Bagai mana jika seorang pembunuh bayaran yang keji dan semena mena tiba tiba saja menjadi sangat baik dan sopan santun. bahkan dia memiliki kemampuan medis yang sangat genius.
Ya itulah yang di alami Xue Shen, setelah di bunuh oleh ke lima suaminya. Ternyata jasad Xue Shen Shen telah di rasuki Oleh roh Lin Zhu, Lin Zhu sendiri adalah dokter genius di abad 20 yang tewas akibat plustrasi di selingkuhi sang tunangan.
Tubuh sang dokter tersebut nyatanya menyinggahi seorang wanita tak cantik, kotor, pemabuk, suka judi dan main laki laki. bahkan kelima suaminya merencanakan pembunuhan berulang kali hanya untuk melenyapkan wanita tersebut.
Akankah Lin Zhu selamat dari rencana pembunuhan itu? atau kah para suami mulai menyukai pribadi lembut dan penolog tersebut? Yuk simak...
Novel ke dua autot
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqishe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang cemburu?
BLAM!!!
Suara hentakan pintu terdengar begitu jelas di tengah keheningan malam yang kian larut.
Dug Dug Dug Dug Dug! Jantung Xue Shen seakan berpacu, apa lagi Huan belum melepaskan cengkraman tangannya yang kala itu memaksanya masuk di kamar itu "H-Huan... Sebaiknya aku tidur di luar saja" Gagap Xue Shen menarik pelan tangannya dari cengkraman Huan.
"Jangan banyak bicara, tidurlah di ranjang kayu itu. Biar aku tidur di kursi kayu saja" Huan menunduk lalu melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Xue Shen.
"Tapi Huan! Kamu kan pemilik kamar ini. Biarkan aku tidur di kursi kayu itu dan kamu disini. Bagai mana apakah kamu setujukan?" Ujar Xue Shen bernegosiasi.
"Kenapa kamu nakal. Kan sudah ku bilang, kamu tidur di ranjang, dan aku tidur di kursi" ulangnya.
Xue Shen pun menunduk "Baiklah..." Xue Shen mulai duduk di ranjang kayu itu. Huan pun mulai menjauhi Ranjang Xue Shen, nampaknya ia melangkah menuju kursi kayu itu.
Xue Shen sungguh malu kala harus tidur di kamar dan di ranjang Huan. Xue Shen canggung "Ya sudahlah... Aku tidur saja. Selamat malam Huan" Ucap Xue Shen. Ia lekas melentangkan tubuhnya dan menutup matanya dengan sikut tangan kanannya. Sedangkan Huan, ia malah duduk dan mencari posisi ternyamannya untuk memejamkan matanya lalu melepas penatnya.
Tubuh Huan terus saja bergerak ke sana ke mari. Ia tak bisa tidur di tempat yang tidak datar... Huan kembali memejamkan matanya, Tapi... Karna posisinya sungguh tak nyaman, ia pun kembali terduduk dan mulai berdiri, ia menoleh ke arah Xue Shen yang sudah tak berkutik. Ia pun mulai menghampiri Xue Shen untuk menyelimutinya...
"Istriku. Kamu sudah tidur?" Tanya Huan mulai ada di hadapan ranjang Xue Shen. Huan mulai meraih selimut dan menyelimuti Xue Shen lembut, Netra Huan mulai menatap wajah Xue Shen yang tertutupi sikut tangan kanannya.
"..." Huan sedikit berpikir tentang pertanyaannya tadi yang belum di jawab Xue Shen.
Gluk! Tiba tiba ia malah menelan salivanya sendiri "...Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu membuat kami sungguh bingung? Benarkah kamu melakukan semua ini dengan tulus? Xue Shen? Siapa... Sebenarnya... Dirimu?" Huan mulai menarik wajahnya dari pandangan itu. Lalu ia mundur menjauhi Xue Shen, tapi siapa sangka jika kakinya akan menginjak batu kecil dan terkilir. Tubuhnya oleng ke arah matras itu dan "Astaga!!" Pekik Huan tiba tiba jatuh menghimpit tubuh Xue Shen. Xue Shen yang baru saja terlelap pun bangun. Ia membelalak kala melihat posisi Huan saat ini.
"A- aku. Kamu... A- apa apa yang kamu lakukan?" Kaget Xue Shen nyerocos dalam keadaan masih linglung.
"Ah. Maafkan aku... Maafkan aku istriku. Ada kerikil yang ku injak jadi aku jatuh... Lalu" Huan tak bisa berdiri saat ia mengangkat tubuhnya. Karna kakinya terkilir dan terasa sangat nyeri.
"Ayo bangun Huan. Kamu membuatku ke sulitan bernapas" pinta Xue Shen merengek.
"Ta... Tapi, Tapi aku tak bisa berdiri. Karna kakiku sangat sakit" Balas Huan meringis. Xue Shen pun lekas mengingsutkan tubuhnya menarik kakinya dari himpitan tubuh Huan.
"...Kakimu pasti terkilir" Bicara demikian seraya keluar dari ranjang itu. Ia mulai merangkul tubuh Huan dari belakang. Deg! Betapa kagetnya Huan saat Xue Shen mendekap tubuhnya dari belakang. Xue Shen membantu Huan bangun dari posisi tengkurabnya tadi.
"Ayo bangun" Pinta Xue Shen.
Pessssshhh! Wajah Huan memerah pekat kala itu. Sebab, dalam posisi itu otak Huan menjadi kotor. Mau bagai mana lagi, Dada Xue Shen yang empuk menempel erat di punggungnya. Hingga hormon dewasanya mulai aktif.
"Huan. Kamu kenapa?" tanya Xue Shen melepas dekapannya lalu mendudukan Huan perlahan di ranjang. Mendengar pertanyaan itu, Huan malah menunduk, Huan bahkan mengabaikan pertanyaan Xue Shen "Apakah kamu sakit?" tanya Xue Shen.
"T-tidak...'
"Kakimu sakit? Coba tunjukan di mana yang sakit?" Ulang Xue Shen mulai berjongkok dan mengelus elus kaki Huan.
"Yang kanan. Kaki kananku sakit mungkin terkilir" Balas Huan malu malu.
Xue Shen mulai mengangguk seakanan paham lalu tersenyum ke arah Huan "Eh" Huan sedikit terpesona. Meski saat itu Lin Zhu belum memperkenalkan Skin care pada wajah Xue Shen, tapi entah kenapa Huan malah sedikit terpesona.
"Tahan ya" Pinta Xue Shen. Huan mengangguk, Lalu tanpa rasa takut, Xue Shen pun memutarkan pergelangan kaki Huan hingga terdengar suara tulang bergeset TREEEKKKTEK... Kemudian di susul oleh jeritan Huan "Gyaaaaaaaahhhhh!" Teriakan itu menggemparkan seisi gubuk tersebut, hingga Xian bersaudara juga Lian mendobrak kamar Huan "Kakak! Kau kenapa?" tanya Lian panik.
Degh! Lian seketika salah paham karna Xue Shen ada di kamar Huan "A-adik. Kenapa kalian kemari?" tanya Huan mulai berdiri, bahkan ia lupa jika kakinya sakit.
"Kakak. Apa yang sedang di lakukan wanita iblis itu di kamar mu?" tanya Lian menunjuk Xue Shen. Xue Shen pun berdiri "Anu... Tadi aku..." Belum sempat Xue Shen menjelaskan, Huan malah menyela "Kami sedang pemanasan untuk melakukan 'Itu" Huan melangkah menghampiri Lian lalu mengalungkan tangannya di bahu pria itu sembari mengajaknya keluar kamar.
"Itu. Apa maksudmu dengan itu kak?" Lian sedikit mengerutkan alisnya. Sebenarnya ia paham jika kalimat Huan menuju ke arah itu. Tapi ia tetap tak mau mengakuinya...
"Jadi... Kalian tidur saja lagi ya. Ada hal yang harus kami selesaikan berdua saja" Tegas Huan. Xian Xiao mulai mengerutkan alisnya "Tidak. Kami juga ikut... Kami juga mau tidur di kamar kak Huan. Cue Shen juga adalah istriku!" Bentak Xian bersaudara.
"Hey Hey Hey! Kalian jangan ikut ikutan dong. Kalian kan masih kecil... Ini adalah urusan orang dewasa kalian belum boleh melakukannya!" Huan berkomentar dan mengusir Lian juga Xian bersaudara.
"Tapi. Aku juga suaminya kak" Tiba tiba suara Zhua ikut ikutan menyela kalimat Huan.
"Astaga. Kau juga... Kalian masih bocah, tak boleh berpikir kotor seperti itu. Meski Xue Shen adalah istri kalian. Tapi kalian tak boleh menyentuhnya kecuali jika kalian..." Huan berpikir.
"Jika apa kak?" tanya Zhua. Bocah itu selalu saja mengacau... Bathin Huan.
"Kecuali, jika seorang pria dan wanita berciuman. Itu artinya mereka adalah sepasang kekasih" jelas Huan berbohong. Tentu saja Zhua melangkah ke depan "Aku dan istriku sudah berciuman kak"
"Apa!!" pekik ke empat kakaknya.
"Kapan. Kau bocah bau kencur, beraninya kamu melakukan hal itu" Huan marah.
"Kapan itu terjadi Zhua. Apakah Xue Shen yang melakukannya? Keterlaluan!" Lian kesal dan ingin meninjuk Xue shen karena ia telah berani mengotori adiknya yang masih belia itu.
"Aku sendiri yang telah mencium Istriku. Kakak ingat tidak, saat istriku baru saja ku selamatkan di danau. Dan aku menciumnya lalu meniupkan udara ke mulutnya. Itu juga adalah tanda cinta kami kan?" tanya Zhua. Ke empat kakak nya sungguh Syok, mereka pun mengingat dan benar saja hal itu telah terjadi.
Huan saat itu sangat benci pada Xue Shen dan kali ini ia malah jatuh cinta pada Xue Shen. Hingga saat mendengarkan Zhua telah mencium Xue Shen. Huan pun marah, hatinya seakan terbakar api cemburu.
Lalu... Bagai mana hati Xue Shen sebenarnya? Adakah di antara ke lima suaminya yang telah ia sukai? Ataukah, ia belum moveon dari Ricard, sang kekasih yang telah menghianatinya di dunianya...
teruslah berkarya
MC kan dokter, tubuh yg dia rasukk kata nnya cmn beban?