Bagaimana jadinya jika dirimu di anggap sebagai menantu sampah yang tidak berguna dan bodoh di dalam keluarga?
Saga Amripradiga. Seorang pemuda sederhana dan miskin yang selalu mendapatkan hinaan dari keluarga Istrinya. Tidak memiliki pekerjaan tetap, dan bahkan menumpang hidup di keluarga istri, membuat Saga semakin dikucilkan.
Tapi, siapa sangka. Dia menantu yang selalu dihina dan diremehkan adalah seorang pewaris kerajaan Bisnis terkaya di dunia.
Dengan kekayaannya, Saga pun mengubah pandangan semua orang kepadanya, termasuk keluarga istrinya. Dia yang di remehkan, perlahan bangkit dan mengubah takdirnya.
Ig: @rafizqi0202
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
...🌴🌴🌴...
Seorang Gadis dengan rambut sepunggung, terlihat menatap seorang pria yang terlihat memasuki kawasan Hotel dengan tatapan kagum.
Jemari lentiknya memutar pulpen di bibir seksinya yang basah. Tatapannya begitu menuntut dan penuh hasrat.
"Tampan. Sangat tampan!" Gumamnya mengagumi lelaki yang baru saja melewatinya.
"Nona menyukainya?" Tanya seorang pria paruh baya yang merupakan pemilik hotel tersebut.
Wanita itu dengan sigap menoleh. Sebut saja namanya Cristin.
"Dia tuan Saga. Pewaris kerajaan Bisnis nomor satu di dunia. Dia sering datang kesini untuk melakukan pertemuan antar negara. Karena banyak turis yang sengaja datang ke hotel ini untuk melakukan rapat kerja." Jelasnya lagi dengan sangat rinci.
"Jadi namanya Saga?" Tanya Cristin senang.
"Benar Nona. Ngomong-ngomong, nona baru datang kesini?" Tanya pemilik hotel itu balik.
"Ya. Saya baru datang dari Amerika. Saya baru pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan studi. Kedatangan saya kesini, juga karena urusan pekerjaan." Jawab Cristin.
"Hmmm begitu. Kalau begitu, saya mohon pamit Nona. Semoga nona menyukai tempat ini!" Pamit pemilik hotel itu ramah. Cristin hanya mengangguk pelan sebagai respon.
"Saga? Nama yang bagus. Apa dia sudah memiliki istri?" Gumam Cristin senang.
"Apa dia sudah beristri? Tapi...melihat dari wajahnya, dia seperti belum memiliki istri. Ahhh sudahlah, mau dia punya istri atau tidak, aku tidak peduli. Aku hanya menyukai Saga saja." Lanjutnya lagi yang kini malah nampak tersenyum penuh arti.
Sementara itu. Saga sedang ada pertemuan bersama rekan bisnis dari kota Xx di sebuah Room Meeting khusus. Mereka nampak serius menyelesaikan pekerjaan dengan sangat kompeten.
"Terimakasih. Menurut saya, rencana proyek baru dari tuan cukup unik. Tapi ini juga berpengaruh kepada pandangan publiks. Tuan selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat menengah yang nantinya akan merasa terbantu dengan pembangunan ini" ujar seorang pria yang sedang duduk di hadapan Saga.
"Jika saya tidak memikirkannya, lalu siapa yang akan memikirkan mereka?" Ujar Saga.
"Lagi pula, ini juga akan menguntungkan kedua belah pihak. Perusahaan dan juga masyarakat akan merasa terbantu dengan adanya Wisata perkebunan. Apalagi, di kota ini minim sekali masyarakat yang menggunakan lahan sebagai bahan untuk berkebun. Selain itu juga, masyarakat di kota tidak memiliki kesadaran akan pentingnya pohon dan juga tanaman bagi kelangsungan hidup. Dengan adanya Wisata perkebunan ini. Baik masyarakat, anak sekolah dan juga semua orang bebas untuk menggali ilmu dari Wisata ini. Saya juga akan menyiapkan beberapa orang yang ahli dalam pertanian. Dengan begitu, bisa membantu mu dalam pembangunan ini!" Lanjutnya lagi.
"Saya mengerti tuan. Selain itu. Saya sangat mengagumi anda tuan. Selama ini, tidak ada pengusaha besar seperti anda memikirkan tentang ini semua, atau masyarakat. Tapi, anda tidak hanya sukses dalam usaha besar, tapi juga memiliki hati yang besar dalam membangun kehidupan banyak orang untuk menjadi lebih baik. Saya sangat salut!" Ujar pria itu senang.
"Kamu terlalu berlebihan. Semua ini saya lakukan hanya karena saya memang menyukainya." Jawab Saga.
"Baiklah. Kalau begitu pertemuan ini kita akhiri. Terimakasih banyak sudah mau datang!" Ujar Saga berpamitan.
"Tidak tuan. Bahkan saya yang harusnya berterimakasih. Saya sangat berterima karena tuan telah diberikan kesempatan sebesar ini kepada saya!"
Saga hanya tersenyum, sebelah tangannya menepuk pundak pria yang ada di depannya dengan wajah senang.
"Semoga berhasil!" Ujar Saga.
Saga pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan beberapa rekan kerjanya. Sementara, Arya tetap mengikuti langkah Saga dari belakang.
Disisi lain.
Siham nampak sibuk membuka lemari di kamar Angelia. Memeriksa beberapa berkas penting untuk dia curi.
"Ini dia. Ketemu!" Ujarnya senang.
"Aku harus segera pergi sebelum Angelia kembali!" Lanjutnya. Lalu pergi dari kamar Angelia segera.
Siham keluar dengan terburu-buru. Pergi dengan langkah yang besar menuju kamar kedua orang tuanya.
"Bagaimana?" Tanya Morata cepat.
"Sudah ketemu!" Jawab Siham kegirangan. Morata ikut senang dan pak Wandi hanya tersenyum melihat kedua orang yang ada di depannya itu.
"Bagus Siham! Sekarang tugas mu untuk menemui pengacara untuk mengurus surat-surat ini. Dan ini, ini tanda tangan Angelia yang sengaja papa ambil di ruangan kerjanya. Jadi, jangan sampai hilang" ujar Pak Wandi memerintah.
"Baik pa. Siham mengerti" jawab Siham menyetujui.
"Pa." Seru Siham ragu.
Pak Wandi menatap anaknya, "Ada apa?"
"Apa boleh Siham yang mengelola perusahaan ini lagi?" Tanya Siham penuh harap.
Pak Wandi menghela nafas, "Tentu saja. Perusahaan ini kan memang untuk kamu. Jadi kamu bebas menggunakannya. Yang penting, jangan lakukan kesalahan seperti dulu lagi!" Tegas Pak Wandi.
"Baik pa. Siham mengerti!" Jawab Siham semangat. Dia sangat senang mendengarkan jawaban ayahnya.
Sementara, ditempat lain. Angelia terlihat keluar dari kamar mandi.
Wajahnya tercengang, tatapannya mengarah kepada lemari pakaiannya yang terlihat berantakan.
Segera Angelia memeriksa isi lemarinya. Semua berkas-berkas penting perusahaan terlihat berhamburan tak beraturan. Terlebih lagi, surat-surat penting perusahaan telah hilang semua.
"Dimana berkas-berkas itu?" Ucap Angelia cemas. Dia terus mencari semua berkas dimana-mana. Namun tak menemukannya dimanapun.
Hatinya semakin kalut, "Apa jangan-jangan ini ulah kak Siham?" Gumamnya bertanya kepada dirinya sendiri.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️