Demi mendapatkan surat izin praktik kedokteran tanpa pengawasan, Ozman harus melakukan magang di sebuah rumah sakit . Tetapi, kedatangan Ozman di rumah sakit Bunda Kasih, tak diharapkan oleh banyak orang, terlebih lagi Ozman dalam kondisi spektrum autisme.
Bagaimana jadinya jika ternyata orang yang mereka remehkan kemampuannya karena keterbatasan, adalah sebenarnya dokter genius?
Semuanya terbukti ketika Ozman mampu menolong dan memberikan pertolongan darurat untuk seorang anak yang mengalami kecelakaan. Dari situ nama Ozman dikenal dan diperhitungkan dalam dunia kedokteran.
Dia bahkan diberikan kesempatan untuk magang di Rumah Sakit Bunda Kasih. Tetapi, banyak hal yang Dokter Ozman lalui ketika dia magang. Dokter Ozman menemukan sebuah penyakit yang langka, penyakit yang tidak banyak diketahui dan diderita oleh banyak orang.
Mampukah Dokter Ozman menangani penyakit tersebut? Dan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit langka itu?
Yuk simak kisah Ozman di Dokter Oz!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
"Siapa dia?"Ibu dari Dokter Amel berdiri dari tempat duduknya dan bertanya kepada putrinya.
"Kenapa kamu membawa orang idiot masuk ke dalama apartemenmu? Dia juga tadi mengatakan mama ini maling,"ucap Wanita tua itu dengan melipatkan kedua tangan di dada serta memandang rendah Dokter Ozman.
"Ngapain kau di situ! Pergi sana!"lanjut Ibu Dokter Amel, yang tak senang dengan kehadiran Dokter Ozman dalam kamar apartemen Dokter Amel.
Dokter Ozman, tak menjawab dia hanya memilin ujung jas dokternya saja, tanpa melihat kearah dua wanita itu, tubuhnya sedikit membungkuk. Meskipun berdirinya tak tenang, Dokter Ozman mendengar dengan jelas jika Ibu Dokter Amel menghinanya terang-terangan.
"Kamu mau kemana? Kamu tetap di sini!"Dokter Amel, menarik lengan Dokter Ozman yang akan meninggalkan kamar apartemennya.
"Ma, kenapa mama menghinanya? Selama ini di rumah sakit Bunda Kasih, siapapun orang yang menghinanya aku pasti akan memarahi orang itu?! Tetapi, berhubung kamu adalah mamaku, aku takkan memarahimu tetapi aku akan memperkenalkan Dokter Ozman kepadamu. Ma, ini Dokter Ozman dia calon menantu mama,"ucap Dokter Amel dengan serius menatap sang ibu agar mengerti dengan ucapannya, supaya kedepannya tak lagi menghina atau memakai Dokter Ozman.
"A-apa katamu?! Kamu gila? Kamu nggak waras? Kamu apa-apaan sih? Orang seperti itu masak mau dijadikan suami. Bukankah, kamu dan Dokter Rendy sangat dekat? Dia pernah memberitahu mama saat pertama kali bertemu dengannya, jika kalian akan menikah suatu hari nanti, mama rasa waktu yang tepat adalah tahun ini, makanya sekarang mama ada di sini," Ibu Dokter Amel terlihat tak terima dengan keputusan anaknya.
"Ma, cukup! Dokter Rendy tak sebaik yang mama kira, jadi jangan pernah membahasnya di sini. Orang yang ku cintai, saat ini adalah dia, Dokter Oz pria yang sangat istimewa di hidupku,"ucap Dokter Amel, yang kini menoleh kearah Dokter Ozman yang berdiri di belakangnya melihat Dokter Ozman yang tercengang saat mendengar ucapan Dokter Amel.
'Doa mengerti cinta nggak sih?'batin Dokter Amel yang melihat pria di depannya tanpa ada ekspresi apa pun ketika dirinya mengatakan akan menikah dengannya.
"Mama tidak setuju,"Ibu Dokter Amel lalu duduk kembali di sofa sembari melipatkan kedua tangannya di dada, menatap tajam kearah pria autisme itu.
"Ma...."
Ponsel Dokter Amel bergetar membuat dia menggantungkan ucapannya, panggilan itu dari Dokter Rain, yang meminta Dokter Amel dan Dokter Ozman segera ke rumah sakit.
"Ma, kami harus pergi. Rumah sakit, butuh kami. Mama istirahat saja dulu, aku akan membawa makan malam untuk mama, bye." "Tapi...."
Dokter Amel, segera pergi meninggalkan tempat itu, seraya menarik tangan Dokter Ozman. Pria ini sempat menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Ibu Dokter Amel sebelum mereka meninggalkan kamar apartemen tersebut.
Di rumah sakit Bunda Kasih. Terlihat beberapa dokter dan perawat sibuk mondar mandir untuk memeriksa bayi yang ada dalam inkubator mendadak denyut nadi dan detak jantung tidak normal.
"Apa yang terjadi?"Dokter Amel bertanya kepada Perawat Nita.
"Bayi prematur yang ada dalam tabung inkubator mengalami penurunan detak jantung dan denyut nadi,"ujar wanita ini dan berlalu pergi menuju ruang Dokter Rendy.
Dokter Rain menghampiri Dokter Amel.
"Hari ini benar-benar hari yang buruk,"ucap Dokter Rain, sembari berkacak pinggang dan melihat Dokter Ozman yang berdiri diam saja di belakang Dokter Amel.
"Apa yang terjadi?"Dokter Amel bertanya, kepada Dokter Rain yang terlihat wajahnya begitu kusut. Lalu, Dokter Rain menjelaskan pasien yang menjalani operasi tadi pagi telah meninggal ketika operasi kedua berlangsung, hal itu membuat Dokter Amel terkejut.
"Dokter Ozman!"Direktur Selly, melihat Dokter Ozman yang berada di koridor rumah sakit lalu memanggil pria itu serta berjalan kearahnya.
"Sedang apa Anda di sini? Bukankah, saya meminta Anda untuk pergi dari rumah sakit ini? Surat kontrak kerja Anda dan ijin magang telah saya cabut, jadi tinggalkan tempat ini segera!"Direktur Selly menatap Dokter Ozman dengan raut wajah yang datar. Dokter Ozman hanya diam saja, karena yang membawa dia kembali adalah Dokter Amel.
"Maaf, Direktur. Tetapi, apa alasan Anda menarik surat kontrak dan ijin magangnya? Apa yang Dokter Ozman telah lakukan?"Dokter Rain dan Dokter Amel penasaran hal apa yang telah Dokter Ozman perbuat yang tak diketahui oleh dua orang itu.
"Dia melakukan gagal operasi pada pasien yang operasi Caesar, ditambah lagi, barusan aku mendengar kabar jika pasien itu telah meninggal tentu saja itu sangat buruk terhadap rumah sakit ini,"ungkap Direktur Selly, Dokter Ozman menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan berusaha untuk membantah tuduhan itu.
"Tidak! A-aku tidak per...."
"Direktur!"Perawat Nita berlari kearah Direktur Selly, semua orang menoleh secara bersama kearah wanita yang berpakaian suster itu.
"Direktur Selly, gawat! I-itu su-suami dari pasien yang meninggal tadi katanya mau menuntut rumah sakit kita karena penyebab istrinya meninggal adalah kelalaian dari dokter yang telat menanggani pasien itu saat pendarahan,"ucap perawat Nita dengan napas yang tersengal-sengal karena capek berlari dari lobi menuju koridor rumah sakit.
Semua orang nampak kaget, yang lebih syok adalah Direktur Selly. Jika rumah sakit ini di gugat jabatannya sebagai Direktur akan di pertaruhkan. Karena Dr.Salim tidak akan menerima hal itu meskipun Direktur Selly adalah keluarganya.
"Di mana Dokter Rendy?"Direktur Selly bertanya, tidak ada yang tahu kemana perginya dokter itu.
"Direktur Selly, apa yang terjadi? Kenapa banyak wartawan di luar?"tanya Atasan Nelli, Direktur Selly nampak menghela napasnya berkali-kali.
Semua orang panik, tidak hanya Direktur Selly. Kini Dokter Ayu dan Rain dan yang lain sudah tiba di depan lobi.
"Tutup rumah sakit Bunda Kasih!"
"Beri keadilan untuk pasien!"
"Tutup rumah sakit Bunda Kasih!"
Beberapa orang berteriak di depan rumah sakit tepatnya di depan lobi. Terlihat keluarga dari pasien yang meninggal tadi pagi tidak datang sendiri, tetapi dia datang bersama dengan keluarganya.
Baru saja terjadi kekacauan di rumah sakit Bunda Kasih. Hal itu, telah viral di seluruh kota dan menjadi trending topik yang membuat Direktur Selly dan Atasan Nelli dalam masalah. Tidak hanya itu, jika rumah sakit dituntut oleh keluarga pasien, seluruh dokter dan perawat akan dalam masalah.
"Di mana Dokter Rendy?"Direktur Selly bertanya.
"Saya di sini,"jawab pria itu seakan tak terjadi apapun. Dokter Rendy terlihat santai menghadapi banyak orang, dia tak getir sedikitpun.
"Pecat Dokter Rendy!"
"Pecat Dokter Rendy!"
Tak lama kemudian pihak kepolisian tiba di rumah sakit itu dan datang menemui Direktur Selly, serta meredakan kemarahan dari beberapa orang yang ikut demo pada saat itu.
Keluarga pasien dan Direktur Selly kini ditempatkan dalam suatu ruangan. Tidak hanya itu, di sisi lain ada dokter dan perawat juga yang bertanggung jawab pada operasi itu.
malah tamatnya nggak jelas 🤧
RS ribut bener 🤭
tapi ini mereka dokter lho,moral e neng endi kalian lulus cara apa ,astoge
dr, Rendi tak sumpah i dirimu mencret2 sampe nggak sempat ke toilet,bleber2neng dalan 🤣🤣🤣