jangan digantung 🙏🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!