Karina membawa Kirana yang tidak sadarkan diri ke rumah sakit . Namun dia terkejut saat dokter menyatakan jika Kirana mengalami cidera kepala yang parah sehingga menyebabkan Kirana mati otak. Di tambah lagi terdapat banyak luka di sekujur tubuh Kirana.
Dia mencari tahu apa yang terjadi pada kembarannya itu karena selama ini yang dia tahu, Kirana hanya pergi sekolah.
Karina menyamar sebagai Kirana untuk pergi ke sekolah. Dan hal itu membuat nya tahu, apa yang terjadi pada Kirana selama ini.
Muncul dendam di hati Karina. Dia bersumpah akan membalas siapapun yang membuat adiknya terluka.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Kirana? Dan apakah Karina berhasil membalaskan dendam nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Jangan Sedih
Leo terus melihat arlojinya. Dia sangat ingin menemui Karina untuk melihat keadaan gadis itu. Namun Karina masih sekolah. Untuk itu dia menunggu waktu yang tepat, dimana kira-kira Karina pulang dari sekolah.
"Apa aku tunggu Karina di rumahnya saja ya? Lagipula sebentar lagi dia juga pulang." batin Leo
"Ya, lebih baik aku ke rumahnya sekarang." Leo menaiki motornya dan mulai melaju menuju rumah Karina.
Ya, walau tanpa dia sadari jika Karina sudah berada di rumah dari pagi dengan keadaan yang sangat kacau.
Seisi rumah terlihat berantakan. Dan Kirana terlihat duduk dilantai bersandar pada dinding dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya.
Dia marah, dia kesal, dia ingin meluapkan apa yang ia rasakan dengan berteriak. Namun suaranya seolah tercekat, lidahnya kelu. Rasa sakit di hatinya membuatnya menangis dalam diam.
"Hartono!!!" berulang kali Karina menyebut nama tersebut dengan tatapan yang tajam. Rasanya dia ingin mencabik-cabik pria itu dan menyeretnya ke rumah sakit dan memperlihatkan padanya apa yang sudah putrinya lakukan pada saudari kembarnya.
Namun dia merasa jika semua itu percuma selama uang diatas segalanya.
"Maafkan aku, Kirana. Maafkan aku!!" lirih Karina. Dia menunduk dalam dengan air mata yang menetes. Sampai terdengar suara pintu yang terbuka dengan keras.
Karina menoleh dengan tatapan yang berubah sendu. "Kak!!" lirihnya
Leo melihat penampilan Karina yang berantakan. Dia menghampiri gadis itu dan mendekapnya. "Kau sudah melihatnya?" tanya Leo pelan. Dia melihat seisi rumah yang bak kapal pecah. Namun dia lebih fokus dengan Karina yang menangis di pelukannya
"Kenapa mereka mudah sekali melakukan hal itu kak? Kenapa sulit sekali melawan mereka?" lirih Karina dalam Isak tangisnya
"Tenang, oke!! Kita cari solusinya bersama-sama. Kau tenang saja, aku dan yang lain akan membantumu. Jadi jangan menyerah!! Pasti ada cara lain untuk mendapatkan keadilan untuk Kirana." seru Leo menenangkan Karina.
Cukup lama Karina meluapkan kesedihannya di pelukan Leo. Dan setelah keadaanya membaik, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Leo membersihkan ruang tamu yang berantakan karena ulah Karina.
Walaupun Leo diam, tapi otaknya terus memikirkan cara untuk membantu Karina. "Haruskah aku meminta bantuannya?" batin Leo.
"Kak!!" panggil Karina
"Ya? Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Leo
Karina menggeleng pelan dan membantu Leo membereskan ruang tamu. "Maaf sudah merepotkan mu." ucapnya
"Apa yang kau katakan? Aku tidak merasa direpotkan." seru Leo
Karina hanya tersenyum dan memasukan pecahan kaca kedalam kantong plastik. Dia baru sadar jika dia segila ini sampai membuat seisi rumahnya berantakan. Rasanya sangat lucu, dia marah dan dia meluapkannya dengan menghancurkan perabot rumah. Namun pada akhirnya dia juga yang membersihkannya.
"Rin!!" panggil Leo
"Ya kak."
"Jangan bersedih lagi!!"
Karina tersenyum dan menggeleng pelan. "Aku tadi hanya marah saja. Sekarang aku sudah lebih tenang. Setelah ini aku akan pergi ke rumah sakit."
"Aku akan mengantarmu."
"Terimakasih kak." Mereka kembali membersihkan ruang tamu. Dan setelahnya, Leo mengantar Karina ke rumah sakit.
Sampai di sana, Karina meminta kedua teman Leo untuk pulang saja karena hari ini dia ingin berdua saja dengan Kirana. Lagipula , dia sudah meminta ijin pada bu Sarah untuk libur hari ini. Dan untungnya, bu Sarah mengijinkan.
Awalnya mereka ingin menemani Karina, namun Karina menolak. Leo memberi kode pada kedua temannya untuk diam dan menuruti permintaan Karina. Baru setelahnya mereka bertiga pamit dan meninggalkan Karina di sana.
"Hai Ran!! Bagaimana keadaan mu?" tanya Karina. Dia duduk di dekat brankar sambil menggenggam tangan saudari kembarnya itu.
"Aku punya kabar buruk. Mereka berhasil memanipulasi otak masyarakat dengan memberi klarifikasi palsu. Sekarang banyak masyarakat yang membela bedebah itu."
"Tapi kau tidak perlu khawatir. Masih ada banyak cara untuk membuat mereka jera."
"Kau betul Kiran. Aku akan melawan mereka semua. Aku ingin mereka tahu jika Kirana bukan gadis yang lemah."
Tanpa Karina sadari, ucapannya di dengar langsung oleh Leo yang saat ini berdiri di depan pintu. Dia mengepalkan tangannya erat sebelum akhirnya pergi dari sana.
"Sepertinya aku harus mencobanya." batin Leo
fan utk lo para aparat yg suka makan uang suap, hdp mu gakakan tenang
da n neraka dengan senang hati menanti mu
tamat kan riwayatklrg lo yvsombong itu. 😃😃😃
eahai orang kaya ygsombong