Demi cita-citanya untuk bisa kuliah di Jakarta, Sella menumpang tinggal di rumah sang kakak. Disya sang kakak selalu sibuk dengan rutinitasnya sebagai wanita karier. Dia meminta Sella untuk mengurus kebutuhan Bagaskara sang kakak ipar, menggantikan peranan sang kakak.
Seiringnya waktu rasa cinta hadir di antara Sella dan Bagaskara. Bagaskara merasa kagum dengan sosok Sella, di tengah kemelut rumah tangga dengan Disya. Hingga akhirnya kejadian di suatu malam, mengubah segalanya. Disya marah besar dan mengusir Sella dari rumahnya membuat hubungan Kakak dan Adik terputus.
Siapakah yang akan Bagas pilih? Ikuti kisah perjalanan cinta mereka dalam karya "Terjerat Pesona Sang Kakak Ipar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Disya
Hari ini Disya sudah diperbolehkan pulang. Bagas sudah mengurus administrasi kepulangan Disya.
"Berapa totalnya, sini aku transfer? Kamu sudah terlalu banyak menolong aku," ucap Disya. Ada perasaan yang tak jelas dirasa Sella melihat calon suaminya terlihat mengobrol dengan sang kakak yang tak lain mantan istrinya.
"Sudah tak usah, aku ikhlas menolong kamu. Lebih baik uangnya kamu simpan untuk pengobatan selanjutnya," jelas Bagas dan akhirnya Disya mengucapkan terima kasih.
Suasana penuh haru melepas kepulangan Disya ke kampungnya. Disya tampak di gendong oleh sang bapak dari kursi roda ke dalam mobil. Bagas menyewa satu unit mobil beserta supirnya untuk mengantarkan Disya dan orang tuanya ke Yogyakarta. Karena mobil Disya rusak parah. Disya sudah tak menginginkan mobil yang memiliki kenangan yang menyakitkan. Setelah diperbaiki, Disya memutuskan menjual mobil itu.
"Mas, aku titip Sella ya disini! Jangan pernah sakiti hatinya! Jika kamu membutuhkan tanda tangan surat perceraian kita, kabari saja! Aku tak akan mempersulit kamu, aku ingin kalian segera menikah," ucap Disya yang berusaha untuk tegar menghadapi apa yang terjadi dengannya.
Bahkan Adit kini memutuskan hubungan mereka, tentu saja dia tak akan mau memiliki kekasih yang cacat. Pengalaman ini mengajarkan Disya untuk lebih memahami sebuah ketulusan.
"Mba," ucap Sella. Sella terisak tangis melepas kepulangan sang kakak.
"Sudah, tak perlu ditangisi lagi! Semua sudah terjadi, kakak pun sudah mengikhlaskannya. Kakak saja sudah tegar, masa kamu masih seperti ini? Kamu patut bahagia, Mas Bagas laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Kakak saja yang selama ini tak bersyukur. Ya sudah, kakak pulang dulu ya. Kamu tak perlu takut, sudah ada Bagas yang akan melindungi kamu," ucap Disya. Mereka saling berpelukan.
Disya telah pergi, meninggalkan kota Jakarta. Kota yang memberikan sejuta kenangan indah dan buruk untuknya. Kota impian dirinya dulu, yang akhirnya meninggalkan luka untuknya. Selama perjalanan dirinya terlihat diam, menatap jalan luar.
"Aku tak menyangka, kamu setega ini kepadaku Mas? Aku memang wanita bodoh, tak bisa membedakan siapa yang tulus mencintai aku. Aku menyakiti hati Mas Bagas, demi mempertahankan kamu. Hingga akhirnya aku kecewa, harus kehilangan kalian berdua," ucap Disya lirih. Disya mencoba menahan air matanya, dia tak ingin orang tuanya ikut bersedih karenanya.
"Aku harus terus bersemangat dan yakin, kalau suatu hari nanti aku akan meraih kebahagiaan aku kembali," ucap Disya dalam hati.
Sella dan Bagas kini berada di sebuah restoran. Sebelum mengantarkan belahan hatinya ke kosannya, Bagas mengajak Sella makan terlebih dahulu. Sella merasa canggung berhadapan dengan sang mantan kakak ipar.
"Kok diam saja? Masih marah ya sama aku?" tanya Bagas yang akhirnya membuka obrolan.
"Enggak kok, hanya lagi ingin diam saja," sahut Sella.
Bagas tak ingin memaksakan kehendak, dia yakin kalau Sella butuh proses untuk menerima status barunya mereka. Mereka kini berstatus pasangan kekasih, bukan adik dan kakak ipar lagi. Bagas mencoba memahaminya.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju kosan Sella.
"Yang, besok aku sudah mulai aktif bekerja lagi. Kamu tak masalah 'kan pulang pergi ke kampus sendiri? Oh ya, tolong buka ya blokir nomor kontak aku! Agar kita bisa berkomunikasi. Kirim juga nomor rekening kamu ya, nanti aku transfer untuk kebutuhan kamu," ujar Bagas.
"Oh ya, mulai sekarang aku ingin kita membiasakan memanggil dengan panggilan sayang. Agar semua orang tahu, kalau kamu sudah menjadi milik aku dan aku milik kamu," pinta Bagas.
"Masa langsung sih, nanti saja bagaimana kalau kita sudah resmi menikah?" protes Sella. Dia masih merasa canggung panggilan tersebut.
"Ya sudah, jadi kita aku kamu saja? Tetapi jangan panggil aku kakak ya, kesannya aku tua banget," goda Bagas membuat Sella akhirnya terkekeh.
"Dih, emang Kakak sudah tua. Aku masih berusia 20 tahun, dan Kakak 29 tahun. Cocoknya menjadi adik dan kakak," sahut Sella sambil tersenyum.
Jantung Sella berdegup kencang, saat Bagas menyentuh bibirnya dengan jari tangannya.
"Aku senang melihat kamu tersenyum seperti ini, dan aku ingin selalu melihat kamu tersenyum kepadaku. Aku mencintai kamu, aku berjanji tak akan menyakiti hati kamu," ucap Bagas.
Netra mereka bertemu, Bagas memilih menepikan mobil mereka. Perlahan wajahnya mendekat ke wajah Sella. Sella terhanyut, terhanyut akan pesona sang mantan kakak iparnya. Bibir mereka pun akhirnya menyatu, Bagas mencium bibir Sella dengan penuh kelembutan. Dia sedikit menarik tengkuk Sella untuk memperdalam ciuman itu. Sella langsung mendorong tubuh Bagas, karena hampir saja dirinya kehabisan napas.
Bagas terkekeh melihat ekspresi wajah calon istrinya yang menggemaskan, akibat ulahnya.
"Aku sampai mau kehabisan napas, Kakak berniat membunuh aku ya?" umpat Sella yang masih mengatur napasnya.
"Ya enggaklah, maaf terlalu bersemangat. Nanti aku akan ajari cara berciuman, agar kamu tak seperti itu," ujar Bagas.
Bagas harus memahami, kalau calon istrinya yang sekarang masih sangat polos. Sella tak pernah berpacaran sebelumnya, Bagas 'lah orang yang pertama merenggut semuanya. Itulah yang menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya. Bisa mendapatkan perawannya seorang gadis, karena ternyata saat menikah dengan Disya. Disya sudah tak perawan. Awalnya Bagas sempat kecewa, tetapi semua sudah terlanjur. Mereka telah menikah, dan akhirnya Allah mengganti rasa kecewanya dengan kebahagiaan yang dia rasakan dari Sella.
"Terima kasih, karena kamu sudah menjaganya untuk aku," ucap Bagas.
"Iya enak di kamu, enggak enak di aku. Kamu mendapatkan perawan kakak dan adik," sindir Sella.
Bagas mengungkapkan rahasia yang dimiliki Disya selama ini, membuat Sella membulatkan matanya dengan sempurna. Dirinya baru tahu, kalau sang kakak selama ini sudah tak perawan. Adit yang pertama kali mengambil perawan Disya. Adit adalah cinta pertama Disya, saat dirinya menginjakkan kakinya ke Jakarta.
Itulah salah satu alasan yang membuat Disya tak pernah bisa melepaskan Adit. Adit dan Disya kerap bersama di setiap kesempatan, Adit sering kali membawa Disya jika dirinya melakukan perjalanan dinas. Hingga suatu malam, Adit mengetuk pintu kamar hotel Disya. Kemudian Adit langsung memper*kosa Disya.
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran. Semakin hari, mereka saling mencintai. Adit berniat menunjukkan keseriusannya kepada Disya. Dia mengatakan keinginannya kepada orang tuanya untuk menikahi Disya.
Namun, papanya tak setuju. Karena papanya menginginkan Adit menikah dengan orang yang sepadan. Adit sudah berusaha untuk memperjuangkannya, tetapi hasilnya justru papanya berniat memecat Disya dari perusahaannya. Papanya justru menjodohkan Adit dengan wanita lain. Papanya, mengancam akan membuat Disya menderita dan menarik semua aset yang selama ini diberikan kepadanya, jika Adit tetap ingin menikah dengan Disya dan menolak perjodohan itu. Sungguh pilihan yang sulit, hingga akhirnya dengan berat hati Adit menerima perjodohan itu.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author MinNami