NovelToon NovelToon
Become An Agent

Become An Agent

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: EijEnEs

Volume 1- End

Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.

kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.

Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.

Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.

Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.

Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memasang Penyadap

Mendengar bel berbunyi, Ana segera membuka pintu dan mendapati Chelsea di baliknya. Dia lalu mempersilahkannya masuk.

"Apa yang kau minta sudah ada padaku. Apa kau tahu dimana dokumen rahasia yang membuktikan bisnis ilegal nya?" tanya Ana ketika melihat Chelsea berdiri menghadap jendela.

"Ini ternyata tak mudah Ana, semua sudut rumah itu di pasangi cctv jadi aku tak bisa bergerak bebas." balas Chelsea.

"Jadi bagaimana nanti kau bisa memasang kamera dan alat perekam itu. Apa kau sudah punya rencana? Kau bilang kemarin butuh bantuanku. Jadi sekarang jelaskan rencanamu." sahut Ana.

Chelsea membalikkan badannya dan memasang senyum penuh makna. Tak langsung menjelaskan rencananya pada Ana, dia hanya mengulurkan telapak tangannya meminta apa yang kemarin ia minta.

"Apa?" tanya Ana yang belum paham.

"Kamera dan alat perekam." jawabnya singkat. Melihat Ana yang masih diam saja Chelse berkata "Aku akan menjelaskannya nanti." lanjutnya.

Ana pun mengambil alat yang ada di laci dekat tempat tidur dan menyerahkannya pada Chelsea. Senyum Chelsea merekah ketika melihat kotak yang berisi alat penyadap sebesar penghapus anak sekolah itu ada di telapak tangannya. Tangan kanannya lalu memegang pergelangan tangan Ana dan menariknya keluar menuju lantai dasar ke ruangan Rod.

Ketukan pintu ruangannya membuat pekerjaan Rod tertunda, dia membuka pintu lalu terlihat dua perempuan yang memasang senyum penuh makna. Diapun mempersilahkan dua agen itu masuk.

"Tn. Rod kau mempunyai laptop yang canggih, bolehkah aku meminjamnya untuk misi kali ini. Hanya untuk satu malam." ucap Chelsea sambil mengusap sudut layar laptop dengan jari telunjuknya. Suara lembut nan merdu yang di keluarkan Chelsea seolah menjadi ancaman bagi Rod.

"Ya, ya tak masalah kau bisa meminjamnya sesukamu." Rod berkata dengan senyum yang di paksakan.

"Baiklah kemari Ana aku akan menjelaskan semuanya padamu." ucap Chelsea yang sudah duduk di kursi kerja Rod dengan tangan yang mulai sibuk memainkan laptop itu.

"Aku akan membuat virus yang akan ku kirimkan untuk menembus sistem cctv di rumah Morley. Saat jam 12 kau hanya perlu menekan nomor enter di laptop ini. Ingat! Pergantian pekerja cctv di rumah itu jam 12 malam, aku tak ingin mereka curiga jika saat penjaga masih duduk di kursi itu dan tiba-tiba cctv mati, jadi jangan sampai kau telat meski 1 menit pun, kau mengerti?" tanya Chelsea yang di angguki Ana.

"Saat cctv di rumah itu rusak, aku akan menyelinap ke ruang kerja Morley untuk meletakkan alat ini, aku hanya punya 10 menit dan jika aku masih punya waktu aku juga akan menyelinap ke ruangan cctv untuk memastikan sesuatu." lanjutnya. 5 menit kemudian Chelsea berhasil membuat virus yang tinggal di kirimkan.

"Kenapa harus di ruang kerja Morley?" tanya Ana heran sementara Rod hanya menyimak.

"Jika kau ingin membicarakan bisnis, kau tak mungkin membahasnya di ruang makan ataupun ruang tamu bukan? Ruang kerja adalah tempat yang paling mendukung karena banyak dokumen yang di perlukan berada disana ketika akan menjalankan atau menyepakati sebuah rencana dan perjanjian. Aku juga mencurigai bahwa dokumen yang berisi bukti-bukti bisnis ilegalnya di simpan disana hanya saja tempatnya rahasia dan pasti membutuhkan kode atau pin untuk mengaksesnya." jelas Chelsea sambil berdiri dari dudukannya.

"Baiklah aku pamit, ingat pukul 00:00 kau harus sudah disini dan menekan tombol enter itu. Untuk meletakkan alat ini semuanya akan tergantung padamu." ucap Chelsea pelan sambil melangkah pergi.

"Dia sangat mengerikan." gumam Ana sambil melirik ke arah layar laptop Rod.

Chelsea mampir terlebih dahulu ke arah supermarket untuk membeli barang agar tak ada yang curiga bahwa dia berbohong. Dia lalu pergi menuju ke rumah Morley. Sesampainya disana Chelsea langsung masuk ke kamarnya namun saat dia duduk di ranjang tempat tidurnya dan hendak membuka kotak berisi alat penyadap yang di berikan Ana, suara ketukan pintu membuatnya harus berdiri dan meletakkan kotak itu. Saat membuka pintu, anak buah Morley menatapnya tajam.

"Dari mana saja kau?" tanyanya pada Chelsea.

"Aku pergi membeli barang." jawab Chelsea pelan.

"Memangnya kau membeli apa, perlihatkan barangnya padaku."

Chelsea pun mengambil kantong kresek yang ada di meja dekat ranjang lalu menyerahkannya pada anak buah Morley. Saat pengawal itu membukanya, terlihat sebuah sabun cuci muka dengan kemasan tube lengkap dengan struk belanjanya.

"Aku juga butuh perawatan kulit Tuan." ucap Chelsea. Pengawal itu masih menatapnya tajam. Melihat tatapan itu Chelsea mengeluarkan senyum termanisnya. Wajah sang pengawal melunak lalu ikut tersenyum.

"Tetaplah pertahankan wajahmu, itu bisa menjadi pemandangan indahku." ucapnya sambil pergi.

Wajah Chelsea kembali datar setelah pengawal itu melangkah pergi menjauh, dia lalu menutup pintu dan kembali ke tempat tidurnya. Chelsea lalu mengambil kotak yang tadi di letakkanya di balik bantal lalu membuka kotak itu. Matanya menatap jam dinding yang terpajang di tembok.

"3 jam lagi. Semoga Ana bisa tepat waktu." gumamnya dalam hati.

Jam 23:50 malam tiba, Chelsea bersiap dengan kembali memakai baju warna putih dengan kotak yang di bawa di tangan kanannya.

23:54 dia melangkah keluar kamarnya menuju ke pintu belakang dapur namun saat sudah sampai di dekat meja makan, dia mendengar suara derap langkah orang yanv membuatnya bersembunyi di balik meja dan kursi itu. Rumah mewah dengan lampu yang di matikan membuat suasana gelap itu terkesan tegang akan misi yang harus Chelsea laksanakan.

Tap....tap.....tap....tap

Langkah kaki itu semakin jelas, membuat Chelsea menahan nafasnya dia melihat jam tangan lalu menghidupkan lampu redup berwarna biru agar bisa melihat angka di jam tangannya itu. Angka 23:58 terlihat jelas ketika dia lihat. Untung saja khusus di dapur dan ruang makan tak ada camera cctv. Jika ada pasti semua orang akan curiga jika melihat dari rekaman cctv bahwa ada hantu yang bersembunyi.

Kepalanya sedikit mendongak keatas lalu terlihat dua orang yang berjalan menuju pintu belakang dapur tempat tadi dia masuk. Chelsea berdiri setelah memastikan mereka benar-benar pergi. Kembali dia melihat jam tangannya yang kini menunjukkan pukul 00:00 yang berarti cctv sudah mati. Dengan langkah pelan namun cepat dia menuju ke ruang kerja Morley yang ada di lorong dekat tangga menuju lantai dua.

Dia lalu membuka pintu ruangan itu dan masuk kemudian menutupnya kembali. Dengan segera ia membuka kotak yang di berikan Ana lalu menaruh 1 kamera di balik vas bunga yang ada di ruang kerja itu lalu beralih menaruhnya lagi di dekat jendela yang di selipkan dekat penggait tirai.

Berikutnya ia mengambil alat perekam dan membongkar sebuah alat pewangi ruangan yang menempel di dinding dekat meja kerja Morley. Dia lalu membuka stempel di alat perekam mini itu yang akan membuat perekam menempel, setelah itu dia kembali memperbaiki pewangi ruangan yang ia bongkar.

Chelsea lalu melihat ke arah jam tangannya sambil menekan lampu redup biru. "Tinggal 4 menit." gumamnya dalam hati. Dia pun melanjutkan aksinya dengan membuka laci di meja kerja Morley lalu menempelkan alat perekam di langit-langit laci itu.

00:08 terlihat saat dia kembali mengecek jam tangannya dia lalu membereskan peralatannya dan tak lupa plastik bekas stempel juga ia masukkan kembali dalam kotak agar tak ada jejak. Secepat kilat dia kembali melangkah dan ketika di lorong dapur menuju ke arah kediaman pelayan, jam tepat menunjukan pukul 00:10 yang artinya cctv telah hidup kembali.

1
marchang
baguss banget plissss thorr
Amoura
suka banget sama cerita sampe udah dia kali baca 😭🥰
lady nana
nangis bgt🥺
zkiafslll
Biasa
Nur Kediri
keren
Nur Kediri
suka sama ceritanya
Carissa Chan
Ngakak, denger si jierui bilang gitu sumpah 🤣🤣🤣
HNF G
sdh ada vol 2 nya kah?
HNF G
😭😭😭😭😭
HNF G
pasti punggung hansel
HNF G
pasti hansel
HNF G
delwyn atau hansel?
HNF G
ganggu aja nih si gavin. orang lg ada misi koq ditelp2😒
HNF G
aq curiga si delwyn hackernya, dia dendam sm CIA
HNF G
hackernya cewek? siapakah dia? apakah hacker dr CIA yg jd pelatihnya chelsea? 🙄🤔
HNF G
nasipmu sungguh2 tragis han, lbh baik kuburan saja cintamu dlm2 biar gak terluka lg.
HNF G
hahahaha......kelakuan chelsea memang benar2 diluar nalar😂😂😂😂
HNF G
haaiisshh.... pusing deh, gak sanggup otakku buat mencerna😅😅😅
HNF G
apakah chelsea akan kecewa krn ternyata kopernya kosong gak ada uangnya?
HNF G
apakah hackernya hansel sendiri yg pura2 bego?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!