seorang pria bernama kaito yang hidup di kos-kosan murah seketika mendapatkan kekuatan untuk membunuh orang lain dengan instan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m. hussein maliki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehidupan yang baru
Setelah bertanya ke beberapa robot akhirnya Kaito mengetahui pintu untuk menuju ke atas namun tidak bisa dibuka karena hanya bisa di buka di pengaturan pusat laboratorium. "tolong buka pintu ini, jika tidak akan ku hancurkan" ujar Kaito dengan tatapan dingin mengarah ke kamera pengawas.
Para peneliti yang ada di pusat laboratorium terkejut dengan tatapan dari Alfa omega, semua peneliti langsung mengunci dengan ketat untuk dunia bawah agar Alfa omega tidak keluar dari dunia bawah, seketika terlihat dari kamera pengawas Alfa omega berdiri di depan pintu keluar dari dunia bawah. "hey, bagaimana jika aku menghancurkan pintu ini" ucap Kaito.
seketika muncul katana dari ketiadaan, Kaito mengambil katana itu lalu menggoreskan nya pada lengannya, katana itu berubah menjadi merah darah, dengan katana itu Kaito menebas pintu itu, secara tiba-tiba pintu hancur, peneliti melihat Kaito. "oh, tidak kiamat akan datang, dasar sialan mengapa harus sekarang" ujar peneliti.
Semua peneliti khawatir bahkan putus asa karena segel pertama Kaito telah terlepas, dengan terlepasnya segel pertama Kaito mendapatkan mata yang mampu melihat identitas target bahkan bagaimana target mati Kaito dapat melihat semua itu, ditambah Kaito dapat membunuh target dengan pikirannya. "cara mati mu dibunuh oleh Alfa omega, baiklah status mu yang awalnya hidup, jadikanlah statusnya mati" ucap Kaito.
Peneliti itu mati, para penjaga menembaki Kaito namun langsung tewas, salah satu peneliti mendekati Kaito. "a-alfa omega apa yang kau inginkan?" tanya peneliti.
Kaito melihat identitas peneliti itu, lalu menatap sekitarnya. "bantu aku mencari Grace" jawab Kaito.
Semua penjaga diperintahkan untuk membawa Alfa omega ke tempat persembunyian monster besar itu. Sampainya di sebuah gunung, terlihat jelas monster besar itu menatap Kaito dengan tajam. "kau membuat ku marah, jika ingin bertarung maka cepatlah, cacing sialan" ungkap Kaito.
dengan terbukanya segel pertama maka Kaito dapat menjadi Alfa yang berarti awal dari penciptaan atau bisa dibilang Kaito dapat menciptakan apapun yang ia mau dan omega akhir dari segalanya yang berarti Kaito dapat mengakhiri hidup seseorang atau menghancurkan tubuh seseorang itu sesuai dengan apa yang dia inginkan, secara cepat Kaito menciptakan katana lalu menggoreskan nya ke lengan kirinya, katana merah darah dengan aura kematian yang sangat hebat membuat monster cacing besar itu ketakutan. "jangan harap kau bisa menang dasar manusia bodoh" ujar cacing.
Kaito menebas cacing itu dengan sangat santai lalu merobek perutnya untuk menyelamatkan Grace, terlihat Grace yang terluka parah, namun luka Grace sembuh karena segel kekuatan Grace telah terbuka. "Kaito, terima kasih atas segalanya, maafkan aku tapi sekarang aku harus membatasi semua sentuhan ku" ucap Grace.
Kaito membelai rambut Grace, dengan sangat terkejut Grace menatap Kaito karena tidak terkena efek kutukan miliknya. "tenang saja aku tidak akan mati selama kau masih milikku" ungkap Kaito.
Grace dengan bahagia memeluk Kaito, mereka berdua berciuman dengan penuh keromantisan. "aku mencintaimu Kaito, sungguh-sungguh mencintaimu" ujar Grace.
Kaito tersenyum lalu membelai rambut Grace. "aku juga mencintaimu Grace, mari kembali ke rumah" ucap Kaito.
saat mereka ingin kembali, para peneliti sudah menahan mereka dengan penjara yang kuat, Kaito menatap peneliti itu dengan tajam lalu seketika peneliti itu mati, pedang merah darah Kaito menebas penjara itu lalu penjara itu terbelah menjadi 2, mereka berdua lari sampai ke kota. Sampainya di kota yang penuh dengan banyak orang, para peneliti memasang bounty untuk membunuh Kaito dan Grace, harga bounty itu adalah 1 miliar, dengan sangat cepat semua orang yang ada di kota itu berlari ke arah Kaito. "Grace tutup mata mu, jika kau tidak ingin melihat sesuatu yang sadis" ucap Kaito.
Grace menutup matanya, sedangkan mata Kaito berubah menjadi merah darah, dengan sangat cepat 1 kota itu penuh dengan mayat karena kekuatan Kaito, secara tiba-tiba Kaito muntah darah karena menggunakan kekuatan miliknya untuk membunuh 1 kota, dengan efek samping itu Kaito langsung tidak sadarkan diri. Beberapa jam kemudian, Kaito terbangun lalu melihat Grace dengan wajah cantik nya. "syukurlah, ternyata kau masih hidup, aku sangat panik saat mengetahui banyak sekali mayat disini, bahkan seluruh kota ini isinya mayat semua" resah Grace.
Kaito merasakan pusing di kepala nya dan memikirkan apa yang baru saja terjadi di kota itu. "sepertinya aku telah menggunakan kekuatan ku secara berlebihan" ucap Kaito.
Grace membantu Kaito untuk berjalan, dengan tubuh yang lemah Kaito berhasil melarikan diri dari kota itu. Sampainya di kota lain, Kaito dan Grace memesan apartemen dengan uang hasil mencuri dari bank kota yang penuh dengan mayat itu. Di apartemen, Kaito langsung berbaring di kasur dengan lemas, Grace sedang berpikir agar aman dari kejaran para peneliti, Grace sadar kalau yang diincar bukan dirinya melainkan Kaito karena itu yang harusnya menyamar adalah Kaito. "hey Kaito apakah kau bisa menyamar jadi pria yang lebih keren dengan sifat yang lebih cocok dengan penyamaran mu?" tanya Grace.
Kaito bangun dari kasur lalu menatap dirinya dengan wajah yang pucat. "aku tidak pandai untuk menyamar, namun ada 1 hal yang bisa membuat kita aman dari kejaran, sayangnya aku tidak akan mau melakukan hal itu" jawab Kaito.
Grace penasaran dengan hal yang dimaksud Kaito. "memangnya 1 hal apa, percuma saja jika kau tidak pandai menyamar" ujar Grace.
Kaito tersenyum lalu menatap keluar jendela. "1 hal nya adalah berubah menjadi wanita, hanya itu satu-satunya jalan, dengan begitu kita bisa menyamar sebagai murid perempuan di sekolah" ungkap Kaito.
Grace terkejut namun tersenyum lembut. "jika bisa melakukannya, maka lakukanlah karena hanya ini yang bisa kita lakukan agar tidak diincar oleh para peneliti" ucap Grace.
Kaito pun mencium Grace dengan penuh keromantisan, lalu masuk ke kamar mandi, dengan kekuatan dari Alfa maka Kaito bisa mewujudkan apa yang dia mau meskipun itu akan sangat menyakitkan untuk otak nya. "akhhh, rasa sakit ini harus ku terima, terpaksa menahan agar tidak diincar oleh para peneliti" ungkap Kaito.
Kaito terlihat benar-benar tersiksa parah bahkan seperti ingin meninggal, Grace duduk di kasur menunggu Kaito selesai. Beberapa jam kemudian, Kaito keluar dari kamar mandi sebagai wanita, Grace yang melihat wujud wanita Kaito langsung memeluk Kaito dengan sangat bahagia. "kamu sangat cantik Kaito, mungkin akan lebih baik jika kamu terus begini saja" ungkap Grace.
Kaito langsung tertidur di kasur karena efek samping kekuatannya, Grace memikirkan nama yang bagus untuk wujud wanita dari Kaito. Esok paginya, Kaito bangun lalu membuka matanya menatap Grace ada di sebelahnya. "Grace kau tidak apa apa kan, aku khawatir kau terluka" ujar Kaito.
Grace terbangun dari tidurnya lalu memeluk Kaito. "oke sudah ku putuskan namamu adalah Kayla" ucap Grace.
Kaito yang mendengar nama barunya sangat terkejut namun tidak bisa melakukan apapun karena dirinya sekarang butuh penyamaran yang sangat baik. Grace pun mengurus pendaftaran sekolah, mereka berdua akan sekolah di sekolah terkenal di kota itu. "sungguh membuat ku bingung dengan sekolah ini, kenapa harus ada test masuk?" tanya Kayla.
Grace memeluk Kayla dari belakang. "ya, karena banyak sekali yang ingin mendaftar di sekolah ini jadi kita harus melalui test terlebih dahulu, lagian kita berdua memiliki tubuh layaknya wanita SMA, jadi mudah bukan untuk masuk ke sekolah SMA ini" jawab Grace.
Kayla merasakan keraguan, dirinya juga tidak mau memikirkan banyak hal dulu akibat otak nya yang terus-menerus sakit. saat hari test, semua murid bersiap mengerjakan soal yang diberikan, Kayla menatap soal itu sebentar lalu sedikit tersenyum lembut karena dirinya sudah mengetahui semua jawaban soal itu. Selang beberapa hari, hasil test diumumkan, terlihat Kayla dan Grace berhasil masuk ke sekolah terkenal itu. sampainya di apartemen, Kayla merenungi dirinya karena telah melakukan hal yang salah dengan menjadi wanita, seketika Grace memeluk Kayla. "terkadang ada takdir dimana kita hanya memiliki satu pilihan, dan pilihan itu kau menjadi wanita, tenang saja aku sudah punya panduan menjadi wanita yang baik dan benar" ujar Grace.
Kayla sangat depresi oleh tekanan yang ditakdirkan nya ini, seketika kurir paket datang mengantarkan semua pakaian sekolah Kayla dan Grace, Kayla menatap kurir dengan tajam karena sekolah memberikan rok mini untuk wanita. "Grace kau saja yang pakai, aku akan beli saja" ucap Kayla.
kurir itu sedikit khawatir dengan tatapan Kayla yang tajam. "sekolah bilang bahwa semua murid wanita harus memakai rok mini yang diberikan sekolah, jadi maaf jika kalian merasa kurang nyaman" ungkap sang kurir.
Kayla pun menerima paket itu, lalu kurir pun pergi, Kayla menutup pintu lalu menatap seragam sekolah nya. "tenang saja, semuanya akan aman kok" ucap Grace.
Kayla merasakan niat membunuh dari lantai bawah menuju ke arah kamar mereka, saat orang itu datang lalu membuka ruangan, betapa terkejutnya menatap 2 wanita cantik sedang menatap tajam orang itu, Grace menendang orang itu, Kayla membunuh orang itu dengan kekuatannya. "satu masalah terselesaikan, yang pasti besok aku sekolah" ujar Kayla.
Grace mengajak Kayla untuk berbelanja di mall, mereka pun pergi ke mall dengan taxi. Sampainya di mall, Grace dan Kayla masuk ke mall lalu membeli pakaian sehari-hari, pakaian dalam, riasan wajah, aksesoris, jam tangan, ponsel, dan peralatan sekolah yang imut. "aku sangat tidak menyukai hal ini, sepertinya kita aman saja ya" ujar Kayla.
Grace pun tersenyum, mereka berdua pulang ke apartemen. sampainya di apartemen, Kayla langsung berbaring di kasur sambil bermain game di ponsel miliknya, Grace duduk di sofa sambil memainkan ponsel. "sepertinya keberadaan kita sudah menghilang jadi para peneliti tidak bisa mengejar kita lagi" ucap kayla.
Grace pun tersenyum lalu berbaring di kasur juga, mereka berdua tidur bersama untuk menikmati hari esok.