Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 28
Permasalahan di kantor cabang kota K selesai. Hari itu juga Akhza terbang kembali ke kota J. Ia yakin saat ini kondisi rumah sedang ramai. Dan mungkin juga kondisinya sudah diketahui oleh keluarganya.
Ya mau bagaimana lagi, memang saat ini itu adalah masalah. Meskipun seharusnya hanya masalah berdua yakni antara dirinya dan sang istri, tapi melalui kejadian yang ramai di media sosial akibat ulah Anita, pasti persoalan mengenai ketidakmampuannya dalam berhubungan akan diketahui oleh yang lainnya.
" Jadi Bos, apakah sudah siap menghadapi orang rumah? Bakalan kena rujak lho," ucap Billy. Jelas yang dimaksud Billy adalah kasus postingan Anita. Karena Billy tidak tahu menahu mengenai disfungsi seksual yang dialami Akhza.
" Tidak perlu khawatir, aku bisa menghadapi dengan baik. Setelah mengantarku, pulang dan istirahat lah," ujar Akhza. Ini bukan hal mudah untuk dihadapi sebenarnya, tapi juga bukan hal yang sulit. Semua itu karena ia mengenal baik siapa keluarganya.
Cekleeek
Ngeeek
" Assalamualaikum."
Sreeeet
" Za, masuk Mommy dan Ayah mau bicara!"
Gluph
Akhza sangat terkejut, ia baru saja masuk ke dalam rumah tapi sudah langsung ditarik oleh kedua orang tuanya. Dia yakin jika keduanya pasti sudah tahu tentang masalahnya. Tapi Akhza tidak menyangka bahwa mommy dan ayahnya itu sudah bersiap di rumahnya. Dan terlebih Airin juga Teo tidak ada di sana.
" Airin nya mana Mom, Yah?" tanya Akhza sambil celingukan. Matanya memindai ke seluruh ruangan. Ia yaki bahwa ini adalah rumah sang mertua dan bukannya rumah kedua orangtuanya.
" Ayah suruh mereka istirahat. Teo sedikit syok dna Airi dia sudah tidur. Sekarang jelaskan apa yang terjadi. Pertama, perihal wanita itu. Bukannya dia pimpinan kantor cabang ya? Yang kedua soal 'itu' mu. Apa benar nggak bisa berdiri?"
Pertanyaan frontal dari Rama sedikit membuat wajah Akhza memerah. Tapi saat ini buka waktunya untuk malu, ia harus segera menyelesaikan semuanya.
" Jadi soal wanita itu. Namanya Anita, dia ... ."
Akhza menceritakan secara runut mengenai segala hal tentang Anita dan apa saja yang sudah dilakukan oleh wanita itu. Berapa banyak kecurangannya beserta para anteknya pun Akhza jelaskan.
" Jadi dia korupsi, begitu?" tegas Sita. Sudah tidak berhubungan dengan perusahaan membuat Sita tentu tidak tahu apa yang terjadi di kantor cabang.
" Iya Mom, seratus buat Mommy. Tapi tenang, semua beres. Dan vido serta foto itu jelas hoax. Itu buka aku kok, dia pria lain. Jadi wanita ular itu terjebak dengan jebakannya sendiri."
Rama dan Sita bernafas lega. Ternyata benar, sang putra tidak lah seperti itu, meskipun sudah melihat videonya secara seksama dan itu bukan Akhza tapi tetap saja mendengar langsung dari mulut sang putra membuat mereka lega. Bukannya tidak percaya pada anak-anaknya, tapi orang tua mana yang tidak terkejut melihat berita soal anaknya yang tidak pantas tersebut.
" Bagus, kerja bagus. Ayah bangga dengan kecepatan mu menyelesaikan masalah. Lalu, bagaimana masalah terhadap benda mu itu? Apa diagnosis dokter? Dan cara apa yang sudah kamu lakukan. Aissh, gila kamu Za, itu anak perawan masih stay perawan padahal udah lama nikah!"
Rama mengusap wajahnya kasar. Dia tentu sedikit panik juga mengetahui kelemahan sang anak. Apalagi saat Teo juga tahu tadi, dia langung pucat dan syok. Airin sungguh hebat bisa menyembunyikan semuanya sendiri.
" Ada manfaatnya juga tuh si wanita, gara-gara dia kelemahanmu terungkap," sahut Sita. Ia sebenarnya sedikit lemas karena persoalan ini ternyata tidak semudah yang dipikirkan. Airin sudah menceritakan semuanya dan memang benar Akhza belum mampu untuk melakukan hubungan suami istri.
" Za, faktor psikologis apa yang membuatmu jadi nggak mampu?"
" Akhza juga nggak tahu Yah." Akhza menjawab dengan menunduk dalam. Bukannya menghindar dari pertanyaan, tapi dia memang tidak tahu mengapa dirinya seperi itu.
" Aaah iya, Dokter Bisma kan punya anak yang jadi psikolog. Coba hubungi dia dan buat janji. Siapa tahu kamu akan menemukan jawabannya," ucap Sita memberi usul.
Satu hal itu belum Akhza coba, dia memang ke dokter, tapi belum pernah mencoba ke psikolog.
" Faizal, aku akan coba menghubunginya. Kebetulan kami juga berteman."
Akhza bersyukur, kedua orang tuanya sangat bijak dalam menghadapi masalah ini. Terutama Airin, dia sangat bersyukur istrinya itu sabar dalam menghadapinya.
" Tunggu Ai ... tunggu sebentar lagi. Semua ini pasti akan berlalu."
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor