NovelToon NovelToon
Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:435k
Nilai: 5
Nama Author: Jiriana

Setelah keluarganya bangkrut dan ayahnya meninggal, Olivia terpaksa bekerja di sebuah club malam demi membayar hutang mendiang ayahnya. Tidak disangka, di club itu dia bertemu kembali dengan pria bernama Vincent. Pria yang beberapa kali menolongnya, bahkan pernah menyelamatkan nyawanya tanpa sepengetahuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Memiliki Kekasih

"Ikutlah denganku. Aku akan mengantarmu ke sini lagi besok pagi."

“Tidak perlu Cent, aku tidak mau merepotkanmu lagi.” Hutang budinya pada Vincent sudah banyak, dia tidak ingin menambahnya lagi.

“Apa kau berencana menunggu di sini sampai pagi?”

Tidak. Tentu saja Olivia tidak berencana untuk menunggu di sana. Di loby hotel sangat sepi, meskipun ada security yang berjaga, tetap saja dia merasa sedikit takut.

“Aku akan meminta seseorang untuk menjemputku.”

“Sekarang?” Vincent bertanya dengan wajah ragu. Sudah pukul 3 pagi dan kebanyakan orang tertidur. Vincent merasa heran, siapa yang akan Olivia hubungi untuk menjemputnya di jam 3 pagi.

“Iyaa. Dia tinggal tidak jauh dari sini.”

“Pria atau wanita?”

“Pria.”

“Kekasihmu?” Meskipun datar, tapi suara Vincent terdengar dingin.

“Bukan.”

“Tunanganmu?”

Olivia kembali menggeleng, kali ini disertai oleh senyuman tipis. “Bukan juga. Aku belum memiliki tunangan ataupun kekasih.”

Penjelasan dari Olivia membuat sorot mata dingin Vincent menghilang. “Lalu?”

“Dia temanku.”

Vincent mengernyit. “Teman?” Tidak ada pertemanan murni antara laki-laki dan perempuan di dunia ini menurutnya, “kau yakin hanya teman?”

Edric yang sedang duduk di kursi kemudi, diam-diam melirik ke arah bosnya lewat spion tengah.

“Dia teman kecilku.”

Teman kecil terdengar seperti kekasih kecil di telinga Vincent. Dan dia memang meyakini kalau Olivia dan teman kecilnya itu tidak mungkin hanya sekedar berteman.

“Kau menyukainya atau justru dia yang menyukaimu?” Pertanyaan Vincent yang terkesan sangat berterus terang untuk membuat Olivia mengernyit selama beberapa detik.

“Kami hanya berteman. Tidak ada perasaan apapun antara aku dan dia. Dia sudah seperti keluargaku, kami tumbuh bersama. Orang tuaku dan orang tuanya bersahabat. Setelah ayahku meninggal hanya dia dan Nesya yang memperlakukan aku dengan baik.”

Vincent sepertinya belum sepenuhnya percaya dengan penjelasan Olivia. “Kalau kau tidak memiliki hubungan apapun, kenapa kau lebih memilih dijemput olehnya dari pada ikut denganku?”

Dalam logika Vincent, bukankah lebih baik ikut dengannya yang sudah jelas-jelas sedang bersamanya, dari pada merepotkan orang lain, apalagi pada pukul 3 pagi.

“Aku hanya tidak mau merepotkanmu terus.” Lebih baik merepotkan orang terdekat kita dari pada orang lain, itulah yang ada dipikiran Olivia.

“Aku tidak repot sama sekali. Kau mungkin akan lebih merepotkan temanmu jika kau memintanya untuk menjemputmu sekarang.”

Olivia nampak berpikir selama beberapa saat. Edric yang sedari tadi mendengarkan percakapan Vincent dan Olivia, akhirnya ikut membuka suaranya. “Nona, benar yang dikatakan, Tuan Muda, lebih baik Nona ikut kami. Aku akan mengantarmu lagi besok pagi.”

Olivia kembali menimang selama beberapa detik lalu berkata, “Baiklah. Maaf karena aku merepotkan kalian lagi.”

Setelah Olivia menyetujuinya, Edric melajukan mobilnya meninggalkan apartemen Nesya menuju apartemen Vincent. Butuh waktu setengah jam untuk tiba di apartemen Vincent. Setelah mengantarkan Vincent dan Olivia sampai pintu, Edric juga kembali ke unit apartemennya yang berada satu tower dengan Vincent. Apartemen itu adalah pemberian Vincent. Dia sengaja memberikannya pada Edric agar memudahkannya jika dia memerlukan bantuan Edric dalam keadaan mendesak.

“Duduklah.”

Vincent membawa Olivia untuk duduk di ruangan keluarga. Sepanjang menuju ruangan keluarga tadi, Olivia terlihat mengedarkan pandangannya ke sekitarnya dan dia sempat berdecak kagum melihat kemewahan apartemen Vincent.

“Terima kasih.” Olivia duduk dengan perasaan canggung, ini pertama kalinya dia masuk ke dalam apartemen seorang pria, apalagi pada dini hari.

“Apa kau tinggal di sini sendirian?” tanya Olivia saat Vincent kembali setelah dia mengambil minuman kemasan untuk Olivia.

“Hhmmm,” gumam Vincent seraya mengangguk.

“Apa kau sering membawa wanita menginap di sini?”

Vincent mengernyit lalu menatap Olivia penuh tanya. Entah kenapa pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Olivia dan ketika dia menyadari kesalahannya, Olivia segera meminta maaf dengan wajah bersalah.

“Kau wanita pertama yang pernah aku bawa ke sini. Aku tidak pernah mengijinkan wanita masuk ke dalam apartemenku.”

Olivia tercengang dan itu disadari oleh Vincent. “Kau tidak percaya denganku?”

“Bukan seperti itu,” ujar Olivia sambil menggeleng, “aku hanya merasa heran saja, pria tampan sepertimu biasanya dikelilingi banyak wanita dan tidak mungkin dari sekian banyak wanita yang dekat denganmu tidak pernah kau ajak ke sini.”

“Aku tidak suka wanita menempel padaku.”

“Kenapa?”

“Aku tidak suka bermain-main dengan wanita.”

Olivia terkesiap mendengar perkataan Vincent. Bagaimana mungkin ada pria yang begitu sempurna seperti Vincent. Wanita yang bisa mendapatkannya pasti akan sangat beruntung, pikir Olivia.

“Kau belum pernah berkencan sebelumnya?” tanya Olivia lagi. Tiba-tiba dia pensaran dengan kehidupan pribadi Vincent.

“Kalau aku belum pernah berkencan sebelumnya, apa kau mau berkencan denganku?”

Pertanyaan tidak terduga dari Vincent, mendadak membuat pikiran Olivia menjadi kosong. Melihat Olivia hanya diam, Vincent lalu berkata, “Lupakan saja. Ikut aku.” Vincent berdiri lalu menoleh pada Olivia, “aku akan mengantarmu ke kamar tamu.”

Vincent berhenti di depan pintu kamar yang berwarna putih. “Masuklah, ini kamarmu.” Kemudian dia membuka pintu lalu berjalan ke arah tempat tidur.

“Aku akan langsung pulang besok pagi-pagi sekali.”

“Tidak perlu terburu-buru. Kau bisa pulang siang hari.”

“Tidak perlu. Aku sudah ada janji besok pagi.”

Raut wajah Vincent berubah menjadi datar setelah mendengar itu. “Dengan teman kecilmu?”

“Iya.”

Aura Vincent berubah menjadi dingin. Dengan langkah pelan dia mendekati Olivia lalu menunduk menatap dirinya dengan lekat. “Sebenarnya, ada berapa banyak pria yang ada di dekatmu?”

Olivia mendongak dengan wajah heran. “Maksudmu?”

“Selain Alvin dan teman masa kecilmu, berapa banyak lagi pria yang menyukaimu?”

Meskipun heran dengan pertanyaan Vincent, tapi Olivia tetap menjawabnya. “Tidak ada.”

“Benarkah?” tanya Vincent dengan wajah ragu.

“Iyaa.”

“Lalu ada hubungan apa kau dengan Alvin?”

“Kami tidak memiliki hubungan apapun.”

Vincent terdiam selama beberapa detik kemudian berkata, “Jangan terlalu dekat dengannya. Kalau bisa jauhi dia.”

“Kenapa kalian meminta hal yang sama padaku?”

“Dia memintamu untuk menjauhiku?”

“Ya,” jawab Olivia, “kalau kalian memiliki masalah, tolong jangan libatkan aku. Aku tidak ingin terlibat dengan masalah kalian berdua.”

“Kalau disuruh memilih, di antara kami berdua, siapa yang akan kau pilih, aku atau Alvin?”

“Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua? Kenapa kalian saling membenci, padahal kalian pernah berteman dekat.”

Vincent memicingkan matanya mendengar itu. “Kau tahu dari mana kalau kami pernah berteman?”

“Alvin yang memberitahuku.”

Vincent menarik senyum sinis. “Sepertinya kalian sudah dekat, dia bahkan sudah menceritakan kehidupan pribadinya padamu.”

Selain Axel, Frans dan Rey, tidak ada yang tahu kalau Vincent dan Alvin bermusuhan.

“Kami tidak sedekat itu, Cent.”

“Tidurlah, ini sudah hampir pagi. Aku juga harus tidur.”

Ketika Vincent akan berbalik, Olivia menahan tangannya. “Tunggu sebentar.”

“Ada apa?”

“Aku hanya ingin memastikan, apakah sungguh tidak apa-apa kalau kau membiarkan aku menginap di sini? Apa kekasihmu tidak marah?”

“Kau tidak perlu memusingkan hal itu.” Vincent mengikis jarak di antara mereka berdua hingga tubuh mereka sangat dekat kemudian menatap lekat iris Olivia, “kalau aku memiliki kekasih, aku tidak mungkin membawamu ke sini.”

Bersambung…

1
Edah J
kak author kesayangan ini😉
kapan atuh bikin karya lagi di sini kangeeen lho ku tunggu-tunggu😘
Riyana: Amiin. Terima kasih banyak, Kak. Semoga kakak dan keluarga sehat juga.
total 3 replies
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂 masih mau ngintip ya lagi bulan madu 🤭
Dyah Oktina
oalah...gitu to ceritanya... tiwas gemes ... sewot sama oliv...🤭.. keren deh ceritamu👍🏻😍😍
Dyah Oktina
lah blm sadar ya liv.. karenamu vincent jd kejam ta berperasaan
Dyah Oktina
ya kamu yg awalnya nyakitin vincent.. terima akibatnya
Dyah Oktina
kenapa kaget.. kan kamu yg sudah memutuskan & menghinanya.. ya terima lah akibatnya oliv
Dyah Oktina
kok...olivia jd gitu sih... jgn nyakitin vincent dong
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 axel .. emang dah bodoh 🤭
Dyah Oktina
katanya nyajaka nikah..kok masih d ajak jd kekasih.. 🤭
Dyah Oktina
kayaknya vincent anaknya tuan juan.
Dyah Oktina
eh... dah berani ya.. mau cium2 oliv..🤭
Dyah Oktina
visualnya keren2 thor..
Ramlah Usman
yah.. vincent nikah aja dengan jessica.
itu lwbih baik buat mu

jika olive pergi sja dari vcent nggak apa.. tapi cemuhan dan kta2 pedasnya siapa yg tidak sakit hti
Ramlah Usman
ngam la tu.. siapa yg mau kerjasama dgn mantan kejam. wlu oliv brmksud kebaikan untuk vincent tapi tetap itu la punca kebencian.. jadi nikmati aja risikonya LiV
Ramlah Usman
iya deh... harus nya kamu Sadar diri Oliv..
hnya kerna tekanan org lain sanggup hncurkan ht org yg sngt cinta sama.kamu.

ya kmu pantas solo aja deh
Ramlah Usman
ahhh... mama yg selfish
sda tua... masih jahil dgn anak2
vicent bukan org bodoh wlau tidak punya apap dgn kelebihan diri dia mampu untuk bermula semula
Ramlah Usman
vincent tegas d luar tapi Lemmaahhh la dengan pilihan hati nya.

tidak mampu bertegas dan mempertahankan pilihannya
pantas saja hubungan nya dengn siapa pun pilihan nya tidak berkesudahan...

lemmmaaahhh la /Smug/
Ramlah Usman
Luar biasa.. semua feeling mu ada d sni semua d aduk sekali dan sebati... setiap jalan ceritanya membuat kelainan pada emosi mu..dan jawapan nya ko tidak salah pilih novel dan penulisnya.. BACALAH
U CAN FEEL IT. LOVE THIS STORY
Ramlah Usman
wow so romatic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!