Deon diminta Mamanya untuk segera menikah karena ingin secepatnya menimang cucu, mengingat Deon adalah Putra semata wayangnya serta umurnya yang sudah tidak muda lagi. Deon berusaha keras menolak namun akhirnya ia luluh tapi berencana untuk mencari perempuan yang mau diajak kawin kontrak. Deon dan Grizelle bertemu dan salah satu diantara mereka berhutang nyawa. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Terus baca dan mohon dukungannya yaa karena ini pertama kalinya aku nulis😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Dibalik Layar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PINDAH
Cahaya matahari menyelinap masuk disela-sela ventilasi kamar Deon. Grizelle mengerjap-ngerjapkan matanya, saat sudah sepenuhnya sadar ia menggigit tipis bibirnya, kali ini di samping tempat tidur ada Deon yang tertidur lelap dengan kedua tangan sebagai bantalnya, wajah Deon menghadap ke arah Grizelle. Grizelle tersenyum lemah melihat wajah tampan itu, tangan kirinya sudah dipasangi infus, badannya masih terasa sakit, lalu ia meraba-raba tubuhnya. Kemana gaun yang dipakainya?
"Aaaaaa...."
Deon merasa terganggu oleh suara Grizelle dan ia memilih bangun
"Ada apa?" Matanya masih setengah terpejam
"Mana gaunku? siapa yang menggantikan bajuku?"
"Aku" jawab Deon santai
"Apa?"
(Gawat, aku keceplosan)
"Aku menyuruh pelayan menggantikannya, kenapa?"
"Ahh syukurlah" Grizelle mengulurkan selimut yang menutupi tubuhnya, namun ia masih saja merasa malu
"Gimana sudah mendingan?"
(Tumben perhatian)
"Hemm, lumayan. Maaf Saya sudah mengacaukan pesta tadi malam"
"Tidak masalah sesekali b*jing*n seperti itu harus diberi pelajaran"
"Istirahat saja hari ini, nanti biar pelayan yang membawakan sarapan ke sini"
"Hemm" Grizelle hanya membalas dengan senyum lemah. Tubuhnya benar-benar kehabisan energi saat ini.
Tapi lagi-lagi Deon tanpa rasa canggung sedikitpun melepaskan bajunya di depan Grizelle. Seketika Grizelle mulai gelagapan dan menutup matanya tanpa berkata apapun. Deon hanya tersenyum melihat tingkah Grizelle, ia melangkah pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, seorang pelayan sudah menyuguhkan sarapan di meja samping tempat tidur. Deon menghampiri Grizelle dengan telanjang dada, sebagian badannya masih lembab, ia duduk di samping Grizelle.
"Mau sarapan sekarang?"
"Hem" menjawab lemah dan pelan
"Aku suapin yaa"
Grizelle langsung terbatuk-batuk tak karuan setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Deon.
"Tidak perlu, Saya bisa makan sendiri"
"Oke" Jawan Deon dengan santai, kemudian dia membantu Grizelle untuk meletakkan sarapannya di tempat tidur. Deon terlihat asyik memperhatikan Grizelle yang sedang makan, merasa diperhatikan Grizelle akhirnya melirik Deon diam-diam.
"Tuan, apakah tuan tidak berangkat kerja?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Aku ingin istirahat hari ini"
"Ohh" Jawab Grizelle sambil melanjutkan makannya pelan-pelan namun sesekali masih melirik Deon
"Kenapa? apa perlu bantuan?" Tiba-tiba Deon bertanya mendadak
"T-tidak, hanya saja apakah Anda bisa memakai baju sekarang?"
"Memangnya kenapa? ini kamarku dan tidak ada siapa-siapa yang melihat kecuali kamu"
Grizelle menelan ludahnya merasa tidak mampu jika harus berdebat sekarang. Ia lebih memilih diam dan tidak berani lagi menatap Deon. Melihat tingkah Grizelle yang merasa terganggu olehnya akhirnya Deon memilih untuk mengalah, ia bangun dari duduknya dan menuju lemari pakaian. Selesai berganti pakaian, Deon meninggalkan Grizelle untuk pergi sarapan, Anna tidak berani keluar dari kamarnya akibat pertengkaran tadi malam. Jadi kali ini Deon sarapan ditemani oleh Sekretaris Nuca.
"Jadi bagaimana perkembangannya?"
"Sudah beres Tuan, tidak ada lagi foto lain yang ditemukan"
"Bagus, mulai saat ini jangan biarkan orang b*j*ngan itu mengganggu lagi, kalau tidak...." Deon menggertakkan gigi dan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sekretaris Nuca menundukkan kepalanya tidak berani menatap Deon karena sikapnya barusan.
"Oh iya, hari ini aku tidak masuk, batalkan saja meeting dengan klien dari kota A"
"Baik Tuan, Saya akan mengurus semuanya"
"Hem"
Usai berbincang dengan Sekretaris Nuca, Deon kembali masuk ke kamarnya. Ia melihat Grizelle mencoba untuk bangun dari tempat tidur.
"Mau ke mana?" Ucap Deon setelah menutup pintu
"E-ee mau ke toilet sebentar"
Deon dengan sigap mendatangi Grizelle dan membantunya untuk bangun
"Bisa sendirian?"
"Bisa" Grizelle tersenyum hambar
"Biar aku bantu" tanpa menunggu jawaban langsung memapah Grizelle
"Mau ganti pembalut yaa?"
Grizelle terkejut bukan main dengan pertanyaan Deon, ia sangat malu jika hal sensitif seperti itu ditanyakan apalagi oleh seorang laki-laki.
"I..yaa"
"Bisa ganti sendiri?
"Bisa"
"Jangan bohong, nanti biar aku ikut masuk ke dalam, kamu pegangan aja dipundakku"
"Tidak usah, Saya bisa melakukannya sendiri"
"Jangan nolak, aku janji nggak akan lihat"
"T-tapii......"
Deon sudah memaksa Grizelle untuk masuk ke dalam toilet, mereka berdua tiba-tiba terlihat canggung dan bingung ingin bergerak.
"Tolong panggilkan pelayan saja Tuan, saya agak risih" celetuk Grizelle ditengah kecanggungan
"Para pelayan sedang sibuk semua, ganti aja seperti biasa" Jawab Deon sambil memalingkan wajahnya
"Tapi janji tidak boleh lihat yaa?"
"Hemm"
"Ini juga memerlukan waktu yang cukup lama"
"Hemm, buruan sana"
Grizelle buru-buru melepaskan celana yang dipakainya, tapi ternyata Grizelle tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya, tangannya langsung mencengkeram kuat lengan Deon.
"Kenapa?" Deon tidak berani memalingkan wajahnya
"Saya kehilangan keseimbangan"
"Jadi?" Mau dibantu nggak?"
"Eh, jangan Tuan, emmm Saya nunggu pelayan tidak sibuk saja baru membersihkan diri lagi"
"Hemm, biar aku bantu"
"Jangan tuan"
"Sudah kamu duduk aja" Deon mendorong Grizelle hingga terduduk di atas closet
"Tuan, jangan. Ini tidak pantas" Grizelle memutar kepalanya dan menutupi bagian **** * nya, malu.
"Oke, aku panggilkan pelayan, kamu tunggu di sini" Deon berjalan dengan langkah cepat meninggalkan Grizelle yang masih duduk di atas closet
(Aneh, katanya tadi para pelayan lagi sibuk, tapi kok? Ah terserah deh, kan dia yang punya rumah) Grizelle bertanya-tanya dalam hati
Tidak begitu lama, akhirnya tiga orang pelayan wanita datang menghampiri Grizelle, mereka melakukan tugas masing-masing hingga akhirnya selesai. Deon tengah asyik duduk di atas tempat tidur sambil membaca buku. Melihat Grizelle yang sudah selesai membersihkan diri, Deon dengan antusias menyuruhnya duduk di sampingnya.
"Duduk sini" Deon menepuk-nepuk ruang kosong di sampingnya
Grizelle terlihat agak canggung, namun karena dilihat oleh pelayan akhirnya ia menuruti permintaan Deon.
"Kalian boleh pergi"
"Baik tuan" Para pelayan itu akhirnya meninggalkan Deon dan Grizelle berduaan.
Sekarang keadaan menjadi canggung, sudah hampir 10 menit Deon dan Grizelle berdiam diri dan tidak ada pembicaraan apapun. Deon melirik ke arah Grizelle yang nampaknya sudah mulai bosan.
"Aku minta maaf" Hembusan nafas Deon terdengar berat
"Minta maaf kenapa Tuan?" Grizelle nampak kaget dengan ucapan Deon barusan
"Ini semua salahku, aku yang meminta Mama temenin kamu shopping tapi hati Mama tidak bisa ditebak. Mama sebenarnya orang yang baik, semoga kamu bisa memahami Mama yaa" Deon nampak sangat menyesal
"Saya bisa mengerti Tuan dan tidak ada yang perlu dimaafkan, Saya cuma perlu istirahat" Grizelle tersenyum
"Oh begitu, kamu pengen pindah rumah nggak?"
"Pindah rumah?"
"Ya, aku nggak mau kejadian yang seperti ini terulang lagi"
"Tuan tidak perlu khawatir, Saya baik-baik saja di sini" (ini orang kenapa sih rada aneh hari ini)
"Tapi kalau aku maunya pindah bagaimana?"
"Terserah Tuan, tapi bagaimana dengan Nyonya?"
"Mama nggak akan bisa ngelarang, untuk sementara ini lebih baik kita pindah aja"
"Saya ngikut aja Tuan, tapi juga harus sering-sering jengukin Nyonya ke sini yaa"
"Hemm" (dasar wanita ini, udah diperlakuin Mama kayak gitu tapi masih tetap perhatian sama Mama)
__________________
MOHON MAAF AUTHOR LAMAAA BANGET NGGAK UPDATE YAA🙏🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN DUKUNGANNYA YAA BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA, BOLEH TINGGALKAN JEJAK DULU KOK😉
BTW MUNGKIN NANTI ADA BEBERAPA BAB YANG ISINYA DIEDIT LAGI SUPAYA LEBIH ENAK DIBACA
bnr2 oke dech
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa