Wajah dan mata itu mirip sekali dengannya. Aku rindu sekali dengan kehadirannya, Tak bisakah Tuhan mempertemukan kita walau hanya sejenak.
Apakah dia sudah melupakanku bahkan sudah memiliki penggantiku.?
Aku menunggumu Sagara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhaya Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 28: Alesha dimana?
Aiden menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada sang mama ketika mama yang biasa dipanggil Tanti itu selesai mengganti pakaian Alesha dengan pakaiannya.
Tanti juga menerka bahwa gadis yang dibawa sang anak adalah korban pemerkosaan. Tetapi yang diherankan, Kenapa barang berharga gadis itu masih utuh. Apa motif pelaku tersebut hanyalah melecehkan gadis itu tanpa mengambil barang berharganya.
Dilihat dari tas dan barang yang dibawanya masih terbilang mahal. Apa pelaku tersebut tak menyayangkan hal itu.
"Iya mama rasa dia korban pemerkosaan, Tapi bukan kamu kan Aiden pelakunya ." Sentak Tanti sekilas melihat Alesha yang tengah ditangani dokter. Gadis yang pikir Tanti melihat keadaan gadis itu.
"Ma, Aiden sudah bilang. Aiden gak tau apa- apa. Aiden berniat membantunya karena dia pingsan di taman." Sahut Aiden menyangkal apa yang dituduhkan Tanti padanya.
" Mama percaya padamu, Semoga gadis itu tak apa. Dan bisa menerima kenyataan jika nanti sadar." Seru Tanti lagi menghampiri dokter yang telah usai menangani Alesha.
Gadis itu masih setia terpejam. Apakah dunia mimpinya begitu indah hingga dia enggan membuka matanya.
"Bagaimana dok"?
"Nona hanya deman nyonya, Mungkin karena kecapekan juga jadi itu yang membuatnya pingsan. Apalagi tadi anda bercerita jika nona ini habis kehujanan." Papar dokter mengemasi barang bawaannya dan pamit undur diri.
Tak lupa dokter tersebut menaruh resep milik Alesha di atas nakas. Aiden yang melihat itu bergegas keluar berniat menebus resep yang dokter berikan.
Euggghhhh...
Alesha melenguh ketika merasakan kepalanya sakit. Ia berusaha membuka mata meskipun terasa berat dan panas.
Tempat asing yang pertama dilihatnya. Dimana dirinya berada? Kenapa ruangannya nampak asing.?
"Kamu sudah bangun nak?" Tanya Tanti ketika melihat Alesha berusaha menyamarkan cahaya yang masuk ke dalam netranya.
"K- kamu siapa?" Tanya Alesha mencoba bangun dari baringnya karena kaget dengan siapa sekarang dirinya . Meskipun kepalanya pusing , namun Alesha berusaha keras bangun.
"Sudah jangan dipaksa, saya tau kamu masih lemah. Tidurlah lagi." Ucap Tanti lembut mencoba membaringkan tubuh Alesha lagi seperti semula.
"Saya Tanti pemilik rumah ini, Kamu tadi ditemukan anak Tante di taman kota dalam keadaan pingsan nak. Tapi Alhamdulillah kamu gak apa- apa kan" Tanya Tanti memastikan keadaan Alesha . Tangan sedikit keriput itu nampak menempel di dahi Alesha, hangat itulah yang dirasakan Tanti.
"M- maaf Tante aku merepotkanmu. " Sahut Alesha merasa bersalah telah merepotkan Tanti dan keluarga atas musibah yang menimpanya.
"Tak masalah nak, malah Tante senang menolongmu " Sahut penuh kelembutan Tanti diiringi sapuan halus di rambut gadis muda itu .
" Istirahat lah, Aiden masih membelikanmu obat " Timpalnya lagi dengan senyuman ketulusan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Daddy gak ngerti tentang perasaanku, Aku mencintainya dad. Aku sangat mencintainya. Jangan halangi jalanku untuk bersamanya " Sentak Saga di depan daddynya melihat Abraham masih kekeh dengan keputusannya.
Abraham berdecih pelan mendengar suara Saga yang sudah kelewat batas. Memang benar apa yang dikatakan Jenny jika wanita yang dicintai Saga sangatlah jauh dari kata baik. Buktinya gadis itu dengan cepatnya merubah sikap Saga padanya .
Sebelum ia dinyatakan koma, Ia melihat Saga seorang yang penurut dan tunduk atas ucapannya. Bahkan jika ia melarangnya , Saga akan menerima keputusannya. Namun saat ini, Dengan kehadiran gadis cantik itu. Sosok Saga semakin tak terkendali .
"Kalian akan menikah Minggu depan, setuju atau tidak itulah sudah keputusan mutlak dari Daddy. Dan kamu cepat lupakan gadis itu, Daddy tak suka mempunyai mantu licik seperti dia." Sentak Abraham meninggalkan Saga di dalam kamarnya.
Jika ia terus-menerus berbicara kemungkinan itu takkan baik untuk kesehatannya. Berdebar dengan Saga memang harus menguras tenaga dan emosi. Abraham takut jika nanti dirinya kembali koma bahkan meninggal. Pria paruh baya itu sangat takut jika sang putra tak mendapatkan pendamping yang tulus padanya. Melihat sekarang Saga sosok pria yang berpengaruh di dunia bisnis.
"Sampai kapanpun aku takkan menikahi gadis menjijikan itu dad "
Pyarrr...
Brakkk ...
"Bajingann , Sampai matipun aku bersumpah takkan menikah selain dengan Alesha ." Teriak Saga meluapkan emosinya .
Sang Daddy tak mengoreksi dahulu sebelum menilai. Bahkan Alesha jauh lebih baik dari Jenny. Apa yang telah Jenny lakukan pada Abraham sehingga Abraham enggan mempercayai anak kandungnya sendiri.
Setelah kejadian di kantornya tadi, Saga hendak menyusul Alesha yang sudah pergi darinya. Saga hanya ingin meyakinkan hati gadis itu agar tak memikir hal yang tidak penting.
Namun ucapan Abraham membuat Saga harus segera menghentikan langkahnya. Dimana sebuah ancaman yang akan dilakukan pria paruh baya tersebut. Ia tau Abraham sangat nekat bahkan tak main- main dengan ucapannya.
"Berhenti mengejarnya atau dia harus merasakan akibatnya." Sentak Abraham membuat Saga terhenti. Namun tidak dengan Jenny yang bersorak di dalam hatinya.
Ia tau jika Abraham adalah seseorang yang sangat dihormati oleh Saga dan tak mungkin Saga memberontak jika Abraham sudah berkeinginan. Terbukti sekarang Saga sudah tak berkutik lagi di depan Abraham.
"Daddy tolong. " Timpal Saga dengan nada memohon namun Abraham enggan menurutnya.
Pria paruh baya itu keluar dari ruangan itu dengan Jenny seperti asistennya. Wanita itu mendorong kursi roda milik Abraham tanpa diminta.
Saga menempelkan benda pipih di telinganya. Tak ada yang mengangkatnya bahkan Saga lakukan berulang kali namun hasilnya tetap nihil.
"Sayang kamu dimana? " Batin Saga berusaha menelfon Alesha kesekian kalinya. Lagi- lagi usahanya sia- sia tak ada sahutan di sana. Hanya suara operator yang membuatnya semakin murka .
Tuuutttt.....
📱Saga: Dimana keberadaanya?
📱Ken: Maaf tuan, kami kehilangan jejak nona Alesha. Disini hujan lebat bahkan ada kecelakaan di depan sana.
📱Saga: Lakukan apapun Ken, cari dia kemanapun. Jangan biarkan dia pergi lagi dariku.
📱Ken: Baik tuan, saya akan mengusahakannya bahkan akan mengerahkan bodyguard terbaik.
📱Saga: Lakukanlah Ken, aku mengandalkanmu.
📱Ken: Baik tuan.
Saga memilih Ken untuk dihubungi apalagi dalam perjalanan ke mansionnya tadi ia sudah memerintah Ken untuk mencari Alesha.
Pyarrr....
Botol yang berada di atas nakas ia banting hingga tak tersisa. Pikirannya gelisah dan hatinya kalut . Yang ia takutkan hanyalah Alesha akan meninggalkannya kembali seperti dulu.
Saga takkan membiarkan hal itu terjadi lagi. Sudah cukup gadisnya hidup bebas tanpa dirinya beberapa tahun yang lalu. Kini sudah waktunya Alesha dalam pantauan Saga sepenuhnya.
"Jangan pernah bermimpi meninggalkanku lagi sayang." Sentak Saga membanting barang- barang yang berada di kamarnya.
Bisakah Saga membuat Alesha tetap tinggal disisinya??
Dan apakah Saga bisa membuat Alesha tak meninggalkan dirinya lagi.??
Entahlah .., Hanya author yang tau.😁😁😀
Bersambung......
Jangan lupa dukungannya ya bestie biar authornya semangat up-nya😁
Like
Subscribe
Hadiah
Rate
Ditunggu selalau😍😘😘😘😘