NovelToon NovelToon
Become A Mother Of My BFF

Become A Mother Of My BFF

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari

Riana Nina Zara adalah seorang wanita yang baik dan punya pembawaan yang ceria. Ia memiliki seorang sahabat baik bernama Alina Raya Wijaya. Mereka sangat dekat karena berteman baik sejak duduk di bangku SMP. Bahkan Riana sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Orangtuanya juga selalu baik kepadanya.

Alina sendiri adalah seorang gadis piatu yang hanya tumbuh besar di bawah pengasuhan ayahnya. Ibunya meninggal dunia setelah setahun melahirkan dirinya. Sejak itu ayahnya tidak pernah menikah kembali karena fokus untuk merawat dan membesarkan dirinya.

Namun suatu hari ayahnya secara tiba-tiba memperkenalkan seorang wanita cantik kepadanya. Dan kedepannya wanita itu akan menjadi ibu sambungnya. Sayangnya ia tak menyukai wanita itu.

Apakah pernikahan itu akan terjadi atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa laki-laki yang kamu suka?

Setelah menyelesaikan urusannya, Rachel pamit untuk pulang.

Sementara Riana dan Alina menyiapkan makanan untuk makan siang Ervin.

Hah! Sudah ku duga jika Tante Rachel cemburu padaku. Pikir Riana ketika melihat tatapan sinis yang dilemparkan Rachel padanya.

"Kenapa kamu diam saja, Ri?" tanya Alina.

"Hmm... Aku cuma lagi kepikiran sesuatu."

"Kepikiran apa?"

"Hmm... Apa menurutmu Tante Rachel suka sama om Ervin?" tanya Riana penasaran.

"Tante Rachel? Hmm.. Entahlah!"

"Kenapa kamu mikirin tentang itu?" Alina balik penasaran.

"Nggak. Aku cuma nebak aja. Soalnya dari tatapannya, kayaknya dia naksir sama ayah kamu." Jawabnya.

"Hmm... Mungkin saja. Siapa sih yang nggak suka sama ayahku. Apalagi sekarang dia lagi sendiri. Pasti banyak wanita yang mengejarnya."

"Iya, kamu benar." jawab Riana.

"Hmm... tapi sampai sekarang aku masih penasaran sama satu hal."

"Tentang apa?"

"Aku pernah cerita, kan tentang orang yang ngasih bukti soal perselingkuhan Tante Yasmin sama aku."

"Iya. Lalu?"

"Aku penasaran siapa sebenarnya orang itu. Aku cuma tahu kalau dia itu laki-laki. Tapi dia juga di suruh sama seseorang. Menurut kamu siapa kira-kira orang itu, ya?" Alina tampak penasaran.

Riana seketika merasa salah tingkah.

"Nggak usah pikirkan hal itu lagi. Yang penting dia udah menyelamatkan ayah kamu, kan."

"Justru itu. Aku mau mengucapkan terima kasih sama dia." ucap Alina.

"Mungkin suatu saat kamu bisa ketemu lagi sama dia." ucap Riana.

"Iya, semoga saja."

...****************...

Kaki Ervin tampak membaik setelah istirahat satu minggu. Ia kembali bekerja hari ini.

Rachel menyambutnya seperti biasa di kantor. Jefri juga sudah menunggu dengan setumpuk pekerjaan di ruangannya.

"Ini kopinya, tuan!" ucap Rachel sambil meletakkan secangkir kopi tanpa gula di meja kerjanya.

"Terima kasih, Rachel." ucap Ervin.

"untukku tidak ada?" tanya Jefri.

"Kamu bisa buat sendiri, kan?" tanya Rachel sinis.

"Dasar pelit." keluh Jefri.

Keduanya memang selalu berselisih paham diluar urusan pekerjaan.

Rachel lalu menyerahkan laporan pekerjaannya pada Ervin. Setelah itu ia keluar dari ruang kerjanya.

Sementara Jefri masih tinggal untuk membahas proyek baru yang berhasil ia menangkan kemarin.

"Tuan Zachary berniat untuk membangun sebuah resort untuk istrinya. Hotel itu akan di bangun di dekat pantai. Dia ingin istrinya merasa nyaman ketika ia menginap di sana nanti. Ia menyerahkan desainnya pada anda. Rencananya pembukaan resort tersebut akan dilaksanakan bertepatan pada hari ulang tahun istrinya. Di pertengahan bulan November nanti." jelas Jefri.

"Sekitar enam bulan lagi? Baiklah tidak masalah. Aku juga sudah menyiapkan dua desain. anti biar Tuan Zachary yang memilihnya." jelas Ervin.

"Baiklah kalau begitu. Dan soal tuan Erik, apa yang akan kau lakukan?" tanyanya kemudian.

"Entahlah, aku belum memikirkannya. Dia belum sampai merugikan kita, kan?"

"Iya, sih. Tapi untuk berjaga-jaga saja."

"Nanti akan ku pikirkan."

"Baiklah!"

Ervin memang sempat memikirkan tentang Erik. Pria itu adalah salah satu saingan bisnisnya. Mereka sering terlibat dalam tender yang sama. Dan sering kali Ervin yang memenangkan tender tersebut.

Mungkin karena hal tersebut yang membuat Erik membencinya sehingga menyuruh Yasmin untuk mendekatinya dan mencari tahu kelemahannya.

Untungnya dia masih terlindungi dan mengetahui kebusukan mereka lebih dulu. Namun untuk berjaga-jaga ia juga perlu untuk membuat rencana.

Bisa saja Erik melakukan hal lain untuk menjatuhkannya.

...****************...

Riana sedang berada di kelas pagi ini. Ia duduk sendirian di kursi belakang. Tak lama Reyhan datang dan langsung duduk di sebelahnya.

"Tumben tepat waktu." ucap Riana.

"Sekali-kali kan nggak apa-apa." ucap Reyhan santai.

"Jangan sekali-kali tapi kalau bisa tiap hari." ucap Riana.

Reyhan hanya cengengesan.

"Oh iya, gimana soal tawaran ku tempo hari. Apa kamu bersedia?" tanya Reyhan.

"Tawaran yang mana?" tanya Riana bingung karena lupa.

"kamu kebiasaan, deh. Tawaran soal menjadi pendamping ku nanti. Kamu kan udah janji mau mengabulkan permintaan ku karena aku udah bantu kamu waktu itu." jelas Reyhan mengingatkannya.

"Oh, soal itu. Iya. Aku mau. Emangnya acaranya kapan?" tanya Riana.

"Minggu ini. Acaranya di klub milik temanku. Nanti aku jemput sekitar jam 7. Kamu bisa, kan?"

"Acaranya di klub? Maksud kamu ditempat orang mabuk-mabukan gitu? Nggak ah! Aku nggak mau pergi ke tempat-tempat kayak gitu." tolak Riana.

"Kamu tenang saja. Aku jamin nggak bakalan ada yang mabuk kok. Kita hanya minum-minum biasa saja. Aku juga nggak mungkin ngajak kamu ngelakuin hal yang aneh-aneh. Kamu nggak usah khawatir, deh! Percaya sama aku." jelasnya meyakinkan Riana.

Riana sempat bingung, namun ia yakin jika Reyhan tidak akan mungkin melakukan hal macam-macam padanya.

"Iya, udah. Aku pegang kata-kata kamu, ya! Awas saja kalo kamu sampai bohong, aku nggak akan maafin kamu." ancamnya.

"Iya. Tenang saja."

...****************...

Sementara itu di kantor Ervin.

"Minggu ini?" tanya Ervin pada temannya melalui panggilan teleponnya.

"Iya. Rudi mengundang kita untuk datang ke pembukaan klub miliknya. Sekaligus merayakan hari ulang tahun anaknya."

"Di klub malam?"

"Ya. Ayolah! Sudah lama sekali kita tidak bertemu, kan." bujuk temannya itu.

"Haa... Tapi aku belum tahu apa aku bisa pergi atau tidak. Apalagi jika acaranya mendadak seperti ini." Ervin tampak ragu.

"Ayolah! Ini hanya sesekali. Kita juga sudah lama tidak berkumpul bersama. Oh iya, Raya juga akan hadir di acara ini. Apa kamu tidak rindu padanya? Haha ..." terdengar gelak tawa di seberang.

"Sialan. Baiklah! Aku akan usahakan untuk datang tapi aku tidak bisa janji, ya!" ucap Ervin.

"Baiklah. Tapi usahakan untuk hadir ya."

"Iya."

Panggilan telepon lalu berakhir.

"Memang sudah lama sekali. Ku rasa aku juga butuh sedikit hiburan. Ku rasa tidak ada salahnya untuk hadir." ucap Ervin.

Ia lalu kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat terhenti.

...****************...

Beberapa hari kemudian,

"Kamu jadi pergi nanti malam?" tanya Alina pada Riana ketika mereka berdua sedang menghitung pemasukan dari warung makan di kamarnya.

"Iya. Aku sudah janji pada Reyhan. Jadi aku tidak mungkin ingkar janji. Lagipula hari ini kita 'kan libur." Jelas Riana.

"Iya juga ya. Eh, tapi apa benar jika kalian itu tidak pacaran? Hubungan kalian cukup dekat, kan?" Alina tampak penasaran.

"Kan aku sudah berulang kali bilang padamu kalau aku dan Reyhan hanya teman biasa saja. Apa kamu nggak percaya juga?"

"Hehe .. Bukannya nggak percaya, tapi melihat keakraban kalian berdua, kalian terlihat seperti pacar." Alina tampak bersikeras dengan opininya.

"Memangnya kalau laki-laki dan perempuan itu nggak bisa berteman dekat?"

"Bisa aja sih! Tapi kebanyakan kan salah satu diantaranya ada yang menyimpan rasa." jelas Alina.

"Iya. Tapi aku dan Reyhan murni hanya berteman saja. Tidak lebih. Aku juga sudah tegaskan hal itu pada Reyhan. Ya, walaupun dia sempat naksir sama aku, sih. Tapi aku sudah jelasin baik-baik dan dia mengerti." jelas Riana.

"Baguslah kalau begitu. Tapi apa kamu benar-benar nggak punya seseorang yang kamu suka?"

"Kamu kenapa penasaran banget, sih sama kehidupan asmara ku. Kamu urus aja dulu nasib asmara kamu. Kamu kan juga jomblo sejak lahir." Riana tertawa mengejeknya.

"Kamu mau di hajar, ya?"

Riana malah tertawa.

"Tapi apa benar nggak ada satupun laki-laki yang kamu suka?" Alina kembali bertanya karena ingin Riana terbuka padanya.

Ia mungkin sudah tahu apa jawabannya. Namun ia ingin mendengar hal itu langsung dari Riana agar ia bisa menentukan langkah selanjutnya.

Namun Riana tetap bungkam dan memilih untuk merahasiakannya.

...****************...

1
SANG
Sembilan belas bunga untuk mu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Bintang lima untukmu dek semangat terus pantang mundur. Keren habis deh, cocok banget, mantap banget, beken deh...
SANG
Cucok banget💪👍
SANG
Keren habis💪👍
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Asyiknya💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
Lanjut ya dek💪👍
SANG
Mampir lagi ya dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iklan untuk mu dek💪👍
SANG
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Bunga untukmu dek💪👍
SANG
Berlanjut terus dengan sebuah bunga untukmu Thor/Rose/
SANG
Lanjutkan aksimu Thor💪👍
SANG
semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
like iklan plus komen💪👍
SANG
Makin asik, tambah asik💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
🍒 seru dan menarik💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!