NovelToon NovelToon
The Mafia'S Only Weakness

The Mafia'S Only Weakness

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mel R.

Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.

Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dominic dan Damian

"Bagus! kau sudah datang. Dimana Mommy ku" Bahkan nada intonasi nya pun sangat mirip dengan nya.

"Ada di kamar utama, Mommy sedang beristirahat." Jawab Dominic. Ia mendekat ke arah sopa karena putranya Damian sedang duduk sambil melipat kedua tangannya dengan tatapan yang datar.

"Jangan sakiti Mommy ku. Jangan sampai aku melihatnya menangis karena kau"

"Aku tidak akan berani menyakiti Mommy mu. Aku sangat mencintainya" Dominic duduk disamping Damian yang tidak mau menatapnya.

Ada perasaan haru yang dirasakan oleh Dominic saat melihat Damian. Yang jelas ia tidak menyangka bahwa dirinya kini sudah menjadi seorang Ayah. Dan bahagia nya adalah...

Wanita yang melahirkan anak nya itu adalah wanita yang begitu ia cintai.

"Kamu tahu siapa aku?"

"Aku bukan orang bodoh" jawab Damian dengan ketus.

Damian bisa mencari tahu darimana ia berasal sebenarnya. Apalagi jelas ada nama Salvatore di belakang nama nya. Yang tentunya nama itu adalah nama garis keturunan. Sedangkan ibunya tidak ada nama garis keturunan di belakang nama nya.

"Kamu sangat pintar Nak" Dominic tersenyum.

"Jangan memaksa Mommy, dia orang nya sangat keras kepala."celetuk Damian. Yang tadinya Dominic menatap lurus kedepan, langsung saja menatap Damian.

Dahi nya mengerut, tapi habis itu langsung tersenyum yang sangat jarang ia nampak kan kepada siapa pun.

"Daddy tahu, Daddy tidak memaksa Mommy mu. Daddy hanya bersikap tegas saja."Jawab Dominic.

Damian menyerhitkan dahinya, versis seperti Dominic tadi.

"Jangan geer dulu, Anda Paman Dominic bukan suami Mommy ku" Tepatnya lebih gengsi saja mengakui Dominic sebagai Daddynya.

Dominic mengangguk tanda mengerti. Dominic senang atas pengertian putranya yang ternyata lebih dewasa dan terbuka.

"Kamu tenang saja, Mommy mu akan segera menjadi istriku sebentar lagi." Dominic tersenyum smirk. Tidak sabar menanti malam nanti.

"Aku harap kamu tidak menyakiti Mommy ku Paman." Damian menerawang kebelakang bagaimana kehidupan mereka pas masih di desa Asterrar.

Ibunya berjuang menghidupi kebutuhan mereka untuk makan, dan untuk tante nya Lily yang masih sekolah dulu.

Isabella rela melakukan apapun untuk mereka, asal ada pundi-pundi uang yang bisa di tabung. Isabella orang nya terlalu cereboh, lugu, mau-mau saja di bodohin orang tapi keras kepala dan ego nya tinggi.

Tapi untung nya ada yang membantu mereka, Opa Aaron dan Oma Shopia. Mereka berdua sudah banyak berjasa atas kehidupan mereka.

"Maafkan Daddy yang tidak tahu keberadaan kamu. Tapi sungguh, Daddy sudah berusaha mencari Mommy mu yang menghilang atas kesalahan yang Daddy buat. Daddy sangat mencintai kalian, terimakasih sudah hadir di antara Daddy dan Mommy mu" Selain penjelasan nya tadi kepada Isabella, kini Dominic juga berbicara panjang lebar kepada Damian.

Padahal pria itu sangat irit bicara, karena ia lebih suka bertindak. hanya kode dari nya, semua orang langsung mengerti.

"Daddy ada urusan di luar, kamu baik-baik di rumah ini. Nanti ada pengawal yang akan menemani mu. Jika bosan, berkeliling saja dulu" Dominic tanpa sadar mengelus kepala Damian.

Sedangkan Damian hanya diam saja, terbeku di tempatnya karena elusan Dominic untuk pertama kalinya.

"Baik" jawab Damian singkat. Ia pun bingung kenapa bisa seperti ini. Damian harus mencari tahu nya.

Dominic berdiri sambil tersenyum. Dia merasa lega karena tadi ia pikir Damian sangat susah menerima nya, atau akan datang cacian atau makian yang terlontar dari putranya.

Justru ia malah bersikap tenang, dan juga memberikan sebuah pencerahan atas Mommynya.

Damian menghela nafas nya. Ia menatap Daddynya yang sudah keluar. Lalu Damian tersenyum karena rencananya berhasil.

Yaitu mempertemukan Daddy dan Mommynya.

Sebelum datang, ia sudah mencari tahu semua nya. Nama pemilik hotel, dan siapa saja tamu yang akan datang.

Jangan tanya Mommynya, dia terlalu sibuk mencari uang. Bahkan awalnya Isabella menolak datang kesini. Tapi dengan segala buruk rayunya, akhirnya sang Mommy mau.

Damian tahu bahwa Daddynya adalah orang kaya, dan Damian mau mengangkat derajat Mommynya lewat sang Daddy. Sungguh dirinya sangat sakit hati bagaimana kehidupan mereka saat di Asterrar.

Banyak cacian dan makian melayang kepada sang ibu. Bahkan dirinya juga kena imbas nya. Padahal negara ini adalah negara dengan culture yang bebas.

Sedangkan Isabella sudah berusaha memikirkan bagaimana kabur. Dia menggigit kuku nya sangking fokus nya berpikir.

"Ahkkkkk.... Dominic! Sialan kau" Benar-benar tidak ada jalan keluar untuk saat ini.

Saat ini Isabella tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Atau dirinya pasrah saja untuk menikah dengan Dominic.

Tapi ia....ahhhh sudahlah. Eitsss tapi bagaimana dengan si Clara. Apa jangan-jangan dirinya di jadikan istri kedua?

"Oh My God" pekik Isabella. Kalau itu sampe terjadi, maka itu adalah titik paling murahan seorang wanita.

Ceklek...

Lamunan Isabella langsung buyar. Elena datang membawakan makanan. Tak lupa di kunci dari luar.

"Nona Isabella, Tuan bilang anda harus makan siang dulu."

"Hah? Apa Bi? ini sudah siang yah?" kaget Isabella. Apa selama itu dirinya berpikir sehingga tidak tahu bahwa hari sudah siang. Berarti tinggal beberapa jam maka malam hari akan tiba.

"Makasih Bi, tapi aku tidak lapar." Tolak Isabella secara halus. Mana bisa dirinya makan dengan keadaan seperti ini.

"Nona tolong, Anda harus makan walaupun sedikit saja." Elena mendorong troli makanan nya, lalu menyusun nya ke atas meja.

"Dimana Dominic Bi?" tanya Isabella penasaran.

"Tuan sedang ada urusan Nona." Jawab Elena dengan sopan. Isabella menghela nafas nya dengan kasar.

"Bi, tolong bantu aku keluar dari rumah ini" Mohon Isabella dengan wajah yang berharap. Dirinya belum mau menerima Dominic untuk saat ini.

"Mohon maaf Nona, saya tidak bisa mengikuti perkataan Anda. Tapi saya menyarankan, sebaiknya Nona terima saja pernikahan Nona. Sudah cukup Tuan menderita selama ini." jelas Elena. Dan Elena lah saksi bisu bagaimana rapuh nya Tuan nya selama ini. Kehilangan kekasihnya bertahun-tahun, tidak semangat hidup, menyiksa dirinya dengan sibuk kerja, kerja dan kerja.

Bahkan awal-awal Isabella kabur, Sosok Dominic sudah seperti gila. Mengurung di kamar selama 4 bulan dengan penyesalan terbesar nya.

Tapi untung nya ada Tuan Dante sahabat Dominic yang terus memberikan dukungan kepada nya agar segera bangkit.

Pernah satu hari waktu itu, Tuan nya pergi minum untuk menghilangkan beban pikiran nya. Tapi naas, ia kecelakaan sehingga harus di rawat inaf selama satu bulan di rumah sakit. Keluar dari rumah sakit pun belum bisa kemanapun karena kaki nya patah.

Sungguh menyedihkan waktu itu Tuannya.

"Menderita?" lirih Isabella. tapi masih di dengar oleh Elena.

"Iya, Nona. Tuan sangat terpukul atas kehilangan Nona waktu itu. Dan untuk pertama kalinya saya melihat wajah Tuan lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya. Kasihan Tuan Nona. Cobalah memaafkan Tuan terlepas apa yang di perbuat Tuan kepada Nona. Saya benar-benar senang jika Tuan bahagia dan Nona kembali kembali ke rumah ini" ini adalah nasehat Elena.

Elena berharap kalau Isabella mau mendengar perkataan nya. Pasti Tuannya semakin bahagia. Elena yakin kalau Nona Isabella sudah menjadi Nyonya maka ia pasti akan di buat bahagia oleh Dominic.

1
meliana
kalian semua jangan lupa mampir yah, di jamin seru dengan cerita cerita author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!