NovelToon NovelToon
Suamiku Kakak KelasKu

Suamiku Kakak KelasKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Berbaikan
Popularitas:393.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Merlindea Ananta

"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.

_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****

Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Bell tanda pulang sekolah bunyi semua murid SMA ABDI UTAMA pun berhamburan keluar kelas, mereka akan pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat melepas penat setelah hampir seharian otak mereka dipakai untuk berpikir

cara berjalan keluar kelas bersama kedua sahabatnya ia masih tetap mengenakan hoodie pemberian ramah tadi.

"Mixue dulu yuk! "aja Amel sambil menggandeng kedua lengan sahabatnya, karena posisi Amel sekarang ada di tengah-tengah, ia tak jadi diantar pulang oleh sang kekasih hari ini, karena sang kekasih tadi mengatakan Ia ada kepentingan mendadak dan kebetulan saja Amel ingin sekali mengajak kedua sahabatnya main sebentar sebelum pulang ke rumah. sudah lama sekali rasanya mereka tak bermain bersama, itu saja hari ini Caca membawa mobil sendiri.

"boleh," jawab cara cepat, iya bodo amat sekarang, toh kalau izin juga tak akan diizinkan Rama, jadi lebih baik ia tak usah izin saja sekalian.

"sekalian nge Mall dong kok , lirik-lirik cuci mata, sekalian lihat cowok-cowok juga, mana tahu ada yang kecantol, eh titik tapi, gue pingin banget deh karaokean udah lama nih gak happy-happy bareng kita," ucap Caca sambil sinyal senyum sendiri.

"Eleh, gaya lo Caca. kak kasihan sama yang lagi berjuang loh, "ucap Amel kemudian sambil menoyor pelan kepala Caca saking gemasnya. selalu saja pikirannya dipenuhi lelaki, padahal sang kekasih yang sedang belajar di negeri Paman Syam ini sudah ada rencana ingin melamar Caca setelah gadis manis itu lulus SMA.

"yaelah, kalau itu mah which is my priority. kalau yang lain cuma bahan cuci mata aja sih, guys! "ucap saja, ia maju sedikit melebihi langkah kedua sahabatnya dan berbalik arah berjalan mundur tapi masih tetap bergandengan kepada kedua sahabatnya itu.

"Iya deh , terserah lu aja yang penting lu bahagia, "ucapannya kemudian.

"gue nelpon sopir gue bentar ya , kasihan kalau sampai sekolah guenya nggak ada, "ucap Rara sambil mengeluarkan handphonenya yang ada di saku hoodie yang ia kenakan, lantas Rara langsung saja menekan tombol memanggil setelah menemukan kontak telepon milik pak.

tuttt.......tuttt......tuuttt.

"halo assalamualaikum non, ini saya masih di jalan menuju sekolah non, bentar lagi kemungkinan sampai soalnya macet non," ucap Bambang dari seberang telepon.

"halo pak waalaikumsalam, pak saya mau keluar sama teman-teman, bapak arah balik aja pak," ucap Rara

"oh iya, non baik."

"Oke pak, maaf ya pak, ini saya matikan teleponnya. assalamualaikum"

"gak apa-apa non, waalaikumsalam,"

Rara pun kemudian mematikan sambungan teleponnya dan memasukkan kembali ke dalam saku hoodie yang ia kenakan.

ketiga Gadis itu pun pergi melesat membelah jalanan yang ramai menuju salah satu pusat perbelanjaan yang ada di daerah mereka, mereka ingin bersenang-senang untuk hari ini.

*****

Ceklek.

cara membuka perlahan pintu unit apartemen, sambil melihat sekeliling ia tak sedikit merasa lega karena tak melihat keberadaan ramah di sini, sejak peristiwa tadi siang ia sebenarnya masih sedikit canggung untuk bertemu pria itu.

"ra, ngapain kamu kek maling gitu ngendap-ngendap?" tanya rama, pria itu datang dari arah dapur, tadi ia juga terkejut saat melihat Rara yang masuk rumah sambil celingak celinguk dan mengendap-endap seperti maling.

"eh, kak Rama, udah balik?" tanya Rara agak sedikit canggung, apalagi ia sudah tertangkap basah oleh Rahma sedang mengendap-endap malu sekali rasanya.

"Kamu dari mana? "tanya Rama sambil meletakkan gelas air putih yang digenggamnya ke atas meja dan menatap ke arah Rara pria itu duduk sambil bersedekap dada.

Rara diam, Ia berpikir sejenak tak mungkin ia mengatakan kepada Rama kalau ia habis jalan-jalan bersama kedua sahabatnya, apalagi ia tak ada meminta izin untuk pergi.

"gu-,gue habis kerja kelompok kak, "ucap Rara karena hanya itu yang terlintas dalam pikirannya untuk saat ini, kerja kelompok adalah pilihan yang paling bagus dan paling tepat, tak akan mungkin Rama akan melarangnya kalau alasan yang ia pakai adalah untuk pergi belajar.

"ya kali kau mau pergi belajar juga dilarang batin Rara dalam hati'

"yakin?" tanya Rama sambil berjalan menuju sofa yang ada di depan TV, sedangkan Rara? sekarang Ia hanya berdiri dan hanya dia mematung, perasaannya agak sedikit gugup, entah kenapa ia sangat susah berbohong kalau di depan Rama, Rama selalu membuatnya tak bisa berkelit.

"ya, yakin, gue sangat yakin kak, masa gue bohong, "ucap Rara agak sedikit gugup, ia melihat ke arah ramai yang sedang mengotak-atik benda pipih di tangannya.

"di mana kerja kelompoknya?? "tanya Rama kemudian mengalihkan pandangannya yang dari sebelumnya menatap handphone kini ia menatap Rara dengan tatapan mengintimidasi.

Rama sangat suka sisi Rara yang seperti ini, sangat menggemaskan baginya, ia sangat ingin tertawa melihat Rara gubuk, sebenarnya ia tahu ke mana saja hari ini. tapi, karena aktivitasnya hari ini tak memperlihatkan ada lelaki berada di sekeliling Gadis itu Rama pun sedikit lega ia tak akan marah walaupun Rara tak meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya, ia tahu mungkin Rara akan mengira kalau Rama tak akan mengizinkan Gadis itu pergi kalau ia meminta izin kepada dirinya.

"di rumah Amel," ucap Rara mantap. dan terlihat sangat meyakinkan

"hahaha" lama segitiga tak dapat membendung tawanya, ia tertawa terbahak-bahak di depan istrinya, tak ada lagi laga image kalau di depan gadis ini, tak ada Rama si cowok kulkas, Ia sekarang menjadi dirinya sendiri kalau berada di dekat istrinya, Rara yang melihat ekspresi lama pun heran kenapa pria di depannya itu tiba-tiba tertawa.

"Setressss!"ucap Rara pelan. tapi, masih bisa ditangkap oleh indra pendengaran lama, seketika Rama mengubah ekspresi wajahnya yang dari tertawa kembali serius dan menatap tajam ke arah Rara

"Apa lo bilang!" ucap rama penuh dengan nada penekanan,

"kakak ganteng, suami gue ganteng banget kalau lagi tertawa!" ucap Rara kesal, bisa-bisa ia habis kalau sampai ketahuan memakai lelaki yang ada di depannya ini.

"tuh lu tahu kalau gue ganteng,"ucapan Rama kemudian sambil menggelengkan kepalanya.

"udah kan? gue mau masuk kamar, terus mau mandi, mau masak dan nyiapin makan malam, udah gerah banget ini kak "ucap Rara hendak melangkah memasuki kamar.

"Jadi sekarang Amel tinggalnya di mall ya, udah gak di rumah pak Broto lagi?" tanya ramah sambil berpura-pura berpikir dan mengangguk-anggukkan kepalanya, membuat Laras ketika menghentikan pergerakannya padahal Ia sudah hendak memasuki kamar, ia kembali mundur menatap ke arah Rama.

"kata siapa tanda tanya ya rumahnya masih bareng bokap dan nyokapnya lah!" ucap Rara spontan, dan tak sadar dengan siapa yang ia ucapkan.

"terus, kata kamu tadi kerja kelompok di rumahnya Amel kan?" tanya Rama lagi.

"ya emang di rumah Amel kak," sekarang ia sudah sangat lancar membalas pertanyaan Rama.

"Tapi, kamu tadi seharian di mall tuh, karaokean, shopping shopping, makan-makan, terus belajarnya gampang?" tanya Rama sambil menyerahkan foto Rara yang sedang memilih-milih baju, makan dan masuk ke dalam ruang karaoke bersama kedua sahabatnya, ia menunjukkan foto yang ada di dalam telepon genggamnya.

Rara shop untuk sesaat, siapa yang diam-diam mengikutinya? kenapa gambar ini bisa sampai ke tempat Rama Dan kenapa ramah tak ada menelponnya seharian ini.

biasanya kalau Rara tak ada di rumah pasti ramah akan menelponnya ratusan kali, tapi hari ini Rama tak ada mencarinya, Rara pun baru tersadar.

kenapa ia bisa sekalipun tak ketahuan oleh pria yang ada di hadapannya ini, selalu saja pria ini tahu ke mana dirinya pergi.

"maaf!" ucap Rara, karena cuma itu yang bisa diucapkan Rara untuk saat ini.

"untuk?" tanya Rama kembali.

"karena udah bohong sama kakak, gue takut kalau izin dulu nggak bakal dibolehin, Lagian nggak tiap hari juga sekali-sekali doang kok kak, janji"ucap Rara sambil membuat jarinya membentuk huruf V.

kali ini gue maafin, lain kali jangan di ulangin! gue mau izin in atau gak lu harus tetep izin dulu! lu udah jadi tanggung jawab gue sekarang " ucap Rama tegas, Rara yang awalnya menunduk dan sangat sigap untuk mendapat ceramah, seketika mengangkat wajahnya dan menatap ke arah ramah, sungguh perkataan yang tak diduga keluar dari bibir pria ini,Rara yang sangat spontan langsung menghambur dan memeluk pria yang ada di depannya.

"makasih kak, maaf banget ya," ucap Rara sambil memeluk pria yang ada di depannya, tentu Rama terkejut atas tindakan Rara yang tiba-tiba, ia tersenyum kemudian melepas pelukan Rara, ia tak mau sesuatu yang ada dalam dirinya bangun dan membuat kekacauan.

"ya udah, mandi sana, habis itu masak .aku lapar banget, lagi pengen masakan rumahan," ucap Rama, ia mengusir halus Rara untuk pergi dari harapannya.

"iya, ya. ketagihan kan kakak, Lagian siapa coba dulu ya, yang bilang kalau gue nggak boleh masak," ucap Rara mengajak Rama yang langsung di hadiahi pelototan oleh Rama, Gadis itu pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar untuk segera membersihkan diri dan kemudian menyiapkan makanan malam untuk mereka berdua.

1
Zizie Malek
pusing aku baca karyamu Thor. berantakan bangat alur ceritanya. bikin bad mood 😔.
Rina Rina
ini kenapa cuma gini aja
Rina Rina
Thor maaf ni ya klo aq komen
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
Rina Rina
Thor jangan ada Lo gw nya Napa biar enak denarnya
Ddek Aish
si Rara nggak ingat suami
Ddek Aish
mampir thor
Riama
set dah dh dr sblm lebaran blm ada kelanjutannya,,
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja
Ainun Alya
semakin cemburu , semakin menyala abangkuu🔥🔥
Putri Nunggal
mana ini kak lanjutan nya
Putri Nunggal
dua rius liat semuanya 😂😂😂😂
Putri Nunggal
eeeh bukanya td pamit mau pergi ngumpul sama temen nya malah ada ditempat tidur itu si suami
Putri Nunggal
yaaaa ketagihan tuuuh si suami pengen cium cium😚😚😚
Putri Nunggal
situasi nya menegangkan ya Ra, bukan film yang bikin tegang tp karena dikanan ada suami di kiri ada mantan gebetan
Putri Nunggal
mampus lu Ra, niat hati mau ngabur dari suami yang keluar, eeh malah ada ditempat yang sama pula. alamat ketauan jalan sama mantan gebetan
Liana Jamba
Luar biasa
Riama
ko gk up" lagi,, apa dh end ya,, klo dh end gk asik ah,,
Rina Sri Puspitasari
ayo kak cepet ditunggu kelanjutannya, udh GK sabar in
muna aprilia
lnjut kk
Daud Kanaya
kok gantung y kak , padahal AQ dah bolak" intip tp kok zonk ,kpn lanjutnya kak
Raline_Story: sama aku pun nunggu lanjutan nyaaaaa
total 1 replies
Raline_Story
kak kok gak update2 sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!