NovelToon NovelToon
Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Persaingan Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: rnsa

Seorang mafia yang diberikan tugas oleh ayahnya untuk menculik seorang wanita kaya raya dengan alasan hutang lalu menyuruhnya untuk membunuh wanita itu, tetapi ada yang aneh dari ayahnya karena sebenarnya bukan hanya alasan hutang tetapi ada alasan yang lainnya.

**

“Kenapa kau tidak memberinya kesempatan untuk membayar semua hutang itu?” tanya Lucas karena sangat penasaran dengan alasan big bos.

Tidak terdengar apapun di seberang telpon membuat Lucas menyambung ucapannya. “Dan kenapa kau sangat menginginkan kematian wanita itu? Apa kau ada masalah yang lain?”

Big bos langsung mematikan telpon tanpa menjawab pertanyaan Lucas. “Tentu saja tidak hanya hutang.” Gumamnya sambil menyeringai.


Bagaimana kisah selanjutnya? Jangan lupa ikutin alur ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluar kamar

HAPPY READING!!!

.

.

.

Aaron (Bawahan 1) pun membuka kunci kamar belakang.

“Apa kau yakin ingin mengeluarkan wanita ini?” tanya Darel (Bawahan 2) yang masih dalam kekhawatirannya.

“Biarkan saja lah.”

Klekkk….

Aaron (Bawahan 1) membuka pintu itu, terlihat Clara sedang berdiri tepat di depan sana dengan wajah kesalnya.

Darel (Bawahan 2) mengamati wajah Clara. “Kenapa kau menatap kami seperti itu?”

Clara membuang nafasnya dengan kasar. “Kenapa kalian baru membuka pintunya?” kesalnya. “Kalian pikir tidak capek apa berteriak-teriak.”

Aaron (Bawahan 1) sesaat menoleh Darel (Bawahan) sambil berdehem. “Yang menyuruh mu berteriak siapa?” menaikkan alisnya.

Clara menggelengkan kepala. “Tidak ada, tapi gara-gara kalian aku berteriak.” Tidak mau kalah dengan kedua bawahan Lucas.

“Kenapa kau jadi menyalahkan kami?” Darel (Bawahan 2) dibuat kesal oleh Clara.

“Coba tadi kalian langsung membuka kuncinya, aku tidak mungkin berteriak-teriak.” Menghela nafas. “Kalian juga dari awal pasti mendengar ku berteriak tapi berpura-pura tidak mendengar, ya kan?”

Aaron (Bawahan 1) mendekati Clara. “Memangnya kau siapa jadi menyuruh kami?”

“Penjaga ku.” Tersenyum manis.

“K-kau….” Kedua bawahan mengepalkan satu tangan mereka dengan wajah yang semakin kesal.

“Kenapa kau ingin keluar?” tanya Darel (Bawahan 2).

“Emmmm…. Aku sangat bosan berada di dalam kamar.”

Aaron (Bawahan 1) bingung. “Lalu?”

“Mau pergi kemana kau?” tanya Darel (Bawahan 2) lagi. “Apa kau ingin keluar?” sambungnya.

Clara menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak tidak, aku tidak pergi kemana-mana.” Bantahnya. “Aku hanya ingin menghirup udara di sore hari untuk menghilangkan rasa bosan ku.” Jelasnya. “Apa boleh aku….”

“Bukankah kau sedang sakit? Kenapa kau malah ingin keluar?” Aaron (Bawahan 1) heran dengan Clara karena memang terlihat dari wajahnya masih pucat dan dokter juga menyuruhnya untuk banyak-banyak beristirahat.

“Sungguh aku sangat sangat bosan.”

“Istirahat saja di dalam kamar, kau harus beristirahat.” Sahut Darel (Bawahan 2).

“Boleh ya.” Nyengir. “Aku juga sudah sembuh.”

“Tapi wajah kau masih….”

Clara memutar-mutar badannya didepan kedua bawahan sambil tersenyum. “Lihatlah aku sudah sembuh.”

Aaron (Bawahan 1) memegang kedua bahu Clara agar berhenti berputar. “Apa yang sedang kau lakukan?”

Clara memasang wajah cemberut. “Agar kalian percaya padaku.”

“Tapi…” Ucap Darel (Bawahan 2) terpotong.

Clara mengangkat tangan kanannya lalu menunjukkan jari yang berbentuk V. “Aku hanya sebentar, aku tidak berbohong kepada kalian.” Tersenyum.

“Terserah kau saja lah mau kemana.” Aaron (Bawahan 1) pasrah. “Yang pergi kau ingat! Jangan keluar dari mansion ini.” Tegasnya.

Darel (Bawahan 2) yang mendengar itu langsung menyenggol lengan Aaron (Bawahan 1). “Jangan mencari mati kau, kalau mau mati sendiri saja jangan mengajak ku.” Bisiknya.

“Semoga saja mereka mengizinkan ku, sungguh membosankan jika harus di dalam kamar ini terus-menerus.” Batin Clara.

“Siapa tahu setelah ini dia tidak sakit jadi tidak merepotkan bos lagi.”

Darel (Bawahan 2) terheran-heran dengan Aaron (Bawahan 1). “Apa hubungannya?” bingung.

“Ku rasa tidak ada.” Nyengir. “Aku hanya menebak.”

Darel (Bawahan 2) menatap Clara yang sedang menunduk. “Oke, pastikan kau kembali ke kamar ini sebelum bos Lucas datang.”

Clara yang mendengar itu langsung menatap mereka lalu membungkukkan setengah badannya. “Terima kasih, kalian memang terbaik.” Ingin melangkahkan kaki.

Aaron (Bawahan 1) menahan tangan Clara. “Diluar cuacanya sangat mendung dan juga dingin.” Baru ingat diluar sedang mendung.

“Rintikan hujan juga mulai turun, nanti kau tambah sakit itu akan merepotkan bos Lucas.” Ucap Darel (Bawahan 2).

“Aku sudah tidak kenapa-kenapa, kalian jangan mengkhawatirkan ku.”

“Tunggu sebentar.” Aaron (Bawahan 1) berjalan masuk ke dalam kamar menuju lemari.

...Bersambung.......

Jangan lupa dukung Karya ini agar Author tidak malas melanjutkan ceritanya:)

1
Secret
terima kasih kak, tunggu ya🤗 secepatnya Author akan membuat cerita lagi
Ruk Mini
ooo.. bahagia y... seneng bgt thorr..Happy ending..d tgg karya2 mu lgi thorr 🙏👍👍👍
Ruk Mini
ngeyel sich kau nenk
Ruk Mini
visual mn thorrr gemeszz pasti sm anak2 mereka
Ruk Mini
mank..mak2 hamil mah begono
Ruk Mini
co cuitt. Calon dedy
Ruk Mini
ooow..oooow.. seneng ye ..dede mo otw
Ruk Mini
otw..dede ye bank..
Ruk Mini
deuhhhh.baperr thorrr
Ruk Mini
semangat nenk....💪🥰
Ruk Mini
co.. cuint..assoy
Ruk Mini
nyang laen ngontrak bankk
Ruk Mini
bp ga ad adab
Ruk Mini
waduhhh...bisa kabur dr bank lux
Ruk Mini
ko ada ye org tua gtu sm anak sendiri.. ampun dh
Ruk Mini
dih..cm gara2 wadon duank ..ampyuunnn...ky g ada yg laen dah🙄🙄🙄
Ruk Mini
dendam amat ki... udh tue jg msh lom insaf 🤦🤦🤦
Ruk Mini
baru. sayang an sdi pisah lgi😭😭😭
Ruk Mini
waduhhh...kacauuu
Ruk Mini
deg........deg. nyoss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!