deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; menolak
Menolak
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran
.....
Tidak lama kemudian, kedua orang tua Kiran pun datang ke rumah sakit untuk menjenguk Kiran.
Di sana Arya masih duduk termenung di samping Kiran. Sedangkan Kiran memalingkan wajah nya agar tidak melihat ke arah Arya.
Tiba tiba ceklek..
Suara pintu terbuka
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, mama?" Jawab Kiran terkejut
Lalu dengan segera Arya mengecup punggung tangan kedua mertua nya itu.
Begitu pula dengan Kiran.
"Bagaimana keadaan Kiran nak?" Tanya mama kiran.
"Alhamdulillah ma, Kiran dan calon bayi kami selamat" ucap Arya
"A.. apa? Ca.. calon bayi? Maksud mu Kiran hamil?" Tanya ayah Kiran terbata bata
"Iya ayah, Kiran sedang mengandung" ucap Arya
"Alhamdulillah ya Allah." Ucap mama dan ayah Kiran berbarengan.
"Lalu setelah ini apa kamu akan pulang kerumah?" Tanya mama Kiran
"Nggak ma. Kiran akan menyelesaikan pendidikan Kiran dulu di sini. Tanggung masih satu bulan" ucap Kiran.
"Dek kita bisa ambil paket di sana. Mas tidak bisa jauh jauh dari adek. Mas mohon pulang ya" ucap Arya memohon.
"Maaf mas,- ucap Kiran yang belum terselesaikan karena di sela ayah kiran.
"Sayang, bukan kah kau sudah memaafkan suami mu. Seharusnya kamu juga menurut dengan ucapan suami mu. Dia imam mu." Ucap ayah Kiran
"Kiran memang sudah memaafkan mas Arya. Tapi, Kiran belum bisa sepenuhnya menerima mas Arya kembali ayah. Jadi, tolong pahami Kiran sedikit saja" ucap Kiran
"Kiran, bagaimana cara nya suami mu bisa menjaga mu jikalau kamu berada di sisi. Dan suami mu mengajar di sekolah lama mu?" Tanya mama Kiran.
"Mas Arya bisa mengurus diri nya sendiri ma. Lagipula Kiran juga bisa mengurus diri Kiran sendiri" ucap Kiran kesal.
"Astaghfirullahaladzim Kiran! Istighfar! Arya itu suami kamu! Ayah kecewa dengan dirimu! Apa ayah selama ini mengajarkan hal seburuk ini kepada mu?!" Tanya ayah Kiran kesal.
"Maafkan Kiran ayah. Tapi, hati Kiran benar benar masih sakit." Ucap Kiran
"Kiran, jika hanya hinaan serta fitnah para ibu ibu yang membuat mu sakit hati. Maka tidak ada alasan untuk pulang bersama Arya. Tidak seharusnya kamu lari dari masalah. Tapi, harusnya kamu hadapi masalah itu bersama dengan suami mu!" Ucap mama Kiran
Lalu Kiran hanya diam mematung mendengar ucapan mama nya barusan.
"Mama ada benar nya juga. Aku juga takut jika mas Arya aku tinggal sendirian. Nanti, dia bisa saja di goda oleh gadis itu. Tapi, kenapa hati dan pikiran ku tidak mau sepadu?" Gumam Kiran
"Ya sudah, kalau begitu mama dan ayah pamit dulu. Malam ini mama dan ayah harus kembali. Karena besok ayah ada pekerjaan penting" ucap mama Kiran lalu berpamitan.
Setelah kedua orang tua Kiran pergi. Kini tinggal lah Arya dan Kiran di dalam ruangan itu.
Malam nya waktu sudah menunjukan pukul 8 malam.
Seorang perawat datang untuk mengantarkan makan malam Kiran.
Dan langsung di terima dengan senang hati oleh Arya.
"Dek makan dulu ya.." ucap Arya
"Nggak mas, aku tidak berselera makan." Ucap Kiran yang masih tidak mau menoleh ke arah arya.
"Dek, setidak nya adek makan. Kasihan anak kita jika adek tidak makan. Anak kita juga pasti kelaparan" ucap Arya membujuk Kiran.
Lalu Kiran menoleh sedikit ke arah Arya, dan mengusap pelan perut nya. Dia sadar bahwa anak nya juga butuh kasih sayang. Bukan, rasa sakit.
"Makan ya dek." Ucap Arya kembali
Dan di angguk i oleh Kiran
"Tapi, mas Arya juga makan. Aku tau mas juga belum makan." Ucap Kiran secara tiba tiba.
"Mas bisa makan nanti dek. Yang penting adek dan calon anak kita yang lebih dulu makan" ucap Arya
"Nggak mau! Kalau begitu kami berdua tidak usah makan sekalian saja kalau mas juga tidak mau makan!" Ucap Kiran kesal
"Hehehe baiklah kalau begitu. Sekarang adek makan dulu" ucap Arya lalu menyuapkan sesendok demi sesendok makanan agar Kiran yang makan terlebih dahulu.
Baru mendapat 4 sendok makanan. Kiran langsung mengambil alih sendok dan langsung menyuapkan nya kepada Arya.
Setelah mereka selesai makan. Arya memberikan obat kepada Kiran agar segera di minum.
Tiba tiba pintu nya di buka oleh Lana.
"Selamat malam. Apa aku menggangu?" Ucap Lana.
"Sama sekali tidak, kemari lah lan" ucap Arya
"Dek, perkenal kan ini teman mas. Nama nya dokter lana. Dia bekerja di rumah sakit ini juga" ucap Arya
"Jadi, ini istri mu? Pantas saja kau seperti orang gila ketika dia pergi dari mu" goda Lana.
"Apa maksud mu?!" Tanya Arya kesal.
"Maksud mu, istrimu lebih canti dari bidadari. Pantaslah membuat mu gila karena kau tidak bisa jauh jauh dari nya" goda Lana kembali.
"Diamlah atau ku patahkan lidah mu itu!" Ucap Arya kesal.
"Yang o'on itu aku atau diri mu? Lidah tidak punya tulang *****!!" Ucap Lana
Membuat Kiran sedikit tertawa karena melihat pertengkaran kecil antara Arya dan juga Lana.
"Oh ya, selamat ya untuk kehamilan mu. Dan jangan biarkan lelaki ini pergi sendirian atau akan ada kuntilanak yang ikut" ucap Lana
"Terimakasih banyak. Insyaallah aku akan menjaga nya" ucap Kiran setelah tertawa kecil.
"Btw, kenapa kamu tidak pulang?" Tanya Arya
"Aku masih ada pasien tari, setelah selesai menangani nya aku langsung kemari. Dan setelah ini aku akan pulang" ucap Lana
"Ooo... Begitu, kalau begitu pulang lah. Bukan kah kau sudah kemari?" Goda Arya
"Jadi, kau mengusir ku? Baiklah. Tapi, jika ada apa apa jangan bilang padaku!" Ucap Lana kesal.
"Aku tidak butuh kau. Yudis masih setia pada ku" ucap Arya yang tidak mau mengalah.
"Sudah diam diam. Kalian ini seperti anak kecil saja. Dokter Lana. Aku minta maaf atas sikap kurang sopan suami ku." Ucap Kiran
"Tidak masalah, itu sudah biasa. Sejak kecil kami memang seperti ini" ucap Lana terkekeh kecil.
"Hei, apa kau ingat dulu waktu kecil. Nimas mengejar diri mu seperti anjing mengejar tulang" ucap Lana terkekeh kembali.
"Diamlah! Atau akan ku patahkan lehermu itu" ucap Arya kesal.
"Lalu setelah itu?" Tanya Kiran
"Ya apa lagi? Arya lari terbirit-birit seperti di kejar hantu. Nimas sejak dulu sudah menjadi bunga desa. Karena kecantikan nya itu banyak lelaki yang menyukai nya termasuk aku. Tapi, Nimas hanya mencintai Arya. Sejak itu lah, aku, Arya dan Yudis pergi dari desa dan merantau." Ucap Lana.
"Kenapa kalian merantau?" Tanya Kiran
"Karena, jika kami masih saja duduk diam di desa itu maka kami sudah tidak bisa mengejar impian kami. Dan lihat lah sekarang, Arya sudah menjadi pengusaha besar bahkan dia CEO utama. Entahlah berapa gudang yang Arya gunakan untuk menyimpan semua uang itu. Dan aku sedikit heran, kenapa dia malah bersembunyi dan memilih menjadi seorang guru" ucap Lana terloloskan begitu pula tawa nya.
Arya yang sadar akan ucapan Lana langsung menginjak pelan kaki Lana.
Setelah Lana sadar dengan tatapan tajam Arya, Lana pun langsung membulatkan mata nya.
"Aahhahah dengar aku hanya bercanda.! Karena, teman teman kami sangat suka mengejek nya seperti Ceo. Dikarenakan bodi nya sanggar cocok menjadi CEO besar" ucap Lana berusaha menghindari amarah Arya.
"Oooo begitu. Aku kira ucapan mu itu benar" ucap Kiran
"Memang benar!" Ucap Lana tanpa sengaja.
"Ah.. apa?" Tanya Kiran
"Seperti nya kau harus di ruqyah. Halusinasi mu sudah tingkat dewa lan" ucap Arya dengan tatapan tajam.
"Heheheh kalau begitu aku pamit dulu" ucap Lana
"Aku akan mengantar mu sampai depan."
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois