Dania Rahmadita, gadis berusia 22 tahun yang tinggal dengan ibu tirinya (Ibu Ira). Ibunya meninggal saat melahirkannya, dan Ayahnya meninggal karna kecelakaan mobil.
Dania memiliki sifat yang baik, sopan, dan ramah terhadap orang disekitarnya. Ia juga memiliki kakak tiri yang tidak suka kepadanya, yaitu Jessica Anatasya, ia memiliki sifat yang manja.
Dania terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang ingin dijodohkan dengan lelaki yang belum Ia kenal. Lelaki itu bernama Rangga, Rangga memiliki sikap yang dingin.
Apakah Dania bisa merubah sikap Rangga, dan membuatnya jatuh cinta kepada dirinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selfiana rahamwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Permintaan mama
Pukul 16.45 suara telakson mobil Rangga sudah di depan rumah. Aku melangkahkan kakiku membuka pintu. Ternyata saat aku buka pintunya Mama dan Bella yang datang.
"Mama, Bella. Aku kirain Rangga yang datang. Masuk mah. Maaf rumahnya berantaan mah."
"Nggak papa, rumah mama lebih berantakan malah. Gara-gara temannya Bella datang ke rumah dan ninggalin sampah dimana-mana."
Ucap mama dengan nada kesal kepada Bella.
"Kan aku udah bersihin tante. Lagian nggak kotor-kotor banget kok."
"Aku buatin teh ya, soalnya nggak ada juce di sini."
Mama mengangguk. Aku langsung pergi ke dapur dan membuatkan minum untuk mama dan Bella.
"Di minum mah."
"Makasih ya. Rangga biasannya pulang jam berapa?"
"Nggak nentu si, tapi biasannya jam lima udah dirumah. Mama ada perlu sama Rangga."
"Nggak, mama cuma mau main aja. Di rumah sepi nggak ada kalian."
"Kan ada aku tante."
"Kamu kalo udah main hanphone, tante di lupain. Nggak seru tauk."
"Tante juga kan."
"Nyalain tante lagi. Dania kamu udah ada niatan buat hamil belum."
Mataku membulat melihat kearah mama, yang wajahnya penuh harapan.
Suara telakson mobil, aku langsung berdiri dan membuka pintu.
"Maaf mah. Aku buka pintu dulu ya."
Mama mengangguk.
"Assalammuakaikum."
"Waalaikumsalam. Udah pulang, ada mama di dalam." Aku mengambil tas yang Rangga bawa.
Rangga jalan di depanku, lalu menghampiri Mama dan Bella yang sedang duduk di ruang tamu. Aku pergi ke kamar untuk menaroh tas yang aku bawa. Lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minum Rangga.
Setelah memberikan minum, aku mulai memasak untuk makan malam. Hanya ada beberapa bahan di kulkas.
Sebelum memasak aku menghidupkan ponselku, ada beberapa panggilan dari Jessica, dan Chat darinnya.
"Mbak aku bantui ya." Bella masuk secara tiba-tiba dan membuatku kaget.
"Ha. Iya boleh." Aku memasukkan hanphoneku ke dalam saku celana.
"Mbak kenapa si, mukannya cemas banget."
"Nggak papa. Ayo batuin mbak motong sayuran."
#
Di ruang tamu mama dan Rangga sedang mengobrol.
"Rangga. Kamu udah ada rencana untuk punya anak belum?"
Rangga terkejut dengan permintaan mamanya. "Apaan si mama ini."
"Kok apaan, kan kalian udah jadi suami istri yang sah. Maka dari itu mama mau minta cucu dari kamu." wajah mama keliatan sangat sebal.
"Ntar aku bicarain ya sama Dania. Sekarang aku mau mandi dulu ya mah. Mama mau nginep kan."
"Nggak ntar malam mama pulang."
#
Pukul 18.30 semuannya berada di meja makan, aku mengambilka nasi buat Rangga, mama dan Bella.
Suasana saat makan sangat hening taada yang berbicara, mataku melirik ke arah Rangga yang sedang mengunyah makanan.
"Habis ini, kita sholat isya bersama aja ya mah. Sebelum mama pulang?"
"Loh mama nggak mau nginep?"
"Nggak Dania, besok mama harus ke luar kota ada pekerjaan di sana. Lain kali mama nginep di sini."
"Mbak Dania aja sama Mas Rangga aja yang nginep di rumah. Biar besok aku ada temenya."
"Insyaallah."
Selesai makan Dania dan Bella mebereskan meja makan, setelah itu mereka melakukan sholat isya bersama-sama.
Pukul 20.45 Mama dan Bella pulang, aku dan Rangga menghantar sampai depan pintu. Setelah mobil mama hilang di ujung jalan aku masuk kedalam rumah.
Rangga mulai memainkan leptopnya sedangkan aku memainkan hanphoneku dan membuka chat dari Jessica.
Besok temui aku di taman pukul 9 biasa.
13.45
Ada apa ya, perasaan aku tidak enak. Semoga Jessica tak melakukan hal yang macam-macam.
Rangga naik di atas kasur, duduk di sebelahku. "Lagi chatan sama siapa si."
"Nggak kok, cuma...."
"Cuma apa? Sini hanphonenya."
"Apaan si. Nggak ah, aku ngantuk mau tidur."
"Ya udah. Aku ngelanjutin itu dulu ya."
"Nggak, nggak boleh udah larut malam. Lanjutin besok pagi aja."
"Iya-iya."
Aku dan Rangga tidur dengan posisi berhadapan. "Kenapa kamu liatin aku kaya gitu."
"Nggak papa."
"Hihh..." Aku kesal lalu tidur, dengan posisi membelakangi Rangga. Saat aku ingin menutup mataku, Rangga menaroh tangannya di pinggangku. "Udah tidur? aku tau kamu belum tidur. Hadap ke sini!"
"Apa! aku udah ngantuk, ngobrolnya lanjut besok aja ya. Kamu juga kan besok harus kerja, sekarang istirahat."
"Tadi mama bilang ke kamu juga?"
"Bilang apa?"
"Ya bilang apa aja."
"Yang mama besok pergi ke luar kota?"
"Bukan. Yang mama minta cucu."
"Lanjut besok aja ya."
"Kenapa kamu nggak mau?".
"Aku mau kok. Tapi ngobrolnya lanjut besok aja ya, udah malam."
Aku kembali membaringkan tubuhku membelakangi Rangga, lalu nenutup mataku dan mulai tidur.
main hamil aja
jarang2 loh ibu tiri baik
kutunggu lnjutan boomlikenya di The Power of Mutant💕
like like like😘
saling dukung kk