NovelToon NovelToon
RAHASIA WINTER

RAHASIA WINTER

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:163.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mae_jer

Winter melakukan kesalahan fatal! Ia menabrak orang dan kabur begitu saja. Ia merasa dirinya adalah orang paling egois dan jahat di dunia ini. Tapi ia terlalu takut untuk mengaku.

Suatu hari, ia bertemu Daffin Prakasa, sosok cowok populer dikampus yang juga merupakan kakak kandung dari gadis yang ditabraknya.Tanpa diduga ia malah jatuh cinta pada pria itu.

Seiring berjalannya waktu, keduanya makin dekat. Namun ancaman demi ancaman mulai menghampiri hidup Winter. Yang membuat Winter harus memilih, mengakui kesalahannya atau menjauh dari kehidupan Daffin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pesta ulang tahun teman seangkatan Daffin dibuat dengan sangat meriah. Kalau tidak salah ingat namanya Dino. Dia mengundang semua angkatan di jurusannya, dan tentu saja kerabat-kerabat dekatnya. Temannya Daffin itu bahkan mengundang salah satu penyanyi yang sedang hits untuk memberikan penampilan spesial khusus di hari ulang tahunnya.

Jujur Winter tidak menyukai pesta.

Bahkan bisa dibilang ia benci pesta.  Namun karena Daffin yang mengajaknya, dengan senang hati Winter setuju. Kapan lagi coba dapat kesempatan emas seperti ini.

"Lihat, siapa gadis yang datang bersama Daffin? Kalian kenal?"

Lira dan yang lain menoleh ke arah Daffin. Semenjak tadi mata Lira memang tidak pernah berpindah dari  Daffin dan gadis yang berdiri di sebelah pria itu. Benarkan firasatnya. Memang ada sesuatu antara Daffin dan gadis itu. Dan Lira tidak bisa merasa baik-baik saja melihat kedekatan Daffin dengan perempuan lain. Ia cemburu dan merasa tidak rela.

"Winter? Ah, ternyata pria itu mengajak Winter." ujar Dillan yang berdiri tak jauh dari situ. Ia tersenyum penuh arti. Tampaknya ia ketinggalan banyak cerita. Ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya Daffin bisa akrab dengan Winter.

"Dillan, kamu kenal dia?" tanya Hana mendekati Dillan. Dillan mengangguk.

"Mm, namanya Winter. Jurusan Sastra di kampus kita. Memangnya kau tidak kenal? Namanya cukup terkenal akhir-akhir ini." Hana tersenyum paksa. Memang sepenting apa gadis itu hingga dia harus mengenalnya?

"Bagaimana dia dan Daffin bisa akrab?" tanya Hana lagi. Mewakili Lira. Dillan mengangkat bahunya.

"Aku tidak tahu." katanya. Pria itu lalu kembali sibuk dengan dirinya sendiri.  Dia harus bersenang-senang menikmati beragam minuman yang di sajikan di pesta ini.

Winter sudah bertahan di pesta

ini selama hampir satu jam, dan itu karena ia tidak ingin mengecewakan Daffin.

Gadis itu menoleh ke arah Daffin yang berdiri di sampingnya dan sedang berbicara dengan salah seorang tamu pesta. Temannya pasti. Winter tidak meminta Daffin untuk terus menemaninya, tetapi sepertinya Daffin menyadari kegelisahan Winter di tengah-tengah orang

banyak, karena itu Daffin tidak pernah meninggalkan sisinya sepanjang malam itu. Selama pesta berlangsung.

Wajah Winter terlihat agak pucat. Daffin langsung menyadari kalau  Winter tidak nyaman berada di tengah-tengah pesta yang ramai seperti ini dan ia bisa merasakan ketegangan yang memancar dari diri gadis itu. Ia tersenyum dan berkata,

"Kamu mau kita pulang sekarang?" Daffin berbisik ditelinga Winter.

"Boleh?"

"Mm. Yang penting kita sudah hadir, tidak perlu berlama-lama.

Kelegaan pun terlihat jelas di wajah Winter. Dan Daffin memahaminya. Entah gadis itu tidak terbiasa dengan pesta, atau karena ia tidak mengenal kebanyakan orang yang datang hari ini. Ketika mereka hendak beranjak pergi, seseorang berseru memanggil Daffin.

Daffin menoleh dan melihat seorang pria jangkung dalam balutan jas mahal sedang berjalan menerobos kerumunan ke arahnya.

Pria itu tampak heran melihat salah seorang kenalannya dari luar negeri ada di sini. Winter menyentuh lengannya dan berkata,

"Aku mau pergi ke toilet sebentar,"

Daffin mengangguk. "Baiklah. Aku akan menunggumu di sini."

Setelah melihat sosok Winter menghilang di antara kerumunan orang-orang, Daffin kembali menoleh ke arah kenalan bulenya yang menghampirinya sambil

memegang segelas Vodka dan tersenyum lebar.

"Siapa gadis yang bersamamu tadi? Dia pacarmu?" tanya pria bule bernama Douglas itu. Bahasa Indonesianya sangat fasih. Dillan sudah bergabung bersama mereka. Tatapan Dillan penuh arti dan Daffin jelas paham bahwa pria itu sedang menggodanya. Pandangan Daffin fokus ke Douglas.

"Bukan, dia temanku." jawab Daffin tersenyum tipis.

"Teman? Aku baru tahu seorang Daffin yang terkenal dingin dan cuek terhadap perempuan memiliki teman wanita. Bukankah kau pernah bilang tidak akan pernah berteman dengan lawan jenis? Ah, mungkin maksudmu dia adalah teman yang istimewa." goda Dillan dengan alis naik turun. Tapi ucapannya memang adalah sebuah kenyataan. Apalagi tadi ia jelas-jelas melihat tatapan Daffin terhadap Winter bukan sekedar tatapan biasa. Ada rasa yang jelas sekali terlihat dalam pandangan mata Daffin. Cara Daffin memperlakukan Winter berbeda. Gerak-geriknya amat sangat memperhatikan dan menjaga Winter.

Douglas tertawa pelan mendengar Dillan yang terus-terusan menggoda Daffin. Menurut pria itu wajar kalau Daffin berhubungan dengan seorang wanita. Toh pria itu juga sudah dewasa. Tidak ada salahnya berpacaran.

"Sebenarnya aku ingin membicarakan bisnis denganmu. Ada tawaran yang cukup baik. Aku pikir kau akan tertarik. Tapi kita bicarakan nanti saja. Bicara di sini sepertinya kurang tepat." kata Douglas. Daffin mengangguk. Douglas adalah salah satu pengusaha yang perusahaannya sudah cukup terkenal di luar negeri. Mereka bertemu di sebuah kompetisi. Semenjak itu Douglas melihat keahlian Daffin dan tertarik bekerja sama dengannya. Daffin mengangguk.

"Hei, Douglas! Aku tidak menyangka kau ada di sini juga." suara itu sangat familiar ditelinga Daffin dan Dillan. Dua pria itu tampak tidak tertarik dengan kehadiran sih orang baru menyebalkan itu. Ya, pria menyebalkan itu adalah Bian. Ternyata Bian juga mengenal Douglas.

"Douglas, aku sudah mendengar bahwa kau ada di Jakarta, tapi aku sama sekali tidak menyangka bisa kebetulan bertemu denganmu di pesta ini," kata Bian sambil tersenyum lebar dan menjabat tangan Douglas. Dari dekat wajahnya yang cukup tampan tapi tidak tampan-tampan amat terlihat agak merah.

"Aku di Jakarta dua hari yang lalu. Urusan pekerjaan. Dan karena besok aku harus kembali ke London, temanku mengajakku ke pesta ulang tahun temannya." kini terjawab sudah mengenai keberadaan Douglas di pesta ini. Pasti yang mengajaknya ke sini adalah teman wanita.

"Pesta yang hebat, bukan? Minuman dan wanita-wanita cantik. Ini

baru namanya pesta." mata Bian dilayangkan ke seluruh ruangan dan senyumnya semakin lebar.

Daffin dan Dillan yang mendengar tersenyum tipis tanpa berkomentar. Mereka sudah tahu Bian adalah penggemar pesta dan wanita. Diam-diam Daffin bersyukur Winter langsung menolak Bian ketika pria itu menembaknya. Daffin tidak mau membayangkan gadis sebaik Winter pacaran dengan pria seperti ini.

Pandangan Bian beralih ke Daffin  dan matanya berkilat-kilat penuh arti.

"Daffin, kalau tidak salah tadi aku melihatmu berbicara dengan

seorang wanita cantik, wajahnya seperti gadis yang pernah ingin kupacari." katanya.

Mata Daffin agak menyipit. Ada sesuatu dalam nada suara Bian yang

tidak disukainya.

"Ya," gumamnya datar, "itu memang dia. Gadis yang pernah menolakmu."

Bian meneguk vodkanya dan terkekeh. "Aku tidak menduga ternyata seleramu sama denganku, sama-sama menyukai wanita cantik yang suka mempermainkan pria."

Daffin baru hendak membuka mulut untuk membalas perkataan Bian

namun seseorang menyentuh lengannya. Ia menoleh dan langsung bertatapan dengan Lira .

1
Ari Nuryanti
memang jodohmu bang
Ari Nuryanti
lhooooo pite kihhhh
Ari Nuryanti
mampir aq thorrrrr
sr
konfliknya terlalu beratt🙂
Dewi Anggraeni
Kenapa gak ada lanjutannya thor ... Diketerangan ditulis End...
Husniati
kok gk lanjut.
Syifa Fauziah
author tanggung jawab inii.. ko gak ada kelanjutan nya.. masih menunggu update cerita winter nih kak
Vie
ih... padahal ceritanya seru lih.. kenapa ga diterusin kak.... gak kalah seru juga sama cerita2 yang lainya.... aku penasaran la njutanya, padahal bakalan seru skali kalau dilanjutin. nanti akhir ceritanya winter sama siapa, kan aku penasaran banget. ya mjngkin ini awal2 kak autorhnya berkarya, jadi masih diawal2 berkarya... mungkin belum seramai sekarang yang bacanya... apalagi cerita2 yang on going banyak sekali yang minat baca... aku selalu suka cerita kakak ini, makanya aku bacanya jadi mundur ke karya2 lama nya yang lain, karena yang lama belum selesai semua ku baca...
Ayiek Sundoro
ayuuk doonk dilanjutin uda bikin penasaran banget lhoo
Ayiek Sundoro
Bagus banget isi & alur ceritanya jd kenapa ga dilanjutin Mae... ini masih blm keluar konflik utamanya, ayuk dooonk Mae semangaat lanjutin 🥰🥰🥰🌹🌹🌹
Rosny Didin Toba: lanjuttt
total 1 replies
Erniati Zega
Kecewa
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
up dong thor
Apthiana Devi
Luar biasa
uchie
sepertinya thornya binggung sm ceritanya hahaha mknya gak up2..hahahaa
As Ri
Lumayan
Dwija
yah gantung juga yaa ga da kelanjutan nya
Rita
hmmm
Rita
maaf keinginan mu tdk terkabul mlh terbalik
Rita
diketawain pula gondok ngga tuh
Rita
dah disimpan mukamu winter😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!