NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:329.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss AL

Derasnya hujan malam ini, seorang gadis yang sedang merenungkan nasibnya sekarang, air mata terus berjatuhan tak ada niatan untuk di hentikan, bibirnya mengatup hanya ada isakan yang terdengar, matanya hanya tertuju pada satu benda dan kertas foto persegi kotak di tangannya dan seluruh tubuhnya bergetar hebat "Apa, yang harus aku lakukan." Jeritnya pilu.

Keputusan apa yang akan ia pilih. melepas atau menerimanya dan pergi menjauh ia butuh ketenangan.

Dan apa jadinya saat kehidupannya sudah tenang seolah olah takdir sedang mempermainkannya.

Ini tantangan hidup apakah ia bisa melawan traumanya karena masa lalu ataukah ia akan menemukan takdirnya bersamaan kembalinya dia dan orang orang masa lalu yang mulai hadir.


Heyy buat para reader semoga suka karena karya ini asli hasil imajinasi sendiri NO PLAGIAT NO CURI² MILIK ORANG LAIN, murni hasil berpikir sendiri 😁.

selamat membaca 💞

salam dari Author 💋😻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKSM 28

Saat Gino sedang memantau keadaan sang mommy, entah kenapa ia ingin mengalihkan matanya sejenak dari mengawasi sang mommy. Mata hijau hazel itu mengedarkan penglihatannya pada penjuru ruangan saat matanya bersirobok dengan mata pria dewasa dengan warna mata yang sama dengannya. Mata kecil itu berbinar bahagia telah bertemu pandang dengan seseorang yang selama ini ia impikan, tetapi mata berbinar itu bisa ia sembunyikan dengan wajah datarnya.

"Daddy," batinnya berbisik.

Sedang asik berpandangan dengan seseorang yang sangat ia ingin temui itu, tiba tiba ada seseorang yang menghalangi pandangannya.

"No, kau sedang melihat apa? Serius sekali, apa sih yang kau lihat?" tanyanya kepo.

Gino mendengus sambil bergumam lirih "Dasar mengganggu saja."

"Apa? Kau bicara apa Ino?" tanya Lucas sambil mendekatkan kupingnya ke arah Gino.

"Tak ada apa apa, sudah kau tak perlu kepo," serunya.

Matanya kembali melihat jam tangan yang ia modif untuk mengawasi sang mommy. ada satu alat yang ia ciptakan sendiri sebuah robot kumbang transparan, ia terinspirasi pada kumbang koksi kecil berwarna merah berbintik hitam. Saat ia melihat sang mommy meninggalkan ruangannya ia mengirim satu kumbang lagi untuk mengikuti mommy dan satu kumbang yang lain ia biarkan saja di ruangan di mana gaun gaun cantik sang mommy berada, ia mengikuti instingnya pasti nanti akan terjadi sesuatu di ruangan mommynya.

Robot kumbang yang ia buat tidak hanya bisa merekam gambar tetapi juga bisa merekam suara. Saat ini Gino sedang mendengar pembicaraan sang mommy, setelah mendengar apa yang terjadi pada sang mommy lalu ia melihat para auntynya siapa yang cocok, tetapi ia tak bisa memilih karena menurutnya semua cocok, pada akhirnya ia mengutarakan apa yang saat ini terjadi pada mommynya.

"Ehem, anty anty," panggil Gino mengalihkan pandangan mereka.

Sedangkan para aunty yang sedang asik mengobrol mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara.

"Ya Ino," jawab Areta.

"Ya Ino handsome," jawab Alexa.

"Ya ada apa?" jawab Callena.

"Hem," jawab Tarissa.

" Begini, saat ini mommy membutuhkan para anty sekalian," ucapnya.

"Apa yang mommy mu butuhkan?" tanya Tarissa.

"Dua model yang akan peragaan gaun gaun mommy tidak datang dan alasannya pun tak jelas, saat ini para panitia sedang mencarikan model untuk mommy," jelasnya.

"Ya, bagus dong, itu artinya yang menggelar acara ini bertanggung jawab," seru Callena.

"Iya, tapi masalahnya waktunya tidak banyak, apalagi mommy ada di urutan nomor 6," balas Gino.

"Dan yang saat ini tampil adalah nomor urut 4, Lex sepertinya lo yang pantas buat jadi peraga,"

Belum sempat Alexa menjawab, tiba tiba Genio menyela.

"Dan gaun gaun mommy ada yang sengaja merusaknya," selanya dengan nada dingin dan mimik wajah mengeras. Robot kumbang tak hanya tersambung pada jam tangan Gino tetapi juga tersambung pada tablet Genio. Makanya itu mengapa Genio tau apa yang terjadi pada mommynya saat ini.

"Apa," teriak mereka dan sempat mengundang pandangan orang orang yang ada di ruangan itu.

Gino pun langsung mengecek di bagian ruangan gaun gaun sang mommy. Sesaat wajahnya berubah dingin dan pandangannya seketika sangat tajam dengan wajah yang mengeras dan tangan terkepal. Karena ia tau siapa orang itu tak hanya tau tetapi ia sangat mengenal siapa dia, yang sudah merusak gaun gaun yang susah payah mommynya buat sampai sampai mommy kesayangannya sempat masuk rumah sakit hanya karena mengejar waktu untuk membuat para gaun itu. Dan semua itu tidak luput dari pandangan mata tajam Ansel, ia memerintahkan Juno untuk cari tau apa yang sedang terjadi. Padahal sebelumnya ia sama sekali tak pernah peduli dengan itu semua tapi entah kenapa kali ini ada dorongan, hati dan pikirannya pun bekerja sama untuk menolong mereka, begitu pun Juno yang sempat heran pada tuannya yang biasanya acuh kini tiba tiba peduli dengan mereka tatapi Juno tak berani bertanya ia hanya melaksanakan tugas yang diperintahkan sang tuan.

Saat ini Genio, Gino, Lucas, Camaro dan para aunty sedang di backstage mencari Yashica.

○●□■

Di tempat Yashica sekarang saat ia diminta madam Lu untuk kembali ke ruangan, ia syok mendapati gaun gaun rancangannya hancur tak berbentuk lagi mungkin bisa dikatakan sudah tak layak pakai.

"Apa... Apa yang terjadi. Ke... Kenapa semua gaun gaun ku jadi seperti ini," pekiknya seraya menutup mulut. Ia tak bisa membendung air matanya, ia menangis lirih. Hancur semuanya hancur ia tak bisa tampil dan memamerkan gaun rancangannya pada para tamu.

"Siapa yang melakukannya? Siapa yang tega menghancurkan ini semua?" bisiknya bertanya tanya seraya memegang gaun gaun itu yang telah hancur tak berbentuk. Ia sudah mengorbankan segalanya untuk ini semua, ia mengorbankan waktu, kesehatannya sampai ia sempat mengabaikan anak anaknya hanya untuk gaun gaun ini tapi kini semuanya hancur begitupun pada hatinya yang saat ini benar benar hancur.

"Shica!" Madam Lu dan juga tiga teman kantor Yashica datang bersamaan untuk menghampiri Yashica, madam Lu datang untuk mengabari tentang para model sedangkan teman temannya datang untuk melihat persiapan tampil dan juga untuk memberi semangat. Tetapi yang mereka dapati tidak sesuai ekspetaksi. Realitanya yang mereka dapati sampai membuat mereka syok adalah melihat gaun gaun Yashica yang sudah hancur lebur.

"Si Shica, apa yang terjadi, kenapa semua gaun gaun ini hancur?" tanya madam Lu.

"Saya tidak tau madam, saat saya kembali gaun gaun ini sudah hancur lebur seperti ini dan saya tidak tau siapa yang sudah melakukan ini semua," ungkapnya sambil meratapi gaun gaunnya.

"Shica," ucap Ivana lirih seraya memeluk Yashica untuk memberi kekuatan.

"Betul betul tidak punya hati, siapa sih yang tega melakukan ini! Kalo tau siapa orangnya bakal aku cincang itu orang," gerutu Emma.

"Yang sabar Ca," ucap Glowria prihatin.

"Ca." Madam Lu menghampiri Yashica.

"Madam maaf, saya tidak bisa melanjutkan ini, saya siap di diskualifikasi," ucap Yashica lirih.

Diam diam ada seseorang tersenyum kecil dengan kepuasan karena rencananya berhasil.

○●□■

"Hei hei, kalian tau apa yang kami lihat dan dengar, tadi aku dan Helen melewati ruang tempat Yashica meletakan gaun gaunnya dan gaun gaun itu semua hancur tidak berbentuk, hahahaha," ucapnya senang.

"Iya, tanpa mengotori tangan kita, secara tidak langsung dan suka rela sudah ada orang yang membantu kita untuk menyabotase gaun gaun itu," bisik Helen.

"Hahahaha, bagus lah. Sekarang aku sudah tenang dan dia tak akan pernah bisa tampil untuk peragaan busananya," ujar Ketie senang.

"Apa perlu kesenangan ini dirayakan," celetuk Clara tiba tiba.

"Oh, tentu dong," ujar Helen.

"Of course, hahahaha" ujar Ketie seraya tertawa bahagia.

"Ya harus dong, karena anak emas madam Lu itu tak akan bisa menampilkan gaun gaunnya dan aku yakin banget sekarang dia pasti sudah di diskualifikasi oleh panitia," ucap Sarah.

●■

Flashback

Sehari sebelumnya acara dimulai.

Tap tap tap

Suara langkah kaki seseorang memasuki rumah megah itu.

"Nona, selamat datang ada yang bisa saya bantu?" sapa salah satu pelayan yang menghampiri orang itu.

"Clara mana?" tanyanya.

"Non Clara ada di kamarnya non," ucap pelayan itu. "Nona mau minum apa?" sambungnya tanya.

"Seperti biasa dan jangan lupa panggil nona mu itu aku ingin bertemu," perintahnya.

"Baik nona," ucap pelayan seraya berlalu untuk memanggil nonanya.

Beberapa menit kemudian, Clara terlihat menuruni tangga untuk menemui tamunya.

"Ada apa?" tanya clara pada tamu tak diundangnya itu.

"Kenapa sepi, kemana paman dan bibi?" tanya balik tamu itu.

"Tak perlu basa basi busuk, aku tau kau berniat kemari tidak untuk menanyakan di mana kedua orang tua ku kan," ujar Clara dingin.

"Hem, baik lah aku akan langsung saja, aku perlu bantuan mu," ujarnya.

"Bantuan? Bantuan apa yang kau maksud?" tanya Clara bingung.

"Menyabotase semua gaun gaun yang akan di tampilkan esok hari," ucapnya dengan tenang.

"Milik siapa?"

"Milik Yashica," ucapnya dengan dingin.

Sempat ada riak terkejut di wajah Clara, tetapi ia pandai menyembunyikan ekspresinya dengan wajah datarnya.

"Setau ku bukannya kau dan Yashica berteman baik?" tanyanya heran. "Makannya semenjak kedatangannya kau seperti menghidari ku atau memusuhi ku," sambungnya seraya memandang tamunya heran.

"Siapa bilang? Itu hanya perasaanmu saja, selama ini aku tak pernah memusuhimu, mungkin kau yang memusuhi ku," ujarnya seraya tersenyum kecil.

"Lalu apa rencana mu?" tanya Clara tak lagi peduli dengan perdebatan mereka.

"Jadi kau mau membantuku?" tanya orang itu memastikan.

"Hem, tapi itu tergantung dari rencana mu, kalo sesuai aku kan membantu mu tetapi kalo sebaliknya aku tidak ingin membuang waktu ku, paham," ucap Clara dingin.

"Ya ya ya... Kau hanya perlu membantu ku, untuk masalah sabotase, itu urusan ku, lagi pula ini juga akan menguntungkan mu dan para geng mu itu," ucapnya. "Baik lah kalo begitu aku pamit, besok kita bertemu di sana, aku akan menghubungi mu dan memberi tahu apa rencana ku," sambungnya pamit seraya berjalan keluar dari rumah megah itu.

Sedangkan Clara tidak mengantarkan tamunya, ia membiarkan tamunya keluar dari rumahnya. ia duduk dengan tenang dan wajah yang datar seraya menikmati teh di cangkirnya.

"Baik lah kita lihat apa rencana mu itu untuk esok hari, Glowria," batinnya berbisik dengan tatapan datar.

♤♡◇♧

Jangan lupa dukung selalu karya ku dengan cara

Like, komen dan subscribe karya ku

Love u all 😊😘

1
Agustina Amy
lanjut kak tambah seru aj ceritany
Agustina Amy
percaya diri bngt tuch si bella...blom tahu dy siapa ansel
Agustina Amy
Lanjut kak tambah seru ceritanya
fatmawati (pipit)
mungkin gk ya shica hamil muda
Farida Irwanq: mereka kayaknya belum,menjalankan malam pertama setelah menikah.
total 1 replies
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
torku update ya
Farida Irwanq
Terimakasih kak thor.. semoga anaknya cepet sembuh.
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor. nanggung nih.. apa kah itu mama nya yasicha
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor🙏
Farida Irwanq
semangat up kak thor di tunggu bab selanjutnya. terimakasih banyak🙏
Farida Irwanq
Semangat up nya kak thor. trimakasih🙏
Farida Irwanq
makasih kak thor. selalu menunggu
Agustina Amy
sllu d' tunggu updatenya Thor...jng lama" ya
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor,trimakasih🙏
Agustina Amy
Jujur Thor aq kasihan sma leo... bikin bs melarikan dri aj Thor Leony...biar logan g' makin dendam yg akhirnya merugikan dri logan sndri
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor trimakasih banyak🙏
Glastor Roy
makasih torku update ya
Farida Irwanq
up lgai kak thor
reza indrayana
ai kembal sudah kenal ternyata dengan sang opa.. 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!