~Follow, Like dan Comment ya ayang-ayang akoooh~
Alvaro Gabriel, seorang CEO yang terkenal sangat sukses diusianya yang masih muda. Kehadiran Vanaya Anastasya seorang Akuntan baru di perusahaan itu, sedikit mengusik perhatiannya.
Akankah Alvaro berhasil mencuri perhatian Vanaya?
Mari dibaca ya teman"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beepoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhasil
Agak sedikit panas ya guys... Harap bijak memilih bacaan
"Sayang, apa kau baik-baik aja? Kenapa lama sekali keluar dari kamar mandi?" Alvaro khawatir karena sejak sejam yang lalu setelah dia selesai mandi Vanaya belum juga keluar
"Naya! Nay? Ada apa?" Alvaro menggedor pintu kamar mandi takut terjadi sesuatu pada istrinya itu saat mandi
Sementara Vanaya berdiam diri didalam kamar mandi merasa takut dan gugup akan seperti apa mereka akan menghabiskan malam pertama mereka setelah menikah.
Dengan pelan-pelan dia membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Al...." Vanaya hanya menyebut nama suaminya itu
"Kenapa sayang?" perlahan Alvaro membuka pintu kamar mandi namun tidak menemukan kejanggalan pada istrinya
"Aku gapapa Al! Heheee! Aku hanya gugup" jawab Vanaya karena merasa bersalah membuat suaminya itu khawatir
"Gugup kenapa? Sini aku gendong aja kalau ga bisa jalan keluar" Alvaro menyosor masuk dan menggendong Vanaya dan mendudukkannya diatas ranjang.
"Kalau lama-lama dikamar mandi bisa masuk angin sayang. Lagian gugup kenapa?" tanya Alvaro
"Aku takut membayangkan malam pertama kita" ucap Vanaya malu
"Sama suami sendiri koq gugup sih!" Alvaro menggenggam erat tangan Vanaya
"Kalau emang belum siapa ya udah gapapa kita tunda dulu" Alvaro mengalah agar istrinya itu tidak ketakutan
"Sini peluk aja" Alvaro membaringkan tubuhnya dan menarik pelan tubuh istrinya kedalam pelukannya.
Mereka pun saling berpelukan, sesekali Alvaro mengelus punggung istrinya dan mengecup keningnya
Dia dengan pelan mengalihkan kecupannya ke telinga Vanaya dan mulai menyusuri leher jenjang itu dengan lembut.
Vanaya yang berada dalam pelukan Alvaro mulai merasakan desiran darahnya mengalir hangat dan membuat bulu kuduknya berdiri.
"Al...."
Namun Alvaro semakin dalam menyusuri leher istrinya dengan penuh nafsu. Dia merasakan sesuatu dibawahnya yang sudah mulai bangun dan berontak ingin keluar dari dalamnya.
"Aku menginginkanmu sayang" Alvaro berbisik dengan nafas yang terasa hangat ditelinga Vanaya
"Ahhhh..." Vanaya melenguh karena merasakan sensasi geli dibagian lehernya
Kecupan demi kecupan mulai menjalar dibagian tubuh Vanaya. Dia yang mulai bergerak gelisah karena merasa nikmat namun takut bercampur jadi satu
"Bisa kita melakukannya sekarang sayang, hum?" Alvaro berbisik sambil menahan gairah nya.
Sebesar apapun nafsunya dia tetap meminta izin demi kenyamanan dan mental istrinya. Dia mengerti untuk seorang wanita yang belum pernah melakukan hubungan badan akan merasa sedikit sakit.
"Iya lakukanlah Al! Tapi ku harap kau melakukakan dengan pelan" Vanaya mengizinkan suaminya untuk menyentuhnya lebih lagi karena saat ini dia juga sudah diliputi gairah dan penasaran
"Terima kasih sayang! Katakan kalau nanti kau merasa sakit ya" ucap Alvaro dan tanpa menunggu jawaban istrinya, dia dengan lembut mencium bibir Vanaya
Mereka saling membalas ciuman yang awalnya lembut perlahan menjadi menuntut. Dengan bibir yang saling bertaut, Alvaro menggerakkan tangannya mengitari bagian atas tubuh istrinya
"Ah! Al..." Vanaya mendesah merasakan sensasi geli
Mendengar suara nakal dari bibir Vanaya membuat Alvaro semakin menjadi-jadi. Dengan tidak sabaran dia melepaskan pakaian yang melekat ditubuh Vanaya.
"Jangan ditutup sayang" Alvaro menahan tangan Vanaya yang berusaha menutup bagian atasnya karena merasa malu
"Tapi aku malu Al" jawab Vanaya dengan wajah memerah
"Kau sangat indah sayang" bisik Alvaro dan menggigit pelan telinga Vanaya dan dengan perlahan dia menyingkirkan tangan Vanaya dari sana kemudian meng*lumnya dengan nafsu.
Berkali-kali Vanaya meracau karena merasa sesuatu seperti sengatan listrik ditubuhnya. Beberapa kali juga Vanaya mencapai puncaknya padahal Alvaro belum memasukinya.
Alvaro kembali mencium Vanaya dengan nafsu sambil mengarahkan miliknya yang sudah berdiri tegak sejak tadi untuk memasuki sarangnya.
"Aku masuk sayang! Rileks ya jangan tegang! Katakan kalau sakit ya" Alvaro berbisik
Vanaya hanya menganggukkan kepalanya dan membalas ciuman Alvaro
"Arkkkk" Vanaya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat merasakan sesuatu dibawahnya
"Sakit sayang?" tanya Alvaro menghentikan aktivitasnya takut melukai istrinya
"Sedikit! Lanjutkan aja Al! Nanggung" jawab Vanaya
Alvaro mendorong miliknya lebih dalam lagi. Dan setelah beberapa kali mencoba akhirnya dia berhasil menerobos milik istrinya yang perawan.
"Aku bergerak ya sayang! Pelan-pelan nanti akan terasa nikmat" Alvaro memaju mundurkan miliknya
"Ah! Ah! Ah" Vanaya meracau menikmati milik Alvaro didalam sana
Setelah 2 jam lebih akhirnya Alvaro dan Vanaya mencapai puncak mereka masing-masing.
Mereka terkulai lemas karena menghabiskan waktu dengan aktivitas panas mereka. Bukan sekali, Alvaro masih saja menggempur istrinya malam itu sampai subuh. Dia benar-benar menyalurkan gairahnya yang tertahan.
Karena aktivitas mereka, saat ini mereka sampai kesiangan bangun. Vanaya yang merasa sakit dibagian bawahnya meringis menahan perih.
"Apa masih sakit sayang? Kalau belum bisa jalan aku gendong aja ya! Tunggu sebentar aku siapin air di bath up" Alvaro merasa kasihan melihat istrinya.
"Dasar suami mesum! Ini kan kelakuanmu Al sampai aku susah jalan" Vanaya menggerutu
"Iya maaf sayang! Abisnya enak sih" Alvaro menjawab enteng
"Ihhhh! Gimana dong mau jalan-jalan kalau kayak gini" Vanaya memukul dada suaminya
"Hari ini kita istirahat dulu ya" Alvaro menggendong istrinya ke dalam kamar mandi dan membantunya membersihkan diri
Benar saja seharian ini mereka berada dikamar hotel. Alvaro dan Vanaya menghabiskan waktu berdua dengan canda dan tawa sambil menikmati pemandangan indah kota Tokyo dari balkon kamar mereka.
maap.baru baca eps satu next aku bakalan baca lagi 🙏