NovelToon NovelToon
SUARA HATI BENING

SUARA HATI BENING

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: ekha dewi

Berkali-kali dia gagal menikmati indahnya bahtera rumah tangga, tidak membuatnya putus harapan dan terhenti untuk melangkah.
Dia percaya tuhan memberikan cobaan pasti setara dengan kemampunnya.

Dia bangkit dari kegagalan rumah tangganya yang pertama, Sehingga dia kembali mendapat cobaan besar, dan di tuntut untuk bersabar dan ikhlas, saat dia harus bangun dari terpuruk hidupnya, ketika dia mendapat cobaan di tinggalkan suami tercinta untuk selamanya, membuat dia terlatih untuk terus tegar dan Akhirnya bertemu dengan cinta sejatinya.

Menceritakan kisah gadis yang bernama Cantika Bening Rahayu(Bee), yang mencari cinta sejati dalam pernikahannya.

Yuk ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ekha dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlarang.

🍂🍂

Masih pov Yoda.

Setelah kepulangan dari rumah Lusa, aku segera mencari cari alamat rumah Della.

Aku ubek-ubek perkampungan padat penduduk, dan aku meminjam motor bebek Reno. agar aku bisa menyalip gang gang sempit.

Aku berdiri di depan pintu warna coklat lusuh. rumah yang begitu kecil, kumuh, untuk sebuah rumah siswa yang mampu kuliah di kampus ternama.

Aku menggedor gedor pintu rumahnya. mengucap salam beberapa kali, namun tidak ada sahutan dari dalam.

Tetangga-nya Della menghampiri ku, "Cari siapa mas?" tanya tetangga yang rumahnya paling dekat dengan Alamat rumah Ardela.

"Aku cari teman ku Della bu, apa benar ini rumah nya?" tanyaku antusias. sambil menilik wajah yang menghampiriku.

"Iya betul mas, namun sudah pindah dari dua hari yang lalu! ? Namun sempat ada saudara-nya juga pernah datang kesini."

Sahut tetangga Della. serius.

"Apa saudara yang kesini perempuan bu?" tanya ku semakin penasaran.

Aku makin nggak ngerti kemana sebenarnya Della pergi, aku terdiam cukup lama, berpikir kemana Ardella pergi.

"Oh iya Aku baru ingat mas, disini ada temannya yang satu kampus. namanya Sella." sahut ibu paruh baya itu, memberiku sebuah petunjuk.

"Dimana rumahnya bu?"

Tanya ku semakin penasaran.

"Di belokan dekat pos satpam, di depan belok kiri, ada rumah berwarna cat ungu, di situlah biasanya dia kumpul."

Sahut ibu tetangganya Della. tersenyum kearahku. aku membalasnya lalu menekan starter motornya Reno.

"Makasih bu aku pamit pergi ya," aku memutar si bebek kesayangan Reno.

Tepat di rumah ungu yang di cari, aku mengucapkan salam berkali-kali.

Dari dalam gadis seumuran Della keluar.

"Cari siapa mas?"

D-duh di kira mungkin aku tukang paket online aku ingin tertawa sendiri.

"Apa benar ini rumah Sella?"aku bertanya hati hati.sambil menatap wajah gadis di depanku. "Iya mas memang ada apa?"

Sahutan Sella di iringi kerutan di alisnya.

"Apa Sella punya teman bernama Ardella." tanyaku dan dia mengangguk.

"ada mas emang kenapa?"

"Apa kamu tau dia kemana, dan dimana?"

Sella berpikir lama, entah apa yang ada di pikirannya.

"Jangan khawatir, aku teman kampusnya dia, namun, beda jurusan." sahut ku jujur.

"Oh pantes, aku belum pernah ketemu kamu." Sahut Sella berucap sambil menyodorkan alamat Della yang baru.

"Tapi jangan kasih tau dari aku ya!" aku mengangguk, lalu pamitan pergi. "Terimakasiih ya Sella!"

"Sama sama." balas Shella, lalu dia masuk kembali kedalam, lalu terdengar menutup pintu rumahnya.

Aku mencari cari alamat rumahnya, dan ternyata tak begitu jauh dari rumah yang belum aku tempati, yang ku beli pakai uang tabungan ku sendiri.

Aku mengucapkan salam tepat di halaman rumahnya. ceklek pintu terbuka, aku langsung bersi tatap dengan wajahnya, yang selama berhari-hari aku tak bisa melihatnya, aku bahagia melihat dia baik baik saja.

"Dell...kenapa kamu menghilang hah? Aku cari cari kamu kemana mana, tapi tidak ada." sahutku dengan mimik wajah khawatir. aku mendekat kearahnya menunggu jawaban dari bibirnya.

"Kenapa kamu mencari wanita kotor seperti ku?" jawab Ardella, dia menunduk tidak melihat kearahku.

Aku memeluknya dengan urai air mata, aku begitu mencintainya ternyata, walau dengan segala kekurangan dalam dirinya, hati ku nggak bisa berbohong kalau aku memang mencintainya.

Aku melihat air mata di sudut matanya, aku menciumnya, dan kembali aku merekatkan pelukan ku.

"Aku mencintai mu Ardella." ucapku pelan namun pasti masih bisa di dengar oleh telinganya.

🌸🌸

Setelah kejadian itu, aku makin dekat, dan semakin dekat. aku ingin membawa dia ke depan mama, namun aku tidak kuasa, dia selalu menolak ajakan ku, Hingga aku tak kuasa harus memaksa gadis yang aku cintai.

Malam semakin larut, aku duduk di ruang TV sambil menonton siaran yang tidak jelas, aku menunggunya dia keluar kamar, dan seperti biasa kami menonton bersama.

Hingga udara makin sunyi akal sehat ku hilang, entah di bawa kemana, aku berjalan pelan, melangkahkan kaki menuju dapurnya. rasa haus ku mencoba mendorongku membuatku semakin berani, aku berjalan menuju ke dapurnya.

Aku mengambil air minum, dan meneguk habis satu gelas penuh, aku merasakan kerongkonganku adem, setelah selesai dengan maksudku, aku kembali berjalan menuju keruangan depan, dan saat melewati pintu kamarnya, ternyata pintu kamarnya, tidak tertutup, aku mencoba memberanikan masuk, dan aku duduk di sisian ranjangnya.

"Sedang apa sayang?"

Tanya ku, dia hanya memainkan smartphone di tangannya.

Aku melihat dia berbeda, lebih cantik dan ayu malam ini. aku menyibak rambutnya agar tak menghalangi wajah cantiknya.

"Sayang"

Aku semakin mendekat, untuk pertama kalinya aku mencoba duduk lebih dekat, dan apa yang bisa di lakukan pria dan wanita di atas usia 19+ duduk di kamar berdua......

Dia lebih pintar dari ku, dia, membawa pada perasaan menuntut lebih, seluruh nadi ku berdenyut.

Untuk pertama kalinya bagiku, berdua dengan wanita dalam satu ruangan tanpa orang ketiga.

Aku bertanya, "Apa aku keterlaluan?"

Dia menggeleng, kami, merasakan dunia berbeda, aku bahagia bisa mengenal lebih dalam pada diri Ardella.

Hawa menjadi panas, AC di kamarnya seolah tidak berpungsi, kami bertemu dunia lain, yang sebelumnya belum pernah aku temukan.

jeng...jeng..jeng...

Aliran darah ku memompa lebih cepat, saat dia tidak menolak semuanya.

hingga kami terus terbuai dalam ke hilapan, masa bodo, aku tidak peduli itu, yang penting aku bisa memilikinya.

"khilap."

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku aku tidak tahu entah sejak kapan aku melihat wajah kami begitu dekat, pandangan kami makin berkabut.

Permainan terlarang, coba ku masuki.

"Sayang bolehkan?"

Tanya ku antara sadar dan tidak, Ardella hanya memberi isyarat anggukan, aku merasa mendapat angin segar, dia tidak menolakku dan aku berpikir dia juga mungkin mempunyai perasaan yang sama padaku.

kami melakukan penyatuan dan ternyata dia masih bersegel, hingga dia menggores punggungku saat kami melakukan penyatuan bersama.

"Sayang kamu masih virgin." Ardella mengangguk, "kenapa kamu bohongi aku?" aku bertanya heran, bukankah dia, aku tidak berpikir jauh, apalagi, dia terdiam tidak menjawab ucapanku, Ardella masih asyik pada pemikirannya, aku tidak berpikiran buruk, mungkin dia masih merasakan kesakitan pikirku.

"Maaf kan aku telah merusak mu, bahkan aku lelaki bajiangan itu." aku menunduk merasakan malu, dan jari telunjuk Kekasih ku menempel di bibir ku.

"Aku mencintai mu."

Suara Della terdengar begitu merdu.

Dia tersipu mengucapkan hal itu.

Aku di kelilingi ribuan kupu-kupu aku bahagia mendapat pengakuan itu.

"Ayo kita menikah sayang." Aku memberi ketenangan pada kekasih ku, tapi dia masih diam tidak mau menjawab ajakan ku. "Aku akan bawa kamu ketemu keluargaku." aku memberi ketenangan padanya.

Aku tidak menyesal melakukan ini semua, karna aku memang sudah mencintai dia sebelum kejadian ini pun, dan aku berharap ini jadi pengikat untuk ku dan Della.

hingga kami tidur pulas dengan perasaan senang yang hinggap di dadaku, aku memiliki dia seutuhnya. aku tidak tahu apakah dia juga mencintaiku atau tidak, namun melihat dia tidak menolakku aku sangat yakin kalau dia mencintaiku.

hingga pagi menyapa kami begitu menikmati kebersamaan itu.

*****

Dan dari sinilah hidupku di mulai semakin tidak terarah. hidup dalam dunia kotor, tak bisa memilih mana nafsu mana cinta, imanku tergerus oleh sebuah petaka, yang ku buat dengan sengaja, membawa nama cinta sebagai pedoman perbuatan tercela.

Hari-hari berlalu begitu saja, yang terpikir hanya sebuah nama cinta yang entah membawanya akan ke dunia seperti apa, ntah luka atau bahagia, namun harapannya, kebahagiaan yang sempurna.

Bersambung..

1
Ekha
😭
Lutfi f
aku suka bgt novel ini
Nila
makasih KK Thor untuk karya terbaiknya.
Nila
Imran 😰😰😰😰💪👍
Nila
jangan sama Yoda dong
Nila
🌹🌹
Nila
Ikbal cucu nya kan 💪👍
Nila
aku nangiss sendirian dah 😰😰😰❤️❤️💪💪👍
Nila
aku ikut nangis
Nila
Alhamdulillah ❤️❤️💪👍
Nila
Allah jangan biarkan kejahatan dan maksiat merajalela 😰😰😰
Nila
👍💪❤️
Nila
nanti Della kena penyakit'berbahaya Yoda bisa ketularan 😰😰😰
Nila
kalau sudah tiada baru terasa
Nila
bagus
Bening wanita hebat dan kuat
Nila
nikmatilah kehancuran mu yoda
Nila
jangan bodoh terus dong Thor
Nila
Yoda kurang
Nila
buruan Thor Yoda ketahuan orang tuanya. jangan bening terus menderits
Nila
biarkan bening Bahagia Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!