NovelToon NovelToon
My Bos Is My Husband

My Bos Is My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 5
Nama Author: Rabiha Adzra

Bekerja dengan bos yang mengeluarkan peraturan 'Kamu jangan pernah jatuh cinta dengan atasanmu'. Wah gimana ya perasaan Yasmin diworo-woro oleh bos tampan pemilik perusahaan tempat dia bekerja?
Ketika tidak sanggup lagi menghindari perasaan cinta yang tumbuh perlahan terhadap bosnya Yasmin memutuskan untuk resign sebelum bosnya memecat dia terlebih dahulu. Yasmin pergi ke kota lain untuk melupakan cintanya.

Bayu, bos Yasmin baru menyadari bahwa dia telah menaruh hati dengan gadis berjilbab syar'i itu yang telah mengubah hidupnya menjadi lebih religius setelah Yasmin resign tanpa persetujuan darinya.

Akankah Bayu bertemu kembali dan mengungkapkan cintanya kepada Yasmin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28: Flashback (Marah)

Yasmin sudah tiba di kantor lebih dulu dari Bayu. Karena ketika Bayu sudah kembali ke ruangannya, Yasmin sudah duduk manis di balik mejanya.

"Sudah sholat, Yas?," tegur Bayu melewati meja sekretaris sekaligus calon istrinya itu. Di kantor, Yasmin selalu mengabaikan statusnya sebagai calon istri Bayu. Sikapnya selalu formal dengan Bayu.

"Lagi libur, Pak," jawab Yasmin pelan tapi Bayu masih bisa mendengarkan suaranya. Tamu bulanannya sedang datang. Dia malu sendiri ketika Bayu tahu dia sedang tidak sholat karena hal itu.

"Asik, ya. Dapat kenalan cowok ganteng," sindir Bayu melihat Yasmin tanpa tersenyum sedikit pun. Dia lalu masuk ke dalam ruang kerjanya.

Bayu kemudian duduk di kursi kerjanya sambil menatap kaca penyekat antara ruangannya dengan Yasmin. Dia melihat Yasmin tampak bengong lalu menoleh ke arah ruangan Bayu. Bayu pun mengalihkan pandangannya ke arah meja kerjanya.

Beberapa contoh design kartu undangan pernikahan sudah ada di atas meja Bayu. Ternyata selama dia masih di luar tadi rupanya Ario, salah satu temannya yang punya percetakan sudah mengantarkan beberapa contoh design undangan. Pastilah tadi Yasmin yang menerimanya karena Yasmin sudah sampai ke kantor lebih dulu.

Rencananya, Bayu ingin mengajak Yasmin untuk memilih design kartu mana yang akan mereka pakai untuk undangan pernikahan nanti. Namun karena suasana hatinya sedang tidak enak gara-gara melihat perkenalan Yasmin dengan cowok di cafe tadi, Bayu pun menundanya dulu.

Bayu melihat lagi ke arah Yasmin. Gadis itu berdiri dari kursinya lalu mengetuk pintu ruangannya.

"Masuklah," perintah Bayu dari dalam. Yasmin lalu berjalan mendekati meja Bayu.

"Ada apa?," tanya Bayu datar.

"Maksud ucapan Bapak tadi apa?" tanya Yasmin.

'Oh, rupanya dia menemuiku untuk membahas tentang ucapanku tadi. Belum nyambung ternyata. Atau hanya pura-pura saja,' ucap Bayu di dalam hatinya.

"Masih mau menyangkal kalau makan siang tadi, kamu kenalan dengan cowok" jawab Bayu datar.

"Iya, itu memang benar. Tapi ada Ririn juga, kok. Jadi dia bukan kenalan denganku saja," jelas Yasmin agar Bayu tidak salah paham dengannya.

"Tunggu...tunggu. Bagaimana Bapak bisa tahu?," sambung Yasmin cepat bertanya kepada Bayu dengan tatapan heran.

"Aku ada di sana, Yasmin!!," teriak Bayu kesal atau cemburu, dia juga tidak tahu. Yasmin tampak kaget mendengarkan jawaban Bayu.

"Bapak ada di sana sejak kapan?," tanya Yasmin lagi.

"Sejak kamu berfoto-foto di meja  dengan Ririn," jawab Bayu menatapnya. 'Dia tidak sadar kan, kalau aku mengamati gerak-geriknya selama di cafe,'

Yasmin menutup mulutnya dengan tangan. Gadis itu malu sekali karena ketahuan oleh Bayu bagaimana tingkahnya di luar kantor.

"Pasti Bapak diam-diam mengikuti kami, kan?," tiba-tiba Yasmin menuduh Bayu.

'What??? Kenapa malah aku jadi yang disalahkan,' Bayu benar-benar heran dengan sifat wanita di hadapannya itu.

"Kita belum resmi jadi suami istri, Pak. Bapak belum berhak melarang ku untuk berkenalan dengan laki-laki mana pun. Dan Bapak juga belum berhak untuk mengawasi semua aktivitasku di luar kantor," sambung Yasmin panjang lebar sambil melihat Bayu tidak suka. Dia lalu membalikkan badannya dan meninggalkan ruangan Bayu.

Yasmin sepertinya marah dengan Bayu. Karena dia melihat Yasmin tidak balik lagi ke meja kerjanya tapi justru malah keluar dari ruangan CEO. 'Mau ke mana dia?'

Kini Bayu yang terbengong-bengong setelah mendengarkan ucapan Yasmin tadi. "Kenapa jadi begini. Kok, malah dia yang marah? Harusnya kan aku yang marah," gumam Bayu heran dan kesal sendiri.

Bayu lalu menyandarkan punggungnya di kursi. Kepalanya pun mendadak pusing.

***

Yasmin benar-benar malu mengingat tingkahnya bersama Ririn di cafe tadi dan itu semua dilihat oleh Bayu.

'Bagaimana dia bisa ada di sana juga. Apa dia sengaja mengikuti aku? Tapi bukannya dia sudah pergi duluan ke luar kantor, ya. Kenapa aku jadi menuduhnya sudah mengikuti ku?,'  Yasmin pun tampak berpikir sambil memandangi wajahnya di kaca toilet.

'Aaaa!!! Yasmin, otakmu ke mana sih!!,' teriak Yasmin di dalam hati setelah dia sadar dengan ucapannya kepada Bayu tadi.

Yasmin mengusap wajahnya di depan kaca di dalam toilet. 'Pak Bayu juga melihat Ibnu ikut makan di meja kami. Dia pasti sudah salah paham. Ibnu kan, kenalan dengan Ririn. Karena aku ada di sana ya ikut juga kenalan, masa aku diam saja kayak patung,' dialog hati Yasmin.

"Ucapanku tadi membuat Pak Bayu tersinggung nggak, ya?," gumam Yasmin sambil menggigit bibirnya karena merasa takut telah membuat atasannya itu tersinggung.

Yasmin menghembuskan nafasnya lalu kembali lagi ke ruangannya. Dia melihat sekilas dari meja kerjanya, di dalam ruangan Bayu sudah tidak ada orangnya lagi.

'Ke mana tuh orang?,' Yasmin mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dia tadi lupa membawanya ke toilet.

Yasmin lalu membuka layar ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Bayu.

'Ya Tuhan, dia meneleponku tadi. Coba ku cek, mungkin ada pesan darinya,'

Rupanya memang ada pesan dari  Bayu untuknya.

(Yas, aku pulang duluan. Kepalaku pusing. Kalau tidak ada yang dikerjakan lagi, kamu juga boleh pulang)

Yasmin tidak membalas pesan Bayu. Gadis itu memasukkan ponselnya ke dalam tas. Pekerjaannya sudah selesai. Seperti yang diinstruksikan Bayu, dia pun akan pulang juga.

Yasmin kemudian masuk ke dalam ruangan Bayu. Dia merapikan meja kerja Bayu yang agak berantakan itu. Sambil membereskan ruangannya, Yasmin  sambil berpikir. 'Apa aku telpon saja untuk menanyakan keadaannya? Ah, nggak usah dulu, deh'. Sebenarnya dia juga masih kesal dengan Bayu.

Setelah selesai Yasmin pun bergegas pulang. Tiba di depan lift dia pun berpapasan dengan Ririn.

"Yas,mau ke mana?," Ririn melihat sudah membawa tasnya seperti mau pergi.

"Atasanku sudah tidak ada di tempat dan aku sudah tidak ada pekerjaan lagi. Jadi instruksi darinya aku boleh pulang," jawab Yasmin sambil memaksakan diri untuk tersenyum.

Ririn menatap wajah Yasmin curiga. Senyuman aneh. "Emang bos ke mana?,"

"Udah pulang,Rin!!," Masih nanya juga sih Ririn, Yasmin jadi emosi. "Kamu tahu nggak kalau d cafe Orange tadi ada dia dan Bosmu. Mereka makan siang di sana," sambung Yasmin.

Ririn melongo, dia pun tidak menyangka kalau atasan mereka juga makan di sana.

"Yas...Yas. Itu artinya Pak Bayu melihat kita kenalan dengan Ibnu," ujar Ririn memastikan. Yasmin hanya mengangguk.

"Wah, dia cemburu nggak?," tanya Ririn.

Yasmin tampak berpikir. Bayu tadi memang membahas tentang perkenalannya dengan Ibnu. Ekspresi dan nada suaranya seperti marah. Apa itu cemburu?

"Kayaknya. Tapi sudah aku jelaskan kalau ada kamu yang juga berkenalan dengan Ibnu," jawab Yasmin.

Yasmin menekan tombol pintu lift. "Aku duluan ya,Rin," pamit Yasmin tida mau panjang lebar lagi membahas tentang Bayu. Gadis itu pun masuk ke dalam lift meninggalkan Ririn.

🍁🍁🍁

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnnnnn ceritanya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Lala Fatimah
cerita yg bagus sekali
Ira Suryadi
Assalamu'alaikum,,,K'Author,,Salam Kenal🙏😊Aku mulai bca Karya mu Ka,,udh lma aku simpan di fav smoga Cerita ny Seru y Ka,,
Hilal Guswati
yasmin bayu dooong
Hilal Guswati
yes.. setuju
karya yg sangat bagus n ispiratif
biasanya sy baca ga pernah smpe habis, ini ko malah pengen lagi ❤️
Dayu Dayu
I follow your wishes /Good//Good/
Shiren Gibrani. the way
Luar biasa
Eny Herawati
Kecewa
Eny Herawati
Buruk
Rahma Lia
Luar biasa
Herawaty Herawaty
kampung halaman ku thor
Herawaty Herawaty
aku udah baca semua cerita nya Thor.. bagus semua.. /Good/
Dina Okta
baca kesekian kalinya karena kangenn♥️🥰🥰🥰
Teh Ai..
Luar biasa
Sintia Dewi
gimna crita 15menit mau brangkat pesawatnya baru dateng/Facepalm/
Jhon Carter
bab ini agak kurang nyambung ending nya menurut ku ,,, langsung ke nikah,,, kesan nya kaya ada episode yang hilang ,,atau di sensor gituh
Jhon Carter
iya visual fotonya biar lebih menglalu 🫰🫰
Jhon Carter
kali ke dua aku baca novel ini ,,gak bosan alur nya sru
Teh Ai..
lanjy
Teh Ai..
baca lagi ..ini udh lama kangen Yasmin Bayu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!