NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:27.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Menikah tanpa dasar cinta, akankah bertahan lama ?

Kalaupun berjuang hanya seorang diri, mungkinkah akan bahagia ?

Fira menerima perjodohannya dengan Bara. Namun setelah menikah, Bara memberikan Fira beberapa lembar kertas perjanjian pernikahan mereka. Bara berkuasa atas segala peraturan yang dibuatnya.

"Kenapa kau melakukan semua ini hah?" tanya Fira, gemetar penuh emosi dan tak menyangka.

"Karena aku, tidak pernah menginginkan kehadiranmu!" seru Bara, menyentak Fira.

Bagaimanakah kelanjutan kisah antara Bara dan Fira ?

Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama atau Fira menyerah begitu saja ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidurlah

Malam hari nya, Bara menelpon, dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan Fira, namun dokter nya berhalangan karena sedang berada di luar kota. Akhirnya Bara menelpon tukang urut langganan keluarganya.

Satu jam berlalu, bel rumah berbunyi, Bara yang sedang bersama Fira di ruang Tv, langsung bergegas membukakan pintu apartemen mereka.

Dan seorang ibu paruh baya, sudah berdiri di hadapan Bara. Dia Bu Asih, salah satu tukang urut yang terkenal di daerah itu. Bara pun mempersilahkan Bu Asih untuk masuk. Mereka pun masuk, dengan Bara yang berjalan terlebih dahulu, menuntun Bu Asih untuk menemui Fira.

“ Silahkan bu duduk ” pinta Bara, Ia kemudian pergi ke dapur, mengambilkan minum untuk Bu Asih.

“ Malam bu.. ” sapa Fira dengan senyuman manis nya.

“ Malam juga neng ” jawab Bu Asih tersenyum.

Kemudian Bu Asih mengeluarkan perlengkapan untuk mengurut dari tas nya.

Bara kembali, membawa segelas air dan beberapa cemilan di atas nampan. Kemudian ia menyimpannya di atas meja, dan mempersilahkan Bu Asih untuk mencicipinya.

Bu Asih kini berpindah tempat, duduk di dekat Fira.

“ Maaf ya neng ” Bu Asih mengangkat kedua kaki Fira, dan memposisikan di lahunannya.

Kini Bu Asih mulai, mengoleskan minyak dan lotion di kaki Fira.

“ Aw... ” jerit Fira, ketika Bu Asih mulai memijitnya.

Sedangkan Bara, ia duduk di sofa sambil melihat Bu Asih yang sedang mengurut kaki Fira.

“ Kenapa bisa keseleo neng ? ” tanya Bu Asih.

“ Tadi saya kepeleset di dekat kolam renang bu ” jawab Fira.

“ Makanya, jangan ceroboh ” timpal Bara, yang sedang memperhatikan mereka.

“ Ini kan gara-gara kamu lihatin aku ” kilah Fira.

“ Emang aku lihat apaan ? ” jawab Bara, sambil mengerutkan kedua alisnya dan menyungginkan salah satu sudut bibir nya.

Fira hanya diam, dengan wajah nya yang cemberut, kesal akan Bara.

Bu Asih yang melihat sedikit gemuruh di antara kedua pasutri ini hanya tersenyum, menahan tawa.

“ Kenapa Bu ? tanya Fira, penasaran karena melihat Bu Asih yang sedari tadi senyum - senyum sendiri.

“ Engga.. saya cuma inget suami saya dulu ” jawab Bu Asih.

“ Memangnya kenapa bu ? ” tanya Fira, yang masih penasaran.

“ Engga apa – apa neng ”

“ Cerita aja bu, biar ngurutnya sambil dengerin cerita hehe ” ucap Fira dengan penuh harap.

“ Jangan memaksa ! ” timpal Bara. Fira hanya melirik sebentar ke arah Bara, dan mendelikan kedua matanya. Dengan bibir nya yang seperti sedang menggerutu, tanpa suara.

“ Aku gak maksa ko, Cuma penasaran aja ” kilah Fira.

“ Ya sudah saya ceritain ” jawab Bu Asih.

Fira yang mendengar jawaban bu Asih, seakan bersemangat menyiapkan telinga nya untuk mendengarkan cerita Bu Asih.

“ jadi dulu itu waktu saya sama suami masih baru nikah, kita sering berantem tapi cuma berantem cekcok hal hal sepele. Saya sama suami sering marahan, karena dulu kita nikah di jodohkan, jadi masih banyak banget perbedaan di antara kita ”

“ Oh.. jadi Bu Asih, dulu nikah karena perjodohan ya ” ucap Fira.

“ Iya neng, malahan awal nikah sempet pisah kamar sampai 3 bulan ”

“ Ko sama ” gumam Bara dalam hati, yang dari tadi ikut mendengarkan cerita Bu Asih.

“ Ko bisa pisah kamar bu ? ” tanya Fira dengan polos nya.

“ Pisah kamar, ya.. karena kita berdua emang belum suka dan gak nyaman aja, tapi perlahan lahan, semakin lama rasa suka dan sayang di anatara kami tumbuh dengan sendirinya. Mungkin karena sering nya bertemu, hidup dalam satu atap yang sama, apalagi ketika sudah punya anak, kita berdua jadi lebih harmonis dan tentunya saling menyayangi satu sama lain. ”

“ Eh iya... neng Fira udah hamil belum ? ”

“ Emmh.. engga, ehh maksud nya belum ” Jawab Fira dengan suara pelan di ujung kata.

“ Oh iya neng Fira sama Tuan Bara sudah berapa lama nikah ? ”

“ Masih baru Bu, 3 mingguan ” jawab Fira.

“ Lagi anget-anget nya ya neng, pengantin baru. Ibu do’a ini semoga kalian cepat di beri momongan ya.. biar makin lengkap keluarganya ” ucap Bu Asih, dengan senyuman.

“ Mau hamil gimana, tidur aja masih pisah ranjang ” gumam Bara dalam hati, sambil berdehem.

Fira hanya tersenyum, menganggukan kepalanya. Dan melirik ke arah Bara sebentar, dengan tatapan tak suka.

***

Selesai mengurut, Bu Asih berpamitan kepasa Fira dan Bara. Kemudian Bara mengantarkan Bu Asih sampai pintu, sekaligus memberikan sebuah amplop putih yang berisi uang, sebagai tanda terimakasih kepada Bu Asih.

Kini Bara kembali menghampiri Fira yang masih berselonjor di atas sofa. Diraihnya remote Tv yang tergeletak di atas meja, dan Bara langsung menekan tombol off untuk mematikan Tv.

“ Kenapa dimatikan ? ” tanya Fira.

“ Sudah malam, cepat tidur ” Bara kembali menyimpan remote itu di atas meja.

Kemudian Bara merengkuh tubuh Fira, berniat untuk memboyongnya ke kamar.

“ Eh... mau apa kamu ? ” tanya Fira.

“ Kau mau ke kamar tidak ? ” Seru Bara

“ Aku bisa jalan sendiri ” Fira menjauhkan tangan Bara dari tubunya. Namun Bara tetap bersikeras untuk mengangkat tubuh Fira. Akhirnya Fira pun menurut dan kini bara memboyong tubuh Fira menuju kamar nya.

“ Ke kamar ku saja ” ucap Fira. Namun Bara tak memperdulikan, ia terus berjalan membawa Fira dalam pangkuannya, masuk ke kamar milik Bara.

Bara membaringkan tubuh Fira di atas tempat tidur.

“ Sudah tidurlah, jangan banyak bicara ” seru Bara.

“ Apa ! belum juga bicara sudah di larang ” gumam Fira dalam hati.

Kemudian Bara ikut membaringkan tubuhnya di samping Fira. Dengan refleks Fira menjauhkan tubuhnya dari Bara, dan ia menyimpan satu guling di tengah tempat tidur mereka.

“ Untuk apa ini ? ” tanya Bara, yang kini bangun dan menyender di bahu ranjang.

“ Pembatas untuk kamu dan aku ” ucap Fira.

“ Ini tempat tidurku, kau tak berhak membuat peraturan semaumu ! ”

“ Apa kau sudah lupa ? dengan perjanjian kita waktu itu hah ? ”

“ Aku lah yang berkuasa disini, begitupun dengan peraturan di rumah ini ! ” seru Bara dengan penuh penekanan.

“ Lelaki gila, sebentar baik sebentar galak ” gumam Fira dalam hati.

“ Ya sudah kalau begitu aku mau pindah ke kamar ku saja ” Fira bangun hendak menurunkan kaki nya ke lantai, namun Bara menarik tangan Fira hingga Fira kembali terbaring di tempat tidur.

“ Diam ! ” sentak Bara. Fira yang melihat wajah garang Bara seketika langsung diam tak berkutik.

“ Bara mendekatkan tubuhnya di samping Fira, ia menarik sedikit, dagu mungil Fira, dilihatnya dengan tajam, wajah Fira yang begitu cantik dan mulus.

“ Astagfirullah apa yang ingin dia lakukan ” deg deg, jantung Fira seketika memompa lebih cepat, perasaannya tak karuan, apalagi kini posisi wajah mereka hanya berjarak 5cm. Bahkan hembusan nafas dari hidung Bara, terasa sampai ke pori-pori pipi Fira.

Perlahan Bara mendekatkan bibir nya ke dekat bibir Fira, dengan posisi masih memegang dagung Fira. Fira yang merasa tak nyaman, ia dengan refkeks memejamkan kedua matanya, dan dengan susah ia menelan salivanya.

Bara yang melihat ekspresi wajah Fira yang seakan ketakutan, ia menyunggingkan sebelah sudut bibirnya, tersenyum jahat, seakan ingin tertawa melihat nya.

“ Dasar gadis bodoh ” pikir nya.

“ Jauhkan wajahmu ” ucap Fira pelan.

“ Apa ? coba lebih keras ” ucap Bara, sengaja memancing Fira.

Kemudian Fira mendorong tubuh Bara, namun Bara tiba-tiba mendekap Fira. Dan dengan reflek Fira menjerit ketakutan.

“ Aaaa.... jangan seperti ini ” teriak Fira. Bara yang melihat reaksi Fira, seakan ingin tertawa, kemudian ia melepaskan dekapannya, dan sedikit menjauh dari tubuh Fira.

“ Kenapa hah ? ” Bisik Bara di sebelah telinga Fira.

“ Jangan seperti itu, jauhkan tubuhmu ” lirih Fira.

“ Ingat aku ini suami mu ! aku berhak atas dirimu ! ” ucap Bara pelan, dengan penuh penekanan.

“ Ta – ta – tapi... kita kan sudah berjanji untuk ... ” ucapan Fira terhenti, karena tiba – tiba telunjuk Bara di tempelkan di bibir sexy Fira, menahannya agak tidak terus berbicara, kemudian Bara melepaskannya kembali.

“ Diam ! atau bibir ku yang akan membungkan bibirmu ! ” bisik Bara di telinga Fira. Fira yang mendengar ucapan Bara, seketika menutup bibirnya dengan kedua tangannya, dan matanya seketika membulat bagaikan bola ping pong.

“ Sudah, tidurlah ” Bara menjauhkan dirinya dari tubuh Fira, kemudian ia terlelap terlebih dahulu, dengan posisi membelakangin Fira.

Sementara itu, Fira masih terjaga. Pikirannya masih tidak tenang dengan apa yang sudah di perbuat suaminya hari ini.

“ Lelaki aneh, kadang baik, kadang galak, kadang perhatian, kadang menindas. Ya Allah... semoga aku bisa bertahan dengannya ” gumam Fira dalam hati, ia menarik nafas begitu dalam. Perlahan ia pun terlelap.

.

.

.

.

Bersambung ~~~

1
Brayen
aku ko berasa kasihan sm si fira😥
Dikdik Suarna
Luar biasa
Siti Aprila batubara: alurnya lambat! cerita kurang greget
total 1 replies
SisAzalea
Dion &fira
Laila Yusra
kok ceritanya, serta kebetulan
Laila Yusra
ok
Neulis Saja
sudahlah Raina akhiri saja jgn memaksa cintanya laki2 yg sdh tdk mencintaimu karena kalau dipaksakan juga kamu akan tersakiti dgn cinta
Neulis Saja
kamu itu waktu bara belum cinta sama kamu, kamu bertekad utk menyelamatkan pernikahanmu tapi setelah bara bertekad utk melepas hubungannya dgn pacarnya kamu tdk tega dan merasa berdosa lebay amat kamu itu
Neulis Saja
next
Neulis Saja
si bara apa maksudnya dgn menyuruh Dion utk membawa surat perjanjian antara bara dgn Fira? yg dihawatirkan akan dijadikan senjata oleh Raina dan apa betul Fira seorang wanita yg tangguh, hebat dan pemberani kukira salah alamat kalau utk diucapkan ke Fira, dia perempuan biasa aja gak ada yg istimewa?
Neulis Saja
Fira, you have to believe that your husband already loves you. trust me please 🙏
Neulis Saja
in my opinion Raina, you don't need to remember him anymore, you just need to remember yourself about what steps to take in the future 🙏
Neulis Saja
raina silahkan cari info tentang kegalauanmu agar hati, perasaan dan perbuatanmu menjadi seiring dgn kebenaran, agar tdk merugikan hidupmu tdk selalu yg kita inginkan terwujud jadi jalani saja takdirmu dan selalu berdua dan berdoa, how do you agree with my statement?
Neulis Saja
a good person is not someone who never makes mistakes, but when he makes a mistake he wants to change for the better
Neulis Saja
Allah has a beautiful plan for your soul mate Dion, i'm sure Dion Will find his true love. Hopefully 🙏
Neulis Saja
ini masalahnya tak seberat yg dibayangkan oleh mereka berdua, karena diantara mereka berdua punya hubungan disebelum terjadi pernikahan dan dlm hubungannya tdk melampaui batas2 atau norma2 adat ketimuran apalagi agamanya yg paling berat itu jika diantara keduanya ketika menjalin hubungan dgn menghasilkan anak diluar nikah misalnya atau yg perempuan ketika menjalani n hubungan sampai hilanngnya keperawanan misalnya akibat hubungan bebas jadi kalau hrs terbuka ya wajarlah kalau mereka berdua punya pacar masing2 sebelum pernikahan utk bicara terus terang masalahnya dimana ? kan bara juga tdk akan melanjutkan hubungannya dgn pacarnya, don't make life difficult !
Neulis Saja
bara, you show that you have ended your relationship with Raina
Neulis Saja
maybe from here there be Will an explaination to fira about bara and Raina in the past. hopefully 🙏
Neulis Saja
bara, you lie and then there Will be more lies, until when?
Neulis Saja
ya bagi muslim cipika cipiki yg bukan muhrim berdosa kamu kan bara muslim wajar katamu tapi tdk dlm ajaran Islam seorang muslim hrs menjaga sikap no kiss, no hug let alone free sex !
Neulis Saja
sudahlah cinta tdk bisa dipaksakan kalaupun bisa dipersatukan ada hati yg tersakiti, berdolah melalui jalur langit pasti Allah mengabulkan keinginan hambanya 🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!