NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Saat bangun tidur. Nara tiba-tiba menjadi sosok yang bukan dirinya, dan itu membuatnya merasa syok.

Apa semua ini karena ucapan sang ibu? pada waktu itu hingga dirinya berada di tubuh seseorang?

Yuk simak dalam kisah Nara, dengan judul.
Jiwa yang tertukar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Menemui Dani

Terdengar suara Jali meleking, dua perempuan langsung merubah wajah yang sebelumnya masam, kini harus terlihat seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Biasa, kita lagi bahas masalah cewek. Iya kan Nar," timpal Mirna lalu dengan sengaja menyenggol lengan Nara, agar terlihat sedang tidak perang dingin.

"Baguslah kalau begitu," ujar Jali yang begitu senang melihat kedekatan antar keduanya.

Tidak terasa mereka bertiga mengobrol cukup lama, hingga memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Li, gue pulang ya. Ini sudah sore," kata Nara berpamitan.

"Baiklah, terimakasih buat kedatangannya ya Na." Jawab Jali tersenyum hingga menampilkan deretan giginya yang putih.

"Iya, lain kali kita kumpul lagi." Mirna pun menyahuti ucapan Jali, sebelum Nara menjawab.

"Tentu." Nara menjawab dengan senyuman yang tak bisa diartikan karena nanti, ia berjanji bahwa tidak akan menemui wanita jadi-jadian itu lagi. Terasa muak melihat keburukannya yang tertutup dengan senyuman manis, namun terdapat racun yang mematikan.

Pada akhirnya keduanya pun berpisah.

………..

Sedangkan Nara yang sekarang berada jalan. Buru-buru pulang karena tidak mau Mak Rohayah menunggunya seperti yang sudah-sudah.

Sesampainya di rumah.

"Na, tumben baru pulang?" tanya Mak Rohayah.

"Iya Mak, toko lumayan rame." Jawab Nara.

Setelah menjawab Mak nya.

Maka seperti biasa, Nara akan naik ke atas pohon untuk menenangkan hati dan pikiran.

"Apa gue cerita sama Dani kali ya, supaya gue dapat masukan." Nara pun berpikir sejenak karena ia tidak mau jika Jali sampai salah dalam memilih pasangan.

"Baiklah, sepertinya gue harus ke sana." Setelah berpikir Nara pun memutuskan untuk ke tempat Dani.

Di dalam.

"Na, kamu kaga makan dulu?" tanya Mak Rohayah.

"Kaga Mak, nanti saja. Mau ke tempat Dani sebentar," pamit Nara pada Emaknya.

"Ketimbang kamu keluyuran gak jelas. Mending sana buru-buru cari suami," ujar Mak Rohayah dan kata-kata yang terlontar barusan. Seketika membuat Nara mencabikkan bibirnya.

Selalu itu yang ditanya oleh Mak nya.

"Kapan nikah, kapan nikah. Apa Emak pikir nikah itu gampang. Belum ketemu yang cocok itu satu, kedua belum nemu pacar, dan yang ketiga belum ada yang di ajak nikah. Enak saja main suruh cari suami apa dikira segampang mencari kerikil," batin Nara yang kadung kelewat kesal hingga ia memilih pergi tanpa mengatakan, satu kata pun walau sekedar untuk menjawab ocehan Emaknya.

"Na, tunggu!" mendengar Mak Rohayah memanggil dengan sedikit keras. Membuat Nara langsung menoleh.

"Kenapa main nyelonong dan gak pamit," tambah Mak Rohayah lagi.

"Lupa, Mak." Jawab Nara yang memang lupa akan keberadaan Mak nya, karena saking kesalnya dengan pertanyaan yang membuat tidak berselera untuk menjawab.

Ck … ck.

Mak Rohayah berdecak kesal karena Nara, yang pergi begitu saja dengan alasan lupa.

"Kamu jadi keluar?" tanya Mak Rohayah memastikan.

"Apa Emak gak lihat sekarang aku ada di mana?" tukas Nara dengan nada jengkel.

"Ah ya sudahlah."

"Lah, ini orang kenapa? Di jawab bukannya tanya lagi tapi malah pergi." sikap Mak Rohayah membuat Nara merasa kesal dengan semua ini, pasalnya kenapa harus itu dan itu yang harus dibicarakan. Lagian Nara yakin jika jodohnya belum datang karena masih tersangkut di pohon toge.

………

"Dan, gue mau ngomong sesuatu." Nara akhirnya buka suara karena dirasa sudah tidak ada lagi pelanggan, dan itulah kesempatan baginya untuk berbicara sedikit, dengan apa yang baru saja dialaminya.

"Hmmm." Terdengar Dani merespon dengan deheman.

"Lo mau kaga sih dengerin gue, dari tadi itu mulu yang bisa lo jawab." Nara yang kesal semakin dibuat kesal karena ulah Dani, yang merespon tanpa melihatnya.

Dani mengelap kedua tangannya dan setelah itu dirinya ikut duduk di sampingnya.

"Maaf, sekarang katakan apa yang mengganjal di hati elo?" tanya Dani pada Nara dengan pandangan yang tak teralihkan.

"Gue gak suka sama ceweknya Jali. Itu cewek songong banget," ujar Nara berterung terang mengenai kekasih Jali. Yang baru saja ia temui beberapa jam lalu.

Dani menatapnya lagi, seoalah-olah meminta sebuah jawaban dan alasan. Kenapa bisa sahabatnya berkata sedemikian rupa.

Akhirnya Nara pun menceritakan semuanya pada Dani tak terkecuali satu apapun. Semua ia lakukan agar Dani juga bisa mendukungnya dalam memisahkan Mirna, dan juga Jali.

Sedangkan Dani pun tak bisa berkata apa-apa karena semua ini juga, bukan salah Nara. Yang mengetahui tentang isi hatinya, namun juga Dani bersyukur dengan begitu ia bisa tahu. Mana yang berhati baik dan berhati busuk.

"Kita lihat saja nanti, kalaupun Jali diberitahu. Maka yang ada kita bertengkar." Jawab Dani menurutnya itu lebih baik.

Dani pun belu tahu siapa perempuan yang di kencani siang tadi. Sedikit penasaran akan sosok tersebut.

"Lebih baik habis ini kita makan bakso," ajak Dani dan Nara pun langsung menyunggingkan senyuman. Kebetulan di saat seperti ini dirinya ingin memakan bakso dengan level mercon.

"Baiklah, kalau begitu segera bersih-bersih karena gue gak mau pergi dengan lalaki kotor sepertimu." Nara pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah mobil dan sengaja menunggunya di sana.

Beberapa menit kemudian.

Jali yang sudah bersih dan bau harum kian menyeruak ke dalam rongga hidung milik Nara, seketika ia menoleh akan bau maskulin tersebut.

"Awas nanti naksir ya, kalau elo liatnya seperti itu." Dani sengaja melayangkan gurauan pada Nara, terlihat sekarang wajahnya menjadi merah merekah.

"Sial," umpat Nara dalam hati dengan menahan sesuatu di wajahnya.

"Lagian siapa yang naksir sama elo, kepedean banget jadi orang." Dengan nada kesal, Nara tidak henti-hentinya mengumpat.

"Gitu saja marah," goda Dani lagi.

"Udahlah, lo mau masuk ke mobil apa tetap berdiri di situ?" kata Nara dengan wajah masam ia bertanya.

Ck … ck.

Akhirnya Dani pun masuk dan mobil pun langsung dijalankan, dengan arah menuju kedai langganannya. Sayangnya Jali tidak ikut, kalaupun ikut pasti akan lebih seru lagi.

Setengah jam telah berlalu dan mereka sampai di kedai tersebut, lalu keduanya dengan senyum yang merekah. Buru-buru mencari tempat duduk.

Saat Nara memesan bakso. Dani melihat sosok yang sangat di kenalnya, ia hanya menoleh untuk sesaat dan langsung membuang muka.

Namun tiba-tiba.

"Eh, ketemu pria miskin. Hye … apa kabarmu?" wanita itu pun bertanya dengan gaya sombongnya, namun Dani tidak menghiraukannya.

"Hye … gue tanya kenapa lo gak jawab, apa telinga lo sedang bermasalah." Lagi-lagi wanita itu berkata dengan nada menghina.

"Kalau lo ke sini buat menghina, silahkan pergi." Suara dingin itu terlihat menakutkan namun wanita itu belum juga enyah dari tempat dimana dirinya berada.

"Ini kan tempat bebas, ngapain gue pergi! Yang seharusnya pergi kan lo karena gak mampu bayar. Orang miskin saja belagu," kata-kata yang terlontar dari mulut wanita itu membuat Nara murka.

Plak!

"Mulut sampah! Jaga ucapan lo, ya."

1
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penutup Angga dan Nara, happy ending ya... 🤗🤗🤗
Shizi🦁🦁: makasih mom, udah ikutin nara sampai end😍😍 iya happy ending
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
mom mimu
Angga, Nara aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: semangat juga buat mom🥰
total 1 replies
Lee
Ikutan sedih, mnding jepitnya sini buat q aja angga mubazir loh dbuang..
Shizi🦁🦁: iya, padahl aku juga mau lho
total 1 replies
Lee
ingat aku orang kaya,..😂😅
Lee
Penasaran isi rekening Nara skrang brpa...😅
Shizi🦁🦁: jangan kakak, aku pun penasaran🤣
total 1 replies
Lee
selamat y nara angga akhirnya rga kalian udh kembali lg...

mampir lg y kak.
maaf lma
Lee
Ada hikmahnya jg Angga ketuker sma Nara, jdi Angga asli pnya tmen bru Jali sma Dany yg solid..
Shizi🦁🦁: iya, dari yang gak punya jadi.punya
total 1 replies
վմղíα | HV💕
iklan meluncur
Shizi🦁🦁: makasih say🥰
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kasihan mama Rena dikira Rangga
Shizi🦁🦁: iya, mana semua beda pula
total 1 replies
mom mimu
yoo semangat yoo... 💪🏻💪🏻💪🏻 setangkai 🌹 meluncur...
Shizi🦁🦁: makasih mom, yuk semangat juga buat mom😇
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi...
Shizi🦁🦁: makasih mom
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😘😘😘
total 1 replies
mom mimu
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: siap mom🥰🥰
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih ya mom🥰
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak,semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
Lee
Angga ngomentari diri sndiri..😂
Shizi🦁🦁: wkwkwk. iya yah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee
Nara asli mrsa brsalah, angga asli merasa mnikmati hdup..tpi mau gmana lg jiwa mreka kn trtukar..
Shizi🦁🦁: itu dia masalahnya, menikmati peran yang kebalik😁
total 1 replies
Lee
Emg bner, prnah punya tmen kya Angga gini trus dia crita emg smua brawal dri mamanya yg dmen anak cwek, serius ka kisah nyata ini tpi orgnya asyik bgt jdi kngen 😢
Shizi🦁🦁: iya, aku pun ada juga temen seperti itu. rata2 emaknya yang menyalahi aturan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!