Bimo Setiawan harus menelan pil pahit ketika mengetahui kalau istrinya meninggal pasca laka lantas yang terjadi Di tol Jagorawi. Istri meninggalkan seorang anak laki laki bernama Devan yang masih sangat butuh belaian kasih sayang seorang ibu.
Almaira wanita berusia 20 Tahun Sorang mahasiswi di sebuah universitas di kota Jakarta. Almaira dibesarkan disebuah panti asuhan. Ketika usianya masih 2 tahun hingga saat ini masih tetap tinggal di panti asuhan, membantu ibu panti, merawat dan menjaga anak anak yang kurang beruntung.
Hingga satu kejadian terjadi, yang membuat Bimo Setiawan dan Almira harus membuat mereka selalu bersama.
Bagiamana kisah mereka yuk simak ceritanya di "Gairah Duda kece "
original by Morata
FB Nolan s
ig sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. DI BUTIK_GDK
Setelah beberapa jam berada di mall terlihat Devan sudah mulai bosan di arena permainan. Ia Pun kembali menghampiri Bimo dan Almaira yang masih setia menunggu Devan di sana. "Papi, Mami...." Kita makan yuk, perut Devan sudah lapar nih."Ucap Devan yang mampu membuat Almaira dan Bimo tertawa ngakak. Mendengar apa yang diucapkan oleh bocah kecil yang ada di hadapan mereka.
"Astaga, Almaira menepuk jidatnya Ia pun tidak menyadari kalau Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Itu artinya Devan sudah harus menyantap menu makan malam sebelum tidur dan istirahat. Bimo pun meminta kepada Almaira untuk segera mengikutinya masuk ke salah satu restoran yang ada di mall itu juga.
"Kita makan saja deh, sebelum kita pulang ke rumah." ucap Bimo sambil langsung mendudukkan bokongnya di salah satu restoran ternama yang ada di mall itu. Almaira terlihat menatap restoran itu dengan seksama. "Pasti makan di restoran ini mahal sekali." gumam Almaira dalam hati.
Sementara Devan duduk di kursi khusus anak-anak. Salah satu pelayan restoran datang menghampiri mereka dengan membawa daftar menu ke meja yang ditempati oleh Bimo, Almaira dan Devan
Almaira melihat menu makanan yang disediakan di restoran itu. Membuat Almaira terhenyak Melihat harga menu makanan yang disediakan oleh pihak restoran. "Astaga mahal banget makan ini. Makan sekali disini sudah cukup untuk biaya kehidupan kami beberapa hari di panti." gumam Almaira di dalam hati saat membayangkan mereka hidup di panti asuhan yang dikelola oleh ibu Fatimah.
"Mas kita bisa pindah tempat makan tidak? tanya Almaira karena dirinya merasa tidak nyaman duduk di sana
"Memangnya kenapa?
"Harga makanan di sini sama dengan harga biaya makan kami sehari-hari selama beberapa hari saat berada di Panti asuhan." ucap Almaira berterus terang kepada Bimo.
"Sudah pesan saja, tidak apa-apa. Kamu nikmati saja segalanya." ucap Bimo yang mampu membuat Almaira terhenyak. Tapi mas sepertinya ini berlebihan. Aku tidak ingin membuang-buang uang mas hanya untuk makan seperti ini. lebih baik uang itu digunakan untuk yang lebih penting lagi." ucap Almaira kepada Bimo berharap Bimo paham masuk dan tujuannya.
Beberapa menit kemudian setelah mereka memesan menu makanan, kini Bimo dan Almaira, Devan berlalu di restoran itu berniat untuk segera kembali ke rumah utama Setiawan.
Tetapi sebelumnya Bimo membawa Devan dan Almaira ke salah satu butik ternama yang ada di mall itu. "Kamu pilih pakaian yang mana kamu suka ." ucap Bimo kepada Almaira membuat Almaira menatap Bimo dengan tatapan penuh tanya.
"Mas ingin membelikan baju untukku?" tanyanya seolah tidak percaya.
" Iya, ambil saja yang kamu suka." ucap Bimo kepada Almaira.
Almaira melihat dress cantik dan warnanya Iya disukai oleh Almaira. Ia juga melihat gaun yang terlihat indah . "sepertinya gaun ini cantik." gumam Almaira dalam hati.
"Mom, gaunnya cantik kok. Pasti mami akan lebih cantik jika memakainya." ucap Devan sambil mengembangkan senyumnya. menatap Almaira dengan tatapan penuh arti.
Hal itu membuat Almira semakin gemes menatap Devan yang memberikan komentar kepadanya mengenai pakaian yang akan dipilih oleh Almaira.
"Wah Putra mami pintar sekali memilih pakaian untuk Maminya. Apa memang benar kalau gaun ini cantik jika Mami yang memakainya?
"Tentu dong mom, karena mamiku sangat cantik."ucap Devan sambil mengacungkan jari jempolnya. membuat Almaira pun tidak dapat menahan tertawanya.
Almaira Melihat badrol harga yang tertera di sana. Membuat Almaira langsung menghentikan niatnya membeli pakaian untuk. "Kenapa kamu lepaskan lagi? kamu sudah terlihat cantik menggunakan pakaian seperti itu. Tidak, harganya mahal sekali. ucap Almaira yang baru melihat bandrol gaun yang ia pegang sebelumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓 sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak.
"Gadis Pecal lele jatuh cinta"
dari awal baca juga banyak typo n banyak kata² yg bikin bingung harus diulang² bacanya biar paham
jadi bingung 🤭
Moga2 Thor Sehat Bahagia Tambah Sukses Dgn Karya2nya
Slalu Cemangatttttt
Moga2 Ibu DeBay Selamat Sehat
Lanjut Thor
Lanjut Thor
Mudah2an Hamil
Lanjut Thor
Lanjut Thor
Jodohin Siska Atuh Thor
Lanjut Thor
Up Yg Bykkkk
Lanjut Thor
Lanjut Thor