NovelToon NovelToon
Akhir Penantian Lau

Akhir Penantian Lau

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyith S.

Semburat warna kasih dan rindu menjelma menjadi setumpuk asa yang membiru. ketika hati saling tertahan untuk mengungkap rasa karena masa, berharap sang pemilik rasa mempertemukan dengan dia yang pantas dan tepat untuk berbagi rasa.
Pernah ngga sih.., kamu suka seseorang tapi sebelum mengungkapnya orang itu udah pergi ke tempat yang jauh. Padahal kamu yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Cinta yang tak terungkap di bangku kuliah diuji jarak dan waktu. Rasa Lau untuk Adrian yang tak lekang oleh waktu, hingga waktu berbaik hati mempertemukan. Tapi apalah daya sebuah ikatan menjadi penghalang. Akankah rasa itu berbalas dan menyatu.
Persahabatan, cinta, persaudaraan, dan kekonyoan berbaur membentuk pelangi keabadian nan indah.
Cinta yang tak terungkap membentuk warna yang unik, hingga lebih sulit dilupakan. Itu fakta menyebalkan tapi indah untuk dikenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyith S., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ada Hati Yang Harus Kita Jaga

Hari semakin sore ketika pintu kamar Lau diketuk hingga berkali-kali dan yang empunya kamar tidak menyahut. Usut punya usut ternyata ketika nonton Lau ketiduran, jadi sekarang kebalik TV yang nonton dia tidur.

“ckk.ck.k… ini bocah.. diluar udah rame dan berisiknya ngalahin pasar malam ehh.. malah molor sore gini” terdengar sayup-sayup suara orang menggerutu membuat Lau perlahan membuka matanya. Ternyata udah ada Renata dan beberapa sepupu yang lainnya.

Lau bangun dengan malas sembari mengucek matanya pertanda dia masih ngantuk, ketika dia mengambil  satu boneka kesayangannya dengan sigap para sepupunya menahan tubuh Lau agar tetap tegak membuatnya mau tak mau membuka mata lebar dan cengengesan.

“eh.. ada mba mbaku yang cantik” sapa Lau dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.

“mulaii deh… ayo Lau bangun,, mama udah warning buat segera ngajakin kamu kesalon sore ini” kata Rena menarik pelan tangan adik sepupunya dan menuntunnya kekamar mandi.

Lau terheran dengan tingkah sepupunya yang niat banget buat nyalon bersama sore ini. Dia tidak tau saja kalau tiga sepupunya itu udah diworo-woro mama Ayu dari siang tadi. Tapi yang mau diajakin nyalon malah asyik jadi putri tidur dari habis dzuhur sampai jam empat belum bangun juga kalau tidak dibangunkan.

Dan.. disinilah mereka sekarang, di salon n spa yang legend langganan emak mereka, dan sekarang anak-anaknya nurun ikutan perawatan disini juga. Lau seperti hendak tertidur lagi karena merasakan pijitan yang nyaman dibadannya. Baru mau memejamkan mata para sepupu sudah buka suara aja untuk memulai sesi ngerumpi mereka.

“Dek.. kamu seharian ini tidur aja kah kerjaanmu” tanya Mba Nafa sepupu tertua Lau penasaran yang hanya diangguki oleh gadis itu

“mmm.mm… mosok sih.. berarti tadi pas Mr, Rei mu datang kamu nda tau dong” kini Mba Lia yang kepo parah, dia sepupu Lau yang hanya berjarak dua tahun diatasnya seumuran dengan Renata

Lagi-lagi Lau hanya menggeleng, namun mulai mencerna ucapan sepupunya. “Rei.. Mr. Rei.. jadi dia yang akan jadi suamiku. Dan dia juga yang membuat ruanganku dibutik kayak kebun mawar” ucap Lau dalam hati. “baiklah Mr. Rei.. semoga kita berjodoh sampai akhir hayat kita, bila perlu jadi jodoh dunia akhirat, semoga kamu bisa membimbing diriku yang lemah ini.. huffftt..” tanpa sadar Lau menghembuskan nafas dengan sedikit kasar, membuat atensi sepupunya menuju ke adik kecil yang bentar lagi akan berstatus sebagai istri.

“napa Lau.. lu nyesel ya nda bisa ketemu calon suamik tadi.. hihiii.. tapi sumpah Lau.. Papa keren banget pilih calon mantu.. spek oppa oppa korea gitu” goda Mba Nafa sambil cekikikan yang hanya ditanggapi senyuman kecil Lau.

“Tapi emang loh Rei itu guantenge pol.. pas banget sama adek kicik kita yang uayune poolll” sambung Rena yang mulai terpancing juga untuk gencar menggoda Lau. Meski diatara ketiga sepupunya, dia yang paling dekat dengan Lau dan paling mengerti kondisi hati adiknya itu.

Setelah segar mereka kembali ke kediaman Lau, karena pas berangkat tadi Mama Ayu sudah mewanti-wanti untuk tidak keluyuran kemana-mana, harus langsung pulang. Bahkan mereka pergi diantar Pak Jono supir kepercayaan Papa Bagas, dan mereka paham kalau sudah seperti itu.

Dirumah Lau sudah berkumpul keluarga besar dari Mamanya dan beberapa keluarga dari Papanya. Terutama para sesepuh yang sangat antusian dengan acara Lau. Karena sudah lama mereka menanti kapan gadis kecil itu menyusul sepupunya untuk berumah tangga.

“Lau.. sini sayang.. eyang ingin bicara sama kamu “ panggil Perempuan yang sudah nampak keriput diwajahnya namun tetap cantik menyuruh Lau untuk duduk disampingnya.

“sayang.. kalau besok acaranya sekalian lamaran apa Lau tidak keberatan, tadi eyang udah ngobrol dengan eyang kung dan lainnya, alangkah lebih baik jika lamaran disegerakan agar tanggal pernikahan kalian juga segera bisa ditetapkan, itu kalau kamu setuju sayang,. Hanya usulan kami saja” eyang uti menyampaikan hasil rapat dadakan mereka dengan sangat hati-hati.

Lau memandang semua eyang-eyangnya satu persatu dari pihak Mama dan Papanya, kemudian tersenyum dan mengangguk. “kalau menurut para eyang itu lebih baik kenapa tidak, bukankan menyegerakan hal yang baik itu dianjurkan” ucap Lau yang memberi kesejukan dihati semua yang ada disitu. Hingga akhirnya diputuskan sebuah kesepakatan dan akan disampaikan juga kepihak calon besan.

Lau berpamitan untuk kembali istirahat dikamarnya karena hari sudah mendekati magrib. Lau masuk kekamar diikuti oleh Renata yang katanya mau menumpang bersih-bersih dikamar Lau.

Renata masuk kekamar mandi sementara Lau duduk selonjoran disofa kamarnya sambil membuka pesan yang masuk keponselnya. Sepertinya banyak pesan yang masuk, karena sedari tadi berkali-kali ponselnya bergetar.

“Assalamualaikum Dek Lau” Deg.. Lau mersakan dadanya berdesir dengan sapaan itu, kemudian dia mulai membaca satu persatu pesan yang dikirimkan oleh orang tersebut.

“Lau., kamu marah ya sama abang”

“kalau abang ada salah, abang minta maaf. Tapi tolong kasih tau dimana letak salah abang.. agar abang bisa tau dan memperbaikinya”

“tolong jawab pesan abang jika Lau sudah tidak sibuk ya dan tolong jangan mengacuhkan abang lagi ya Lau, karena itu rasanya sakit banget”

“dek…”

“dek Lau”

Sederet pesan itu seperti memenuhi seluruh otak dan hati Lau dan membuat dadanya serasa sesak.

“kamu tidak tau saja bang.. hatiku jauh lebih sakit”ucapnya bermonolog sambil melihat pesan yang Adrian kirim. Tanpa ada niat untuk membalasnya.

***

Disisi lain.. tepatnya dikamar Adrian, pria itu frustasi menunggu jawaban pesan dari Lau. Padahal dia tau persis pesannya sudah centang dua biru, itu artinya pesan sudah terbaca pikirnya.

Karena merasa tidak sabaran akhirnya Adrian mendial nomor Lau untuk menelfon gadis itu. Sekali tidak diangkat, dua kali, tiga kali, tetap belum diangkat namun pria itu tetap tidak patah arang. “bismillah..” ucapnya ketika hendak menelfon untuk yang keempat kalinya. Dan akhirnya diangkat, Adrian sampai melonjak karena senang,

“assalamualaikum Dek..” sapanya, namun hening. Setelah beberapa saat baru ada jawaban dari salamnya yang membuat Adrian mengerutkan dahinya karena terdengar agak parau seperti orang yang sedang flu.

“kamu flu Lau..” tanyanya khawatir.

“ehm.. engga bang, alhamdulillah Lau sehat. Hanya sedikit meler hidungnya” ucap Lau sedikit berbohong. Padahal dia habis mewek.

“makasih ya Lau.. sudah angkat telfon abang. Abang berharap bisa selalu melihat senyuman kamu ketika kita bertemu, dan jangan kamu palingkan mukamu lagi ketika kita bertemu ya Lau. Jujur Lau itu menyakitkan”  pinta Adrian yang menambah sesak hati Lau saat ini. Ingin rasanya dia berteriak namun tak mungkin.

“Maaf bang., mulai besok mungkin tidak bisa lagi. Kita masing-masing memiliki hati yang harus kita jaga” ucap Lau yang mulai tidak bisa menahan emosinya.

“apa maksudmu Lau, hati siapa yang harus kita jaga” tanya Adrian seperti tidak terima dengan perkataan Lau

“bang.. kamu punya Cyla dan ibunya yang harus kamu jaga. Dan tidak ada satupun wanita yang mau diduakan. Aku juga Wanita bang, aku bisa merasakan sakitnya jika berada diposisi ibunya Cyla yang sedang hamil sementara suaminya mengharapkan orang lain” ucap Lau yang terjeda karena dia tak tahan lagi untuk tidak menangis, Adrian mendengar dengan jelas tangisan Lau, dan dia tanpa sadar ikut meneteskan air mata. Menyadari kebodohannya, yang tidak paham dan tidak peka dengan perasaan Wanita yang dia cintai itu. Dia lupa kalau Wanita adalah makhluk Tuhan yang butuh kejelasan dan kepastian.

1
Aya hana
Aamiin,,
Taki
Ga nyesel banget deh kalo habisin waktu buat habisin baca cerita ini. Best decision ever!
×Wanda×
Ekspektasi tinggi dari pembaca, kenapa nggak update-chapter?!
Aya hana
cinta pertama yang rumit.. huh.. lanjut Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!