Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.
Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28 Curiga
"Kenapa kau senyum senyum sendiri? ku lihat beberapa hari ini kamu berubah. "
"Berubah apanya? "
Rebecca merasakan perubahan dari sikap Daniel. Ia merasa suaminya sangat bersemangat jika masalah pekerjaan. Dan kurang semangat bila di rumah seperti kerupuk kena air. Setiap pagi hari ia sudah disibukkan dengan pemandangan mata Daniel yang bolak balik lemari dan kaca.
Baik itu mencocokkan kemeja setelan atau pun dasi. Sudahnya gaya rambut dan parfum. Seperti layaknya ABG namun ini ABG Tua yang seperti mau bertemu pacar.
Teguran dari mulut Rebecca itu pun tidak ia perdulikan, ia masih antusias dengan mencocok cocokkan setelan bajunya. Ia sibuk sendiri dengan fikiran yang selalu terbayang bayang wajah Aylin. Susah memang jika sudah kasmaran.
"Apa kau selingkuh? " Rebecca menerka nerka sifat suaminya yang dirasakannya berubah.
"Apa an sih kamu. Apa masalahnya jika aku mencoba menyemangati diri ku sendiri dalam bekerja. Aku kan selalu bertemu klien baru. "
"Emm begitu. Yang semangat ya suami ku. " Rebecca mencoba memberi kan sisi romantis kepada suami dengan kecupan hangat di pipi kanannya.
"Emm. Kau membuat pipi ku merah. " Daniel langsung mengusap nya dengan tangannya. Ia segera menjauh dan keluar kamar meninggalkan Rebecca yang memicingkan matanya saat mendengar kalimat itu lolos dari mulut Daniel.
"Aneh sekali sifat nya, aku harus menyelidikinya sendiri. Apa yang membuatnya berubah. "
Rebecca pun merencanakan sesuatu untuk menggali lebih dalam tentang perubahan sikap suaminya beberapa hari ini.
...✧༺♥༻✧...
Pukul 11.00
Suasana kantor sepi dikarenakan para karyawan dan petinggi sedang melakukan rapat bulanan. Langkah sepatu hak wanita menggema di sepanjang koridor menuju ruang kantor Daniel.
Pintu terbuka, perlahan Rebecca melangkah masuk. Memperhatikan setiap inci kantor suaminya. Ia mencari celah yang mencurigakan di kantornya.
"Anda siapa? " suara wanita mengejutkan Rebecca. Segera ia mencari sumber suara. Seorang wanita cantik dengan memakai baju seperti sekretaris.
"Anda siapa? Bos saya sedang rapat, anda sudah temu janji dengan Bapak Daniel? "
"Aku Istri Daniel " Rebecca memangku kedua tangannya.
"Maafkan aku Ibu, Saya tidak mengenali anda. Anda mau minum apa? "
"Teh saja. "
"Baik, tunggu sebentar Ibu. " Aylin pun keluar.
"Tunggu, Apa Daniel akan lama? "
"Saya rasa masih lama Ibu, karena rapat baru di mulai 30 menit yang lalu. "
"Oke."
Aylin membuatkan teh hangat dan menyuguhkannya.
"Apa kau sekretaris baru? "
"Tidak Ibu... "
"Panggil aku Rebecca. "
"Tidak Ibu Rebecca , sudah lama. Apa ada lagi ibu perlukan?" Dengan sengaja Aylin seolah baru saja mengenal Rebecca.
"Tidak, Jika kau tidak sibuk. Apa kau bisa menemani ku. "
"Baik lah Bu Rebecca. "
Aylin duduk di hadapan Rebecca, tidak ada yang memulai pembicaraan. Aylin bingung tema pembicaraan apa yang akan dia sampaikan. Sedangkan Rebecca dia memandang Aylin dari ujung kepala sampai ke kaki.
Mana mungkin dia adalah alasan suaminya berubah, fikir Rebecca meneliti setiap gerik Aylin.
"Daniel. Kamu harus ur... " Mike terhenti tatkala melihat ada istri Daniel. Lalu ia memandang Daniel yang terkejut.
Jantung Daniel langsung berpacu saat melihat istrinya sudah berhadapan saja dengan Aylin.
"Ada apa? Kenapa kau tidak memberi tahu bahwa kamu ingin datang hari ini? " tanya Daniel cemas kepada istrinya.
"Hanya ingin melihat suasana kantor mu saja. "
"Hai, Rebecca. Apa kabar? " Mike langsung menyapa.
"Baik Mike. Kamu sendiri? "
"Tentu saja baik. Becca, apa kamu punya kenalan. "
"Kamu ingin mencari kekasih untuk mu? "
"Bukan, bukan untuk ku. Tapi untuk adik ku. Carikan seorang pria yang mapan, tampan, baik dan bertanggung jawab. Terutama dia bukan buaya darat. " Mike menjelaskan kriteria pria untuk Aylin, Kadang melirik Daniel seakan menyindir tepat pada sasarannya.
Daniel hanya diam, dia tidak berkutik karena ada Rebecca di sampingnya. Dia sudah sadar bahwa istri nya lagi memakai mode pengintaian pada dirinya. Sedikit saja tingkahnya yang mengundang kecurigaan makan alhasil akan ada peperangan dunia ke 2 yang akan terjadi. Demi kedamaian jiwa dan hati, ia mengaktifkan mode silent saja.
"Aku tidak tahu kamu punya adik, apa saat perayaan pesta kami itu tidak kamu ajak Mike. "
"Aku ajak, tapi kami sebentar saja. "
"Hahaha, dia pusing di tempat ramai. Ya kan Aylin. "
Mendapat sikutan Mike membuat Aylin mengangguk, otomatis pandangan Rebecca beralih kepada Aylin. Dia seolah mencerna akan sikap Mike kepada Aylin.
"Tunggu, maksud mu... " Rebecca menunjuk Aylin yang berada di hadapannya dengan terkejut.
"Ya, dia adik ku. Dia lagi aku gembleng jadi sekretaris Daniel selama 1 bulan sebelum dia terjun memimpin anak perusahaan kami. "
"Wah,.. Ternyata kau adik Mike. Aku titip suami ku 1 bulan. Jaga mata nakalnya ya. "
"Tentu Ibu Rebecca. Maaf, mungkin tadi perkenalan kita belum lengkap. Nama saya Aylin Sebastian. "
"Senang berkenalan dengan mu Aylin. "
Tentu saja kecurigaan Rebecca berangsur mereda. Dia sadar, mana mungkin adik Mike orang terpandang mau menjadi pelakor. Apalagi, pria yang di incar sekelas Daniel. Itu tidak mungkin. Goncangan cemburu Rebecca sedikit mulai mereda.
"Kau ini Mike, kenapa kau saja yang tidak mencari pendamping. Malah mau mencarikan adik mu. "
"Hahaha, yaa... Seorang Kakak pasti lah mendahulukan adiknya bukan. "
"Wah, kau memang Kakak yang penyayang. "
"Kapan-kapan bagaimana jika kita berlibur berempat. "
Usulan Mike di sambut baik oleh Rebecca. Dia pun ingin memperbaiki hubungannya dengan suaminya.
"Boleh, kemana Mike. Biasanya kau banyak tempat yang rekomendasikan. "
"Emmm, agar romantis untuk kalian. Bagaimana kalau kita berlibur dengan kapal pesiar. "
"Wah. Benar Mike? "
"Tentu saja, dan ini gratis. Anggap saja hadiah keberhasilan Daniel menggaet klien baru kita. Thanks Dan. "
"Wah, kita beruntung sayang. " peluk Rebecca kepada Daniel yang hanya bisa tersenyum dan tertawa tertahan.
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗