Tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang berharap rumah tangganya hancur. Semua wanita akan mengharapkan rumah tangga yang berjalan mulus dan tetap utuh.
Begitu pula dengan Renata, wanita itu mencoba untuk mempertahankan rumah tangganya dengan sekuat tenaga. Menahan sakit caci maki dari mertua, dan juga sakit akibat perlakuan suaminya.
“Apa dengan bersetubuh dan menikah secara diam-diam dengan wanita lain. Baru itu tindakan yang benar? Apa seperti itu, huh, Baji*ngan?!”
Akan tetapi, dia menyerah, saat hadir sosok orang ketiga yang tiba-tiba sudah menjadi madunya. Hatinya sakit, hancur, dan dia pun memberontak, menjadi berani demi mendapat keadilan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my_el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan yang Disiapkan Lukas
Selepas pertengkaran hebat dirinya dengan Renata kemarin. Bagas masih menjalani hari seperti biasanya. Seolah tidak terjadi hal apa-apa.
Bahkan, dia tidak peduli dengan tatapan para teman kerjanya, yang seolah mengulitinya, sejak melihat pertengkaran dia dan Renata di kantor kemarin. Bagas acuh dan tetap menikmati makan siangnya, dengan menghubungi istri mudanya yang tengah hamil muda.
Dia fokus akan istri mudanya itu, agar tidak mudah stres. Demi kesehatan calon buah hatinya. Jadi dia tidak akan melewatkan sedikit pun perhatian-perhatian kecil untuk istrinya itu.
Masalah Renata, dia bisa mengurusnya nanti. Karena, Bagas berpikir, jika Renata itu hanya mencoba untuk menggertaknya. Mana mungkin Renata serius dengan ucapannya itu. Dia itu kan cinta mati sama aku
.
Namun, seiring berjalannya waktu. Hingga seminggu setelahnya. Tidak ada tanda-tanda Renata kembali pulang, ke kediamannya. Membuat Bagas gelisah. Terlebih dia sudah menandatangani surat perceraian itu. Dia semakin kalut, saat Renata sulit dia hubungi.
Perasaan cemas pun menyergapnya. Akan tetapi, sebisa mungkin dia tepis. Kembali mempercayai, kalau Renata adalah wanita lembut, yang mencintainya, dan selalu memaafkannya. Tidak akan istrinya itu melakukan hal macam-macam.
...****************...
Renata yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat dari sebelumnya. Merasa sangat antusias. Karena, jarum jam masih menunjukkan pukul 14.30. Itu tandanya, Bagas belum pulang dari kantornya.
Renata bukan ingin memberikan kejutan kepada Bagas. Sampai dia mencari waktu untuk tidak kepergok dengan suaminya itu. Renata hanya ingin mengambil barang-barang penting yang tertinggal di rumah yang masih di tempati Bagas tersebut.
Dengan mengendarai sepeda motor matic miliknya sejak jaman kuliah. Renata menikmati perjalanannya ke kediaman dirinya sebelum menggugat cerai Bagas. Sampai tidak sadar, jika dirinya sudah sampai di depan rumahnya.
Beruntung, dia memiliki kunci simpanan. Membuat dia tidak harus repot-repot menghubungi Bagas untuk masuk ke dalam rumahnya ini. Sebenarnya, rumah itu hasil dari kerja kerasnya dan juga Bagas. Terus, di lanjutkan oleh Bagas cicilannya saat sudah sah menikah.
Renata buru-buru masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya. Karena barang-barang pentingnya itu berada di lemari kamarnya. Dia mengambil ransel dan juga tas besar, untuk mengemasi barang miliknya dan juga Ghea. Tidak banyak yang dia bawa. Karena wanita itu benar-benar memilih yang penting saja untuk dia bawa.
Saat hendak pulang, tiba-tiba perutnya sedikit mulas. Jadi, dengan terpaksa, Renata harus menuntaskan hajatnya itu. Dari pada dia harus mulai di tengah perjalanan pulang nanti.
Cukup lama dia berada di kamar mandi. Membuat Renata waswas. Bersyukur, masih belum ada tanda-tanda Bagas kembali dari tempat kerjanya. Segera saja Renata membawa tas besar itu untuk dia taruh di sepeda motornya, dan kembali lagi ke dalam rumah untuk mengambil tas ransel yang cukup besar.
Namun, di tengah dia memakai tas ransel besar itu. Ponsel yang berada di saku celananya bergetar. Segera dia lihat ponselnya, khawatir ada pesan darurat dari klinik. Mengingat dia, hari ini ijin pulang cepat.
Renata sedikit bernafas lega. Tatkala bukan dari pihak klinik yang menghubunginya. Melainkan Lukas yang mengiriminya pesan.
Lukas:
Renata, kamu ada di mana?
Renata mengernyit bingung membaca sederet pesan dari Lukas yang tidak dia mengerti. Karena, tidak biasanya pria itu mengiriminya pesan seperti ini. Namun, tak ingin memperpanjang waktunya berada di rumah ini, takut Bagas pulang. Segera saja dia membalas pesan Lukas.
Renata:
Ada di rumah
Lukas:
Rumah kamu, apa orang tuamu?
Renata:
Rumah Bagas
Lukas:
Tetaplah di situ untuk sementara
Renata:
Tidak bisa. Karena saya harus pulang, sebelum Bagas kembali
Lukas:
Tetaplah di situ. Ada satu hal yang ingin aku tunjukkan
Pesan terakhir Lukas, membuat Renata menurut. Dengan terpaksa, dan penasaran. Wanita itu kembali duduk di dalam rumah itu. Tepatnya di ruang tamu.
Cukup lama Renata menunggu, hingga dia dikejutkan oleh kedatangan beberapa polisi di rumahnya.
“Selamat sore?” sapa polisi itu dengan tegas dan tersenyum ramah secara bersamaan.
Renata segara beranjak dari duduknya. Menghampiri polisi tersebut yang berada di teras rumahnya. “Iya, selamat sore, Pak,” balas wanita itu sedikit cemas.
“Begini, Bu. Apa benar ini kediamannya Bapak Bagas Mahendra?” tanya polisi itu.
Renata cukup tersentak, kemudian mengangguk kaku. “Iya, benar. Ada apa, ya, Pak?” tanyanya penasaran.
“Apa bapak Bagas ada, Bu?” Polisi itu kembali bertanya, dengan sedikit memicingkan matanya menatap ke dalam rumah.
Renata bingung mau menjawab apa. Karena dia masih cukup kaget akan kedatangan polisi yang secara tiba-tiba. Sampai kedua matanya menemukan sosok Bagas yang baru saja turun dari grab.
“Kebetulan sekali, Pak Bagasnya baru saja pulang.” Renata menunjuk Bagas yang terdiam kaku menatap Renata bersama beberapa polisi.
“Renata,” gumam Bagas. Kemudian mengambil langkah lebar, menghampiri istrinya itu. “Kamu kenapa, Ren? Ada apa?” tanya pria panik berlebihan.
“Bapak Polisinya datang mencari kamu, bukan aku.” Renata mendengus. Sontak hal itu membuat Bagas kembali terkejut.
“A–ada apa, ya, Pak?” Bagas bertanya dengan gugup, dan mencoba mengingat hal apa yang membuat polisi mencarinya. Karena seingatnya, dia tidak pernah melakukan tindak kejahatan, atau membunuh orang. Meskipun dia sempat ingin membunuh istrinya itu. Namun, itu hanya pikiran sekilas, karena Renata yang berani kepadanya.
“Saya dari kepolisian yang mendapat tugas penangkapan, dengan membawa surat penangkapan resmi, untuk saudara Bagas Mahendra, atas tindakan korupsi yang telah saudara Bagas Mahendra lakukan selama 6 bulan terakhir di perusahaan Wills Company,” papar polisi itu, yang langsung kedua polisi lainnya memborgol kedua tangan Bagas.
Bagas sedikit meronta, tidak mau mengikuti polisi itu. “Bapak jangan asal bicara, ya. Ini fitnah. Saya tidak melakukan itu,” teriaknya marah. “Ren, tolongin aku. Aku gak salah!” Bagas menatap Renata dengan memohon. Sedangkan, wanita itu masih tertegun. Memproses kejadian mendadak yang terjadi saat ini.
“Mohon kerja samanya, Pak Bagas. Jika ada keluhan atau pengajuan lainnya, Anda bisa melakukannya di kantor polisi, atau dengan seorang pengacara.” Polisi itu menjelaskan prosedurnya, agar Bagas tidak terus memberontak.
“Tapi ini salah, Pak. Ini fitnah!” lagi-lagi Bagas berseru marah, saat polisi itu mulai membawanya. “Aku tidak melakukan tuduhan itu!” tambahnya yang masih memberontak dari kungkungan para polisi itu. Sampai seseorang datang dengan mobil mewahnya. Membuat para polisi dan juga Bagas terdiam.
“Lukas?” Renata bergumam, menatap Lukas yang turun dari mobilnya dengan begitu tegasnya.
“Selamat sore, Bapak Lukas.” Polisi itu sedikit membungkuk menyapa kedatangan Lukas.
“Selamat sore, Pak Pram. Selamat menjalankan tugas,” balas Lukas dengan senyum ramahnya. “Dan ... lakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambah pria itu dengan ekspresi dinginnya.
Renata menatap kedatangan Lukas dengan diam, sampai kepergian Bagas bersama beberapa polisi itu dalam diam dari kejauhan. Dia masih mencerna semua kejadian demi kejadian yang terjadi di depan matanya. Apakah masalah ini yang dimaksud Lukas dengan masalah kecil? Dan apa mungkin, ini juga yang dimaksud CEO itu agar aku tetap berada di sini?
*
*
*
Kejutan 🥳🥳🥳
Berhubung saya sedang dalam keadaan mood yang baik, jadi saya up dua kali hari ini 😁
Semoga kalian senang dan tidak bosan untuk menanti saya up, tentang Renata.
eitsss
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman 😉
See you next chp 😘
aku harus nyetok kesabaran juga nih bacanya 🥲