NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 12 - Qi Spiritual di Langit Musim Gugur

Kabar mengenai Bai Fengxuan yang berhasil memasuki tahap Qi Gathering level 1 mulai menyebar perlahan di antara murid luar Puncak Awan Pengembara selama beberapa hari berikutnya. Awalnya hanya beberapa orang yang mengetahuinya setelah ucapan Tetua Ji di aula kultivasi, namun di tempat seperti lereng murid luar, berita kecil selalu menyebar lebih cepat dibanding angin gunung.

Untungnya sebagian besar murid hanya menganggap Bai Fengxuan cukup berbakat.

Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa bocah sepuluh tahun itu sebenarnya berhasil membuka meridian setelah memakan ayam spiritual hasil curian.

Kabut musim gugur perlahan mulai menyelimuti pegunungan Forgotten Blade lebih tebal dibanding sebelumnya. Daun-daun pohon tua di lereng gunung mulai menguning dan jatuh perlahan diterpa angin dingin dari utara. Pada pagi hari, seluruh Puncak Awan Pengembara tampak seperti negeri abadi yang tersembunyi di balik lautan awan putih.

Kehidupan para murid luar sendiri tetap berjalan seperti biasa.

Mereka bangun sebelum matahari terbit, membersihkan kandang, mengangkut pakan, menghadiri kelas kultivasi, lalu bekerja kembali sampai malam tiba. Namun bagi Bai Fengxuan, seluruh rutinitas itu sekarang terasa sedikit berbeda.

Ia dapat merasakan qi spiritual dunia.

Perasaan itu sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Ketika angin gunung bertiup, ia bisa merasakan energi tipis bergerak bersama udara di antara pepohonan bambu. Saat duduk diam di bawah sinar matahari pagi, ia dapat merasakan kehangatan qi spiritual menyusup perlahan ke dalam meridiannya seperti embun yang meresap ke tanah.

Meskipun aliran energi itu masih sangat kecil dan lemah, Bai Fengxuan tetap merasa dunia di sekitarnya telah berubah jauh lebih luas dibanding sebelumnya.

Kadang ketika sedang bekerja membersihkan kandang, ia diam-diam mencoba menggerakkan qi spiritual di telapak tangannya seperti yang pernah ia bayangkan beberapa hari lalu.

Namun hasilnya tetap sama.

Tidak ada api.

Tidak ada mantra.

Tidak ada petir ataupun pedang terbang seperti dalam cerita para kultivator besar.

Yang muncul justru hanya rasa hangat kecil di ujung jarinya sebelum qi spiritual itu buyar berantakan beberapa saat kemudian.

Hal itu membuat Bai Fengxuan cukup frustrasi.

“Kenapa para tetua bisa terlihat sangat mudah melakukannya…” gumamnya suatu pagi sambil duduk di pagar kandang ayam spiritual.

Han Gu yang sedang menuangkan pakan ke dalam wadah bambu langsung mendengus.

“Karena mereka sudah berkultivasi puluhan tahun, bodoh.” Ia melirik Bai Fengxuan dengan malas. “Kau baru beberapa hari jadi kultivator. Jangan berharap langsung bisa memanggil naga dari langit.”

Xu Liang yang sedang mengejar seekor ayam spiritual langsung tertawa keras mendengar itu.

“Kalau Adik Bai bisa memanggil naga sekarang, aku akan langsung sujud jadi peliharaannya!”

Namun tepat setelah mengatakan itu, ayam spiritual merah yang ia kejar justru melompat dan menendang wajahnya menggunakan kedua kaki.

*BUAKK!!

Tubuh Xu Liang langsung jatuh ke tumpukan jerami.

Suara tawa segera memenuhi area kandang.

Bahkan Bai Fengxuan sampai menundukkan kepala sambil tertawa kecil melihat wajah Xu Liang yang dipenuhi bulu ayam merah.

Hari-hari di Puncak Awan Pengembara terus berjalan dengan damai seperti itu.

Pada siang hari para murid luar biasanya akan berkumpul di bawah pohon tua dekat aula kultivasi sambil beristirahat setelah kelas selesai. Sebagian berbincang mengenai teknik kultivasi yang baru diajarkan Tetua Ji, sedangkan sebagian lain sibuk membicarakan murid-murid Puncak Pedang yang baru kembali dari misi pemburuan hewan spiritual.

Bai Fengxuan sendiri lebih sering duduk diam sambil mencoba memahami aliran qi spiritual di dalam tubuhnya.

Semakin ia berkultivasi, semakin ia menyadari bahwa mengendalikan qi spiritual ternyata jauh lebih sulit dibanding membuka meridian pertama.

Qi spiritual seperti air liar yang sulit diarahkan. Kadang ia berhasil mengumpulkannya di telapak tangan. Namun beberapa detik kemudian energi itu langsung buyar tanpa bisa dikendalikan.

Tetua Ji pernah mengatakan bahwa tahap Qi Gathering sebenarnya hanyalah langkah pertama seorang kultivator untuk “merasakan” langit dan bumi.

Karena itu sebagian besar murid tahap awal bahkan belum mampu menggunakan teknik spiritual sederhana.

Namun meskipun begitu, Bai Fengxuan tetap merasa sangat bersemangat setiap kali berkultivasi. Bagaimanapun ia akhirnya benar-benar memasuki dunia kultivasi.

Sore itu langit pegunungan tampak sangat cerah setelah hujan ringan turun sejak pagi. Cahaya matahari keemasan menyinari lautan awan di bawah tebing Forgotten Blade hingga seluruh pegunungan terlihat seperti dunia para immortal dalam lukisan kuno.

Bai Fengxuan sedang duduk di dekat sungai kecil lereng bawah sambil mencuci ember kayu ketika langkah kaki pelan terdengar dari belakangnya.

Ia menoleh dan mendapati Lin Shuyue berdiri beberapa langkah di belakang sambil membawa keranjang bambu berisi tanaman herbal.

Gadis itu masih mengenakan pakaian hijau muda sederhana seperti biasanya. Rambut hitamnya diikat longgar di belakang punggung dan beberapa helai rambut bergerak pelan tertiup angin gunung.

“Aku dengar kau berhasil mencapai Qi Gathering.”

Suara Lin Shuyue terdengar lembut seperti biasa.

Bai Fengxuan tiba-tiba merasa sedikit canggung. Ia buru-buru berdiri sambil mengusap tangannya yang masih basah ke pakaian.

“Ah… hanya kebetulan.”

Lin Shuyue memandangnya beberapa saat sebelum tersenyum kecil.

“Kakak senior di gudang pakan bilang kau sekarang sangat terkenal di lereng murid luar.”

Wajah Bai Fengxuan langsung sedikit memerah.

Ia sendiri tidak terlalu nyaman menjadi pusat perhatian seperti itu. Apalagi sebagian besar murid sekarang mulai memandangnya berbeda dibanding sebelumnya.

Namun Lin Shuyue justru tampak cukup senang.

“Itu bagus,” katanya pelan sambil duduk di batu dekat sungai. “Berarti usaha kerasmu selama ini tidak sia-sia.”

Bai Fengxuan sedikit terdiam mendengar itu.

Entah kenapa, kata-kata sederhana tersebut justru terasa jauh lebih hangat dibanding pujian murid lain.

Angin sore bergerak pelan melewati sungai kecil di kaki gunung. Suara air mengalir bercampur dengan suara dedaunan bambu yang saling bergesekan di kejauhan.

Untuk beberapa saat mereka hanya duduk diam memandangi langit pegunungan yang perlahan berubah jingga.

“Ngomong-ngomong…” Lin Shuyue tiba-tiba berbicara lagi sambil menatap Bai Fengxuan dengan sedikit penasaran. “Apa benar kau dan Kakak Han berkelahi gara-gara ayam?”

Tubuh Bai Fengxuan langsung membeku dan wajahnya perlahan berubah aneh.

“Siapa yang bilang begitu?”

Lin Shuyue menutup mulutnya sambil tertawa kecil.

“Seluruh lereng bawah membicarakannya.”

Bai Fengxuan langsung merasa kepalanya sakit. Han Gu benar-benar berteriak terlalu keras pagi itu. Namun sebelum ia sempat menjelaskan sesuatu, Lin Shuyue justru kembali tertawa pelan sambil berdiri membawa keranjang herbalnya.

“Jangan khawatir,” katanya sambil tersenyum kecil. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa.”

Lalu tanpa menunggu jawaban, gadis itu perlahan berjalan pergi menyusuri jalan setapak gunung.

Bai Fengxuan hanya bisa berdiri diam memandangi punggungnya cukup lama.

Sampai akhirnya suara Han Gu tiba-tiba terdengar dari kejauhan.

“ADIK BAIIIII!!”

Bai Fengxuan langsung tersentak.

Han Gu berlari dari arah kandang sambil membawa karung besar di pundaknya dengan wajah penuh semangat.

“Cepat kembali!” teriaknya sambil melambaikan tangan. “Malam ini kita mulai operasi besar!”

Wajah Bai Fengxuan langsung berubah kaku.

Dan entah kenapa, melihat ekspresi penuh ambisi Han Gu sekarang membuatnya merasa konspirasi ayam spiritual mereka cepat atau lambat pasti akan berubah menjadi bencana besar.

1
tariii
atau hpku yg error..?? 😂😂😂
tariii
ada notif up tapi ga ada.. 🤭🤭🤭
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!