Anjani, seorang aktris multitalenta yang terpaksa menerima pinangan kakak angkatnya atas perjodohan yang diatur orang tua. Sekian tahun menikah, tak ada sentuhan apapun yang terjadi. Pria bernama Mahaka Wiratama itu sibuk dengan wanita yang ia cintai.
Di tahun ke 5 pernikahan, Anjani nekat kabur dan hidup sendiri. Semua itu berkat bantuan Devan, sahabat Mahaka, tetapi masalah baru justru hadir dalam hidupnya.
Hampir setiap malam ia merasakan kehangatan seorang pria dalam tidurnya. Ia bahkan harus kehilangan mahkotanya, tapi Anjani tak pernah tahu siapa yang melakukannya.
Semuanya semakin rumit saat dirinya dinyatakan hamil dan vidio asusilanya dengan seorang pria misterius tersebar di jagad maya. Hidup Anjani hancur dalam sekejap, lalu apa yang akan ia lakukan demi bisa memperoleh harga dirinya kembali.
Follow Instagram El khiyori
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El khiyori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Keduanya tiba di kamar milik Anjani, namun saat Mahaka hendak kembali mendekat tangan wanita itu langsung menahannya.
"Apa yang kau inginkan Mahaka?" tanya Anjani dengan raut sedih.
"Kau masih bertanya apa yang kuinginkan? tentu saja kau dan anak kita."
"Kenapa baru sekarang kau menginginkanku?! setelah aku melihat semua hal buruk yang kau lakukan dengan Amelia!!"
Mahaka pikir Anjani sudah bisa menerimanya, tapi ternyata rasa cemburunya terhadap Amelia masih sangat besar.
"Bukankah tadi aku sudah mengatakan. Karena beru sekarang aku bisa memilikimu seutuhnya."
"Omong kosong!! aku di sampingmu sejak dulu, aku selalu mencintaimu tapi kau memilih menyakitiku dengan Amelia!!" hardik Anjani yang membuat Mahaka mendekat dengan tiba-tiba lalu memeluknya.
"Lepaskan aku Mahaka!! jelaskan padaku kenapa kau tega mengkhianatiku bertahun-tahun!!"
Anjani kembali berteriak histeris meski Mahaka masih mendekap tubuhnya.
"Aku akan jelaskan, tapi kau tidak boleh emosi seperti ini. Tenanglah Anjani .... "
"Tak ada wanita yang bisa tenang jika memiliki suami sepertimu!!" sahut Anjani sambil membalas tatapan mata Mahaka.
"Sekarang aku sadar kalau semuanya memang salahku, aku minta maaf, tapi bukan berarti aku bisa melepaskanmu apalagi untuk dekat dengan Devan."
"Kenapa? apa harga dirimu terasa di injak-injak saat aku memilihnya."
"Diaaammm!! Jangan mebyebut namanya di depanku!!" teriak Mahaka yang membuat Anjani terkejut setengah mati.
Ia sungguh tak menyangka Mahaka akan semarah itu. Tak sampai di situ. Saat ini Mahaka menarik tubuhnya lalu mendudukkannya di atas meja.
"Kau tak tahu kan bagaimana perasaanku selama ini dan kenapa aku lebih mencintai Amelia?!"
"Lepaskan aku Mahaka, itu bukan urusanku!!" ujar Anjani yang berusaha melepaskan diri dari kukungan Mahaka namun gagal karena pria itu benar-benar tak mengizinkannya untuk pergi.
"Jangan pernah berpikir bisa lepas dariku, atau aku akan menghamilimu lagi ... dan lagi ... agar kau ingat kalau satu-satunya pria yang berhak atas dirimu adalah aku."
Mendengar itu Anjani yang semula memberontak kini terdiam. Perlahan ia kembali menatap pria di hadapannya.
"Apa maksudmu?"
"Masih bertanya? kau pikir aku sudi mengakui benih orang lain sebagai darah dagingku? itu tidak akan pernah terjadi Anjani. Anak yang ada dalam rahimmu adalah anakku ... anak kita ... dan akulah satu-satunya pria yang pernah menyentuhmu."
Sebelum Anjani kembali bertanya, Mahaka sudah lebih dulu mengambil ponselnya. Menscrol layar benda pipih itu beberapa saat sebelum akhirnya menyerahkannya pada Anjani.
Perlahan namun pasti, sebuah vidio berputar di ponsel tersebut dan saat adegan seseorang masuk ke kamar di apartemennya, Anjani langsung membungkam mulutnya sendiri karena terkejut sekaligus tak percaya.
"Ini kauuu ... bagaimana .... "
Kali ini Mahaka melepaskan kukungannya. Bibirnya tersenyum samar sebelum akhirnya ia beranjak dari hadapan Anjani. Setiap detik dalam adegan tersebut benar-benar membuat Anjani hampir gila.
Pria di dalam video berdurasi panjang itu adalah Mahaka. Benar-benar Mahaka. Ternyata feelingnya selama ini tidak salah. Ia bisa merasakan bagaimana dahsyatnya sentuhan Mahaka. Rasanya sama seperti saat ia disentuh pria asing di dalam apartemennya.
Meski vidio tersebut belum terputar seluruhnya Anjani memilih meletakan ponsel di tangannya dan beranjak mendekati Mahaka yang ada di balkon.
"Kau, bagaimana bisa berbuat segila itu?! lalu kenapa selama ini kau membohongiku bahkan saat aku merasa benar-benar hancur dan ingin mengakhiri hidupku?!!"
Sayangnya meski Anjani sudah berteriak histeris, Mahaka tetap diam sambil menatap langit malam yang tampak gelap tanpa bintang. Hal itu membuat Anjani benar-benar marah. Ditariknya lengan pria itu dengan keras lalu mendorong dan memukuli dadanya.
"Kenapa kau selalu sekejam itu padaku?! membuatku ingin segera mati ... sebenarnya apa tujuanmu?!! Jawab Mahaka jangan diam saja!!"
Kali ini Anjani menangis meraung-raung, namun Mahaka menghadapinya dengan tetap tenang.
Ditangkapnya kedua tangan wanita itu yang masih terus melampiaskan amarahnya dengan memberikan pukulan demi pukulan. Tanpa mengatakan apa-apa Mahaka kembali mendekap erat tubuh Anjani.
"Lepaskan aku Mahaka ... aku membencimu, kau adalah pria paling jahat yang pernah ada dalam hidupku. Lepaskan akuuu .... "
Anjani menangis semakin kencang sebelum akhirnya tubuhnya mulai lemas dan pasrah dalam dekapan Mahaka.
Di saat itulah Mahaka mulai angkat bicara.
"Aku minta maaf kalau caraku salah, tapi aku tak bisa menemukan cara lain untuk bisa membuatmu berhenti dari dunia selebritis dan mau menurut padaku."
Anjani yang mendengar itu tak sanggup lagi memberikan tanggapan. Ia hanya terus terisak di dada bidang Mahaka.
"Sejak awal kau masuk ke dunia itu aku sungguh tak menyukainya dan yang paling kusesalkan, Mama justru mendukung penuh pilihanmu. Kau cantik tapi harusnya tak mengumbar tubuhmu di depan kamera seperti itu."
"Kau bohong!! kau bohong Mahaka .... "
"Percaya atau tidak itu terserah padamu. Yang pasti saat aku mulai membencimu, Amelia hadir dalam hidupku. Mungkin aku salah, tapi saat itu di mataku Amelia adalah gadis penurut, tidak sepertimu yang bahkan tak peduli pada kata-kataku. Tapi setelah aku berpacaran lama dengan Amelia, Mama justru menjodohkan kita. Itulah awal kebencianku padamu."
Kali ini Mahaka menangkup wajah Anjani dan membawanya menatap ke arahnya.
"Aku benci istriku yang dielu-elukan banyak fansnya, aku benci istriku yang berpose terbuka di depan kamera, bahkan berani bersentuhan dengan pria lain sekalipun itu adalah akting."
Air mata semakin mengalir deras dari sudut mata Anjani. Ia masih bisa merasakan betapa bencinya Mahaka terhadap dirinya kala itu. Jangankan menyentuhnya, menatapnya saja Mahaka sungguh tak sudi.
"Tapi tetap saja sikapmu salah karena kau berselingkuh."
"Aku tahu, tapi sudah seperti itu saja kau juga tetap tak berhenti, malah justru terlibat project film dengan sutradara bangs4t itu. Kau pikir siapa yang menyelamatkanmu dari sentuhan bejatnya saat kau mabuk kala itu?"
"Itu kau?" tanya Anjani setengah tak percaya.
Ia masih ingat saat masih baru di dunia selebritis hampir saja mendapatkan pelecehan di saat sedang mabuk. Ia sadar ada seseorang yang hendak menjamah tubuhnya namun digagalkan oleh seseorang.
Keesokan harinya ia sudah terbangun di kamar, namun tak ada seorangpun yang memberinya penjelasan termasuk Mahaka yang justru bersikap seperti dinding es. Dingin dan sinis.
"Kenapa kau menolongku kalau benci padaku. Kenapa tidak membiarkanku saja tanpa membuatmu lelah?"
Anjani kembali bertanya lirih.
"Awalnya kupikir itu hanya soal kemanusiaan, tapi semakin menepisnya aku semakin sadar kalau semua yang kulakukan padamu adalah karena aku mencintaimu. Sayangnya tak ada komunikasi yang baik diantara kita."
Keduanya kini saling bertatapan. Perlahan tangan Mahaka membelai lembut pipi Anjani.
"Aku semakin membencimu karena meski peristiwa itu terjadi, kau bukannya takut malah semakin memperdalam kariermu. Sampai kejadian yang sama hampir terulang malam itu dan Devanlah pelakunya. Untung saja aku datang disaat yang tepat."
Anjani semakin berdebar-debar mendengar semua fakta yang Mahaka ungkapkan apalagi saat Mahaka mengatakan kalau akhirnya malam itu justru dirinya sendiri yang tergoda untuk menyentuhnya.
Niat awal Mahaka yang tak ingin peduli meski sudah menikmati Anjani ternyata justru menjadi titik balik perasaannya. Istri yang selama ini ia cap buruk sebagai wanita murahan dengan pergaulan bebas ternyata masih menjaga keperawanannya, bahkan saat Mahaka menyentuhnya, meski dalam keadaan tidak sadarkan diri karena mabuk berat, nama Mahakalah yang terus Anjani sebut di sela desahannya, padahal selama ini mereka belum pernah bersentuhan.
"Sejak saat itu aku merencanakan hal besar untukmu, mungkin itu jahat, tapi itulah yang menjadi satu-satunya ketenanganku. Membuatmu menjadi seorang istri dan ibu rumahtangga yang tak berkeliaran kemana-mana dengan memiliki banyak teman pria!!" ucap Mahaka tegas.
🤣🤣🤣🤣🤣
*seorang berstatus istri tapi berhubungan dengan pria lain bahkan sampai serius mau menikah padahal dia masih berstatus istri orang
*memberi harapan dan membohongi pria lain
*berbohong pada suami untuk menemui pria lain
*menuduh suami
*istri berhati batu setelah melakukan kesalahan pada suami bukan nya minta maaf malah dia merasa paling benar
baru beberapa episode saja aku baca tapi kelakuan laknat pemeran utama wanita sudah banyak, dan membuat novel miris dan tidak bermoral adalah karena author membela dan membenarkan semua kesalahan pemeran utama wanita
😄😁ahtor nya galak jg😄😄
ngatain pembaca galak, kan yg bikin galak pembaca ahtor nya😄😄 di bikin marah jengkel gemes lucu penasaran
kapok perempuan sombong angku keras,sok percaya diri ,
orang yg terlalu pede,berakhir dgn ,masalah
kalian lagi happy pasti ga nyadar kalau bahaya mengintai siap" salah faham lagi ribut lagi Weh Weh