NovelToon NovelToon
PESAN KEMATIAN

PESAN KEMATIAN

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Rumahhantu / Thriller / Roh Supernatural / Hantu / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:128.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novi putri ang

Juara 2 Lomba Novel Horor 2023.

Season 1 Desa rawa belatung.
Season 2 Penelusuran gaib rania.
Season 3 Tumbal panti jompo.

Berawal dari ditemukannya buku catatan di sebuah kamar kost. Kamar yang dulunya di tempati oleh seorang gadis lugu. Ia merantau dari desa untuk bekerja di pabrik garment. Sejak ia ditemukan tewas di bangunan kosong yang tak jauh dari kostnya, banyak kejadian misterius yang terjadi di kost itu. Satu persatu teman-teman satu kost nya mendapatkan pesan misterius, yang berisi peringatan atau semacam ancaman. Pesan yang berupa selembar surat ataupun pesan singkat melalui ponsel, tiba-tiba dikirimkan untuk mereka.

Jika mereka tak melakukan apa yang dituliskan di pesan tersebut, maka mereka akan celaka dalam waktu yang sudah ditentukan di pesan tersebut. Sebuah pesan kematian yang akan mengantar mereka yang mendapatkannya bertemu dengan malaikat maut.

Tak ada yang tau siapa pengirim pesan kematian tersebut. Mungkinkah roh gadis itu gentayangan untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.

Sosok Mira merayap ke bawah, ia melesat menembus tubuh Putri. Seketika ia mendapatkan penglihatan gaib. Mira yang telah merasuki tubuh Putri, memberikan gambaran masa lalu. Seperti residual energi yang memperlihatkan kejadian sewaktu terjadi pertengkaran antara Ayu dan Anita di tempat kost.

Semua berawal ketika seorang lelaki muda yang merupakan pacar Anita datang ke kost. Malam itu kost dalam keadaan sepi, banyak penghuninya yang belum kembali dan hanya ada beberapa orang saja. Ayu yang baru saja pulang kerja, mendapati seorang lelaki yang berdiri di lorong. Memang sudah beberapa kali ia melihat lelaki tersebut, namun Ayu memilih mengacuhkan nya. Dan tiba-tiba lelaki itu menghampiri Ayu, dan menanyakan apa dia mengenal Anita.

"Aku mengenalnya tapi kita tidak akrab, memangnya kenapa?" Jawab Ayu.

"Baguslah kalau tidak akrab, apa aku boleh meminta nomor ponselmu. Buat jaga-jaga aja kalau misalnya ada apa-apa sama Anita, kau bisa menghubungi ku." Kata lelaki itu seraya mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

"Hmm... Ta-tapi, lebih baik gak usah ya! Kau bisa minta nomornya Kara atau Mira aja. Mereka teman dekatnya Anita." Pungkas Ayu seraya membalikkan badan.

Tanpa sengaja Ayu menubruk Mbak Ijah yang sedang membawa setumpuk pakaian. Mbak Ijah dan Ayu sama-sama hampir terjatuh, pakaian pun berceceran di lantai. Namun sebelum Ayu sempat terjatuh ke lantai, tangan lelaki itu menarik Ayu ke dalam pelukan nya. Seketika bibir tipis keduanya sempat menyatu. Ayu yang berada di dalam dekapan lelaki itu sempat tercengang untuk beberapa saat. Bahkan ia hanya bisa merasakan detak jantung lelaki yang ada di depannya, dengan nafas hangat yang berhembus ke pipinya. Tanpa disadari Kara dan Mira melihat adegan itu, keduanya membulatkan mata terkejut. Menyadari jika ada yang salah, Ayu buru-buru melepaskan diri dari dekapan lelaki tersebut. Namun terlambat, Anita yang baru saja masuk ke dalam kost melihat Ayu sedang memegangi tangan pacarnya. Dan sang lelaki yang menyadari jika pacarnya melihat kejadian itu membuat drama seakan-akan Ayu yang sengaja mendekatinya terlebih dulu. Mbak Ijah yang berafa disana sama sekali tak menyadari ketegangan di antara anak muda itu. Ia sibuk memunguti pakaian yang berceceran di lantai, lalu membawanya ke tempat cuci. Kara dan Mira saling menatap. Keduanya tau jika sebentar lagi akan terjadi keributan. Anita menegur Kara dan Mira karena diam saja, walaupun mereka melihat Ayu mendekati pacarnya. Sontak saja Kara dan Mira berkilah, jika mereka juga sama terkejutnya melihat keduanya berpelukan dengan wajah yang berdekatan. Anita yang sudah emosi tanpa basa-basi menjambak rambut Ayu, lalu mendorongnya ke lantai. Ayu terjungkal dengan kening yang membentur kaki meja. Ia meringis merasakan perih, dan tak sempat mengatakan apapun untuk memberikan penjelasan. Ayu menatap Kara dan Mira, seakan meminta penjelasan dari keduanya. Jika apa yang dilihat Anita tak sepenuhnya benar. Namun Mira justru berkata, jika yang ia lihat hanya ketika Ayu dan lelaki itu saling memeluk.

"Jadi bener kan lu yang kegatelan sama laki gue hah? Nyatanya gue lihat dengan mata kepala sendiri, kalau lu megangin tangannya biar dia gak bisa lepas dari lu!" Seru Anita seraya melayangkan sebuah tamparan ke pipi Ayu.

"A-aku tidak seperti itu... Tadi hanya kesalah pahaman saja. Aku hampir terjatuh dan pacarmu ini membantuku, dia narik tanganku biar aku gak jatuh. Jadinya kami terlihat saling memeluk, tapi hanya sebatas itu saja. Kami gak melakukan apapun!" Jelas Ayu dengan berlinang air mata.

Kara yang mengetahui kejadian dari awal hanya diam saja. Apalagi Mira justru mengakui jika Ayu yang terlebih dulu mendekap lelaki itu. Meski awalnya memang hanya saling mendekap. Tapi Mira seakan membenarkan dugaan Anita. Apalagi sang lelaki yang sebelumnya sempat menyangkal, namun sekarang justru mengiyakan perkataan Mira. Itu ia lakukan karena takut melihat amarah Anita. Lelaki itupun mengaku jika Ayu sempat mengecup bibirnya. Kesalah pahaman pun tak dapat terhindar lagi. Keributan besar memancing semua penghuni kost berdatangan melihat pertengkaran kedua gadis muda itu. Ayu tergeletak di lantai, sementara Anita berada di atas badannya dengan menjambak mencakar ataupun menampar. Ayu yang tak berdaya memang sempat melawan, namun ia tak dapat berkutik lagi karena Kara dan Mira memegangi tangannya supaya ia tak memberikan perlawanan. Setelah Mbak Ijah dan Melati datang, barulah keributan itu dapat dihentikan. Semua penghuni kost diminta pergi dari lorong itu. Mbak Ijah membantu Ayu bangun, lalu mengobati luka di beberapa bagian tubuhnya. Anita terlihat masih sangat kesal. Ia meminta pemilik kost itu untuk mengusir Ayu dari sana. Ia menceritakan kronologi kejadian menurut versinya. Sang pacar pun mengatakan jika semua hanya salah paham, meski memang benar Ayu telah memeluknya dan membuat Anita cemburu. Kara tetap bungkam meski tak mengatakan apapun, namun kediamannya membuat semua orang berpikiran buruk tentang Ayu. Kini giliran Mbak Ijah yang memberi penjelasan, jika semua berawal karena ia bertabrakan dengan Ayu yang tak melihatnya sedang membawa setumpuk pakaian kotor.

"Tapi saya gak lihat kejadian selanjutnya bu, karena saya langsung memunguti pakaian koror dan membawanya ke ruang cuci. Jadi saya gak tau apa-apa lagi." Pungkas Mbak Ijah seraya membersihkan darah di kening Ayu.

"Baiklah, lebih baik kalian sudahi saja pertengkaran ini. Saya rasa ini hanya salah paham saja. Mungkin wajar kalau Anita marah, karena dia cemburu melihat pacarnya dekat dengan wanita lain. Tapi bukankah Ayu sudah mengatakan jika kejadian nya tak seperti itu. Jadi lebih baik kalian tinggalkan tempat ini, kalau saya mendengar keributan lagi, saya gak akan segan meminta kalian meninggalkan kost ini!" Tegas Melati menatap mereka semuanya dengan wajah marah.

Mbak Ijah membantu Ayu berjalan ke kamar. Ia mengompres kening Ayu yang bengkak. Bahkan ibu kost mereka kembali datang membawa makanan dan minuman serta obat penghilang nyeri. Melati mengatakan jika ia percaya dengan Ayu, karena selama tinggal disana Ayu selalu menunjukkan sikap baik dan sopan. Berbeda dengan Anita dan kedua temannya.

Sejak kejadian itu juga, Ayu lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar. Ia yang bekerja di satu tempat dengan ketiga gadis itu sering mendapatkan perlakuan kasar. Di pabrik, Ayu sering ditindas oleh semua seniornya. Ia mendapatkan pekerjaan berat yang tak seharusnya ia lakukan. Semua itu karena perintah Anita sebagai senior, sekaligus orang kepercayaan supervisor di divisi tempat Ayu bekerja. Kesehatan dan mental Ayu benar-benar teruji. Tak hanya luka fisik namun kejiwaan nya seakan terganggu. Ayu sering melamun dan berbicara sendiri, dan membuat teman dekatnya yang ada di pabrik penasaran. Kenapa Ayu berubah sedemikian rupa. Ia yang biasanya banyak bercerita mengenai keluarganya, tiba-tiba sering murung dan berubah pendiam. Sampai suatu hari, Ayu tak pernah datang lagi untuk bekerja di pabrik. Tak ada yang tau dimana keberadaannya. Sampai seorang pemulung barang bekas, menemukannya dalam keadaan tergantung di sebuah rumah kosong yang tak jauh dari tempat kostnya.

1
Sri Wiludjeng
pendek banget cerita nya ...
tapi tetep keren dan bagus kok ceritanya /Smile/ /Good/
Farrah Rah Zarrah
Luar biasa
Else Widiawati
smangatttttt
Else Widiawati
kapan cerita selanjutnya ini kak novi....sekian purnama blm nongol juga
Salwaapilia Nuraeni
Kira" apa yah yang terjadi di kamar kost bekas ayu apakah ada yang aneh /Slight/
🥀princes_novel❤️🥀
akhirnya Rania muncul seneng banget lw ada Rania ,Adit dan mbak ayu🤭🤭🤭
Ridho Widodo
cerita yg membosankan..ending g jelas dan pemeran sok detektiv tp goblok..
Leo: yaudah si/Shy/
total 3 replies
Ridho Widodo
goblok putri
kok gue curiga sama bapaknya.
Kasih ibu sepanjang masa.
Dewintan New
bguss
ashieeechan
/Smile//Smile//Smile/
ashieeechan
/Panic//Panic//Panic//Panic/
Levha
mampir👣👣
Sisca Yakub
😭
FiaNasa
makin gak suka sama sikap putri nih,,udah gak pernah melaksanakan ibadah nya,,hanya penasaran terus yg ada untuk membongkar misteri kematian kakaknya,,trus klau makan apa gak baca bismillah dulu ya,,makanya gampang terkena pengaruh mereka
FiaNasa
mungkin Bu melati yg bikin putri slalu lalal dlm.ibadahnya,,mungkin kena mantra saat makan bersama Bu melati itu,,bukankah roh ayu sudah mengatakan jgn makan apapun ditempat Bu melati tp putri gak menuriut
FiaNasa
bodohnya si putri,,knp gak menuruti pesan ayahnya..
ㅤㅤ
see you kak..
ku tunggu novel baru.ny tentang wati..
XoffeLatte
apa mawar ini anak bapak nya putri sama bu melati 🥲
Woro Setiyani: iya spertinya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!