NovelToon NovelToon
Suami Kejamku

Suami Kejamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vy1107

Arlinda seorang detektif kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya tiba-tiba di culik oleh seorang miliarder karena kesalahan seseorang di masa lalu. Dia tidak memiliki seorang pun kecuali kakak dan partner kerjanya, mereka bekerja sama untuk menemukan Arlinda namun hasilnya nihil. Sang kakak yang bernama Ariel, tidak pernah menyerah dalam pencarian adik tersayangnya bersama dengan Melinda dan Bagas. Hingga Ariel berhasil membobol kode villa mewah tersebut dengan bantuan si hacker, Alvin. Mereka masuk dan menemukan....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vy1107, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Day 01

Seperti perkataannya kemaren, hari ini, Leyra benar-benar dipulangkan ke rumahnya, mansion keluarga Irwansyah, di London. Leyra hanya tinggal seorang diri, tidak, ada beberapa maid, supir, tukang kebun, koki, dan lainnya yang siap melayani Leyra tanpa henti. Mansionnya lumayan jauh dari perkotaan dari pada mansion milik Aditya yang berada di tengah kota, ia lebih memilih bermukim di tempat yang sepi dengan rumah besarnya.

" Jangan berlebihan nak, nenekmu ini tidak apa-apa sekarang, memang dasarnya kau ini sama dengan papamu, berlebihan. " Rendy hanya tersenyum tipis melihat Leyra berkata seperti itu, ya memang sifat keluarga mereka seperti itu, posesif, berlebihan, dan selebihnya kalian cari sendiri ya.

Leyra tidak akan menempuh penerbangan melalui bandara lagi, Rendy melarangnya dengan keras, ia membelikan sebuah jet untuk neneknya yang sekarang menuju ke atap mansion Rendy.

25 menit setelah sarapan selesai, terdengar suara berisik dari rooftop nya, ternyata jet yang ia pesan sudah sampai. Untuk pilotnya, ia akan menyuruh Kev, ya Kev akan menjaga neneknya hingga situasi mulai tenang.

" Hati-hati nek, maafkan aku, karena aku nenek sekarang menjadi incaran musuhku selagi Linda tak ada di sini. " Raut wajahnya murung, memang benar apa yang ia katakan, begitu banyak musuhnya, hingga mungkin seluruh keluarganya akan menjadi incaran para musuh.

" Ja- " Baru saja Leyra ingin berbicara, namun perkataannya terhenti ketika melihat siapa yang baru saja turun dari jet itu, " Nenek akan bersamaku, jadi tidak akan ada bahaya atau pun musuhmu yang berani mendekati nenekku, iya kan nek? "

" Nak Kev benar sayang. Astaga, sudah lama kau tidak bertemu orang tua ini, nenek hanya melihat Alex dimana-mana, padahal nenek juga merindukanmu, kemarilah. " Alex yang di sebut namanya nampak merubah ekspresi, ia sedih mendengar pernyataan tersebut, namun mereka semua sudah seperti Rendy bagi Leyra, mereka semua cucunya.

" Kemarilah nak, nenek hanya bercanda tadi, apa itu kemaren, canda? ah iya nenek bosan kepadamu, canda bosan. " Tak lama Alex tertawa lalu menghampiri mereka bertiga, mereka memeluk orang tua yang ada di depan mereka sekarang, mereka sangat menyayangi Leyra.

Setelah berbincang selama 10 menit, sepertinya Leyra harus segera berangkat, Rendy tidak mau ada masalah lagi di rumahnya sebelum neneknya itu meninggalkan kediamannya.

" Sampai jumpa nek, cucumu ini akan merindukanmu, sangat. " Ia berucap ketika jet itu sudah menjauh dari rumahnya, dia hanya bisa berharap yang terbaik untuk sekarang, untuk semuanya.

" Ayo Lex, kita cari sekarang. " Auranya kembali menjadi dingin, ia kembali mengingat waktu di mana mereka di ikat di gedung kosong itu, sungguh menyedihkan.

" Mobil yang membawa nona ada di kediaman tuan Rega sekarang. " Perlahan ia menyimpulkan apa yang ia catat sejak subuh, ia hanya ingin kebahagiaan tuannya ini kembali.

" Ayo ke sana sekarang, aku akan menyetir, ikutlah denganku. " Mereka berdua masuk dan terus berjalan menuju ruang di mana mobil istimewanya terletak.

" ini mobil siapa, tuan? Apa kita akan menggunakan mobil ini? " Alex terlihat kaget, ia tidak percaya jika tuannya ini pernah memiliki mobil seperti ini.

Hanya mobil Maserati GranCabrio, namun sudah ia perbaiki sendiri. Di sana sudah ada pistol dari yang biasa hingga yang di pakai oleh para tentara, ada Barret MRAD. 388 Sniper Rifle yang mempunyai pengaman dengan memindai jempol pemiliknya, ada juga pisau Jagdkommando dengan bentuk spiral yang ujungnya sangat tajam, dan juga ada beberapa bom yang siap ia ledakkan kapanpun ia mau.

...Maserati GranCabrio...

Pertanyaan itu hanya ia lalui, memang baru sekarang Alex mengetahui mobik secanggih dan sekeren ini ada di mansion tuannya.

Ia langsung melewati Alex yang masih termenung melihat mobil Maserati berwarna hitam dengan segala senjata dan peluru menjadikan mobil itu terlihat mengerikan, memang sekeren itu.

Tersadar tuannya sudah duduk di bangku kemudi, ia segera memutari mobil itu dan duduk di bangku depan, tepat di sebelah tuannya.

" Pistol atau pisau? " Rendy bertanya dengan ekspresi datarnya, menatap lurus jalan yang mereka tempuh sekarang.

" A-apa tuan? Saya pisau saja, ta- "

" Ambil pisau dengan sarung hitam di depanmu. "

Alex langsung mengambil barang yang sesuai dengan deskripsi dari Rendy, ia mengeluarkan pisau tersebut, lagi-lagi ia terkejut dengan pisau yang ia genggam sekarang.

...Pisau Jagdkommando...

" Menunduklah, tuan! "

Grep,

Cekrek,

Dugh..

Dorr..

" Kenapa tuan tidak menurut? Tuan hampir saja tertembak oleh orang itu. " Itulah Alex, dia akan khawatir, sangat khawatir ketika nyawa tuannya akan jatuh di tangan orang yang salah, ia akan merasakan penyesalan ketika dia tidak menembak orang itu dengan cepat.

" Kenapa tuan tidak berhenti saja sekarang? Sebentar saja tuan. " Ia tak habis pikir ketika Rendy masih saja setenang ini setelah kejadian yang mereka lalui tadi, sungguh seperti iblis, benar-benar seperti iblis.

Karena Rendy tidak ingin mendengar Alex mengomel lagi, ia segera memarkirkan mobilnya di jalan yang sepi, di bawah pohon yang lebat, mereka berhenti di sana.

Sejenak Alex menghembuskan nafasnya, ia harus tenang seperti tuannya, tidak biasa jika ia sudah begini. Ia harus membawa beberapa pengawal tersembunyi untuk melindungi perjalanannya mencari kekasih sang tuan muda.

" Cepat katakan, " sikapnya sama sekali tidak berubah sejak Leyra kembali ke negaranya, dingin dan datar, " biarkan saya membawa beberapa pengawal untuk mencari nona, hanya beberapa yang pastinya mereka akan bersembunyi. " Ucapnya penuh yakin, memang tidak salah jika Rendy memilih Alex sebagai partnernya.

Rendy masih tidak bergeming, ia tidak menunjukkan ekspresi yang mengatakan ya atau tidak, raut wajahnya sangat susah untuk di tebak.

" Ya. " Setelah kata itu, Alex langsung mengambil ponselnya, menekan sebuah nomor lalu menelepon nomor tersebut.

" Segera datang, lakukan sesuai dengan intruksiku kemaren, tuan tidak aman jika hanya bersamaku. "

Tutt...

" Ambillah senjata yang kau butuhkan, gunakan dengan bijak. " Alex langsung mengambil beberapa senjata seperti pisau Jagdkommando, beberapa pistol, bom, dan satu pelempar granat bernama Corner Shot 40 mm Grenade Launcher yang memiliki frame dengan engsel putar di tengah larasnya, Corner Shot dapat dibengkokkan hingga 60 derajat dan juga ada kamera di bawah ujung laras yang dapat menampilkan musuh pada layar LCD yang di jamin akurat, jangkauannya sampai 150 meter, hingga dapat membuat para musuh cemas.

...Corner Shot 40 mm Grenade Launcher...

Tak jauh beda, Rendy juga sudah menempatkan beberapa pistol di tempat kosong rompi anti pelurunya, 2 pisau yang sama dengan Alex, tak lupa senjata andalannya, KAC M110 Sniper Rifle, senapan multi fungsi dengan peredam suara detachable yang dapat mengurangi suara tembakan, ada lensa tambahan yang dapat di putar 45 derajat buatan DOS, ada fitur Day Optic, berkaliber 7 mm mampu membuatnya memuntahkan 4 peluru per detik dengan jangkauan hingga 9,7 kilometer.

...KAC M110 Sniper Rifle...

" Saya rasa nona masih di rawat di Rumah Sakit Mutiara, mari kita ke sana tuan, pengawal pun sudah ada di sekitar sini, mereka akan menjaga kita dari kejauhan. " Beberapa saat kemudian, mobil itu kembali menyala dan melanjutkan perjalanan mereka menuju Rumah Sakit Mutiara.

Setelah 30 menit berlalu, akhirnya mereka sampai di tempat perawatan orang yang berpenyakit itu. Rumah Sakit ini memang agak jauh dari rumahnya, tentu karena letaknya di tengah kota, sedangkan rumah Rendy lebih ke pinggir kota atau lebih tepatnya kawasan yang sepi, tak jauh dapat ia lihat sebuah desa dari rooftop rumahnya.

Semula ia sempat mengira pernah melihat nama Rumah Sakit ini di salah satu dokumennya, ternyata benar, direktur Rumah Sakit Mutiara telah berinvestasi selama 3 tahun di perusahaannya, ia juga pernah kemari saat itu, sekadar berkeliling dan berbincang dengan direkturnya, silahturahmilah bahasanya.

" Anda pernah kemari sekitar 3 tahun yang lalu, sekarang Rumah Sakit ini tampak lebih bersinar di tengah kota, memang waktu berlalu secepat itu. " Tanpa ia sadari, otaknya perlahan memutar kembali kenangannya bersama Ayudia, sang adik, apa yang diucapkan Alex benar adanya, memang secepat ini waktu berlalu.

Perlahan kepalanya masih memutar kenangan itu, mulai dari mereka yang sering bermain bersama, menyiram taman yang berakhir keduanya basah kuyup, berebut makanan, ya dulu mereka memiliki banyak kenangan indah, sikap dingin dan datarnya datang setelah adiknya tiada.

Nafasnya memburu, terpejamlah mata itu perlahan, dadanya mulai sesak, ia remat dada bidang itu dengan kuat berharap rasa sesaknya berkurang, namun ternyata tidak. Rasa itu membuatnya melemas dan akhirnya..

Bruk..

Matanya terbuka pelan, hanya Alex yang sadar akan kejadian itu, ia langsung menggoyangkan tubuh tuannya, berharap agar tuannya ini segera sadar. Tak sesuai dengan harapannya, tuannya ini malah membuka mulutnya, ingin berkata namun lidahnya menahan.

" Tuan, sadarlah, tetap buka matamu, tolong.. "

Matanya sudah ingin kembali menutup saja dan lidahnya berhasil mengeluarkan satu kata sesaat sebelum kesadarannya di renggut, dengan sekuat tenaga ia mengarahkan telunjuknya ke arah pintu masuk Rumah Sakit tersebut,

" Linda... "

Hai readers, maaf atas keterlambatan update, alhamdulillah sekarang udh bisa update, jangan lupa like, komen, vote dan follow author yaa, see you next time

1
Nita Anjani
salken Thor dari medan
Silvy Miranda Oktavianingsi
emmm 😓 alur ny sama ni
Dewa Hakiki
gk mudeng
Sur Anti
lanjut
Siti Aisya
iya reza sma rendi gimna sih thor ,,
Anggele
yaya tuan Rendy sebenarnya baik tp ingat adik nya tuan Rendy mulai lg tu marah nya sm istri nya,,
Anggele
yg sabar y kk Linda kk tetap semangat ya
AsKia Putri Salmani
Semoga rendy cemburu kalau liat linda megang hp sambil senyum2 sendiri
AsKia Putri Salmani
Masih nyimak layanya seru nih thor
Ndah FalaNintyaas
Reza dan Rendi punya hubungan kurang ngerti soalnya
Eivhita As'syafi Walean
semangat up
Eivhita As'syafi Walean
ada bawang plss
Eivhita As'syafi Walean
ku yakin itu antara reza sama bagas
Eivhita As'syafi Walean
mengsenang
Eivhita As'syafi Walean
there are onions here
Eivhita As'syafi Walean
ada bawang aslii aaaaa
Eivhita As'syafi Walean
yyu bisa yyu😸
Eivhita As'syafi Walean
Rendy sama Reza Mirip apa gimana aslii?😭😿
nghalu_bareng 👻💕: kalau pernah baca kisah mafia pasti kalian tau itu di namakan avatar atau kepribadian ganda yang bisa berubah kapan saja.
total 1 replies
Eivhita As'syafi Walean
dia mulai bucin gees😿
Eivhita As'syafi Walean
mengsedih😿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!