NovelToon NovelToon
Transmigrasi Panglima Perang

Transmigrasi Panglima Perang

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:103.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: less22

Seorang panglima perang di khianati istrinya lalu di bunuh oleh kakak kandungnya sendiri. Sialnya kenapa ia baru tahu di saat detik-detik kematiannya. Di sisa nafas yang terakhir, jika ada di kehidupan selanjutnya ia akan membalaskan semua kejahatan mereka.

Tapi siapa mengira jika jiwanya malah pindah ke tubuh menantu idiot keluarga ternama yang mati karena bunuh diri, ia beruntung karena bisa hidup kembali meskipun dengan tubuh baru.

Di saat itulah ia pun bertekad membalaskan dendamnya kepada Kakak kandung dan istrinya. Ia juga bertekad membalaskan semua perbuatan orang yang sudah membuat pemilik tubuh asli menjadi idiot dan mengambil alih kekuasaan panglima perangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

...❤️❤️❤️❤️ Happy reading ❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

"Di mana rumah mu, ayo kita bicara di sana," ajak Aztron.

"Jangan! Jangan di rumah ku, di sana ada keluarga ku, aku tidak ingin mereka tahu. Lebih baik kita pergi ke tempat lain saja," ajak Ryan.

Mereka berjalan bersama menuju lokasi yang lebih sepi dari keramaian. Kaki mereka melangkah pelan, diiringi oleh suara angin yang berdesir lembut. Sesekali, Ryan menoleh ke belakang, seolah takut ada yang mengikutinya.

Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di sebuah pondok kecil yang terletak di tepi hutan. Pondok itu terbuat dari kayu tua dan atapnya berlumut, menandakan jarang ada orang yang singgah di sini. Mereka duduk berhadapan, dengan ekspresi wajah yang serius.

"Baiklah, sekarang katakan padaku, kenapa kamu bersembunyi dariku?" tegas Aztron, memandangi Ryan yang tampak gelisah.

Ryan menghela nafas panjang lalu menghempaskannya dengan kasar, sepertinya sulit untuk ia katakan.

Ryan menghela nafas panjang lalu menghempaskannya dengan kasar, sepertinya sulit untuk ia katakan.

Ryan berdiri di depan Aztron dengan wajah pucat dan ketakutan. Matanya berkaca-kaca, menatap tanah di bawah kakinya, seolah mencari keberanian untuk berbicara. "Maaf, aku sudah lari dari mu. Ini demi kebahagiaan keluarga ku dan rela pindah ke desa ini," ucap Ryan dengan suara gemetar.

Aztron menatap tajam ke arah Ryan, mencoba membaca apa yang tersirat di balik kata-katanya. Dengan nada dingin, ia menjawab, "Katakan saja apa alasan mu."

Ryan menarik napas dalam-dalam, merasa beban yang selama ini menghimpit dadanya perlahan terangkat. "Aku di ancam oleh Aziz untuk berbohong, kalau tidak, mereka akan membunuh keluarga ku lalu menyuruh ku pergi jauh, aku yang hanya punya uang terbatas hanya bisa terdampar di desa ini. Dan akhirnya notaris dan pengacara bisa memanipulasi surat wasiat itu menjadi milik Aziz yang seharusnya adalah milik mu," ucap Ryan menunduk, merasa malu dan bersalah atas apa yang telah ia lakukan.

Wajah Aztron berubah, mencerminkan perasaan marah dan kecewa yang bercampur aduk di dalam hatinya. Tangannya mengepal, berusaha meredam amarah yang menyala. Sementara itu, Ryan tetap menunduk, menunggu reaksi dari Aztron, siap menerima apapun hukuman yang akan diberikan.

Aztron menatap Ryan dengan tajam, mencoba membaca kejujuran dalam tatapan matanya. "Apa kau mau bersaksi jika apa yang dilakukan notaris dan pengacara hanya manipulasi?" tanya Aztron penuh harap.

Ryan menelan ludah, wajahnya pucat pasi. "Kalau aku bersaksi, maka aku dan keluarga ku akan ditangkap, mereka pasti akan membunuh keluarga ku," ucap Ryan gugup.

Aztron menghela napas, lalu memikirkan rencana lain. "Begini saja, aku akan merekam mu saja. Setelah ahli waris itu menjadi milikku, maka aku akan kirimkan kamu ke luar negeri. Untuk sementara kamu di sini, aku akan siapkan pengawal untuk mu," saran Aztron dengan nada tegas.

Ryan tampak berpikir keras, matanya berkaca-kaca dan bibirnya bergetar. Akhirnya, ia mengangguk pelan, menyetujui rencana Aztron. "Baiklah, aku bersedia. Tapi, tolong jaga keluarga ku," pintanya dengan suara bergetar.

Aztron mengangguk, memastikan bahwa ia akan melindungi Ryan dan keluarganya. Mereka pun segera menyusun rencana untuk mengungkap kebenaran dan menjamin keselamatan mereka semua.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️❤️...

1
Sriana Junaidi
mantap
Nibras Amiruddin
mantab lanjut trus thor
Zzz: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Mbah Haryo
ok...bagus
Mbah Haryo
oke..takasih 5 bintang untuk cerita yg sat set ini..
krn..ide ceritanya bagus..walopun serba terburu"...
jika saja cerita ini tamat antara 300 sd 500 cpt...
detailnya psti bagus....

oke..
congratulation thor...
Mbah Haryo
py to iki critaneee....
kalo kalah sidang & terbukti besalah..si najiz kan ya ditahan to yaw..kok sdh dsitu duluan..emang bisa terbang. ?
Olan moro
mantap.... 👍👍👍
Olan moro
mantap....
Agang Junior
ini nih yg keren biar pendek nggak bertele² dan tuntas...
Wulan Sari
cip 👍 menarik karyanya
Tri Arrum
Luar biasa
alexsander
maaf thor..aku penasaran dngan yg namanya pakaian mukodo..aku search di mbah google..koq gak ketemu ya
asya yussi
Luar biasa
dhani satria
bagus
dhani satria
kakange taekwondo
dhani satria
mukodo?
Hardianto Erlangga
spa yg dia suruh,,,????
Hardianto Erlangga
kosa kata yg terbolak balik,,munkin dia nulis pas lagi ngantuk,,
Gabutdramon
dari namanya ini jelas bukan penduduk bumi, semua nama angat alienable
YumiKaori~: alien😭😭
total 1 replies
Gabutdramon
wah belum pisah udah ditunangkan 😱
Ervina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!